Yes I Want You

Yes I Want You
Aku akan menikahinya


__ADS_3

Memasuki mansion Karl yang tak sabar melihat Dara yang seperti enggan masuk langsung saja menyeretnya menuju kamar.Tertatih Dara mengikuti langkah Karl sampai dia hampir terjatuh.Lebih tidak sabar lagi,Karl kemudian memanggul Dara.


Dara protes dan membentak Karl


"Turunkan aku,aku bisa jalan sendiri.


Karl tidak memperdulikan ocehan Dara,dia tetap berjalan.Sampai di kamar,Karl kemudian melemparkan Dara diatas ranjang.


Dara segera bangkit,turun dari ranjang ingin pergi ke kamar mandi.Tapi dengan sigap Karl menarik tubuh Dara dan mendudukkannya lagi di ranjang.


"Mau kemana kau?


"Aku hanya ingin ke kamar mandi,aku ingin membersihkan diriku.


"Aku yang akan melakukannya


"Apa maksudmu?


"Aku yang akan membersihkan tubuhmu,tak akan kubiarkan kau masuk kamar mandi sendiri.


"Tidak,apa kau sudah gila.Aku bisa melakukannya sendiri.


Karl yang sudah memutuskan untuk membantu Dara membersihkan diri kemudian menyeret Dara yang mencoba menolak.Sampai dikamar mandi Karl dengan kasar melucuti semua pakaian yang dikenakan Dara.


Dara berteriak,berontak,menolak,tapi tetap saja Dara yang kalah tenaga tak bisa melawan Karl.


Setelah berhasil membuat Dara telanjang Karl kemudian melepaskan kemejanya sendiri,namun tetap mengenakan celananya.


Karl menyalakan shower,kali ini di set air hangat.


Melihat Dara yang telanjang dan basah tentu saja itu membangkitkan gairah Karl,kemudian Karl dengan rakus mencium apa saja bagian tubuh Dara yang bisa dia raih.


Dara yang sudah tak memiliki banyak tenaga untuk melawan akhirnya hanya bisa menangis pasrah.Tapi entahlah tangis Dara kali ini terdengar sangat pilu ditelinga Karl.Membuat Karl tidak tega melanjutkan apa yang baru saja akan dia mulai.


Tidak jadi melanjutkan aksinya,Karl kemudian hanya memeluk Dara dengan erat,Meraka berpelukan dibawah guyuran air.Dara menangis tersedu di pelukan Karl,setelah beberapa saat Karl mematikan shower kemudian mengambil handuk dan pergi meninggalkan Dara.


Dara merasa sangat hancur,dia tau kalau mereka sudah melakukannya kemarin,tapi saat itu dirinya dalam keadaan diluar kesadaran,namun sekarang dia sadar sepenuhnya, Dara merasa sangat terhina,merasa sangat dilecehkan.Membuat dirinya semakin benci pada Karl.


Diruang kerja, sedang berkumpul 3 orang Karl,Jhon dan Antonio.


"Mulai sekarang aku mau setiap saat ada 2 orang pengawal yang menjaga didepan kamarku.Jangan biarkan Dara keluar dari kamar.Jadi kau aturlah jadwal untuk mereka.

__ADS_1


Titah Karl pada Jhon.


"Baik tuan...


"Tapi bagaimana kalau nona membutuhkan sesuatu tuan.


Antonio ganti bertanya.


"Maka sekarang itu menjadi tugasmu memastikan bahwa meskipun dia hanya berada dikamar semua kebutuhannya harus terpenuhi.


"Aku tidak mau kejadian seperti hari ini terulang.jadi aku mau kalian memastikan hal itu.


Kembali pada Dara..


Dara sudah selesai membersihkan diri,dia ingin keluar kamar dan pergi ke taman belakang sekedar ingin menenangkan diri.Tapi saat dia akan membuka pintu,tenyata pintu dikunci dari luar,dia berusaha terus membuka dan berteriak agar pintu dibuka,awalnya tidak ada yang menanggapi teriakan Dara,namun beberapa saat kemudian pintu dibuka dari luar,Ternyata Antonio yang masuk membawa makan malam untuk Dara.


"Selamat malam nona,silahkan ini makan malam untuk anda.


Sambil meletakkan makanan diatas meja.


"Kalau anda selesai makan gunakan saja interkom yang ada disana nanti akan ada pelayan yang mengambil piring kotornya.


Dan kenapa sekarang aku harus makan dikamar.


"Maaf nona,tapi mulai sekarang tuan melarang anda untuk keluar dari kamar.Jadi segala keperluan anda akan ada yang membantu menyiapkan.


"Heh...jadi sekarang aku berubah jadi Rapunzel yang harus hidup didalam menara.


Canda Dara dengan nada getir dan air mata yang mengalir.


"Silahkan makan makanan anda nona,selagi makanannya masih hangat.


Antonio memilih tidak menanggapi ucapan Dara tadi.


"Bawa saja makanan itu,aku sedang tidak ingin makan.


"Atau anda ingin makan makanan lain nona?


"Tidak....


Jawab Dara singkat.

__ADS_1


Sebenarnya Antonio merasa iba pada Dara,gadis yang dulunya ceria dan selalu bersemangat ini sekarang terlihat sangat menyedihkan dan harus mengalami hal buruk seperti ini.


"Baiklah,saya akan bawa makanan ini.Dan jika anda membutuhkan sesuatu katakan saja.Permisi


...


Antonio pergi meninggalkan kamar,menyerahkan makanan tadi kepada salah satu pelayan untuk dikembalikan ke dapur sedangkan dirinya berjalan menuju ke ruang kerja Karl.


Saat bertemu dengan Karl diruang kerjanya,


"Nona menolak untuk makan tuan.Dia menyuruh saya membawa kembali makanan yang saya bawa.


"Biarkan saja, mungkin dia memang sedang tidak berselera untuk makan.


Karl menanggapi laporan Antonio,meskipun sebenarnya dia juga merasa resah.


"Atau mungkin kalian harus mulai belajar memasak makanan Indonesia,mungkin saja dia rindu masakan negaranya.Atau kalian bisa mendatangkan chef dari sana?


Antonio memilih tidak menanggapi perkataan Karl,karena dia tau bukan itu masalahnya.


"Sampai kapan anda akan mengurung nona tuan?


"Aku tidak bermaksud mengurungnya.Aku hanya tidak ingin dia kabur lagi.


"Maaf kalau saya lancang tuan.Tapi kalau memang anda mencintainya saya rasa anda harus memperlakukannya dengan lebih baik.


"Aku akan menikahinya,kau tidak perlu khawatir.


Sudah tengah malam,Karl kembali ke kamarnya.


Dia melihat Dara berbaring di sofa, lalu menutup seluruh tubuh dan wajahnya tepat setelah melihat Karl memasuki kamar.


"Aku tau kau belum tidur.Cepat naik ke ranjang.Mulai sekarang aku melarang mu tidur disofa.


Dara tidak menanggapi perkataan Karl,dia malah semakin merapatkan selimutnya.


Terdengar langkah kaki Karl mendekat.Lalu tiba-tiba suara berat Karl mengancam.


"Naik ke ranjang,atau ku perkosa kau malam ini.


Tanpa berkata apa-apa Dara langsung membuka selimutnya, bangkit berdiri.Sambil tetap membawa selimutnya dia pindah tidur ke atas ranjang,sangat menepi,berusaha membuat jarak sebesar mungkin dengan Karl saat tidur nanti.

__ADS_1


__ADS_2