
Dilantai 20.
Hanya ada 4 ruangan dilantai tersebut,satu ruangan kerja milik Karl,satu ruangan kerja milik jhon,kemudian dua ruangan untuk meeting direksi.
Dara melihat kesana kemari
*kenapa tidak ada orang sama sekali
karena tidak memperhatikan jalan tiba-tiba saja
bruggg...
Dara menabrak punggung Karl yang sebenarnya memang sengaja tiba-tiba berhenti.
"Oh... maafkan saya tuan,saya benar-benar tidak tau anda ada disitu.Dara panik karena dia merasa sekali lagi dia menabrak si dewa petir.
"Nona..lain kali perhatikan.....belum selesai Karl berbicara namun
"Iya..iya..iya.. lain kali saya akan memperhatikan langkah saya.Dara langsung menyahut saja,sudah hafal betul dia apa yang akan Karl katakan.
"lalu boleh saya tau ada keperluan apa anda kantor saya ini nona?
*mampus jangan-jangan dia yang pesan makanan.Dara
" Hmmm apakah anda tuan Jhon?
"Bukan
"Lalu dimana saya bisa bertemu dengan tuan jhon.dia memesan makanan ini.
"Apa kau pengantar makanan?.Jhon datang dari arah samping.
"Iya tuan,apa anda tuan Jhon?.
"Iya benar.tapi kenapa lama sekali baru datang?
"Maaf tuan,karena saya belum hafal betul daerah sini jadi saya mencari-cari dulu letak kantor ini.Hp saya tertinggal di restoran jadi saya tidak bisa membuka GPS.
"Ya sudah,mana makananku.Jhon menerima makanan itu dengan kesal karena ini memang sudah lewat jam makan siang.
"Terimakasih tuan,dan saya minta maaf atas ketidak nyamanan anda.Saya permisi.
Dara sedikit menunduk memberi salam pada kedua pria itu lalu beranjak pergi.
Karl bergegas memasuki ruangannya,segera menelepon pos petugas keamanan di basemen.
"Aku melihat ada sepeda motor parkir diarea parkir VVIP.Datangi dan mintai keterangan.Aku ingin kau mendapatkan data diri tentang pengendara motor itu.Tanpa menunggu jawaban dari petugas itu Karl langsung saja menutup teleponnya.
Di basemen
"Selamat siang nona,maaf karena anda parkir kendaraan ditempat yang tidak semestinya maka saya akan meminta data anda.
__ADS_1
Dara langsung melihat sekelilingnya,benar saja semua yang terparkir disitu adalah deretan mobil mewah,dan saat dia memperhatikan tiang-tiang penyangga dia baru sadar kalau ada tulisan VVIP di setiap tiang yang terpasang.
*Ah... ini akibatnya kalau pergi bekerja tanpa berdoa terlebih dahulu,hariku jadi sial sekali.D**ara
Keesokan harinya di jam makan siang
Jhon sedang berada diruangan Karl,dia sedang merapikan file-file yang baru saja ditandatangani oleh Karl.Setelah selesai dan hendak meninggalkan ruangan tiba-tiba Karl bertanya.
"Jhon dimana kau memesan makanan kemarin siang.
"Direstoran Italia didekat sini tuan.
"Kalau begitu aku ingin makan siang disana.
"Baik tuan,saya akan siapkan mobilnya sekarang.
Jhon memang cenderung tidak banyak bicara.Namun dia merasa sedikit heran dengan permintaan tuannya hari ini.Biasanya Karl hanya mau makan di restoran mewah saja.Bukan direstoran kecil seperti ini.
*tuan terlihat aneh,dia bahkan tidak menanyakan apakah ini restoran mewah atau bukan.Jhon
Diperjalanan
"Jhon,apakah restorannya masih jauh.
"Tidak tuan hanya beberapa block dari sini.
Setelah sampai,Karl masih berdiri di depan restoran di memperhatikan dengan seksama kemudian bertanya lagi kepada Jhon.
"Jhon benar ini tempatnya?
