Yes I Want You

Yes I Want You
Makan malam


__ADS_3

Mobil melesat masuk ke pelataran mansion keluarga Alexander.


Dara sangat gugup,dia terlihat sangat tegang.


"Tuan nanti kalau nenek anda bertanya banyak hal saya harus menjawabnya bagaimana?


"Sudah kubilang kau harus memanggilku sayang.


"Saya merasa sangat canggung tuan.


Tanpa menjawab pertanyaan Dara,Karl keluar dari mobil,berputar dan membukakan pintu untuk Dara.Saat Dara sudah keluar dari mobil,Karl kemudian memegang kedua tangan Dara.


"Kau jangan khawatirkan apapun,saat nenek menanyakan semua hal tentang dirimu kau jawab saja semua apa adanya.Oke..


"Baik tuan...


"sayang....


"Iya...


"Apa...


"Sayang..


Dara mengatakannya dengan sangat pelan.Malu sekali.


"Malam ini kau istri seorang Karl Arthur Covas.Kau harus punya kepercayaan diri yang tinggi.Jangan tundukkan kepalamu.Tunjukkan sedikit keangkuhan mu meskipun itu didepan nenekku.


Dara menurunkan tangan karl sambil berkata


"Tapi bukan seperti itu cara seorang wanita Indonesia memperlakukan keluarga suaminya.Biar saya lakukan dengan cara saya.Ini akan membuat saya merasa lebih nyaman.


Dara tersenyum meyakinkan.


"Baiklah ..ayo masuk


Karl menggandeng tangan Dara, jari-jari mereka menyatu,ada perasaan bahagia di hati mereka masing-masing.Belum tau saja mereka kalau drama yang mereka buat ini akan mengubah hidup mereka selamanya.


Memasuki ruang makan,semua anggota keluarga sudah menunggu mereka.Nenek Sofia langsung bangkit menyambut mereka.Saat nenek mengangkat tangannya hendak bersalaman dengan Dara,tanpa diduga Dara mencium tangan nenek,ala orang Indonesia.


Semua orang merasa heran dengan sikap Dara,kemudian Dara tersenyum dan berkata

__ADS_1


"Ini cara orang Indonesia saat bersalaman dengan orang lebih tua yang kami hormati.


"Kalian tidak saling mencium pipi?


"Setelah melakukan salam tadi,baru kami saling mencium pipi.


Kemudian Dara mencium pipi nenek.


"Perkenalkan namaku Dara nenek,


"Kau manis sekali sayang.Duduklah sini sebelah nenek.Aku ingin mengenalmu lebih jauh.


"Iya nenek sebentar.


Dara kemudian menghampiri ayah dan ibu Karl,mencium tangan mereka juga.


Dara melihat ke arah Karl, pandangan mereka bertemu,terlihat sekali kalau Karl merasa senang.Karl tersenyum pada Dara.Kemudian Dara duduk diapit nenek Sofia dan Karl.


"Jadi sayang coba ceritakan padaku,bagaimana kalian bertemu.


"Kalau bagian itu biar aku yang cerita nek.


Karl menyela


"Kami pertama kali bertemu di bandara nek.Saat itu ada seorang gadis yang terlihat kebingungan,melihat kesana kemari,berjalan dengan tidak memperhatikan langkahnya.Kadi ku tabrak saja dia.


"Ah.... jadi kau yang sengaja menabrak ku,lalu kenapa kau juga yang memarahiku,seperti aku yang salah saja.


Dara memasang wajah cemberut.


*Jadi dia ingat kejadian itu,dia juga yang sengaja menabrakku.Dara


"Karena kau terlihat sangat menggemaskan waktu itu,jadi aku ingin menggoda mu saja.


Jawab Karl sambil menyentuh ujung kepala Dara.


"Ohh kalian manis sekali...


Nenek tertawa mendengar cerita pertemuan mereka.


Selanjutnya makan malam berlangsung dengan hangat dan ceria, Dara menceritakan banyak hal tentang dirinya yang sebagian besar dari cerita itu Karl sudah mengetahuinya dari data yang diperoleh Jhon.

__ADS_1


"Selamat malam nenek,ayah,ibu terimakasih untuk makan malamnya.


"Tidak perlu bersikap sungkan seperti itu sayang.Kau bagian dari keluarga sekarang.


ucap nyonya Lila sambil memegang tangan Dara.


"Apa kau bisa memasak sayang?


"Aku bisa memasak Bu,tapi mungkin tidak akan se enak masakan ibu tadi.


"Baiklah ayo kita segera pulang sayang.Selamat malam semuanya.


Karl menggandeng tangan Dara.Menuntunnya memasuki mobil.


Di dalam mobil


"Dara terimakasih ya,kau menjalankan peranmu dengan baik malam ini.


"Sama-sama tuan,hanya itu yang bisa saya lakukan untuk membantu Anda.


"Oh ya selama disini nenek akan tinggal di mansion ku.Jadi selama itupun kau harus tidur di kamarku.


"Apaaaa...???


"Kenapa kau berteriak.. aku jadi terkejut


"Saya yang terkejut tuan.Bagaimana bisa begitu.


Maaf tuan saya tidak bisa.


"Maaf sekali nona,tapi sayangnya kau tidak punya pilihan lain selain menerimanya.


Karl berkata dengan nada egoisnya.Menekankan kalau ini adalah perintah.


Sesampainya di mansion, Dara dengan malas mengikuti langkah Karl menuju kamarnya,


"Tidak perlu mengikuti ku,kau kembali saja ke kamarmu.


"Baik tuan.Selamat malam.


*Bukankah tidur satu kamar itu berlebihan,tapi kalau memang nenek Sofia menginap disini memang akan terlihat aneh kalau kami tidur dikamar yang berbeda.Dara

__ADS_1


"Ahhhh sudah lah kita lihat saja besok.


__ADS_2