
Karl melemparkan ujung rambut Dara yang dari tadi dia pegang.Dia lalu berkacak pinggang dan mulai berbicara lagi.
"Kau ada peraturan baru sekarang.
Pertama: kau tidak boleh keluar kamar sebelum aku bangun.
Kedua:kau tidak boleh keluar mansion tanpa seizin ku.
"Tapi kan selama ini kalau saya keluar saya selalu meminta izin tuan Antonio?
"Aku bilang kau harus meminta izin dariku bukan Antonio.Lagi pula siapa yang membolehkan kau menyela pembicaraanku.
Dan ketiga:selama kau berpura-pura jadi istriku maka kau harus bersikap selayaknya istriku yang asli.Jangan melakukan pekerjaan rumah.Istriku tak akan kubiarkan lelah karena pekerjaan rumah.Kau mengerti?
"Iya tuan....
"Tapi bagaimana dengan pelayanan yang lain tuan,akan sangat tidak enak kalau mereka membantu saya untuk semua yang saya butuhkan.Kan kami sama-sama pelayan?
"Mereka semua sudah tau kalau rencananya seperti ini,jadi kau tidak perlu menghawatirkan apapun.Bukankah aku sudah pernah memberitahumu.
Karl berbalik badan hendak keluar kamar.
Dara yang berada dibelakangnya menyengirkan mulut,lalu menirukan gesture seseorang yang bawel.
Mereka pun berjalan menuju ruang makan,saat sudah dekat Karl sengaja merangkul pinggang Dara agar terlihat mesra.
"Hai semua,maaf kami agak lama,yah... kalian tau lah kami pengantin baru.Gairah kami masih sangat tinggi,benarkan sayang.
Ucap Karl sambil memandang lebih dekat wajah Dara dan merangkul lebih erat.
Dara terkejut bisa-bisanya Karl berbicara begitu didepan para orang tua ini.Dara hanya menundukkan wajahnya.Terlalu malu untuk menatap mereka dalam situasi seperti ini.
Mereka makan dalam diam.Sampai nenek bertanya
"kalian sudah bulan madu kemana?
Dara tersedak mendengar pertanyaan nenek,namun Karl lebih tenang dan menjawab
"Aku masih sangat sibuk nek,jadi kami belum merencanakan bulan madu.
Sambil menyerahkan segelas air putih untuk Dara yang tersedak tadi.
"Kau harus berhati-hati saat mengunyah makananmu sayang.
Kemudian mengusap ujung kepala Dara.
"Mungkin kalian bisa pergi berkencan selagi hari libur seperti ini.Nyonya Lila memberi saran.
"Ya... dan aku yang akan mengurus kedua wanita tua ini nak.Tuan Alexander menanggapi kali ini.
"Atau mungkin kau bisa mengambil cuti dari perusahaan,biar aku yang menggantikan mu di kantor selagi kau pergi berbulan madu.
__ADS_1
Tuan Alexander kembali memberi saran.
"Ya nak,kami merasa tak enak hati karena sama sekali tidak tau kalau kalian menikah.Sebenarnya kami berencana ingin membuat pesta pernikahan untuk kalian.Kau anak kami satu-satunya jadi aku tidak ingin momen pernikahanmu terlewatkan begitu saja.
*Hah kenapa semua jadi diluar kendali seperti ini.Karl
*Ah kenapa aku jadi takut sekarang.Mereka merencanakan yang tidak-tidak.Dara
"Akan aku pikirkan untuk masalah itu nanti ayah.Ini momen sekali seumur hidup, aku ingin membuat pesta yang berkesan.Jadi aku harus mempersiapkan semua dengan matang.Aku harus mempertimbangkan juga apa yang istriku mau.
Karl berbicara sambil memegang tangan Dara, kemudian tersenyum pada Dara.Berusaha memperlihatkan kemesraan didepan semua orang.
Dara menarik tangannya dari genggaman Karl.Saat tiba-tiba teringat pada foto gadis yang ada di hp Karl tadi.Kesal sekali dia,disaat dia ingin membuka hati untuk Karl,malah mendapati sudah ada wanita spesial yang fotonya sampai dijadikan wallpaper hp.
