Yes I Want You

Yes I Want You
Pembalasan Karl


__ADS_3

Dalam perjalanan pendarahan Ema tak juga berhenti, beberapa kali Ema sempat hampir pingsan,tapi Karl selalu berusaha membuat Ema tetap sadar.Sesampainya dirumah sakit Ema langsung mendapatkan perawatan,tapi karena Ema telah kehilangan banyak darah Ema harus mendapatkan donor darah segera.Namun sayangnya saat ini pihak rumah sakit sedang kehabisan darah dengan golongan yang sama dengan milik Ema,dan kebetulan golongan darah Ema termasuk golongan darah yang langka,maka akan sedikit sulit mendapatkannya.Tanpa berfikir panjang Karl langsung menawarkan dirinya sebagai pendonor.Karl hafal betul kalau golongan darah mereka sama.


"Dokter golongan darah kami sama,anda bisa ambil darah saya dokter.Ambil sebanyak apapun yang Ema butuhkan,tapi tolong selamatkan dia.


Ucap Karl dengan nada bergetar, sejujurnya Karl sungguh takut kalau Ema akan mati hari ini.


"baiklah kalau begitu,karena dia kehilangan banyak darah,saya Khawatir kita kehabisan waktu kalau kita masih harus mencari diluar.


Kata dokter sambil mengarahkan Karl keruang donor darah.


Disaat yang sama tiba-tiba tuan Alexander dan Nathan muncul,tuan Alexander tadi melihat saat Karl berlari menggendong Ema.Dia kemudian mencari seseorang dari keluarga Ema dan orang pertama yang dia temui adalah Nathan.Dia kemudian menceritakan apa yang dia lihat pada Nathan dan mengajak Nathan menyusul.Mereka sudah menduga kalau Karl pasti membawa Ema ke rumah sakit.Tapi mereka sungguh tidak tau apa yang terjadi mereka hanya menduga-duga.Mereka mengira mungkin saja Ema terkena sesuatu sehingga mengeluarkan banyak darah.


"Karl...


Panggil tuan Alexander


"Ayah, Nathan.....


Karl sedikit bingung bagaimana mereka bisa ada disini,tapi sudahlah dia tidak perduli yang penting sekarang dia sudah merasa sedikit lega ada mereka yang menemani.


"Kalian tunggulah disini,Ema sedang dalam perawatan.Dia butuh banyak darah aku akan segera mendonorkan darahku.


"Tuan muda..apa yang sebenarnya terjadi.


Tanya Nathan gusar.


"Aku juga sebenarnya tidak tau Nathan,nanti kita bicara lagi aku harus bergegas.

__ADS_1


Kata Karl kemudian langsung beranjak pergi mengikuti dokter tadi.


Sebagai seorang kakak,kali ini Nathan merasa kecewa pada dirinya sendiri,karena nyatanya golongan darah mereka berbeda.Sekarang dia hanya bisa diam menunggu orang lain menyelamatkan adiknya.


*Ya tuhan apapun yang terjadi kumohon,selamatkan adikku.Dan kumohon selalu jaga dan berkati keluarga Covas,kami sekeluarga telah berhutang banyak pada mereka.Nathan


Ema sudah melewati mas krisisnya,seluruh keluarga sudah berkumpul dirumah sakit,tak ada seorangpun yang mengerti apa yang sebenarnya terjadi.Ema juga masih belum mau menjawab pertanyaan semua orang.Yang mereka tau Ema telah mengalami pendarahan karena keguguran.


"Ema katakan pada kami apakah ini Karena Edward?


Tanya Nathan sambil menahan emosinya,namun Ema tetap tidak bergeming.


Semua orang bergantian berusaha menanyai Ema,namun semakin ditanya Ema bukannya menjawab hanya semakin menangis.Sebenarnya Karl dan Nathan sudah yakin kalau ini pasti ada hubungannya dengan Edward,karena dia memang kekasih Ema.Mereka berdua malah sudah akan berangkat mencari Edward tapi tuan Alexander menghentikan mereka,dia berkata agar kedua pemuda ini tidak melakukan hal secara gegabah karena mereka sama sekali belum mendapat keterangan dari Ema.


