
Masih di ruang kerja Karl.
"Jhon...segera kau persiapkan pernikahan kami besok,calon istriku sudah tak sabar ingin menikah.
"Baik tuan akan segera saya siapkan.
Jhon pergi meninggalkan mereka berdua.Dara yang masih berada di bawah kaki Karl tidak habis pikir,kenapa jadi dirinya sekarang yang memohon untuk dinikahi.
"Berdirilah...
Titah Karl kepada Dara.
Setelah Dara berdiri Karl segera memeluknya erat lalu membisikkan sesuatu di telinga Dara
"Sekarang kau tau kan kalau aku menginginkan sesuatu maka itu artinya aku harus mendapatkannya.Jangan coba-coba melawanku karena aku bisa menjadi sangat nekat dan benar-benar melakukan apa yang aku ancamkan.Kau mengerti..
Dara mengangguk patuh,dia bisa melakukan apapun demi keluarganya
*Tidak ada kompromi,keluargaku jauh lebih penting dari egoku.Dara
Karl lalu menuntun Dara menuju kursi kerjanya.
Karl membuka laptopnya dan menyodorkan kepada Dara
"Kau hubungi keluargamu sekarang,beri tau mereka kalau kita akan menikah besok.
"Tidak perlu,kurasa mereka tidak perlu tau.
Nada bicara Dara sudah jadi lebih lembut sekarang.Takut kalau Karl akan mengancam lagi.
"Kau atau aku yang menghubungi mereka.Kalau aku yang menelepon akan kukatakan yang sejujurnya,akan kubilang pada orang tuamu kalau aku sudah meniduri mu jadi aku akan menikahi mu karena itu.Bagaimana..???
"Iya...iya...aku yang tlp.
Tapi aku ambil handphoneku dulu,aku tidak hafal nomor mereka.
"Tidak perlu aku sudah menyimpan nomor mereka disini.
Karl kembali menyodorkan laptopnya pada Dara.
Sedang Dara masih saja merasa terkejut bagaimana mungkin sampai nomor orang tuanya Karl juga punya.
Panggilan video call telah tersambung.
"Iya halo.
"Bapak....ibu....
"Lhoo Dara...bapak kira siapa.Kok pake nomer yang bapak gak pernah tau.
"Iya pak...
Bapak sama ibuk sehat kan? Dara kangen.
"Iya bapak sama ibuk disini sehat,disini semua juga kangen kamu nak.
__ADS_1
Tapi kok tumben telponnya pagi-pagi gini.
"Pak...bu... Dara mau ngenalin seseorang.
"Siapa, heeeeh Dara udah punya pacar kayaknya ini bu.
Canda bapak,lalu bapak sama ibuk tertawa bersama.
Dara hampir saja meneteskan air mata,tapi sebisa mungkin dia tahan.
*Ya Tuhan...aku kangen mereka.Aku kangen dengar candaan-candaan mereka.Lindungi keluargaku ya tuhan,jangan sampai ada yang menyakiti mereka.Dara
"Eh emang bener ya Dara sekarang sudah punya pacar?bule bukan?
Tanya ibu penasaran.
"Iya buk.
"wah....,pak..... bakal mantu bapak bule..bisa dipamerin di kelurahan sama di arisan PKK ini.
Ibu tepuk tangan kegirangan.
"Ganteng gak nih.
"Ini orangnya ada disebelah Dara bu.
Lalu Dara menarik tangan Karl, mengisyaratkan Karl agar menyapa orang tuanya.
"Selamat pagi bapak...ibu....
Yang seketika membuat Dara terkejut.Lalu memandang Karl seakan tak percaya.
Ibu yang disebrang sana sampai jatuh merosot dari sofa tempatnya duduk,bapak juga sampai melongo kehabisan kata-kata tak percaya.
"Astaga naga neng.Ganteng bener ini calon mantu ibu.
"Bener ini Dara.
Bapak masih saja gak percaya.
"Iya bu...pak... namanya Karl dan Dara akan segera nikah sama dia.
"Hah nikah,kok tiba-tiba banget nak.
"Iya pak Karl yang meminta buat cepet nikah.
