
Pagi hari dihari pernikahan
"Coba periksa ini,aku sudah terlihat rapi kan?
pinta Karl pada Dara untuk mengkoreksi penampilannya.
"Iya sudah rapi.
"Aku ingin terlihat sempurna difoto sertifikat pernikahan kita nanti.
*Hah gantengnya.. Dara
Sampai lupa dia kalau ini pernikahan secara terpaksa.
"Ayo kita keluar,Jhon sudah menunggu kita diluar.Aku sudah tidak sabar ingin menjadi suamimu.
Ucap Karl sambil menggenggam tangan Dara.Menuntunnya keluar kamar.
Setelah sampai didepan pintu utama mansion,mereka sudah ditunggu oleh Jhon dan Antonio dengan sebuah mobil Limosin hitam yang pintu penumpang belakang sudah dibuka siap mereka masuki.
"Apa ada orang lain yang akan ikut?
"Tidak nona hanya kalian berdua ,saya ,dan Antonio.
"Tidakkah kau pikir mobil ini berlebihan jika hanya untuk kita berempat.
Kali ini Dara bertanya pada Karl.
"Tentu tidak cantikku,untuk pernikahan seorang CEO salah satu perusahaan terbesar di benua ini.Kurasa ini cukup sederhana.
Mereka berempat pun segera menuju ke kantor pencatatan pernikahan.Sesampainya disana kantor dalam keadaan sepi karena tidak ada pengantin lain hari ini.
"Mereka benar-benar buka di akhir pekan hanya untuk kami? Sebenarnya seberapa besar kekuatan dan pengaruh yang dia punya.Kenapa seperti dia bisa mengendalikan semuanya dengan mudah.Dara
Mereka pun disambut oleh kepala kantor langsung.Proses berjalan sangat singkat,tidak sampai 1 jam semua sudah rampung.Dara sampai terheran apakah proses pernikahan disini memang semudah itu atau karena Karl yang menikah makanya jadi begitu mudah.
*Yah.... akhirnya beginilah aku menikah,tanpa keluargaku,tanpa teman-temanku,bahkan hanya dihadiri 2 orang saja.Aku bahkan tidak tau apakah dia memang benar mencintaiku atau hanya obsesi.Dara
Setelah semua proses selesai mereka segera kembali ke mansion.Diperjalanan..
"Ini...kau bisa memakai kartu ini untuk membeli apapun yang kau mau.
Karl memberikan sebuah kartu kredit tanpa limit kepada Dara.
"Apapun?Bisa aku membeli apartemen dengan ini?
"Heh untuk apa kau masih butuh apartemen kalau kau sekarang sudah memiliki mansion.Tapi kalau kau memang mau beli saja.
*Ha...... jadi isi kartu ini sebanyak itu?
"Tidak mau... percuma saja,aku juga tidak akan bisa memakainya.Kau kan mengurungku dikamar.
Dara menyodorkan kembali kartu itu pada Karl.
__ADS_1
"Yah mulai sekarang aku tidak akan mengurung mu lagi.Tapi kau akan punya pengawal pribadimu sekarang.
"Apa.. pengawal pribadi.?Jadi dia akan mengikuti ku kemanapun aku pergi?
"Iya...
"Kau tidak takut kalau aku bisa saja jatuh cinta padanya kalau kami selalu bersama.
"Tidak....karena pengawal pribadimu wanita.
"Oh ya walaupun aku mengijinkan mu keluar tapi aku melarang mu melakukan hal-hal yang bisa membuatmu kelelahan.
"Kenapa?Padahal aku ingin panjat tebing.
Sengaja Dara berbicara ngelantur memang untuk membuat Karl kesal.
"Huh....
"kau sedang sengaja menguji kesabaran ku ya?
"Iya...katakan saja kenapa aku tidak boleh lelah.
Karl kemudian menarik tubuh Dara,Karl membenamkan wajahnya di leher Dara.Setelah itu mendekatkan bibirnya didekat telinga Dara.
"Karena kau harus menyimpan tenaga mu,setiap malam aku akan mencabik mu,membelahmu,akan ku buat setiap malam kau memohon ampun,dan dipagi harinya kau akan merasa seperti tidak memiliki tulang.
Dara bergidik ngeri mendengar perkataan Karl,dia sudah membayangkan yang tidak-tidak,membayangkan semua siksaan yang Karl janjikan tadi.
Sesampainya di mansion Ema sudah menunggu mereka di depan pintu utama.Begitu mereka turun dari mobil Ema langsung menghambur memeluk Dara.
Dara tidak menjawab ucapan selamat dari Ema,dia hanya menundukkan kepala.Dara benar-benar bingung dengan perasaannya sendiri saat ini di satu sisi dia tau seharusnya dia merasa lega karena orang yang telah mengambil kegadisannya telah bertanggung jawab dengan menikahinya.Disisi lain sejujurnya setelah semua yang terjadi Dara merasa sedikit takut pada karl.Karena belakangan Karl menunjukkan sisi dirinya sebagai mafia yang berkuasa bukan seorang CEO tampan seperti yang pertama kali Dara kenal.