Sampai pada hari kedua Ema berada dirumah sakit,Karl mendatangi Ema seorang diri.Karl menanyai Ema dengan lembut,tentang apa yang sebenarnya terjadi.Ema yang merasa berhutang nyawa pada Karl akhirnya luluh sambil menangis seperti seorang adik yang mengadu pada kakaknya,Ema menceritakan semua tentang apa yang terjadi.Ema juga menceritakan bagaimana Edward menolak bertanggung jawab dan malah menuduh Ema telah melakukan bersama banyak pria.


"Tuan muda saya mohon jangan memperpanjang masalah ini,saya sudah tidak apa-apa sekarang.Saya hanya tidak ingin bertemu dengan dia lagi.


Karl tidak menjawab apa yang diminta Ema,hanya sebuah anggukan kecil namun dalam hati Karl telah merencanakan hal lain.


*Bedebah itu harus membayar perbuatannya padamu Ema.Aku sendiri yang akan mengurusnya.Karl


***********************


Ema sudah kembali ke rumah,dia sudah merasa baikan.Ibu dan Ayahnya sedang berada dikamar Ema sekarang mereka sedang menunggui Ema meskipun Ema hanya diam tidak mau mengatakan sepatah katapun.Meraka hanya berjaga-jaga takut kalau Ema akan melakukan hal nekat lainnya.Sampai tiba-tiba seorang pelayan datang dengan berlari tergesa-gesa dan berbicara dengan suara yang bergetar ketakutan.


"Semuanya dengarkan aku,tuan muda sedang menghajar Edward digudang belakang kandang kuda.Aku tidak berani melihat terlalu dekat tapi sepertinya keadaan Edward sudah sangat parah.

__ADS_1


Ema bergegas turun dari ranjang dan berlari kesana,diikuti kedua orangtuanya.Nathan yang hendak masuk kamar Ema akhirnya juga ikut berlari mengikuti mereka.Dan setelah sampai sana,Keadaan Edward sudah sangat mengenaskan.Tubuhnya tersungkur dilantai,Seluruh wajahnya sudah penuh luka pukulan.Edward mengerang kesakitan sambil terus meminta ampun.Namun Karl seperti tak mendengar semua itu.membabi buta Karl tetap menghajar Edward.Ema sangat terkejut tak pernah dia melihat Karl yang seperti kesetanan seperti itu.


"Tuan muda tolong hentikan...cukup jangan lakukan lagi.


Teriakan Ema tetap tidak menghentikan Karl.


"Kakak tolong hentika tuan muda...


"Jadi memang benar dia yang melakukannya?Dia pantas mendapatkan itu Ema.


Nathan sudah tau kalau Karl sekarang adalah seorang mafia,karena Nathan memang menjadi salah seorang anggota dikelompok mafia Karl sekarang.Dan saat Karl sedang melampiaskan amarahnya seperti ini tidak akan ada yang berani menghentikan.Maka dari itu melihat keadaan seperti itu Nathan memilih untuk tidak melakukan apa-apa, meskipun sebenarnya ingin sekali dia ikut menghajar Edward sekarang.Tak punya pilihan lain akhirnya Ema sampai berlutut memegangi dan Sampai mencium kaki Karl menahannya agar Karl tidak sampai membunuh Edward.


"Tuan saya mohon jangan bunuh dia,tolong jangan kotori tangan anda yang berharga itu untuk membunuh seorang bajingan tengik seperti dia.


Akhirnya Karl luluh juga,dan dengan amarah yang masih membara Karl memberi perintah pada Nathan.


"Nathan cepat buang bedebah ini keujung dunia,jangan biarkan dia kembali kesini sampai kapanpun.


"Baik tuan....


Tanpa berkata apa-apa lagi Nathan kemudian menyeret tubuh Edward yang telah lemah dan penuh luka.


Tubuh Ema bergetar karena syok,selain karena melihat keadaan Edward yang mengenaskan dia juga merasa terkejut karena untuk pertama kalinya dia melihat Karl dan Nathan seperti orang lain yang mengerikan.Bahkan meskipun sudah ada dalam pelukan ibunya Ema masih saja merasa ketakutan.


Karl kemudian meninggalakn Tempat itu sambil menelepon seseorang.


"Jhon aku sudah menyuruh Nathan membawanya ketempat yang sudah kita sepakati.Kau urus bedebah itu,jangan membunuhnya buat saja dia menyesal pernah hidup.

__ADS_1


"Baik tuan....


__ADS_2