Yes I Want You

Yes I Want You
Malam eksekusi


__ADS_3

Saat berada dikamar,Karl tak berhenti memperhatikan Dara.Berjaga-jaga kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.Awalnya Dara sudah bersiap tidur,berbaring disofa,dan mengenakan selimut seperti biasanya.Tapi tak lama kemudian, Dara melempar selimut yang dipakainya,dia terlihat sangat resah,lalu bangkit dari tidurnya.Duduk kemudian mengipas - kipas dirinya sendiri dengan tangan.


"Kau kenapa?


"Entahlah tuan,saya merasa sangat gerah.


Melihat reaksi yang ditunjukkan Dara,Karl jadi curiga.


*Jangan-jangan ini efek obat perangsang.


Dasar nenek,saat sudah menjadi seorang wanita tua pun dia tetaplah seorang mafia.Karl


Dara terus saja merasa tubuhnya sangat tidak nyaman,gerah,gelisah.Dia membuka 2 kancing paling atas bajunya,mengangkat rambutnya tinggi sampai memperlihatkan leher jenjangnya, Dara terus berusaha mengipasi dirinya.


Karena sudah lama juga Karl tidak bermesraan dengan wanita,jadi yang begitu saja sudah sangat membuat Karl terprovokasi.


* Jadi ini yang dimaksud nenek menikmati malam.Apa harus aku memanfaatkan keadaan ini?Bagaimana kalau dia nanti membenciku.


Dara sudah tidak tahan lagi,dia kemudian berdiri dari sofa,berjalan kearah kamar mandi


"Tunggu kau mau kemana.


"Ke kamar mandi tuan,entahlah kenapa saya jadi merasa sangat kegerahan,saya ingin mandi.


*Tidak kalau dia pergi mendinginkan diri dikamar mandi aku akan kehilangan kesempatan ini.Persetan kalau nanti dia membenciku.Biar aku pikirkan akibatnya nanti saja.Yang jelas dia harus jadi milikku malam ini.Karl


Dara sudah hampir masuk ke kamar mandi,lalu Karl segera menarik tangan Dara, menempatkan Dara dalam pelukannya.

__ADS_1


*Hah kenapa dia memelukku...tapi kenapa pelukan ini terasa begitu nikmat,sentuhan tangan ini,kenapa aku jadi ingin disentuh lebih banyak.Dara


Karl memasukkan telapak tangannya diantara rambut dan leher Dara,ibu jarinya ditempatkan dibibir Dara,membelai bibir itu dengan lembut.Mencoba memprovokasi Dara agar semakin tergoda.


Jantung Dara berdetak lebih cepat,nafasnya mulai tidak teratur, Dara mulai hilang kendali.Dia mulai mencium ibu jari Karl yang berada diatas bibirnya.


Karl tak mau lagi membuang waktu,dia kemudian mencium bibir Dara,berawal dari kecupan kecil lama-lama berubah menjadi ciuman panas dan menuntut.


Karl telah terbakar hasratnya sendiri,ditambah lagi Dara yang juga membalas setiap rangsangan yang dia berikan.


Dara yang mengenakan piyama terusan sepanjang lutut memudahkan karl saat ini.Dengan sekali gerakan Karl membuka dengan paksa piyama tersebut,kancing-kancingnya terlepas semua dan pada gerakan kedua piyama itu sudah terlepas sepenuhnya dari tubuh Dara.


Sekarang hanya ada dua helai kain yang menutupi tubuh indah Dara,melihat ini membuat Karl semakin menggila.Karl mengangkat tubuh Dara menggendong tubuh mungil itu kemudian melemparkannya diatas ranjang.Dara bangkit dia menarik dan melepaskan bathrobe yang dikenakan Karl kemudian mencium leher Karl dengan rakus.


Tangan Karl juga tak kalah aktif,sambil menikmati ciuman dilehernya dari Dara dia berusaha melepaskan dua helai kain yang masih melekat pada tubuh Dara tersebut,setelah semuanya terlepas Karl menghempaskan tubuh Dara agar dia berbaring,kemudian Karl bergegas melucuti dirinya sendiri.Sekarang keduanya benar-benar polos,tanpa sehelai benangpun yang menutupi.


bresss....


Karl merasa miliknya menembus sesuatu.


Dibarengi dengan teriakan Dara dan sedetik kemudian air mata meleleh dari ujung mata Dara.


Mungkin meskipun dalam pengaruh obat, Dara masih bisa merasakan sakitnya.


Karl menghentikan sejenak aktifitasnya


*Oh... ya tuhan dia benar-benar masih virgin,dia milikku sekarang.Hanya milikku.Karl

__ADS_1


Sekali...dua kali...tiga kali..


Karl merasa dia harus berhenti,bagaimana pun ini adalah yang pertama bagi Dara,pasti akan sangat menyakitkan baginya kalau Karl tetap ingin lebih dari ini.


Karl menutupi tubuh polos Dara dengan selimut, mengambilkan Dara segelas air agar Dara jadi lebih tenang.Namun bukannya menerima air yang Karl berikan, Dara malah menarik kembali tangan Karl, Mencium bibir karl.Efek obat tadi belum habis mau tidak mau Karl terpaksa meladeni Dara yang masih menggebu-gebu.


Sungguh keterpaksaan yang nikmat.


Setelah yang ke 6 kali,akhirnya Dara tumbang.Entah tertidur atau pingsan yang jelas dia masih bernafas.


Kali ini Karl benar-benar menghentikannya.Meskipun sebenarnya dirinya masih sanggup jika memang masih harus lanjut.


Sekali lagi Karl menutupi tubuh Dara dengan selimut,kemudian dia mengecup bibir dan dahi Dara.


"Tidurlah sayang kau pasti lelah.


Dara sudah terlelap,dia sudah tak menjawab apapun.


Karl lalu mengangkat kepala Dara meletakkannya dalam tumpuan dadanya.Sekarang mereka dalam posisi tidur berpelukan.


Kegiatan ini memang bukan yang pertama bagi Karl,tapi inilah pertama kalinya bagi Karl melakukannya bersama seorang yang benar-benar masih disegel.


"Aku tidak menyangka bisa sebahagia ini.Rasanya benar-benar sangat luar biasa.Ciuman pertamanya,penyatuan pertamanya,semuanya bersamaku.


Tapi kira-kira bagaimana ya reaksinya saat dia sadar besok,semoga saja dia tidak marah


Sambil memikirkan kemungkinan - kemungkinan yang bisa saja terjadi besok,Karl akhirnya terlelap.

__ADS_1


__ADS_2