
Sudah sebulan sejak Dara mulai bekerja dimansion.Dara sudah mengenal semua orang disini.Selain supel Dara juga gadis yang rajin.Setiap hari setelah Karl berangkat bekerja Dara tidak lalu bermalas-malasan,dia membantu apapun yang bisa dia kerjakan.Kadang dia membantu didapur,kadang di laundry,bahkan kadang dia membantu berkebun.
Hubungannya dengan Karl pun jadi lebih dekat,bagaimana tidak sebagai pelayan pribadi pasti ada banyak interaksi diantara mereka.Karl,meskipun tidak pernah mengatakan tapi dari sikapnya semua orang bisa merasakan kalau Dara bukan sekedar pelayan baginya.Sedangkan Dara bukannya dia tidak merasakan sesuatu tapi setiap kali hatinya seperti bergetar saat melihat Karl dia akan berusaha mengingatkan dirinya sendiri kalau itu tidak mungkin.Dara selalu berusaha mengingat bahwa mereka adalah pelayan dan majikan tidak pantas bagi Dara jika memiliki rasa pada tuannya.
Gosip antara Karl dan Darapun tak bisa terelakkan,semua orang yang bekerja di mansion membicarakan mereka.Dan karena beberapa orang pelayan di mansion Karl dan di mansion orangtuanya saling mengenal maka lama kelamaan gosip inipun menyebar sampai mansion orang tua Karl.
Kepada tuan Alexander dan nyonya Lila,gosip tentang anaknya pun akhirnya sampai ditelinga mereka.Mereka adalah dua orang baik hati yang tidak pernah mem beda-bedakan status sosial orang lain.Merekapun penasaran seperti apa gadis yang sedang coba anaknya dekati.
Dikamar Karl
Dara sedang menata kembali tempat tidur Karl saat tiba-tiba nyonya Lila datang menghampirinya.
"Selamat pagi nona....sapa Lila dengan sangat ramah.
"Ohh...selamat pagi nyonya Lila maaf saya tidak menyambut anda,saya tidak tau anda datang.
Sebenarnya ini bukan kali pertama mereka bertemu hanya saja sebelumnya Lila belum mendengar gosip tentang anaknya tersebut,jadi dia tidak begitu memperhatikan Dara.
"Jadi kau pelayan pribadi karl?
"Iya nyonya...
"Sejak kapan?
"Belum lama nyonya baru sekitar satu bulan.
"Karl tidak pernah punya pelayan pribadi sebelumnya,aku sedikit heran kenapa sekarang tiba-tiba dia membutuhkannya.Apa kau tau alasannya?
__ADS_1
* Aku bisa merasakan jika dia seorang yang tulus hatinya.Sungguh aku akan merasa senang jika memang Karl benar-benar menyukai gadis sederhana seperti dia.Lila
"Maaf nyonya saya benar-benar tidak tau,tapi saya juga tidak berani bertanya kenapa.
*Kenapa tiba-tiba nyonya Lila bertanya seperti ini ya,apa dia tidak suka denganku? Dara
"Baiklah...jadi apa saja tugasmu.
Dara pun menjelaskan apa saja yang biasa dia lakukan untuk Karl.Mulai dari membangunkan dipagi hari,menyiapkan pakaian,menyiapkan sarapan,mengingatkan makan siang,menyambutnya saat pulang kerja.
"Kenapa semua itu terdengar seperti tugas seorang istri ya.
Kata Lila sambil tersenyum menggoda.
Dara tersipu,
tapi sekali lagi akal sehatnya menyadarkan hatinya untuk tau diri.
*Tau diri Dara...tidak mungkin tuan menyukaimu,dan apa kau pikir meskipun mereka orang baik,tuan Alexander dan nyonya Lila akan menerimamu.Kau pelayan dirumah ini.
Di kantor
Karl sedang sedikit bersantai hari ini,semua urusan penting sudah diselesaikan.Dia sedang bersantai disofa,sambil membuka hp memandangi foto-foto Dara yang diambilnya secara diam-diam saat sedang berada di kamarnya.
"Kenapa aku jadi merindukan kelinci kecil ini ya...aku tau semua orang sedang membicarakan kami dibelakangku.Seketara itukah perasaanku?tapi kalau orang lain saja bisa melihatnya kenapa dia seperti tidak menyadarinya.
Karl bergumam panjang lebar kepada dirinya sendiri,sama sekali lupa dia bahwa sedari tadi Jhon sedang duduk disebelahnya.
__ADS_1
Jhon ragu sebenarnya Karl ini sedang berbicara dengannya atau bergumam sendiri,tapi saat melihat pandangan tuannya seperti sedang menerawang melamun Jhon putuskan untuk diam saja.
Seperti tidak terjadi apa-apa Jhon melanjutkan bekerja dengan laptopnya.Mendengar suara keyboard milik Jhon,Karl pun kemudian tersadar dari lamunannya.Menyadari mungkin saja Jhon mendengar gumaman nya tadi dengan canggung Karl bertanya
"Hmm... kau dengar semua yang aku katakan tadi?.
"Iya tuan.
"Apa sebaiknya aku cerita kepada mu ya,tapi apa mungkin.kau kan juga jomblo.
Canggung juga Jhon mendengar perkataan tuannya ini,Jhon memang seorang yang sangat pintar dibidang apapun,dia tau banyak hal,mendapatkan semua informasi yang dia mau dengan mudah,tapi untuk masalah percintaan dia sama sekali amatir.
"Setidaknya mungkin saya bisa mendengarkan meskipun mungkin saya tidak bisa memberi saran.
"Ah sudahlah nanti malah lebih bingung aku kalau minta saran pada orang yang tidak professional.
"Oh ya bagaimana,apa semua file yang kau kirimkan padaku itu,sudah lengkap.Kenapa sedikit sekali informasi yang kau dapat tentang Dara.
"Hmm masalahnya nona Dara bukan publik figur tuan,dia juga tidak terlalu aktif di sosial media.Itu semua hal terbanyak yang bisa saya dapat.Maaf kalau itu Kurang membuat anda menjadi puas.
Padahal informasi yang didapat Jhon sudah sangat banyak,mulai dari pendidikan,nilai rapor mulai SD sampai lulus kuliah.Alamat serta foto rumahnya.Data semua anggota keluarga Dara,data teman-teman,sampai laporan saldo rekening Dara pun Jhon sudah mendapatkannya.Bahkan yang paling mengejutkan hp Dara pun sudah berhasil disadap oleh Jhon.Tapi Karl masih sangat penasaran tentang Dara,rasanya semua informasi itu masih belum cukup.
"Lalu untuk urusan dengan bank itu apa sudah kamu urus?
"Sudah tuan sebentar lagi akan segera beres.
"bagus...
__ADS_1