
Karl memasuki kamar Dara, sebenarnya selain tidak ingin berpisah dengan Dara dia juga penasaran seperti apa kamar istrinya dulu.Memasuki kamar Dara,Karl pikir suasana kamarnya akan terasa seperti kamar perempuan yang girly dan banyak benda-benda khas wanita seperti boneka Teddy bear atau mungkin suasana kamar akan didominasi dengan warna-warna pastel.Tapi ternyata Karl salah besar,kamar Dara tidak terlalu besar,tembok dicat putih,dengan ranjang berukuran sedang berada di sisi tengah,dengan barang-barang yang didominasi warna hitam dan putih.
Ditembok sebelah kiri terpasang poster besar Kurt cobain sedang mengacungkan jari tengahnya, sedang ditembok sebelah kanan terdapat sebuah papan tulis kayu besar yang bisa ditulis-tulis menggunakan kapur.Tulisan terakhir yang tetap ada disitu sengaja tidak dihapus oleh ibu Dara.Tulisan besar "tangkap momen mu" membuat Karl teringat saat dirinya mengambil kesempatan waktu Dara terpengaruh obat yang diberi nenek Sofia sampai akhirnya semua ini terjadi.
"Sayang memangnya kau kenal orang ini?
Tanya Karl sambil menunjuk ke arah poster Kurt cobain.
"Memangnya kau tidak tau siapa dia?
"Iya tau,tapi kenapa kau harus memasang foto laki-laki lain.
"Hei...poster itu sudah terpasang jauh sebelum aku mengenalmu.
"Ya sudah sekarang lepas saja.Lagi pula kenapa kau harus suka pada orang ini,dia bahkan sudah mati sebelum kau lahir.
Dara terpaksa melepas poster itu dari pada berdebat dengan Karl.
*Ya sudahlah tidak apa-apa melepas poster ini.Kalau dilihat-lihat Karl lebih tampan kok.Dara
"Sayang kamar mandinya disebelah mana,aku ingin membersihkan diriku.
"Kamar mandinya di luar kamar nanti belok kiri.
"Maksudku yang didalam kamar sini.
"Tidak ada,dirumah ini kamar mandi hanya satu.
"Apa...jadi kalian berbagi kamar mandi?
"Iya tuan muda....ini kan bukan mansion anda.Begini ya kalau sudah kaya dari lahir, lihat yang begini saja heran.
Tak lagi menjawab ucapan Dara,Karl segera menuju ke kamar mandi.
Kamar mandi dengan model standar indonesia.Bak air besar dari keramik berwarna biru muda dengan gayung warna hijau berbentuk love.Serta kloset jongkok berwarna merah maroon.Kemudian ada sebuah bak mandi plastik yang digantung disisi tembok yang biasa digunakan kalau ingin mandi air hangat berwarna abu-abu.Serta sebuah rak sikat gigi tertutup yang ditempel didinding berwarna kuning.Semua benda di kamar mandi itu warnanya tidak ada yang senada.Kamar mandi yang tidak memiliki tema.
Karl melihat kamar mandi yang menurut dia aneh,maklum saja selain bule dia juga kaya raya jadi pastinya kamar mandi yang dia pakai selalu yang mewah juga.Tidak tau harus bagaimana memulainya dia memutuskan kembali ke kamar.
"Lho... kenapa,gak jadi mandi?
"Sebentar aku masih bingung.Kenapa tidak ada shower,lalu apa kalian tidak punya kloset?
__ADS_1
Dara tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Karl.Dara lupa kalau mungkin saja Karl belum pernah melihat kamar mandi model seperti itu.
"Ya...ya..oke aku ajari caranya.
Dara menarik tangan Karl menggandengnya menuju kamar mandi.
"Jadi pertama-tama gantung baju bersih dan handuk mu disini.
Dara sambil menunjuk ke arah gantungan baju dibalik pintu.
"Lalu baju kotor mu gantung juga disitu selagi kau mandi.Nanti kalau sudah bawa keluar lagi dan taruh di keranjang diluar kamar mandi itu.
"Disini tidak ada shower jadi ambil air disini lalu siramkan ke tubuhmu.
Lalu yang ini klosetnya.
Dara menunjuk kearah kloset.
"Bagaimana memakainya?
Tanya Karl bingung.
"Kenapa kamar mandi ini didesain untuk merepotkan penggunanya?
Dara hanya tersenyum dan mengangkat bahu.
"Ya... beginilah kehidupan istrimu.
"Besok kau harus mau diajak ke hotel.Kalau kau tidak mau besok pagi kita kembali ke Australia.
