
Dara sedang serius melihat-lihat lowongan kerja sampai tiba-tiba seseorang datang kemudian duduk didepannya.
"Sudah cukup jalan-jalannya nona,sekarang waktunya anda kembali ke mansion.Tuan Karl sudah menunggu anda diluar.
Dara mendongakkan kepalanya yang dari tadi tertunduk melihat layar handphone.
" Jhooonn.bagaimana kau bisa menemukanku?
"Seharusnya anda tau mencoba kabur dari tuan karl adalah suatu hal yang konyol.
"Tidak...aku tidak mau kembali ketempat itu.
"Kalau begitu silahkan anda melihat ke arah kanan nona.
Dara menoleh ke arah kanan sesuai kata Jhon.Ternyata sudah ada seorang pengawal yang Dara kenali sedang menodongkan pistol ke kepala barista yang tadi menyajikan kopi untuk Dara.Sibarista menangis sambil mengatupkan tangannya memohon tanpa suara kepada Dara.
"Lepaskan orang itu Jhon,dia tidak ada hubungannya sama sekali dengan ini.
"Sayangnya saya tidak perduli.
"Oke...aku keluar dari tempat ini.Tapi lepaskan pria itu.
"Dia akan bebas setelah anda benar-benar berada diluar tempat ini nona.
Dengan jengkel Dara beranjak dari tempat duduknya,memasang mimik wajah marah,dia bergegas keluar kedai tersebut sambil terus menatap kearah pengawal yang masih tetap saja menodongkan pistolnya itu.
Setelah berada satu langkah diluar pintu kedai, Dara berteriak pada pengawal itu.
"Hei aku sudah berada diluar sekarang,cepat lepaskan dia atau ku lempar kau dengan sepatuku...!!!
Bentak Dara sambil menunjuk-nunjuk kearah mereka.
Jhon yang ada dibelakang Dara tertawa kecil melihat tingkahnya itu.
*Gadis ini menggemaskan juga,lihat dia berani sekali membentak-bentak seorang mafia seperti itu.Tuan jeli juga ternyata,kalau ada satu lagi yang seperti ini,aku mau.Jhon
Jhon lalu memberi isyarat pada pengawal tadi untuk menurunkan senapannya.
"Silahkan nona,tuan sudah menunggu anda disebelah sana.
Tak jauh dari sana Dara melihat ada mobil Karl, beberapa mobil lain dan banyak pengawal membawa senjata laras panjang.
Dengan sangat emosi Dara berjalan tergesa-gesa mendekati Karl.
Terlihat Karl sedang berdiri bersandar di mobilnya sambil menghisap sebatang rokok.
*Tuan merokok..??Tuan hanya merokok saat dia merasa suntuk.Heh..gadis ini membuatnya frustasi rupanya.
"Apa-apaan semua ini?
__ADS_1
Dara langsung saja membentak Karl.
Dia seperti sudah kehilangan rasa takutnya sekarang.
Karl menghisap rokoknya sekali lagi,lalu menghembuskan asapnya ke wajah Dara.
"Sudah selesai kau main-mainnya?Sekarang ayo pulang.
"Aku menghampirimu bukan karena ingin ikut denganmu ,tapi karena Jhon mengancam akan menembak seseorang.Kalian semua orang-orang yang berbahaya.
"Ya...kami semua memang orang yang berbahaya.Dan aku adalah bos mereka,tentunya akulah orang yang paling berbahaya diantara semua.
*Dia masih berani membentak-bentak tuan,kalau gadis lain pasti sudah menangis ketakutan sekarang.Jhon
"Jadi sekarang kau sudah mau pulang denganku?
"Tidak...
Dara menekan kata yang dia ucapkan.
"Kalau Jhon bisa mengancam akan menembak seseorang,maka aku bisa mengancam untuk meluluh lantahkan kedai itu sekarang,yang pastinya lebih dari seseorang yang akan tertembak.
"Jangan konyol,kedai itu tidak ada hubungannya sama sekali denganku,aku bahkan tidak mengenal satu orangpun disana.
"Yang aku tau saat aku mencari mu,kau berada disitu,jadi ku anggap tempat itu berusaha menyembunyikan mu dariku.
"Jhon.....
Jhon yang sekarang sudah membawa senjata laras panjang juga,berjalan ke arah kedai dan diikuti para pengawal tadi.Namun sebelumnya Jhon sempat tersenyum kearah Dara,senyum iblis....Jhon terlihat berkali lipat lebih seram dari biasanya.
"Jhon hentikan...
Dara kemudian berlari kearah Jhon,berusaha menarik tangan Jhon.Memukul-mukul bahunya.Tapi sayang tak sedikitpun Jhon menggubris hal itu.Jhon tetap terus berjalan.
Dara kemudian berlari kembali ke arah Karl.
"Cepat hentikan mereka,kumohon...
Karl hanya menaikkan bahunya.
"Ini semua tergantung padamu.
Dor...dor.....dor....
Jhon sudah mengeluarkan beberapa tembakan yang mengenai pintu dan kaca jendela.
Para pengawal juga sudah bersiap menembak.
Dara semakin panik dia kemudian menangis dan berteriak
__ADS_1
"Hentikan.....oke aku akan ikut pulang denganmu.
Semua orang mendengar teriakan Dara,Jhon menghentikan tembakannya,dan melihat kearah Karl.
Karl mengangguk tanda bahwa tidak perlu melanjutkannya lagi.
Jhon kemudian menyerahkan senjatanya pada salah satu pengawal,lalu berjalan mendekati Karl dan Dara.
Karl merampas tas yang dibawa Dara tadi kemudian mengambil paspor Dara dari dalam situ.Karl tau benda ini pasti dibawa olehnya.
Karl melemparkan paspor itu kepada Jhon.
"Bakar benda itu....
Perintah Karl pada Jhon,Karl pikir tanpa paspornya Dara akan kesusahan untuk kabur.
Dara panik lalu segera ingin merebut kembali paspornya dari Jhon.Tapi Karl menahannya,Karl memeluk tubuh Dara dari belakang menahannya agar tidak mendekati Jhon.
Jhon mengeluarkan korek api dari saku celananya,kemudian mulai membakar paspor itu dari ujungnya.
"Jhon..... jangan lakukan itu Jhon,jangan bakar pasporku..
Dara menangis tersedu-sedu.
Karl memeluk Dara lebih erat karena Dara memberontak.Sambil mencium rambut Dara.
"Sudah biarkan saja,itu hanya sebuah kertas,kau tidak membutuhkannya lagi sekarang.
Setelah paspor Dara terbakar habis,Jhon berjalan melewati Karl dan Dara, kemudian membuka pintu mobil yang ada disebelah mereka.
"Silahkan nona....
Jhon mempersilahkan Dara untuk masuk sambil tersenyum dengan tenang seperti tidak terjadi apapun.
Dara memasuki mobil,dan Karl manggil seorang pengawal senior yang ada disitu.
"Bereskan semua kekacauan yang terjadi,bayarkan semua ganti ruginya dengan pantas.
Didalam mobil Dara sudah tidak lagi menangis,dia hanya melamun menyesali nasibnya
*Aku sudah berurusan dengan orang yang salah.
Karl memegang tangan Dara sambil tersenyum dan berkata
"Dasar pembangkang kecil,jadi kau ingin dijemput secara dramatis seperti tadi ya.
tetap dengan nada jengkel Dara menjawab
"Iya... biar seru.
__ADS_1