Yes I Want You

Yes I Want You
Pinjaman di Bank


__ADS_3

Keesokan paginya


Dara sini nak,bapak sama ibu mau bicara.Dara pun mengikuti bapak dan ibu duduk dimeja makan.


Bapak sama ibu semalam sudah ngobrol,kami gak tega kalau kamu harus kehilangan mimpimu nak.Bagaimana kalau kita mengambil pinjaman di Bank untuk biaya kamu berangkat.Nanti kamu bayar cicilannya saat kamu sudah bekerja disana.gimana?


Tapikan ambil cicilan di Bank harus ada jaminannya pak?


Kita pakai sertifikat rumah ini.


Tapi pak resikonya akan sangat tinggi.


makanya Dara harus bekerja keras ya nak,jangan sampai kita telat bayar cicilan nanti.


Akhirnya Darapun menyetujui saran bapak.Kemudian dia segera menemui Mr.George untuk mendaftarkan diri.Dara pun diberi alamat kantor tempat Mr.George mencari calon pekerja baru.Karena ada beberapa tes yang harus dilalui sebelum akhirnya para calon pekerja baru benar-benar didaftarkan diperusahaan penyalur tenaga kerja di Australia milik Mr.George.


*Dua Minggu kemudian.


Dara sudah menjalani semua tes dan lulus.dengan kemampuan bahasa Inggris yang oke dan CV yang bagus,mudah saja bagi Mr.George untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Dara di Australia sana.


Sekarang waktunya bagi Dara mengurus dokumen yang dibutuhkan.Sementara untuk pinjaman di Bank,dengan posisi bapak yang seorang staff Kelurahan memudahkan bapak untuk mendapatkan pinjaman.

__ADS_1


Darapun segera mengajukan surat pengunduran diri dari tempatnya bekerja,dan sesuai ketentuan perusahaan Dara masih harus bekerja selama satu bulan ke depan setelah pengajuan pengunduran diri itu dibuat.


Ibu yang sebenarnya sedih karena akan jauh dari Dara,tapi juga sekaligus senang karena impian anaknya akan segera terwujud,sedang sibuk mengabari sanak saudara mengatakan kalau Dara akan segera berangkat ke Australia.Chat grup keluarga besar bapak Sulasnoko ( keluarga besar dari ibu) ramai membicarakan tentang Dara.


Para pak lek bangga dengan pencapaian Dara,para bulek sedikit khawatir karena Dara pergi keluar pulau saja belum pernah tau-tau mau keluar negeri sekarang.Para pemuda di grup chat beberapa ada yang mengatakan iri pada Dara dan ingin pergi keluar negeri juga.Sedangkan kedua adik kembar Dara melihatnya sebagai sosok yang sangat keren sekarang.Mereka bangga punya kakak yang sebentar lagi akan bekerja diluar negeri.Dan menceritakan hal itu pada semua teman disekolah juga pada semua teman dikampung tempat mereka tinggal.Maklum saja background keluarga mereka yang dari keluarga menengah, melihat Dara yang berhasil bekerja diluar negri adalah sebuah pencapaian.


Sementara nenek,karena tidak punya hp karena memang tidak bisa memakainya, ibu memilih menemui nenek langsung ke rumahnya.Kebetulan juga rumah nenek tidak jauh dari rumah Dara,hanya berjarak beberapa gang saja.Ibupun mengajak Dara kesana sekalian pamit pada nenek.


Nenekku sayang aku datang,


sapa Dara pada neneknya.Setelah mereka masuk rumah dan duduk dimeja makan sambil ngemil rambutan yang ibu beli dijalan tadi.Dara mencolek-colek kaki ibu memberi isyarat agar ibu segera mengatakan maksud kedatangan mereka.Dara tidak berani mengatakan sendiri pada nenek, karena nenek memang sedikit galak dan kolot,Dara tau bahwa nenek tidak akan setuju dengan ini.


Begini nek, sebenarnya kita datang kesini karena Dara mau pamit.


Ehh mau kemana kau nak?liburan?


ucap nenek santai sambil mengupas rambutan.


Bukan nek,Dara mau kerja jauh.


sahut Dara dengan yakin.

__ADS_1


Kau ini apa-apaan pakai mau kerja jauhsegala.memang gaji mu masih kurang?


*tuh kan baru aja bilang mau kerja jauh udah langsung ngomel,padahal juga belum tau kan aku mau kerja kemana.


protes dara dalam hati.


Memang kau mau kerja dimana?


Australia nek.


sekarang giliran ibu yang menjawab.


nenek pun langsung kaget,sambil memukul-mukul tangan ibu yang memang duduk disampingnya,nenek marah-marah.


Kau sudah gila ya membiarkan anak gadismu pergi keluar negeri sendirian.


Ya kalau aku ikut kan ya malah repot nek.


jawab ibu santai.setelah semua hening beberapa saat ibu pun melanjutkan berbicara.


Dara sudah dewasa nek,biarkan dia menentukan pilihannya sendiri,kita semua tau ini cita-cita Dara sedari dulu,sekarang mumpung ada kesempatan biarkan Dara meraih mimpinya sendiri.

__ADS_1


Nenek pun menjadi luluh,dia sadar tidak ada yang bisa dia lakukan selain merelakan cucu cantiknya ini pergi.


__ADS_2