"Setidaknya aku akan menyambut pelukan selamat darimu dengan senang hati Ema.Sepertinya kau sempat lupa kalau aku pengantin prianya.
"Oh iya maaf.
Ema sedikit tertawa kemudian berganti memeluk Karl.
"Selamat atas pernikahan anda tuan,semoga keluarga kecil anda kelak jadi keluarga yang bahagia.
"Terimakasih saudariku,tapi siapa bilang aku akan memiliki keluarga kecil.Kau tau,aku berencana menghajarnya setiap malam jadi kurasa aku akan memiliki banyak anak.
Dara yang tadinya sempat memperhatikan mereka akhirnya membuang muka karena malu dengan apa yang dikatakan Karl,terlebih Ema langsung tertawa dan melihat kearah Dara disela-sela pelukan mereka.
Karl mengurai pelukan mereka,berganti memegang kedua tangan Ema lalu menatap Ema tajam,seperti ingin mengatakan sesuatu yang penting.
"Ema dengarkan aku, sekarang aku sudah menikah aku akan membentuk keluargaku sendiri.Kurasa sekarang kau juga harus mulai memikirkan hal yang sama.Kau harus move on,kejadian buruk yang kau alami itu sudah terjadi sangat lama.Sudah saatnya kau melupakannya.Lihatlah sekelilingmu siapa tau kalau kau ternyata punya penggemar rahasia yang diam-diam memperhatikanmu.
Semua orang yang mendengarkan hal itu tidak ada yang mengerti apa yang dimaksud oleh Karl,kecuali satu orang yaitu Jhon.
*Bagaimana mungkin tuan bisa tau hal itu,padahal aku tidak pernah membicarakan tentang itu kepada siapapun.Jhon
"Oh ya apa Stefie sudah datang.
__ADS_1
"Saya disini tuan.
muncul seseorang wanita dengan pakaian rapi serba hitam rambut yang di kuncir rapi dengan perawakan tinggi dan tubuh yang proporsional.
Wanita itu lalu menjabat tangan Karl.
"Selamat atas pernikahan anda tuan.
"Terimakasih Stefie, bagaimana perjalananmu, kau pasti lelah.
"Tidak apa tuan saya baik-baik saja.
Jawab Stefie sambil tersenyum.
"Kau bisa mulai bekerja besok Stefie, beristirahat lah dulu,hari ini biar aku sendiri yang menjaga kelinci kecilku yang nakal ini.
Stefie kemudian menghampiri Dara.Lalu mengulurkan tangannya
"Selamat siang nona, perkenalkan nama saya Stefie mulai sekarang saya akan bertugas sebagai pengawal pribadi anda.
*Wah kenapa pengawal pribadiku sekeren ini.Dia lebih terlihat seperti Paspampres.Dara
"Iya perkenalkan aku Dara,semoga kita bisa akrab ya nanti.
"Hei dia itu akan bertugas sebagai pengawal mu bukan jadi sahabatmu.
"Aku tidak mau punya pengawal kalau nantinya ini akan berjalan dengan sangat kaku dan formal.Dia bisa kan bersikap santai sambil menjagaku.
Dara protes kepada Karl
"Ya baiklah boleh saja seperti itu.Tapi ini tidak gratis.Dan kau akan membayarnya nanti malam.
Goda Karl sambil menaikkan kedua alisnya lalu mengedipkan sebelah mata pada Dara.
"Oh ya Dara,Stefie ini istri kakakku Nathan.
Sekarang Ema yang berbicara.
"Ohh istri kakakmu.Iya juga ya ,aku sama sekali belum pernah bertemu kakakmu.
"Selama ini dia memang tidak di Australia dia bertugas di Spanyol membantu diperusahaan nenek sofia.Tapi dalam beberapa hari dia akan datang, sekarang masih ada yang harus dia kerjakan di ind...eh maksudku diluar negeri.
"Oke kurasa sudah cukup sekarang aku mau ke kamarku.
Ucap Karl sambil menggandeng tangan Dara.
"Tunggu-tunggu
Stefie besok aku tidak mau melihatmu memakai baju se formal ini, pakailah baju santai saja.Kalau penampilanmu seperti ini kau jadi terlihat seperti pengawal presiden.
Stefie tak langsung menjawab permintaan Dara,dia melihat ke arah Karl lalu Karl mengangguk tanda setuju.
"Kau bicarakan itu dengan jhon nanti, sekarang kau bekerja dibawah arahannya.Pastikan pakaianmu nanti tidak mempengaruhi pekerjaanmu.
__ADS_1
"Baik tuan terimakasih.