
Siang harinya Dara tersadar,kepalanya terasa sangat berat tapi tetap dia paksakan untuk bangun.Saat sudah berhasil mendudukkan dirinya Dara melihat Karl berada tepat didepan pandangannya,duduk disofa tempat dia biasanya tidur,sedang menatapnya tajam.Raut wajahnya terlihat mengintimidasi,tatapan mode mafia yang belum pernah dilihat Dara sebelumnya.
*Aku tidak bisa terus berada disini.Aku harus pergi aku tidak mau satu atap dengan monster ini lagi.D**ara
Dara memilih mengabaikan Karl,dia bangun dari ranjang kemudian masuk keruangan baju.Dara melihat bayangannya sendiri di cermin.
*Kenapa nasibku jelek sekali.Kurasa aku tidak cantik-cantik amat,kenapa dia harus melakukan ini padaku.Jadi seperti ini rasanya jadi TKW yang dilecehkan majikannya.
Dara kemudian mulai mengemasi beberapa baju dan memasukkan barang-barang pribadinya kedalam tas.Dara bersiap untuk pergi.
Saat keluar ruangan dia melihat Karl masih tetap berada ditempat yang sama.
Melihat Dara membawa tas Karl lalu bangkit dari duduknya,berjalan mendekati Dara.Sambil bertanya
"Mau kemana kau membawa tas itu.
Namun Dara sama sekali tidak menggubris apa yang dikatakan karl, dia tetap berjalan menuju pintu.
Karl segera menarik tangan Dara dengan kasar, merebut tas itu dari pegangan Dara,dan melemparkannya.Tangan Dara dilipat kebelakang Karl berdiri dibelakang tubuh Dara,satu tangan Karl menahan tangan Dara satu tangan lagi menekan pipi Dara dengan kuat kemudian berbicara tepat ditelinga Dara.
"Jangan coba-coba kabur dariku,aku bisa melakukan apapun untuk membuatmu tetap tinggal.Kau mengerti itu..??
Kata-kata bernada ancaman itu sebenarnya membuat Dara sedikit takut,tapi Dara tidak memperlihatkannya.
*Ini artinya aku tidak bisa terang-terangan pergi,jadi aku akan melakukannya diam-diam.Dara
"Aduh....iya..iya maaf tolong lepaskan tanganku,aku akan menurut.Tapi tolong lepaskan aku ini sakit.
Dara mulai berakting,dia tau melawan hanya akan sia-sia jadi dia memutuskan untuk membuat Karl lengah.
Mendengar kata-kata Dara, Karl melunak.Dia lepaskan tangan Dara kemudian membalikkan badan Dara agar menghadap padanya.
"Jadi kau akan menurut?
"Iya....
"Selama ini kau belum melihat diriku yang sebenarnya,jadi berhati-hatilah.Jangan sampai membuat kesalahan.
Tiba-tiba Karl mencium bibir Dara.
Dara sebenarnya ingin sekali menampar Karl,tapi dia tahan, dia harus berpura-pura menjadi penurut sekarang.
Mereka berciuman cukup lama,Karl sangat menikmati kegiatan ini, sementara Dara yang sudah mulai muak berpura-pura susah bernafas.Dia memukul-mukul dada Karl,lalu saat Karl melepaskan tautannya Dara menghirup udara kuat-kuat.
"Kalau berciuman itu bernafas.Kenapa kau malah menahan nafas mu.
"Ya kau tau kan aku masih amatir.
*Hmmm seandainya saja kau ingat betapa liarnya dirimu tadi malam.Karl
Tok...tokkk...tokkk
__ADS_1
*Hah..... kenapa disaat seperti ini selalu saja ada yang menganggu.Karl
Dengan malas Karl membuka pintu.Seperti biasa Antonio yang ada disana
"Ada apa...?
"Tuan, nyonya Sofia akan segera kembali ke Spanyol sekarang juga.
"Kenapa mendadak sekali?
"Menurut perkiraan,cuaca besok tidak akan bagus untuk penerbangan,jadi nyonya Sofia memutuskan untuk berangkat sekarang.
"Baiklah aku akan antar nenek ke bandara.Katakan padanya untuk menungguku.
Karl lalu mendekati Dara dan berkata
"Sayang,aku akan mengantar nenek ke bandara,apa kau mau menemui nenek dulu sebelum dia pergi?
Dara tidak bisa menjawab hanya menunduk,dia bingung harus bersikap bagaimana kalau dia bertemu dengan nenek Sofia.
"Baiklah,aku mengerti kalau kau masih enggan bertemu dengan nenek.Kau beristirahat lah.
*H**eh istirahat....??? ini waktunya kabur tau.Dara
"Aku tidak akan lama,aku akan segera kembali.
*Yang lama dong beri aku kesempatan melakukan aksiku dengan mulus.
