
Setelah kejadian itu sesekali Karl pulang ke mansion, sebenarnya dia khawatir kalau Dara akan berbuat nekat seperti yang sudah-sudah.Sebenarnya Karl juga sudah berusaha untuk melupakan masalah ini,tapi setiap hal seperti mengingatkannya kembali pada Kiara.Lalu saat ini terjadi maka Karl akan kembali merasa bersalah,maka dari itu meskipun sudah satu bulan berlalu Karl masih belum bisa menerima keadaan.
Karl sering mengkonsumsi alkohol dan merokok setiap saat,dia juga tidak pernah tidur di kamarnya sendiri,dia selalu menggunakan kamar lain untuk menghindari Dara.Keadaanya sangat kacau,badan yang selalu lesu,rambut yang berantakan dan memanjang serta jenggot yang tumbuh.
Karl sedang berdiam diri diruang kerjanya,Dara yang sudah satu bulan didiamkan sudah sangat tidak tahan.Meskipun dirinya berusaha mengerti keadaan Karl tapi ini sudah diambang batas kesabarannya.
Dara memasuki ruang kerja Karl,melihat Karl yang hanya berdiam diri dan melamun membuat Dara menjadi emosi.
"Sampai kapan kau akan mendiamkan aku seperti ini?
Karl tetap tidak bereaksi,dia bertingkah seolah-olah tidak melihat kedatangan Dara,padahal Dara berdiri tepat disebelahnya.
"Aku ada disini,tapi kau tetap saja memikirkan wanita lain, apakah aku cuma mainan bagimu,apa kau sudah merasa bosan denganku,apakah kau berencana untuk membuangku sekarang?
Dicerca pertanyaan seperti itu membuat Karl akhirnya merasa terganggu.Karl lalu berdiri dan menghadap kepada Dara,kemudian dengan kasar Karl memeluk dan mencium bibir Dara.Meskipun Dara tidak menolak tapi tetap saja Karl melakukannya dengan kasar,seperti ada amarah yang dilampiaskan dalam ciuman itu.Setelah beberapa lama dia melepaskan tautannya.
"Ini kan yang kau mau.Sudah puas kau sekarang?
Kata Karl sinis kemudian kembali duduk di kursinya.
"Baiklah kalau memang begini yang kau mau.Kalau kau memang masih ingin hidup dengan menyedihkan bersama cerita masa lalu mu itu,maka aku yang akan pergi.
Kata Dara dengan yakin meskipun sambil terus menangis,lalu berjalan pergi.
Namun saat Dara sudah hampir membuka pintu hendak keluar,Karl menarik tangan Dara dengan sangat kasar,mendorong tubuh Dara sampai membentur tembok,menekan tubuh Dara dengan tubuhnya kemudian mencekik leher Dara.
"Kau dengarkan aku,apa yang sudah menjadi milikku tidak akan pernah aku biarkan pergi.Kau mengerti?
__ADS_1
Saat ini Karl sudah benar-benar kehilangan kendali,dia mengalami pergolakan batin,Karl masih benar-benar ingin sendiri meratapi semua yang terjadi diluar kendalinya ini,tapi disisi lain dia juga tidak ingin kehilangan Dara.Karl pikir kalau dulu dia bisa memaksa Dara agar bisa bersamanya,maka sekarang pun dia juga pasti bisa memaksa Dara untuk tetap tinggal meskipun saat ini dirinya sedang tidak dipedulikan.
Melihat Dara seperti kesulitan untuk bernafas Karl akhirnya melepaskan tangannya dari leher Dara.Dia tersadar kalau hampir saja dia membunuh Dara.Merasa bersalah lalu Karl memalingkan dirinya dari hadapan Dara.
Dara akhirnya bisa bernafas dengan lega.Tapi tangis Dara jadi makin deras,bukan hanya sakit fisiknya tapi sakit hati Dara sudah tak tertahankan lagi.Namun tiba-tiba Dara merasa perutnya sangat sakit,seperti diremas-remas.
"Ah....perutku.
