
Akhirnya film pun usai.Mereka keluar dari bioskop, Dara terlihat berantakan,berkeringat di dahi.Rambutnya sudah tak Serapi tadi.Dan ada beberapa remahan keripik kentang yang terjatuh tadi masih menempel di bajunya.
"Bagaimana sayangku apa kau menikmatinya tadi?
"Kau lihat sendiri kan aku sangat ketakutan.
"Bukan filmnya...
"Lalu apa?
"berada di pelukanku.
"Heemmmmm.
Dara tak mau menjawab lagi,hanya menoleh ke arah lain.
"Rapikan dulu dirimu,kau terlihat berantakan.
Titah Karl
"Baiklah...aku ke toilet dulu.
Saat Dara sedang pergi
"Selanjutnya apa Jhon?
"Mungkin kita bisa mengajaknya berbelanja tuan,biasanya wanita suka berbelanja.
"Didepan situ ada toko baju dan aksesoris wanita yang mewah tuan.Mungkin kita bisa mengajaknya kesana.
"Tapi ngomong-ngomong kau tau darimana kalau wanita suka berbelanja?
"hmmm saya googling tuan.
Malu-malu Jhon mengakui
"Kita seumuran Jhon,tapi semenjak kau kembali dari luar negeri dan mulai bekerja denganku 10 tahun lalu,aku belum pernah sekalipun melihatmu berpacaran.
"Aku kasian padamu,lain kali carilah pasangan.Kau tampan,pintar,dan gaji mu juga besar pasti banyak wanita yang bersedia menjadi kekasihmu.
"Terimakasih sudah memperhatikan saya tuan.Saya pertimbangkan hal itu nanti.
"Jhon aku tau mendiang ayahmu berpesan padamu agar menjagaku sampai aku benar-benar bahagia.Tapi kau tidak perlu menungguku,bukankah kita bisa bahagia bersama-sama kalau kau juga sudah punya pasanganmu sendiri.Kau jangan terlalu menghawatirkan aku,untuk masalah ini ku pastikan aku bisa menghadapinya sendiri.
Kemudian Karl memeluk jhon.Seorang pria yang bagi Karl bukan hanya sekedar asisten,tapi juga sahabat dan saudara.Pelukan jantan antar sesama lelaki.
Mereka memang tumbuh bersama.Sebelum wafat ayah Jhon juga bekerja sebagai asisten tuan Alexander dulu.
Sialnya saat mereka sedang berpelukan Dara sudah kembali dari toilet.Menyaksikan dua orang laki-laki dewasa yang sama-sama tampan berpelukan membuat pikiran Dara jadi kemana-mana.Teringat dengan beberapa teman ditempat kerjanya dulu yang juga tampan-tampan namun berbelok.Hanya ini terlihat seperti versi jantannya saja.
Dara tak lantas menegur mereka,dibiarkan saja sampai mereka selesai berpelukan,lalu mereka kaget melihat Dara sudah ada disitu.Mereka bertiga berada dalam situasi canggung sekarang.
"Hmmm kalian... tidak hanya menggunakan aku untuk menutupi sesuatu kan?
Tanya Dara kepada kedua lelaki dihadapannya ini.
"Macam-macam saja pikiranmu itu.
Karl tak menggubrisnya lebih lanjut lagi.Dia segera menggandeng Dara.Berjalan menuju toko yang ditunjuk Jhon tadi.Setelah berada didalam toko Karl membiarkan Dara melihat-lihat sendiri.Sedangkan Karl duduk menunggu disofa yang terletak ujung toko namun bisa memandang ke arah manapun di toko Karena letak sofa itu lebih tinggi.
__ADS_1
Dara berkeliling toko melihat-lihat dengan ditemani satu pramuniaga senior, karena melihat Dara datang bersama tuan Karl makanya mereka merasa sangat penting melayani Dara dengan baik sekarang.
Setelah beberapa saat, Dara tak terlihat memilih satupun barang.Karl yang sudah merasa bosan kemudian datang menghampirinya,saat Karl mendekat Karl memberi isyarat pada pramuniaga itu untuk sedikit menjauh.