Dara mengangguk dengan patuh.Karl lalu mencium ujung kepala Dara sebelum pergi.
Setelah Karl pergi, Dara mulai melancarkan aksinya.Kali ini dia hanya akan membawa barang yang penting saja,dia hanya membawa dompet, handphone dan paspornya.
Dara akan berpura-pura akan keluar jalan-jalan.
Dara keluar dari kamar,melihat kesana kemari.
Dirasa aman Dara mulai berlari keluar mansion.
Saat melewati taman depan Dara melihat ada pengawal yang berjaga, Dara berhenti berlari mulai berjalan senatural mungkin,meskipun sebenarnya dia mulai gemetar takut kalau rencananya ketahuan.
Saat didepan gerbang Dara mendekati penjaga yang ada di pos.
"Permisi bisa tolong bukakan gerbangnya..?
"Anda mau kemana nona.
Tanya si penjaga curiga.
"Aku cuma mau keluar jalan-jalan.
"Apakah benar Anda diperbolehkan keluar mansion?
__ADS_1
Karena tidak ada perintah untuk tidak memperbolehkan Dara keluar mansion jadi si penjaga juga bingung harus bagaimana, sementara dia juga sudah mendengar tentang apa yang terjadi tadi pagi.
"Ohh jadi kau tidak mau membuka gerbangnya,baiklah kurasa kalau Karl tau kau mencoba menahan ku, kira-kira bagian tubuhmu yang mana ya yang akan dipotong.
Dara berusaha menakut-nakuti sambil menunjukkan handphonenya berusaha memberi kesan kalau dirinya bisa menelpon Karl sekarang juga.
"Baiklah...baiklah...akan kubuka gerbangnya.
Saat gerbang terbuka Dara keluar dengan tenang,berjalan dengan santai,namun saat dirasa sudah dalam jarak aman Dara kemudian berlari sekuat tenaga menuju halte bus.Beruntung bagi Dara tepat saat dia sampai dihalte,bus kemudian datang.Karena sebenarnya dia tak tau harus kemana Dara hanya asal menaiki bus.Dan berencana akan turun di perhentian terakhir.Dia hanya ingin pergi sejauh mungkin dari rumah itu.
Setelah melakukan perjalan cukup lama Dara turun ditempat yang cukup sepi,dia mulai berjalan lalu melihat ada sebuah kedai kopi kecil didekat situ.Dara ingin sekedar beristirahat dan memikirkan harus bagaimana setelah ini.
Karl POV
Karl dan nenek ada dalam mobil menuju bandara,Jhon juga ikut Karena Jhon yang mengatur kepulangan nenek kali ini.
" Bagaimana keadaan Dara?
"Dia sudah baik nek,kami sudah berbaikan.
"Sudah kuduga ini akan mudah.
"Iya nenek benar,aku hanya butuh menunjukkan sedikit kekuatanku.Seharusnya aku melakukan ini dari awal.
Setelah nenek berangkat Karl segera kembali kemansionnya.Dia hanya ingin segera bertemu dengan Dara sekarang.
Saat dalam perjalanan tiba-tiba handphone Karl berdering.
"Iya ada apa Antonio?
"Maafkan saya tuan,tapi nona Dara tidak ada di mansion,saya rasa dia kabur.
Antonio memberi kabar berusaha setenang mungkin,tapi dari nada bicaranya ketara sekali kalau dia sedang panik.
"Baiklah,aku mengerti.
Karl menutup sambungan teleponnya.
"Rupanya gadis ini ingin bermain-main denganku.Dia membuatku lengah kemudian melarikan diri.
"Jhon lacak keberadaan Dara,kita menuju kesana.
Kita tunjukkan padanya,dengan siapa dirinya sedang berhadapan.
Karl POV end.
Dara memasuki kedai itu,kemudian membuka handphonenya,rupanya sudah ada banyak sekali panggilan tidak terjawab,dan beberapa teks pesan berisi banyak ancaman.
Dara memang sengaja tidak melihat handphone selama dalam perjalanan tadi,dia tidak mau terpengaruh kalau-kalau Karl menghubunginya.
Dara kemudian menghapus semua pesan yang dia terima,juga semua riwayat panggilan.
__ADS_1
Dara lalu membuka laman pencarian,mencoba mencari lowongan pekerjaan yang ada disekitar situ.Tanpa dia sadari Karl sedang menuju tempatnya berada sekarang,mana Dara tau kalau handphonenya sudah disadap dan dipasang GPS.Jadi mudah saja bagi Karl menemukannya sekarang.
Karl tidak berangkat sendiri Karl membawa serta beberapa mobil berisi anak buahnya,bersenjata lengkap,Karl ingin menunjukkan pada Dara betapa kuat dirinya.Karl ingin menunjukkan pada Dara akan sangat mudah bagi Karl membuat dia kembali.