Yes I Want You

Yes I Want You
Perasaan Jhon


__ADS_3

Pagi harinya,seperti biasa Jhon sudah sampai di mansion Karl pagi-pagi sekali.Jhon biasa sarapan dulu disitu kemudian menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dibawa ke kantor.Biasanya hal-hal yang dikerjakan Karl dimalam hari diruang kerja Karl.


"Selamat pagi Ema.


Jhon menyapa Ema dengan senyum manisnya.


"Hai Jhon selamat pagi.


Tanpa diminta Ema langsung saja membuatkan kopi untuk Jhon kemudian menyiapkan juga sarapan pagi untuk dia.


Ema sudah hafal betul semua kebiasaan Jhon untuk sarapan pagi.Sejak ibu Jhon meninggal 2 tahun yang lalu,segala urusan makan diluar jam kerja Jhon selalu melakukan di Mansion Karl.Sebenarnya Karl sudah meminta Jhon untuk tinggal di mansionnya juga,Jhon bahkan sudah punya Kamar sendiri di mansion itu.Tapi Jhon belum mau benar-benar pindah kesana.Hanya disaat-saat tertentu saja Jhon akan menginap disitu.


Jhon sebenarnya sudah lama ingin menyatakan cintanya pada Ema tapi selalu urung karena dirinya terlalu gugup setiap kali akan melakukannya.


Karl akan menuju ke dapur untuk menemui Jhon saat dia kemudian melihat Jhon seperti ingin mengajak Ema berbicara,Karl lalu memutuskan untuk menunggu agak jauh tidak mau mengganggu.Karl ingin memberi kesempatan pada Jhon,mungkin aja Jhon akan menyatakan cintanya hari ini.Karl sempat mendengar juga percakapan antara mereka berdua.


"Hmm Ema,maaf bukannya aku ingin ikut campur tapi,kau kan sudah lama tidak memiliki pasangan.Apa kau tidak ingin....ehh....maksudku apa kau tidak kesepian.


"Hah...kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?


*Ah...Jhon bodoh kenapa tidak langsung bilang saja kalau kau suka.Lama-lama aku yang akan bilang ke Ema kalau kau suka padanya,dasar lamban.


Karl geregetan sendiri dengan Jhon untuk masalah ini.


"Oh...tidak apa-apa,kau....tidak perlu menjawabnya kalau kau tidak mau.


Kata Jhon dengan gugup


"Kau sendiri apa tidak kesepian? Setelah kita sama-sama dewasa aku belum pernah melihatmu berpacaran.


"Hmmm aku harus menemui tuan sekarang.bye....


Ucap Jhon lalu kemudian langsung pergi.


*Aku yang memulai...aku sendiri yang panik.Jhon


Jhon menuju ke ruang kerja Karl akan menyiapkan segala hal yang perlu dibawa ke kantor hari ini.Saat Jhon berada di dalam Karl menyusulnya masuk.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan...


Sapa Jhon saat melihat Karl masuk.


"Kenapa kau tidak langsung mengatakan perasaanmu tadi.


Jhon langsung menghentikan aktivitasnya,lalu agak menunduk karena malu.


"Jadi anda melihatnya tadi?


"Apa yang masih kau ragukan?


"Saya takut kalau selama ini sikap baik Ema karena dia menganggap saya seperti saudara.Saya takut kalau ternyata dia tidak memiliki perasaan yang sama tapi kalau saya sudah menyatakan cinta nanti Ema akan berubah sikap kepada saya tuan.


"Bagaimana kalau aku suruh Dara untuk mencari tau tentang itu.Hubungan mereka kan cukup dekat.


"Tapi....kalau nona tau tentang ini saya malu tuan.


"Hei....kenapa mafia kejam sepertimu jadi penakut dan pemalu sekarang.Sudahlan kau tenang saja Dara pasti mau membantu.


"Terimakasih tuan.Tapi kenapa anda belum bersiap?


"Baik tuan.


"Hah....wanita yang sedang terlentang di ranjang ku itu membuatku malas bekerja Jhon...


Karl sengaja mengatakan itu agar Jhon penasaran bagaimana enaknya menikah.


*Amatir seperti dia harus diarahkan.Karl


*************************


Setelah berbincang sedikit dengan Jhon,Karl segera kembali ke kamar.Naik ke ranjang lalu memeluk Dara yang sedang tidur-tiduran malas bangun karena kelelahan.


"Sayang....Kau tidak pergi bekerja hari ini?Kusiapkan air mandimu ya.


"Aku tidak kekantor hari ini.Aku ingin tiduran saja bersamamu seperti ini.

__ADS_1


"Hanya tidur ya....jangan melakukan aktivitas yang lain.


"Tergantung,kalau kau menggodaku ya bukan salahku kalau aku bertingkah.


"memangnya siapa yang mau menggoda mu,dari semalam aku tidurpun kau bertingkah.


"Oh ya sayang,kurasa kita perlu membantu Jhon.


"Memangnya Jhon kenapa?


"Jhon menyukai Ema tapi dia ragu ingin menyatakan cintanya.


"Apa........???????


Dara yang tadinya berbaring langsung duduk dan serius menatap pada Karl.


"Tapi kata Ema kalian berempat ini kan sudah seperti saudara?


"Ya...memang seperti itu tapi ya begitulah kenyataannya,aku tidak tau sejak kapan tapi beberapa waktu terakhir ini kulihat Jhon selalu memperhatikan Ema,dia juga diam-diam beberapa kali mengambil foto Ema.Awalnya aku hanya menebak-nebak tapi setelah kami benar-benar berbicara Jhon mengakuinya.Tapi Jhon tidak pernah mengatakan hal ini pada siapapun.


"Wah bagaimana kau bisa menyadarinya sementara orang lain tidak.Kau perhatian sekali ya pada Jhon.


Ucap Dara sambil memicingkan mata curiga.


"Bagaimana mungkin tidak,hampir setiap saat dia bersamaku,dan sejak kecil kami tumbuh bersama jadi aku sudah hafal betul setiap gerak-geriknya.Jhon juga orang pertama yang menyadari kalau aku menyukaimu.


"Jadi bagaimana kau bisa membantu tidak?


"Tentu saja aku mau,tapi bagaimana caranya?


"Kau cukup cari tau apakah Ema memiliki orang yang dia sukai,Karena sebenarnya yang Jhon takutkan adalah kalau ternyata Ema hanya menganggapnya saudara,dia tidak mau kalau sampai Ema berubah padanya kalau nanti Jhon sudah menyatakan cintanya.


"Baiklah akan aku coba,tapi kalau begitu biarkan aku keluar dari kamar dan bertemu Ema.


Kata Dara sambil berusaha turun dari ranjang.


Karl lalu dengan sigap menangkap tubuh Dara kemudian membaringkannya lagi.

__ADS_1


"Lakukan dulu tugas utamamu, baru membantu Jhon.


Serangan pagi Karl pada Dara dimulai.....


__ADS_2