*Akhirnya ku keluarkan senjata terakhirku, mengancam.Karl
************************
Drama mandi telah usai,sekarang mereka bersiap untuk tidur.Saat menaiki tempat tidur tiba-tiba ranjang itu berbunyi "kreeekkkk" suara khas ranjang yang sudah berusia lama.Lalu Karl melihat ke arah Dara yang terlihat baik-baik saja.
"Sayang apa kau pikir ranjang ini akan aman?
"Iya aman tenang saja.
"Aduh.... kenapa ranjang ini sempit dan pendek.
__ADS_1
Dara memilih untuk diam tidak menanggapi ucapan Karl.Dara berusaha mengerti kalau jelas semua ini jauh dari tempat tinggalnya yang serba mewah.
Saat akhirnya berbaring Karl merasa kegerahan lalu bergerak-gerak dengan gelisah,ditambah ranjang yang selalu berbunyi saat dirinya bergerak menambah rasa tidak nyaman bagi Karl.
"Huh...bagaimana aku bisa tidur kalau begini.
"Kau bisa berhenti mengeluh tidak?Katanya mafia kejam,ternyata anak kaya manja.
Mendengar perkataan Dara,Karl akhirnya merajuk.Dia turun dari ranjang membawa bantalnya lalu memilih berbaring diatas karpet bulu yang terpasang dilantai.Dara merasa kasihan juga akhirnya,lalu dia keluar kamar dan masuk lagi membawa kipas angin yang dia ambil dari ruang tamu.Kebetulan beberapa hari sebelum Dara berangkat ke Australia dulu kipas angin di kamarnya memang rusak jadi tidak ada kipas angin di kamarnya.
Setelah memasang kipas angin Dara memilih berbaring disisi Karl.Dia merasa tidak enak jika tidur di kasur sementara Karl tidur dibawah.Karl yang melihat Dara berbaring disebelahnya lalu memeluk Dara dari belakang,karena sekarang sudah ada kipas angin jadi dirinya sudah merasa lebih nyaman.
Dok....dokk....dokk....
Suara penjual nasi goreng keliling sedang melewati depan rumah Dara.Itu adalah penjual langganan Dara dulu.Mendengar itu Dara tiba-tiba bangun,Karl yang sudah hampir terlelap tentu saja terkejut.
"Apa....ada apa...?
Dara tidak menjawab tapi langsung berlari keluar sambil berteriak
"Nasi goreng........
Dara yang keluar tiba-tiba dan berlari sambil berteriak juga membuat kedua pengawal yang berjaga didepan ikut terkejut ,apalagi Karl juga ikut berlari dengan panik dibelakang Dara.Mereka yang tadinya duduk kemudian berdiri dan bersiap mengambil senapan dibalik baju mereka.Dara sebenarnya menyadari kalau ketiga bule ini terkejut tapi karena takut kalau pak penjual nasi goreng pergi,jadi setelah memastikan kalau bapak nasi goreng sudah berhenti,barulah kemudian Dara berbalik badan dan berkata
"Tenang....aku hanya ingin membeli makanan.
"huuuuuuuhhhh kau benar-benar sedang menguji kesabaran ku ya....
Kata Karl sambil menghembuskan nafas panjang,untuk menjaga kesabaran dan kewarasannya.
**Untung saja Jhon dan Nathan tidak ada disini sekarang, kalau ada pasti mereka akan menertawakan ku dalam hati mereka masing-masing,meskipun mereka tidak berani menertawakan ku langsung,tapi pasti akan sangat memalukan.Heh.... berlari mengejar istriku yang akan membeli nasi goreng.karl*
Dara tidak perduli lagi dia meninggalkan Karl yang wajahnya terlihat sangat kesal dan kedua pengawal yang masih kebingungan itu.Dia kemudian memesan beberapa bungkus,sudah lama dirinya tidak merasakan nasi goreng kesukaannya itu.Baru digoreng saja dia sudah bisa membayangkan rasanya.Setelah pesanannya matang semua Dara membawanya masuk rumah,memberikan pada pengawal yang ada diluar, kemudian mengajak Karl makan bersama.Sedangkan anggota keluarga yang lain sudah tidur jadi Dara tidak membelikan untuk mereka.
Awalnya Karl menolak untuk makan,dia hanya menemani saja.Dara kemudian tanpa bertanya langsung saja menyuapi Karl,seperti iklan di tv Karl yang awalnya menolak makan setelah suapan pertama langsung menyukai rasa nasi goreng itu.Dan pada akhirnya Karl makan lebih banyak dari pada Dara.
"Sayang kau tau kan kalau makan tengah malam seperti ini tidak baik untuk kesehatan.
"Sudah habis lebih dari satu bungkus sekarang kau berkata seperti itu????
"Sudah ayo tidur.
__ADS_1