"Memangnya kapan kalian rencananya mau nikah?
"Besok.
Bapak melongo lagi,dan ibuk juga merosot lagi.
Lalu tiba-tiba Karl mengeluarkan selembar kertas dari dalam laci dan lalu membaca isinya.Sebuah lamaran kepada orang tua Dara dalam bahasa Indonesia yang ternyata memang sudah disiapkan oleh Karl sebelumnya.
"Hmmm bapak... ibu....
__ADS_1
Maaf ini memang cepat,tapi ijinkan saya menikahi putri anda.Saya mencintainya,dan saya berjanji akan selalu menjaga Dara dengan baik.Saya harus menikahi Dara secepatnya karena saya takut kehilangannya.Besok hanya akan ada pencatatan pernikahan,kami belum memikirkan pesta.Mungkin nanti setelah kami menikah dan mengunjungi anda di Indonesia.Mohon beri restu saya.
Seperti membaca pidato Karl membacanya dengan hati-hati.Meskipun ketara sekali itu hasil dari aplikasi terjemahan karena bahasanya resmi sekali.Hal ini cukup membuat Dara terharu karena Karl juga berusaha tidak hanya mengancam.
Sekarang suasananya jadi lebih emosional.
Ibu menitihkan air mata,karena tak menyangka kalau tiba-tiba ada seseorang yang melamar putrinya seperti ini.
Sedangkan bapak meskipun dia ingin menangis juga sebenarnya,tapi bapak bersikap lebih tenang.
"Dara...apa Dara sudah yakin mau menikah?Apa kalian salin mencintai?Apa Dara sudah memikirkan ini matang-matang nak.Menikah itu bukan main-main.
Dara tercekat,sudah tak tahan Dara akhirnya meneteskan air mata.Namun belum menjawab apapun pertanyaan bapak.
Karl segera merangkul Dara,membiarkannya menangis di pelukannya.Sempat ingin sekali lagi mengancam tapi dia urungkan niatnya karena melihat 3 orang dalam sambungan video call ini menangis bersama.
*Kurasa ini memang momen yang emosional bagi mereka.Jadi kubiarkan saja begini.Karl
Setelah lebih tenang akhirnya Dara menjawab
"Iya pak Dara sudah yakin.
"Ya sudah kalau memang kalian sudah yakin bapak sama ibu cuma bisa mendoakan dari sini.Semoga kalian bahagia.
"Iya pak terima kasih.
Dara tutup dulu telponnya ya pak.Masih banyak yang perlu Dara lakukan sekarang.
"Ya sudah Dara hati-hati ya disana.
Setelah sambungan telepon ditutup Karl lalu menuntun Dara menuju sofa.
"Kemari lah...aku ingin kau duduk di pangkuanku.
"Aku.......
"Aku tidak menerima penolakan
Darapun terpaksa menuruti kemauan Karl.
Dara duduk dipangkuan Karl, kemudian Karl memeluknya dengan mesra, mencium punggung Dara.Kemudian Karl sedikit menggeser tubuh Dara sehingga pandangan mereka bisa bertemu.
"Dengar, sebentar lagi kau akan jadi istriku.Istri dari Karl Arthur Covas.Kau ingat namaku baik-baik karena mulai saat ini hanya nama itu yang boleh ada di hatimu.Aku juga melarang mu dekat dengan lelaki lain,jangan pernah menggoda laki-laki lain lagi.Meskipun itu hanya bercanda tak akan pernah kubiarkan.
"Aku hampir saja menembak Jhon tadi saat kau bilang kau mau menjadi kekasihnya.
"Kenapa sekarang kau selalu mengancam ku.
"Karena kau pembangkang.
"Kau harus menjadi kelinci kecilku yang penurut,yang selalu menuruti semua keinginanku.
"Kenapa kau tidak beli saja Doraemon kalau kau mau seseorang yang selalu bisa menurutimu.
"Kenapa yang kau katakan itu lucu tapi wajahmu serius.Kau sedang bercanda atau tidak sih.
__ADS_1
*Hmmm bule konglomerat yang gak bakalan paham bercandaan receh.Dara