
Di sore hari
Dara dan Karl sedang menikmati pemandangan sore di beranda taman belakang.
"Bagaimana dengan Stefie apa kau menyukainya?
"Menurutku bukankah dia lebih cocok berada diperusahaan dari pada jadi pengawal pribadiku?
"Jadi kau tidak suka?baiklah akan ku kirim kembali dia ke Spanyol.
"Tidak... bukan begitu maksudku.Kau mengirim dia ke Spanyol dulu karena dia punya potensi.Lalu bukankah kau mensia-siakan potensinya kalau dia sekarang jadi pengawal ku.
"Tapi tidak ada orang yang lebih tepat untuk jadi pengawal mu selain Stefie.
"Kurasa aku bahkan tidak butuh pengawal.Aku tidak akan kabur lagi.Aku berjanji.
Ucap Dara Sambil mengangkat tangan kanannya tanda dia bersumpah.
"Ini bukan sekedar mencegah mu kabur,tapi nantinya kalau semua orang sudah tau kau istriku maka bukan tidak mungkin kalau musuh-musuh ku akan mengincar mu juga.
"Ayo lah aku bisa menjaga diriku sendiri.
"Sudahlah tidak perlu berdebat lagi.Aku tidak akan merubah keputusanku.
*************
Keesokan paginya...
"Aku akan berlatih pagi ini.
"Berlatih apa?
"Banyak,ada bela diri,menembak,berkuda dan memanah.
"Boleh aku ikut?
"Tentu dan lihatlah betapa kerennya suami mu ini.
*Dih.... percaya diri sekali dia.Dara
"Memangnya dimana latihannya
"Dibelakang asrama pelayan,Kau tau kan disana ada halaman yang sangat luas itu.
*Oke setidaknya aku bisa taekwondo dan memanah.Akan ku tunjukkan padanya kalau aku tidak butuh pengawal.Hah akhirnya ada juga manfaatnya dulu aku ikut ekstra kurikuler taekwondo saat SMP dan SMA.Dara
**********
Ditempat latihan
"Selamat pagi tuan..
"Selamat pagi nona.
__ADS_1
"Selamat pagi Jhon...
Hanya Dara yang menjawab sapaan Jhon,sedang Karl hanya mengangguk.
"Jadi kita latihan apa dulu ini?
"Apa maksudmu dengan kita,kau hanya akan melihat disini.Siapa bilang aku memperbolehkan kau ikut latihan.
"Ayolah aku juga bisa.Begini saja,suruh salah satu pengawal mu melawanku kalau aku bisa mengalahkannya berjanjilah kau akan mengembalikan Stefie ke perusahaan.
"Kau ini kenapa bicara yang tidak-tidak.
Lalu Jhon melangkah mendekati Karl, kemudian membisikkan sesuatu
"Sebaiknya turuti saja tuan, sepertinya nona hanya sedang ingin pamer.Bukankah didata yang kita dapat nona pernah mengikuti klub taekwondo saat sekolah.
"Baiklah,mari kita coba gadis congkak.Hanya saja aku tidak melihat ada peluang bagimu untuk menang menghadapi pengawal ku.
Karl kemudian mendekati salah satu pengawalnya,
dan berbicara dengan suara pelan.
"Mendekat lah kesana,tapi ingat kau tidak boleh menyerangnya,kau hanya boleh menghindar.
"baik tuan.
Semua orang disitu sedang meremehkan Dara,bagi mereka Dara hanyalah seorang gadis bertubuh kecil yang lemah,(karena postur tubuh orang Indonesia memang cenderung lebih kecil dari ras mereka).Yang kebetulan saja sekarang jadi istri tuan mereka.Begitu juga dengan Karl dan Jhon hanya menganggap tantangan Dara sebagai lelucon.
Si pengawal mulai mendekati Dara seolah hendak menyerang.Namun saat si pengawal sudah dekat tanpa mereka sangka.Dara memutar tubuhnya, mengangkat satu kakinya tinggi-tinggi,menendang dan terkena dagu si pengawal.Pengawal itupun roboh dalam satu serangan Dara.
"Ku rasa ide mu kali ini buruk Jhon.
"Mana saya tau kalau nona se tangkas ini tuan.
Dara berjalan mendekati Karl dengan gaya sombong.
"Bagaimana,jadi masih meremehkan aku sekarang?
"Ya lumayan,tapi apa kau pikir dengan mengalahkan satu pengawal ku itu sudah cukup?Dunia mafia itu kejam sayangku.Mengertilah aku hanya berusaha melindungi mu.
"Oke kalau kau pikir ini belum cukup.
Dara kemudian berjalan menuju arena memanah.Dan mereka semua mengikuti.
Dara mengambil satu busur panah lalu mengangkat menunjukkan pada Karl
"Bisa aku mencoba ini?
"Hati-hati nona,busur itu bisa saja melukai jari anda yang manis.
Ejek Jhon sambil tersenyum meremehkan.
Dara yang tau dirinya sedang diremehkan kemudian mengambil satu anak panah kemudian memasangnya pada busur yang dia bawa.
__ADS_1
"Aku tidak yakin sebenarnya,apakah begini cara menggunakannya.
Dara menarik panahnya dengan posisi dan gestur tubuh yang benar.Seperti seorang pemanah profesional Dara melesatkan anak panah itu dan mengenai hampir tengah-tengah sasaran,sedikit lagi sempurna.
Sekali lagi Dara membuat semua orang tercengang.
"Ada apa tuan Covas,Kenapa terkejut?
Apakah asisten anda yang sepintar Google itu tidak tau kalau saya juga bisa memanah?
Ucap Dara sambil menatap ke arah Jhon dengan tatapan sombong.
"Tidak.... kurasa dia tidak tau.
*Bagaimana mungkin dia tau,aku kan dulu hanya disuruh orang tua temanku menemani anaknya agar dia mau berlatih.Jadi sama sekali tidak ada catatan tentang aku berlatih memanah.
Sekali lagi Dara menatap ke arah Jhon.Mengangkat satu jarinya menunjukkan angka satu dan menunjuk dirinya sendiri.Kemudian membentuk lingkaran dengan jarinya menunjukkan angka 0 kemudian menunjuk Jhon.
Jhon kemudian tersenyum sambil mengangguk-angguk mengakui kemenangan Dara kali ini.
Karl mendekatkan dirinya ke arah Dara, kemudian membelai rambut Dara.
"Ku kira aku menemukan seekor kelinci,tapi ternyata aku memelihara seekor singa betina.
"Iya kalau aku singa kau badaknya.
"Apa....aku badak,kenapa badak?
"Yah....... itu karena badak selalu salah mengidentifikasi lawannya.
"Apakah seperti itu?
"Jadi kau tidak percaya padaku?
"Tapi benarkah seperti itu?
"Apakah sangat penting bagimu untuk tau?
Dara kemudian pergi meninggalkan arena latihan,berjalan kembali ke dalam mansion.
Sudah puas dia bisa menunjukkan kemampuannya pada Karl.Sampai lupa kalau dia belum menagih janji pada Karl untuk menempatkan Stefie diperusahaan.
Jhon berusaha menahan tawanya tau kalau gadis nakal itu sudah berhasil mengerjai tuannya.
"Jhon....
"Iya tuan
"Cari tau semua informasi tentang badak.
Titah Karl kepada Jhon sambil berjalan menyusul Dara.
*Haaaaa.......?????? Jhon
__ADS_1
Visual Dara