
Malam dimana pesta akan berlangsung sudah datang.Nenek Sofia ,Karl dan Dara sudah siap berangkat.Sebelumnya nenek sudah memperlihatkan foto perempuan yang akan berpura-pura jadi penggoda kepada Karl.
Mengenakan baju pesta pasangan Karl dan Dara terlihat sangat serasi.Karl terlihat sangat gagah dan menawan dengan setelan jas warna dark navy dengan dalaman kemeja putih yang beberapa kancing atasnya tidak dipasang.
Sedangkan Dara terlihat cantik dan elegan mengenakan gaun brokat panjang dengan model kimono dibagian atas.Dan rok panjang sedikit mengembang dibagian bawah.Siapapun yang melihat akan merasa bahwa mereka pasangan yang sempurna.
Suasana pesta sangat meriah dan mewah,maklum saja ini pesta para konglomerat.Dara yang pastinya tidak pernah menghadiri pesta semacam ini sebenarnya merasa sedikit canggung,terlebih Karl hari ini terlihat sangat sempurna, Dara jadi merasa minder.Dia merasa seperti tidak pantas berada disitu.
Nenek bertemu dengan beberapa teman lama mendiang suaminya,saat nenek sibuk dengan mereka diam-diam Karl memberi tahu Dara yang mana gadis yang akan berpura-pura menggodanya.
"Kau lihat Gadis yang memakai gaun warna gold itu.
"Iya tuan.
"Itu gadis yang nenek suruh menggodaku
"Ingat nanti saat kau berakting cemburu,pastikan nenek melihatmu.
"Baik tuan.
Seorang gadis yang tinggi badannya hampir sama dengan Karl,berambut coklat panjang bergelombang,mengenakan gaun mini bermotif abstrak dengan base kain warna emas,dihiasi dengan kain tutu satu lapis dibagian belakang roknya.Sepatu warna emas bertabur glitter,warna yang menyala membuat kulit putih dan mulusnya semakin terlihat cemerlang.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Karl melihat gadis ini.Mereka pernah bertemu disalah satu pesta kolega karl.Dia seorang model terkenal yang sering diundang Ke pesta-pesta mahal untuk memeriahkan suasana.
Setelah nenek selesai menyapa teman-temannya, nenek kembali mendekati Karl dan Dara.Kemudian memberi kode pada gadis tadi untuk memulai aksinya.
Gadis itu mendekat, dan..
"Hai Karl,kau masih ingat aku?
"Oh hai Helena,tentu aku masih mengingatmu.
Mereka berjabat tangan dan saling mencium pipi.
"Oh ya perkenalkan ini istriku Dara.
"Dan sayang ini Helena dia satu kampus denganku dulu.
"Hai aku Dara senang bertemu denganmu.
Helena tidak menjawab kata-kata Dara hanya menjabat tangannya sebentar lalu segera mengalihkan pandangannya kembali pada Karl.
*Oke jadi sekarang waktunya berakting kan.Dara
*Cihh...kenapa aku harus berpura-pura menggoda pria tampan ini hanya untuk membuat gadis yang bertampang biasa saja seperti ini cemburu.Aku tidak akan berpura-pura akan benar-benar ku goda dia,kalau dia benar mau padaku akan sangat bagus bukan.Helena
"Jadi Karl,apa kegiatanmu sekarang?
"Aku sekarang CEO di COVAS company.
"Wow itu salah satu perusahaan terbesar di negara ini kan?Dan kau CEO nya?
__ADS_1
"Yah.... ayahku yang mendirikan perusahaan itu.
*Oh.... sudah tampan dan kaya,sangat serasi denganku bukan yang cantik dan terkenal.Helena
"Oh ya Karl ngomong-ngomong kau terlihat jauh lebih tampan dan gagah sekarang.
"Ah kau terlalu berlebihan.
"Aku serius.
*Wah katanya cuma akting kenapa perempuan ini terlihat benar-benar genit dan menggodanya.