Mereka berdua berjalan memasuki restoran.Saat mereka masuk semua orang memandang kearah mereka.Terlihat sangat mencolok,setelan jas mewah ,sepatu
mengkilap,wajah yang tampan, badan tinggi tegap,rambut yang disisir rapi.
Sangat berbeda dengan kebanyakan tamu restoran yang lain.Karena ini memang restoran kelas menengah bukan untuk kalangan mewah.
Seorang pramusaji menghampiri mereka,dia terlihat sumringah kedatangan tamu yang sangat berbeda dengan kebanyakan tamu yang datang.
"Selamat siang tuan,selamat datang direstoran kami,ada yang bisa saya bantu tuan?
Dia berbicara dengan sedikit genit, berharap bisa menarik perhatian pria di depannya ini.
Karl sama sekali tidak memperhatikan wanita itu,matanya sibuk melirik kesana-kemari,tapi tetap dengan gaya cool dan elegan.
Saat pandangannya tertuju pada sudut ruangan dia melihat Dara sedang berdiri kaku sambil memperhatikan dirinya.
*Itu dia yang kucari.karl
*Mampus,apa dia datang untuk mempermasalahkan soal parkir kemarin?tapi apa se luang itu waktunya sampai-sampai seorang CEO harus mengurus masalah parkir? Dara
Tiba-tiba Karl menunjuk ke arah Dara
__ADS_1
"Dia...aku ingin dia yang melayaniku hari ini.
mereka bertiga melihat ke arah Dara sekarang.Dan yang ditunjuk jadi salah tingkah dibuatnya.
"Tapi dia pelayan baru tuan,saya takut dia nanti kurang bagus melayani anda.
Karl kemudian menatapnya dengan tatapan tidak suka.melihat itu Jhon segera berkata.
"Bisa tolong anda panggilkan saja nona?
dengan tatapan tajam dan kata-kata menekan.Aura sempurna mereka tadi seketika berubah menjadi aura dingin membunuh.
"Ba...baik tuan segera saya panggilkan.
Gelagapan sendiri dia menjawab.Segera beranjak dari tempatnya berdiri, ingin sekali dia berlari tapi tidak dia lakukan.Berjalan dengan langkah yang dipercepat, pandangannya lurus menuju kearah Dara.
Setelah dekat
" Dara..kau mengenal mereka.
"Hmmm tidak...ragu Dara menjawabnya
"Lalu kenapa mereka mencari mu?cepat datangi mereka.Hati-hati mereka bisa saja menelan mu hidup-hidup.
Dara segera menghampiri kedua pria itu.
"Selamat siang tuan ada yang bisa saya bantu.
"Ini restoran kan,tentu saja kami kesini mau makan.jawab Karl pura-pura kesal.
*Ohh jadi karena gadis ini... Jhon
Jhon seketika mengerti tentang sikap tuannya,tapi tetap tidak berkomentar apa pun.
"Baik tuan ini daftar menu kami.
Sambil menunggu mereka memilih menu, Dara tidak tahan lagi untuk tidak bertanya.
"Hmm maaf tuan,tapi kita pernah bertemu sebelumnya.
"Iya aku ingat,kau gadis pengantar makanan yang kemarin menabrak punggungku kan.
"Hmm sebenarnya sebelum itu kita juga sudah pernah bertemu tuan.
"Benarkah..?Karl berpura-pura acuh.
"Iya tuan kita pernah bertemu di bandara sekitar sebulan yang lalu,waktu itu hari pertama saya sampai di Australia.Saya sangat bingung karena sendirian, makanya saya sibuk melihat kesana kemari, kemudian saya tidak sengaja menabrak anda,apa anda lupa tuan??
Dara bercerita dengan semangat,lupa dia kalau tadi sempat takut pada pria dihadapannya ini.
"Nona ada banyak orang di bandara,apa anda pikir saya harus mengingat semua orang yang berpapasan dengan saya.
__ADS_1
"Ohh iya maafkan saya tuan.
melihat reaksi tuannya Jhon tau betul kalau tuannya masih mengingat gadis ini,dan kejadian yang dia ceritakan tadi.Tapi tetap tidak berekspresi.Jhon memang terbiasa menilai orang dalam diam,tapi intuisinya kuat.