
Karl memasuki kamar,dia melihat kamar masih dalam keadaan yang sama seperti saat dia meninggalkannya tadi.Dara masih belum keluar kamar mandi.
"Kenapa dia lama sekali dikamar mandi.
Dara pov.
Dara membanting pintu kamar mandi kemudian menguncinya dari dalam,dia menyalakan shower,air turun mengguyur, Dara merasakan setiap tetesan air menjejaki tubuhnya.
Dara menuangkan sabun pada shower puff.Dia menuangkan banyak-banyak,menggosok tubuhnya dengan keras.Dia merasa tubuhnya sangat kotor.Entah sudah berapa kali dia menggosok tubuhnya, tapi dia tetap saja merasa kotor.
Air tetap mengalir menimpa tubuh Dara,lama sekali Dara berada di bawah air,tubuhnya sudah sangat lemah tapi dia tetap berusaha membersihkan dirinya.
Dalam beberapa detik setelahnya Dara tumbang,dia pingsan dibawah guyuran air.
Dara pov end.
Karl telah menunggu beberapa lama sejak dia kembali ke kamar.
"Tidak,ini sudah terlalu lama dia berada di kamar mandi.Ini sudah hampir 2 jam.
Karl kemudian mengetuk pintu kamar mandi.
Tok...tok...tok..
"Dara...kau sudah terlalu lama berada didalam.
Karl berteriak sambil berusaha membuka pintu.
"Ah..... dia mengunci pintunya.
Karl berusaha mendengarkan dari balik pintu tapi yang terdengar hanya suara gemercik air.
"Dara...apa kau dengar aku.keluarlah
Tetap tidak ada jawaban...
"Kalau dalam hitungan ketiga kau tidak keluar akan ku dobrak pintu ini.
Satu....dua...tiga.....
Tak ada sedikitpun tanda-tanda Dara akan keluar.
Karl mulai panik,tanpa berfikir lagi dia mulai mendobrak pintu.Tapi karena pintu ini sangat kuat Karl tidak berhasil mendobraknya.
Karl segera berlari menuju laci Yang ada disebelah ranjang,dia membuka laci paling bawah mengambil senapan yang tersimpan disana.
Karl menembak kunci pintu itu, 3 kali tembakan akhirnya pintu itu berhasil dibuka.Karl melemparkan senapan itu sembarangan dan segera memasuki kamar mandi,lalu Karl melihat Dara sudah pingsan di bawah shower.air tetap terus menimpa tubuh Dara.
Karl segera mematikan air shower,mengambilkan Dara handuk untuk menutupi tubuhnya.Kemudian mengangkat Dara,membaringkannya di ranjang lalu menutupi tubuh Dara dengan selimut.
__ADS_1
Saat Karl membuka pintu kamar hendak pergi menemui Antonio,rupanya yang dicari sudah ada didepan pintu.Bukan hanya Antonio,tapi Jhon dan beberapa pengawal sudah ada disitu.Mereka mendengar suara tembakan dari kamar Karl.Maka dari itu mereka datang.
"Jhon cepat panggilkan dokter.
"Dokter..???
"Sudah jangan banyak bertanya panggilkan saja dokter sekarang.
"Baik tuan akan saya panggilkan dokter Steven.
"Jangan... jangan dokter laki-laki
"Panggil dokter Rose saja.
'Baik tuan.
"Apa ada yang terluka tuan?
Tanya Antonio khawatir.
Semua orang memandang kearah Karl sekarang.
"Kalian tenang saja aku tidak menembak gadis itu.
Jawab Karl seperti paham kekhawatiran semua orang.
Setelah beberapa saat dokter Rose datang.
"Cepat kemarilah,periksa dia.Aku menemukannya pingsan dikamar mandi.Periksa seluruh tubuhnya.Jangan sampai ada satu senti pun yang terlewat.
Karl takut kalau waktu didalam kamar mandi tadi Dara menyakiti dirinya sendiri.
"Baik tuan.
Dokter Rose mendekat dan mulai memeriksa.
