
Jhon memeluk erat Ema,suasana jadi sedikit haru karena nyatanya mereka berdua memendam rasa yang mereka punya cukup lama.Tak sepatah pun kata yang mereka ucapkan meskipun sebenarnya banyak sekali tanya dalam hati mereka masing-masing,yang jelas saat ini mereka berdua yakin dan bisa merasakan kalau mereka ternyata saling mencintai.
Sambil tetap mendekap Ema dalam rengkuhannya Jhon mulai bertanya.
"Sejak kapan?
Pertanyaan ambigu yang langsung dipahami oleh Ema.
"Sudah lama.
"Kenapa tidak pernah kau katakan?
"Aku takut kalau perasaanku ini tidak pantas Jhon.Kau sendiri kenapa tidak pernah mengatakannya?
__ADS_1
"Sama aku juga takut kalau kau hanya menganggap aku saudaramu,aku takut kalau kau tau tentang perasaanku kau akan berubah sikap padaku.
Jhon mengurai pelukannya,menatap mata Ema dalam-dalam.
"Ceritakan semua,aku ingin mendengarnya.
Flashback on.
3 orang pemuda sedang bermain basket dengan ceria dan bersemangat.Mereka saling tertawa,melempar bola,mendorong,dan berpelukan bersama,disisi lapangan ada serang gadis yang umurnya dibawah mereka sedang menunggu mereka bermain.Mereka berempat adalah Karl, Nathan,Jhon dan Ema.
Ema sedang menata minuman dan beberapa snack untuk mereka disisi lapangan basket,setelah selesai dengan makanan yang dia bawa Ema mengambil foto ketiga pemuda itu dengan kamera digital miliknya,hadiah ulang tahun dirinya hasil patungan dari ketiga pemuda itu.Ya...meskipun Karl adalah seorang tuan muda tapi orang tuanya tidak pernah memanjakan Karl dengan harta,jadi Karl tetap punya jatah uang jajan yang kalau Karl ingin lebih dia harus mengerjakan sesuatu dulu baru dia akan mendapatkan uang tambahan.
Memang benar Ema sedang mengambil foto dari ketiga pemuda itu tapi foto yang diambil paling banyak adalah foto Jhon.Diam-diam Ema remaja menaruh hati pada Jhon yang tumbuh menjadi remaja tampan dan dan pandai.Bahkan disekolah setelah Karl,Jhon lah yang menjadi idola para gadis.Berbeda dengan Karl yang memilih cuek pada gadis-gadis itu Jhon masih bersikap baik pada mereka,ada juga beberapa gadis yang akhirnya dekat dengan Jhon.Menyukai kakak kelas yang populer benar-benar membuat hati Ema terasa lelah,setiap hari menyaksikan para gadis mendekati dan mencoba merayu Jhon pasti saja membuatnya cemburu.Namun hubungan mereka yang sudah seperti saudara sejak kecil membuat Ema sangat takut untuk menyatakan perasaannya.Bahkan gadis-gadis yang tau kalau mereka semua tinggal serumah tak jarang meminta Ema untuk membantunya dekat dengan Karl atau Jhon.
__ADS_1
Ema tidak pernah sekalipun mengatakan pada orang lain kalau dia menyukai Jhon,namun Nathan rupanya telah menyadari hal itu,mungkin karena mereka adalah saudara kandung jadi Nathan lebih peka tentang suatu hal jika berhubungan dengan Ema.Suatu ketika Nathan menyelinap ke kamar Ema saat Ema sedang tidak ada dirumah, Nathan tidak bermaksud jahat dia hanya ingin memastikan kecurigaannya.Dan benar saja saat Nathan membuka laci meja belajar Ema dia menemukan sebuah diary milik Ema,Lalu saat akan membukanya sebuah foto jatuh dari diary itu,sebuah foto Jhon sedang bermain basket dan dibalik foto itu ada tulisan my first love.Setelah membaca semua isi diary Ema, Nathan paham kalau adiknya memang menyukai Jhon sejak lama namun dia berusaha tau diri kalau dia hanya anak dari supir sedangkan Jhon adalah anak asisten tuannya.Ema merasa minder dengan posisi itu,padahal Nathan tau pasti kalau Jhon ataupun keluarganya tidak akan pernah memandang posisi pekerjaan mereka.Namun karena Ema tidak pernah menceritakan hal ini pada siapapun, Nathan juga memilih menghargai tindakan adiknya, akhirnya Nathan berpura-pura tidak tau apa-apa,untuk menjaga perasaan adiknya.
Malam ini adalah malam perpisahan,esok hari Jhon akan berangkat keluar negri untuk berkuliah.Nyonya Lila melihat kalau Jhon adalah anak yang genius maka dia menawari Jhon untuk kuliah diluar negeri agar kepandaiannya lebih terasah.
Mereka berempat mendirikan tenda dihalaman belakang mansion, menyalakan api unggun memasak barbeque,bermain gitar,bercanda dan tertawa bersama,namun di hati masing-masing menyimpan sebuah perasaan tidak rela kalau segera berpisah,mereka sudah mengira kalau setelah ini semua tak akan lagi sama.Nathan yang memang sudah masuk universitas terlebih dulu,memang sudah lebih jarang berkumpul dengan mereka karena sibuk,ditambah lagi sekarang Jhon akan tinggal jauh terpisah.Namun diantara mereka berempat pastilah Ema yang merasa paling bersedih.
Setelah larut malam mereka masuk ke tenda masing-masing,didalam tenda Ema menangis dalam diam,tidak ada suara yang dia timbulkan namun air matanya tidak hentinya mengalir.Ema menangis sampai dia tertidur.
Keesokan harinya ada banyak orang yang mengantarkan Jhon sampai ke bandara,ketiga remaja itu,ayah dan ibu Jhon,Tuan Alexander dan nyonya Lila,serta kedua orang tua Ema, semua orang ingin mengantar keberangkatan Jhon karena mereka semua sangat menyayangi remaja ini.Melihat semua orang membuat Jhon merasa sangat berat untuk berangkat,namun dia sudah tidak bisa mundur sekarang.Jhon memeluk mereka satu-persatu,sampai tiba giliran Ema yang memang menjadi orang terakhir yang dipeluk,Ema yang tidak bisa menahan lagi menangis dalam pelukan Jhon sampai sesenggukan,mereka berpelukan agak lama karena Jhon menunggu Ema sedikit tenang,tidak ada yang curiga tentang ini,mereka hanya berfikir itu adalah reaksi seorang anak yang akan berpisah dengan kakaknya.Hanya Nathan yang sebenarnya merasa kasihan pada adiknya ini.Jhon juga sama sekali tidak menyadari kalau Ema menyukainya.
Sampai tiba-tiba Karl berteriak pada Jhon
"Kenapa kau lama sekali,kenapa kau tidak segera pergi.
__ADS_1
Karl mengatakan itu sambil meneteskan air mata dan memalingkan muka.Jhon merasa sangat bersedih sekarang,namun terpaksa segera mengangkat tasnya dan beranjak pergi menuju jet pribadi milik tuan Alexander.Saat berjalan Jhon juga beberapa kali menyeka air matanya.Sekarang perhatian semua orang tertuju pada Karl,sang tuan muda sedang bersedih tentu saja membuat semua orang berusaha menghiburnya.tak ada yang memperhatikan Ema yang masih tetap meneteskan air mata.Tidak ada yang menyadari kalau gadis remaja ini sedang patah hati.