Mendengar Dara berteriak kesakitan membuat Karl menoleh ke arah Dara.Karl pikir mungkin saja Dara hanya sedang berakting untuk mendapat perhatian darinya.Jadi Karl hanya berdiri menyaksikan tanpa berusaha menolong Dara.Tapi kemudian setelah beberapa saat Dara kesakitan,lalu dia ambruk dan pingsan.
Karl jadi panik karena Dara pingsan.Dia segera mengangkat tubuh Dara dan membawanya ke kamar.Dengan panik Karl menelepon Jhon,meminta Jhon untuk segera memanggil dokter Rose.
Setelah beberapa saat dokter Rose datang,kemudian segera memeriksa Dara.
"Tuan apa yang dikeluhkan nona sebelum dia pingsan.
"Tuan saya pikir nona sedang hamil,tapi saya khawatir kalau kehamilannya sedang tidak baik.
sebaiknya kita membawa nona ke rumah sakit untuk memastikan.
"Hamil.....tapi dia tidak pernah mengatakan hal ini padaku.
"Banyak ibu hamil yang tidak menyadari kalau mereka sedang hamil,apalagi kalau itu kehamilan mereka yang pertama.Maka dari itu akan lebih baik kalau kita memastikannya di rumah sakit,dan kalau memang benar terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan maka itu bisa segera ditangani.
Tidak berfikir lama,Karl segera mengangkat tubuh Dara yang masih pingsan untuk segera dibawa ke rumah sakit.Sedangkan Jhon dengan sigap segera berlari keluar untuk menyiapkan mobil.
Saat sampai di rumah sakit Dara sudah sadar,lalu segera mendapatkan perawatan dan cek up secara menyeluruh untuk memastikan keadaannya.
__ADS_1
"Tuan Covas bisa kita berbicara sebentar?
Kata dokter yang tadi melakukan pemeriksaan pada Dara.
"Baiklah.
Mereka berdua lalu menuju ke ruangan dokter yang terpisah dengan ruang pemeriksaan Dara tadi.
"Begini tuan,menurut pemeriksaan yang telah kami lakukan nona Dara sekarang sedang dalam keadaan hamil.Usia kandungannya sekarang ini sudah 10 Minggu,itu artinya sudah sekitar 2,5 bulan.Tapi dengan sangat menyesal saya katakan kalau kandungan nona tidak bisa diselamatkan,janinnya sudah berhenti berkembang.Kalau melihat dari bentuk janinnya disini,kemungkin ini berhenti berkembang setelah usia kandungannya 1,5 bulan.
Dokter menjelaskan pada Karl sambil menunjukkan hasil USG Dara.
"Tapi kenapa dia tidak seperti orang hamil,kenapa dia seperti tidak menyadari kalau dia hamil.
"Karena setiap kehamilan itu berbeda tuan,ada orang-orang yang tidak memiliki gejala sama sekali, perbedaannya hanya orang itu berhenti menstruasi.Tapi akan sedikit sulit juga mengidentifikasi untuk orang yang memiliki siklus tidak teratur.
"Lalu kenapa janin itu bisa tidak berkembang.
"Banyak faktor yang mempengaruhi tuan,bisa kurang nutrisi, kelelahan atau mungkin juga stres.
Karl mengingat kalau sejak dirinya mengacuhkan Dara yang dia tau Dara mulai makan dengan tidak teratur,dia sering melewatkan waktu makannya,kalaupun makan Dara juga makan dengan tidak baik,sering makan hanya dengan sedikit sekali porsi yang diambil.Dan juga sikap Karl belakangan ini sudah pasti membuat Dara merasa stres.
Tiba-tiba hati Karl jadi sangat sakit mengetahui bahwa dia akan kehilangan calon anaknya.Karl juga tidak bisa membayangkan bagaimana Dara akan sangat kecewa nanti.Sambil berkaca-kaca Karl berkata pada dokter
"Tolong selamatkan anak saya dokter,tolong lakukan apapun agar anak saya selamat.
"Maafkan saya tuan,tapi tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkannya.Dan nona juga tetap harus mendapatkan tindakan kuret untuk mengangkat janin dan kantung kehamilan dari rahimnya.Kalau tidak ini bisa berbahaya bagi kesehatan nona selanjutnya.
__ADS_1