"Kau kenapa belum memilih apapun?
"Hmmm harganya terlalu mahal tuan.Saya rasa saya tidak bisa membelinya.
"Kau pikir aku akan menyuruhmu membayar sendiri hah?Aku yang akan membayar semuanya.Ambil lah semua yang kamu suka.Berapa banyak pun tidak masalah.
"Terimakasih,tuan tapi saya rasa baju-baju yang kemarin tuan Jhon belikan sudah lebih dari cukup.
Karl yang sudah tidak sabar lalu memanggil pramuniaga yang tadi mengikuti Dara.
"Kau ke sinilah.
"Iya tuan..
"Kau masih ingat semua barang yang dia pegang tadi?
"Ingat tuan.
"Bungkus semua,aku akan membelinya.
Dara langsung panik
"Ah... tidak... tidak....
Maaf nona jangan bungkus semua.
Mencegah wanita itu melakukan perintah Karl sambil memegangi tangannya.
Kemudian Dara melihat ke arah Karl
"Tidak kau tetap harus membungkusnya...kalau sampai kau tidak melakukannya jangan harap kau tetap bekerja besok.
Ancam Karl pada si pramuniaga.
Si pramuniaga yang tangannya masih dipegangi oleh Dara kemudian melepaskan pegangan itu dengan perlahan dan meminta maaf.
"Maafkan saya nona,saya masih membutuhkan pekerjaan ini,saya harap anda bisa mengerti.
Kemudian segera melaksanakan apa yang Karl katakan tadi.
"Itu hukuman karena kau baru saja memanggilku tuan.
*Waahhh kalau aku cewek matre pasti senang kalau hukumannya seperti ini.Dara
"Begini ya SA - YANG - KU.
Dara sengaja menekankan setiap suku kata.
"Seorang wanita kalau pergi ke mall lalu menyentuh sesuatu bukan berarti kami benar-benar menginginkannya.Ya kami hanya senang saja melakukannya,kami bisa menyentuh banyak sekali barang tanpa ingin memilikinya sama sekali.
"Tapi kau sudah menyentuhnya jadi memalukan sekali kalau tidak membelinya.
Namun saat mereka berdebat tiba-tiba
kruuuuukkk....kruuukkkk...
__ADS_1
Suara perut Dara terdengar nyaring.
*Aduh..... perut,kenapa malah berbunyi disaat seperti ini.kau sengaja ya mau menghancurkan harga diriku ya? Dara
"Kau lapar?
"Iya....
Wajah Dara memerah
*Ah...... malu sekali.Dara
"Ya sudah ayo kita makan dulu,kau mau makan apa?
"Terserah,apa saja.
"Steak?
"Hmmm agak bosan sayang
"Seafood?
"Aku alergi seafood.
"Chinese food?
"Ada yang lain tidak ya???
"Kau tadi bilang terserah tapi apa-apa tidak mau.Sekarang kau harus sebutkan satu jenis makanan yang memang kau mau makan,aku tidak menerima jawaban terserah.
*Ternyata semua wanita memang terbiasa bilang terserah tapi mengajukan banyak syarat didalamnya.Kiara dulu juga begini,menyebalkan sekali.Karl
"Ayo bilang kau mau makan apa?
"Indonesian food.
"Jhon...apa di mall ini ada Indonesian food?
"Tidak ada tuan.
Karl menghela nafas dengan kasar,dia merasa agak pusing sekarang.
"Dimana restauran Indonesia terdekat dari sini.
"Saya cari tau sebentar tuan.
Jhon mengeluarkan handphonenya mencari info tentang restoran Indonesia.
"Maaf tuan restoran Indonesia terdekat sekitar dua jam perjalanan dari sini.
Kali ini yang kaget malah Dara
"Hah..... bisa pingsan aku kalau masih harus menunggu begitu lama.Ya sudah kita makan di k*c saja.
Belum tau dua orang ini setuju atau tidak dia langsung pergi menggalakan toko hendak makan.
visual Dara
__ADS_1
visual Karl