Saat memegang tangan Dara dokter merasa suhu tubuhnya terlalu dingin.
"Tuan bisa saya mendapatkan air hangat dan beberapa handuk kecil untuk kompres saya rasa dia mengalami hipotermia.
Karl bergegas keluar kamar,mengatakan pada Antonio apa yang dokter minta.Karl memang tidak mengijinkan siapapun masuk ke kamar untuk melihat Dara.Jadi semua orang yang dirasa memiliki kepentingan menunggu diluar kamar.
"Jhon aku tidak akan pergi kekantor hari ini.
"Iya tuan.
"Apakah ada yang penting hari ini di kantor.
"Saya rasa tidak tuan.
__ADS_1
"Kalau begitu kau juga tidak perlu pergi.Kau berjaga lah disini kalau-kalau aku butuh sesuatu nanti.
"Baik tuan.
Antonio datang membawa apa yang diminta Karl tadi.Lalu Karl sendiri yang memberikan pada dokter Rose.
Setelah beberapa saat memeriksa dan memberikan perawatan pada Dara,dokter Rose berbicara pada Karl yang sedari tadi menunggu didekat mereka Dengan sangat khawatir.
"Maaf kalau saya lancang tuan,tapi apakah dia baru saja kehilangan kegadisannya.
"Iya.....
Jawab Karl singkat,
"Apakah keadaannya memburuk karena itu.
"Tubuhnya mengalami syok,ini yang pertama bagi dia,tapi saya rasa sepertinya yang dia dapat terlalu berlebihan.Diarea sensitifnya saya melihat ada luka.Dan tentu saja ini semua membuat dia merasa kesakitan di sekujur tubuhnya.Ditambah hipotermia yang dia alami membuat tubuhnya semakin lemah.
Tapi anda jangan khawatir dia akan pulih dengan segera.Tetap jaga agar suhu tubuhnya stabil,dia hanya butuh vitamin untuk memulihkan kondisi tubuhnya.Dan sebisa mungkin jangan dulu melakukan hubungan suami istri sampai dia kembali pulih.
"Karl hanya diam dan mengangguk.Dia mengingat betapa gilanya permainan mereka semalam.
"Oh ya tuan,di sekujur tubuhnya ada luka-luka kecil,saya rasa dia menggosok tubuhnya terlalu kuat.
Dalam hati dokter Rose merasa iba pada Dara,dia pikir mungkin saja semalam Karl telah memperkosanya.
*Ranjangnya berantakan sekali,keadaan gadis ini juga mengerikan,aku jadi penasaran sekuat apa pria ini beraksi.Dokter Rose
Melihat keadaan seperti ini,dokter wanita yang juga janda ini pikirannya jadi kemana-mana.
"Baiklah tuan saya akan meresepkan obat untuk nona.Dan memberikannya pada tuan Jhon nanti.
Saya permisi dulu
"Iya terimakasih dokter.
Dokter keluar ruangan,Karl kemudian membuka selimut,memeriksa tubuh Dara,dan Karl baru menyadari betapa menyedihkan keadaan Dara saat ini.
Ada banyak tanda merah hasil perbuatannya semalam,kemudian banyak luka seperti bekas goresan yang kuat.Serta kulit Dara berwarna lebih pucat dari biasanya.
"Maaf aku telah melukaimu.Kenapa kau tidak menghukum saja,kenapa malah menyakiti dirimu sendiri.
Kata Karl dalam mode malaikat.
"Tapi kau juga harus tau kalau aku tidak akan pernah melepas mu setelah ini.Jadi bertahanlah karena meskipun seandainya kau menolak,aku akan tetap memaksamu.
Kata Karl kali ini dengan mode mafia jahat.
Sambil mengeraskan rahangnya Karl memandang Dara dengan tatapan licik.Dia bertekad akan melakukan apapun agar Dara tetap berada disisinya.
__ADS_1
"Nenek benar aku seorang mafia, seharusnya mendapatkan mu bukanlah sesuatu yang sulit bagiku.