Gila.....kenapa aku benar-benar tidak suka.
tapi terus aku harus bagaimana sekarang, berpura-pura cemburu itu seperti apa sih.Kenapa aku jadi tidak bisa berfikir apa-apa sekarang.Dara
"Ehhh sayang aku mau mengambil minum disebelah sana,apa kau mau ikut.
Dara berusaha menyela pembicaraan mereka.
"Tidak,aku masih belum ingin apa-apa.
"Hmm atau mungkin kau mau ambil makanan yang itu.
Dara menunjuk makanan yang ada di sisi yang lain.
"Tidak sayang,aku masih belum ingin apa-apa,dan aku masih ingin disini.
"Ya sudah tidak mau ya tidak apa,tapi tidak usah membentak ku,aku mau kesana saja,siapa tau ada pria tampan lain Yang aku kenal.
Jawab Dara dengan sewot,lalu beranjak pergi
Nenek yang menyaksikan itu hanya tersenyum lalu mengedipkan mata pada Karl.Memberi isyarat kalau rencana mereka berhasil
*Yes sepertinya aku yang menang sekarang.Helena
Lupa rupanya dia kalau ini hanya akting.
Setelah Dara pergi Karl kemudian berkata pada Helena
"Terimakasih Helena,akting mu bagus,kau sudah berhasil membuat istriku cemburu.Sekarang aku mau menghampirinya dulu,sampai bertemu lagi.
Belum sempat Helena menjawab apapun Karl sudah beranjak pergi tak memperdulikan dirinya sedikitpun.
*Ah sialan kupikir aku sudah benar-benar berhasil menggodanya.
Karl dan nenek kemudian menghampiri Dara yang sedang mengambil minum disudut ruangan.
"Sayang kau disini?
Melihat Karl yang datang bersama nenek Dara melanjutkan aktingnya
__ADS_1
"Iya aku disini,sudah selesai urusanmu dengan teman lamamu yang cantik itu.
"Iyaaa sudah kami hanya mengobrol sedikit.
"Tapi terlihat sangat seru sepertinya.
"Ya sudah mari kita pulang,nenek sudah bertemu dengan teman-teman nenek jadi sekarang nenek ingin pulang saja.
"Baik nek,aku juga sudah tidak betah berada disini.
Dara menjawab nenek tapi sambil melirik Karl.
Diperjalanan pulang, Dara hanya diam tak mengatakan apapun tapi memasang ekspresi wajah merajuk.
"Kau kenapa dari tadi wajahmu cemberut seperti itu,dan kau juga tidak mengatakan apapun.
Tanya Karl
"Aku tidak apa-apa
Jawab Dara singkat
"Kalau tidak apa-apa kau tidak akan begini.Kau biasanya paling banyak bicara saat diperjalanan seperti ini kan?
"Sudah aku bilang tidak apa,aku hanya lelah.
Karl tak lagi menjawab perkataan Dara,tapi kemudian memacu mobilnya lebih kencang.
Saat memasuki area mansion Karl memarkirkan mobilnya sembarangan,lalu melemparkan kunci mobil pada salah satu pengawal yang ada disana.
Dara juga tak kalah sewot dia memasuki mansion tanpa menutup pintu mobil terlebih dahulu.Dia masuk tergesa-gesa tak menghiraukan nenek dan Karl yang berjalan dibelakangnya.
Namun tiba-tiba,
Saat Dara sedang berjalan menuju ke kamar,Karl lalu menarik satu tangan Dara,membuat tubuh Dara berbalik menghadap pada Karl.Dan kemudian Karl sedikit menunduk lalu mengangkat tubuh Dara diatas bahunya.
Dara berteriak-teriak
"Hei.....apa yang kau lakukan,turunkan aku..
"Kau bilang tadi sedang lelah jadi aku membantumu berjalan.
"Iyaaa tapi aku tidak se lelah itu sampai harus digendong seperti ini.
"Antonio...
"Iya tuan
"Kalau tidak ada sesuatu yang sangat penting jangan biarkan siapapun,menganggu ku, istriku perlu dibujuk malam ini
"Baik tuan.
__ADS_1