
Pagi harinya,nenek bangun pagi-pagi sekali,nenek menyiapkan kopi dan teh untuk Dara dan Karl, Sebenarnya nenek hanya mencari alasan agar bisa memasuki kamar Karl.Nenek ingin menangkap basah mereka yang tidur terpisah.
Sementara dikamar,Karl ingin saat dia bangun, Dara masih terlelap dia ingin melihat langsung bagaimana Dara saat bangun tidur,jadi Karl memasang alarm pagi-pagi sekali.Dan dia berhasil,saat bangun Dara masih tertidur pulas.Karl memandanginya beberapa saat,sampai tanpa aba-aba Dara tiba-tiba terbangun,membuat Karl kaget,mendengar Karl yang sedikit berteriak membuat Dara jadi kaget juga.
"Ada apa tuan,kenapa berdiri disitu?
Karl yang tidak mau menjadi malu akhirnya mencari-cari alasan.
"Hmmm mataku seperti kemasukan debu bisa kau tiup kan?
Jawab Karl sambil berjalan menuju ranjangnya.
Dara merasa aneh dikamar yang sebersih ini dan Karl yang pastinya belum pergi kemana-mana pagi ini, bisa-bisanya mata Karl kemasukan debu.Tapi Dara tak lantas menanyakannya menurut saja Dara dengan apa yang Karl minta.
Saat Dara sedang meniup mata Karl
Tookkk...tookkk...tookkk
"Siapa?
Jawab Karl kasar
"Ini nenek sayang.
"Oh iya sebentar nenek.
Karl segera membukakan pintu kamar untuk nenek,melihat nenek membawa nampan berisi minuman,Karl segera mengambil nampan itu dari tangan nenek.
__ADS_1
"Kenapa nenek datang kesini pagi-pagi sekali.
"Ohh apa aku menganggu kalian?
"Bukan begitu nek,hanya saja apa ada yang penting sampai nenek kesini sepagi ini?
"Tidak aku hanya ingin mengajak kalian meminum teh bersama.Tidak apa-apa kan?
Tanpa dipersilahkan nenek masuk ke dalam kamar,lalu berpura-pura ingin duduk disofa.Dan benar saja ada selimut yang tadi belum sempat dibereskan oleh Dara.
"Hei..kenapa ada selimut disini?Kalian tidur terpisah?
*Deg....
Dara merasa deg..degan dia takut ketahuan, Dara juga takut kalau semua orang tau mereka sedang berbohong maka mereka akan membenci dirinya.
Dara hanya diam menundukkan kepala.
"Itu aku nek...
"Aku yang tidur disofa malam ini.
"Kenapa kau harus tidur disofa?
"Menantu mu itu yang mengusirku dari ranjang nek.
Karl berakting seolah-olah tertindas.Dibarengi dengan senyum nakal menggodanya.
__ADS_1
"Ada apa dengan kalian, kenapa dia sampai mengusir mu dari ranjang?
"Hmmm aku membuatnya kelelahan semalam.Sampai dia sudah tidak sanggup lagi,tapi aku masih mau lebih.Jadi dia mengusirku dari ranjang ku yang nyaman itu.
Nada suara Karl dibuat se manja mungkin lalu dia
menjulurkan lidah ke arah dara.
"Hahahaha.... aku jadi bingung sekarang mau membela siapa.Tapi cantikku sayang kurasa kau harus menjaga daya tahan tubuhmu,dan biarkan suamimu ini menunjukkan keperkasaannya.Aku juga ingin segera menimang cucu dari kalian.
Nenek berbicara sambil tertawa.
Sebenarnya nenek menertawakan Dara yang sedang salah tingkah dan wajahnya memerah karena malu.
Dara hanya bisa tersenyum canggung menanggapi perkataan nenek.
"Baiklah ayo kita pergi ke taman belakang.
Ajak nenek sambil menggandeng tangan karl
"Eh... nek setidaknya biarkan aku mengenakan bajuku dulu.
Karl menghentikan langkah nenek,kemudian melihat kearah bawah tubuhnya yang hanya mengenakan sebuah handuk untuk menutupinya.
"Ohh iya...iya...baiklah maaf nenek Sampai tidak memperhatikan kalau kau tidak pakai baju.Dan tidak usah terburu-buru mungkin saja Dara sudah tidak lelah lagi,jadi kalian bisa melanjutkannya.
Nenek kemudian mengedipkan sebelah mata ke Dara.
__ADS_1
*Aihh..... kenapa bisa nenek dan cucunya berbincang dengan vulgar dipagi hari seperti ini.Huhuhu...sekarang aku bukan lagi perawan suci,telingaku sudah ternodai.Dara