Melihat Dara yang menarik tangannya dan ekspresi wajah yang terlihat kesal.Karl kemudian berkata
"Kurasa ibu benar,aku harus mengajak istriku berkencan.Entahlah aku merasa dia tiba-tiba kesal padaku.
"Hahaha ya begitulah wanita, kau tau nak menghadapi wanita itu jauh lebih susah daripada mengurus perusahaan.
Kelakar tuan Alexander
Kemudian nyonya Lila mencubit lengan tuan Alexander.
"Oh apakah sesusah itu menghadapi ku hah?
Semua orang tertawa melihat itu.
tuuuuttt.... tuuuttt.... tuuuuttt
"Iya tuan..???
*Ada apa lagi.. ini Sabtu.Jhon
"Jhon aku ingin mengajak istriku berkencan.Kau siapkanlah semuanya.
"Baik tuan,segera saya siapkan.
*H**ah mempersiapkan apa?Berkencan kan ya tinggal pergi ke mall,atau ketaman.Memangnya kalau berkencan ala konglomerat harus ada persiapan dulu ya? Dara
Siang harinya..
Di mobil perjalanan menuju mall.
Karl menyandarkan kepalanya kepada bahu Dara, sambil menggenggam satu tangan Dara.
"Hmm tuan disini kan tidak ada keluarga tuan,jadi kita tidak perlu berpura-pura jadi suami istri kan sekarang?
"Memang tidak.
"ehh.... lalu kenapa tuan seperti ini?
__ADS_1
Nada bicara dara masih terdengar sedikit jengkel.
"Ya... aku hanya ingin melakukannya.
Jhon yang ada dikursi kemudi,mendengarkan saja interaksi dikursi belakang,mengemudikan mobil dengan sangat tenang.
"Lagi pula kenapa harus saya yang berpura-pura jadi istri tuan,kenapa tidak pacar tuan itu?
Karl lalu mengangkat kepalanya,melepaskan tangan Dara,kemudian melihat ke arah Dara.
"Pacar mana yang kau maksud?
"Ya itu... gadis yang fotonya jadi wallpaper handphone tuan...!!!
Dara sudah tak tahan untuk tidak bertanya.
"Kau melihat handphoneku?
Karl sedikit emosi
"Tidak,saya hanya tidak sengaja melihat foto itu saat handphone tuan masih menyala tadi pagi.
Jawab Dara tak kalah sewot.
*Ohhh jadi dia melihat foto Kiara tadi pagi?Makanya dia jadi uring-uringan.
*Hah itu artinya dia cemburu.Karl
Karl tersenyum licik.
*Jadi gadis ini melihat foto nona Kiara tadi.
Ya...dia cemburu,jadi kelinci kecil tuan ini juga sudah mulai menaruh hati.Jhon
"Jhon kita majukan jadwal rutinku hari ini.Baru setelahnya kita ajak kelinci kecil ini jalan-jalan.
"baik tuan.
"Hei kenapa tuan tidak menjawab pertanyaan ku.
"Sudah kau diam saja,sepertinya kau ingin kucium lagi ya makanya kau memancingku dengan bersikap bawel seperti ini.
"Dara tak punya pilihan lain selain diam.Selain malu karena disitu ada Jhon,dia juga tak Sudi dicium seorang yang sudah punya pacar.
Jhon berbelok mengganti rute.Setelah beberapa saat mereka sampai disebuah toko bunga.
Karl keluar dari mobil dan memasuki toko bunga itu.Tak lama Karl keluar dengan membawa buket bunga besar berisikan bunga Daisy putih dengan putik bunga berwarna kuning, dipadukan dengan baby breath berwarna putih juga.Sederhana jauh dari kesan buket bunga mewah tapi Dara sangat senang melihatnya.
Dara sudah besar kepala, mengira Karl akan berusaha merayunya dengan bunga itu.Namun setelah Karl masuk kembali ke dalam mobil Karl hanya meletakkan bunga itu dalam pangkuannya.Tak ada tanda-tanda Karl akan menyerahkan bunga itu pada Dara.
"Kaaannnn bukan buat kamuuuu.Lagian gak tau malu banget berharap dirayu sama orang yang udah punya pacar.
__ADS_1
Dara dalam hati memarahi dirinya sendiri.