
Karl merasa sangat terpukul,kenapa dirinya harus mengalami sakit hati bertubi-tubi dalam sekali waktu.Pertama masalah Kiara,dan sekarang dia juga harus kehilangan calon anaknya.
Karl berfikir dalam keadaan yang lebih buruk mungkin saja dia juga bisa kehilangan Dara karena ini.
*Apakah ini semua memang salahku.Aku merasa sekali lagi diriku lalai dalam menjaga orang yang aku sayangi.
Karl memasuki ruang perawatan Dara.Dia bingung harus bagaimana menghadapi Dara sekarang,Dia tidak tau bagaimana cara menyampaikan berita buruk ini pada Dara.
Karl duduk disebelah ranjang Dara.Untuk beberapa saat mereka saling terdiam,mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.Karl yang masih bingung merangkai kata untuk mengawali pembicaraannya sedangkan Dara berfikir mungkin saja dia mengalami sebuah penyakit serius sehingga Karl jadi sulit mengatakannya.
Karl akhirnya berpindah duduk disisi ranjang Dara,kemudian meletakkan telapak tangannya di pipi Dara.
"Sayang apa yang kau rasakan sekarang?
Tanya Karl mengawali.
Dara menjadi sedikit lega karena Karl sudah mau berbicara dengannya.
"Aku sudah merasa lebih baik.dokter tadi bilang apa?
Karl kemudian memindahkan tangannya ke atas perut Dara.
"Sayang,kau sedang hamil 2,5 bulan.
Tapi.... janin mu berhenti berkembang sekitar 1 bulan yang lalu.Sekarang kau harus menjalani kuret untuk mengangkatnya.
Suara Karl tercekat,dia seperti tak sanggup untuk mengatakan ini sebenarnya.Tapi bagaimanapun juga ini harus disampaikan.Karl sudah siap untuk menerima kemarahan Dara nantinya.
Dara sangat terkejut mendengar perkataan Karl,hatinya hancur karena ternyata tanpa dia sadari dia telah hamil dan sekarang harus kehilangan calon buah hatinya.Dara yang tadinya memandang ke arah Karl lalu membuang muka kearah lain.Air matanya mengalir begitu saja,merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri bagaimana bisa dirinya tidak menyadari bahwa dia sedang hamil.Dan juga Dara lebih kecewa lagi pada Karl,Karena itu artinya janin dalam perutnya berhenti berkembang sejak Karl mulai mengacuhkannya.Dara kemudian merasa risih karena tangan Karl tetap berada diatas perutnya.
"Singkirkan tanganmu.
Kata Dara sinis tapi tidak menatap Karl sama sekali.
"Pergi kau dari hadapanku.
Terdengar sekali Nada kecewa dalam ucapan Dara.Tangis Dara semakin deras.Begitu juga Karl,dia juga mulai menangis sekarang.Karl berusaha memeluk Dara,namun meskipun Dara menolak pelukan itu tapi Karl tetap melakukannya.Sekarang mereka berdua menangis bersama sambil berpelukan.Karl sungguh menyesali kebodohannya.Sedangkan Dara sekarang menjadi sangat marah dan kecewa.
"Maafkan aku sayang.Aku sangat menyesal.
Ucap Karl disela tangisnya.
__ADS_1
"Seandainya saja sesalmu bisa menyelamatkan anakku.
****************
Proses kuret sudah selesai dilakukan, sekarang Dara sedang berada di ruang perawatan.Meskipun sama sekali tidak diperhatikan tapi Karl tetap berada disana,masih terus berusaha mendekati dan meminta maaf pada Dara.Dia sadar kesalahannya kali ini fatal,tapi bagaimanapun juga dia tau bahwa dia tetap harus mempertahankan Dara sekarang.Karl sangat menyesal telah menjadi orang yang egois dan bodoh.
"Sayang,apa kau ingin makan sesuatu?
Dara hanya diam tanpa menjawab ataupun menoleh sedikitpun pada Karl.
"Atau mungkin setelah kau pulih,kau ingin pergi berlibur?Kita bisa pergi kemanapun yang kau mau.
Dara hanya membuang muka tak berniat sedikitpun menjawab kata-kata Karl.
*Kau rasakan sekarang,begitulah rasanya diabaikan.Dara
"Sayang kumohon berbicara lah padaku.Ini sangat menyiksaku.Kau bisa menghukum ku apa saja,tapi tolong berhenti mengacuhkan ku seperti ini.
Bukannya menjawab Dara malah turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.Disaat bersamaan Jhon datang bersama Ema.
"Selamat pagi tuan.
"iya...
Jawab Karl singkat
"Dimana Dara?
"Dia sedang dikamar mandi Ema
"Bagaimana keadaan Dara tuan?
"Dia sudah baik,tapi dia sama sekali tidak mau berbicara denganku.Dia mengacuhkan ku,ini benar-benar menyiksaku.
Kata Karl,ketara sekali kalau dia sangat sedih untuk hal ini.
"Mungkin begitu juga yang dirasakan Dara satu bulan kemarin tuan,dan puncaknya saat dia harus kehilangan bayinya.Jadi saya rasa wajar kalau Sekarang Dara jadi sangat marah dan mengacuhkan anda.
Ema menyampaikan pendapatnya dengan menggebu-gebu.
Jhon kemudian memegang tangan Ema,berusaha memberi tanda bahwa mungkin saja kata-katanya bisa menyinggung tuan mereka.
__ADS_1
"Tidak apa Jhon,aku juga butuh tau pemikiran dari sisi wanita seperti apa.Ini memang bukan pertama kalinya Dara mendiamkan aku,tapi saat ini aku sangat merasa bersalah,aku merasa seperti seorang pendosa.
"Teruslah berusaha tuan,saya yakin nona bukan seorang pendendam.
"Iya saya yakin Dara hanya sedang merasa marah,kalau anda secara tulus berusaha Dara akan segera memaafkan anda.
Ceklek....
Suara pintu kamar mandi terbuka...
"Hai Ema.... kau datang,aku merindukan mu.
"Hai Dara sayang,aku juga merindukanmu.Apa keadaanmu sudah baik?
"Sudah...dan aku sudah tidak sabar untuk pulang.
Aku rindu masakan mu Ema.
"Tadi dokter menyampaikan pada saya nona,tinggal pemeriksaan terakhir kalau semuanya baik anda sudah boleh pulang siang ini.
"Itu bagus kalau kau sudah boleh segera pulang.Jadi kita bisa membuat anak lagi sayang.
Karl berusaha bercanda untuk menggoda Dara.
Dan seperti sebelumnya Dara tetap mengacuhkannya.
"Ema ayo bantu aku berkemas.
"Nona sebaiknya kita menunggu pemeriksaan dokter dulu,kalau memang sudah benar-benar bagus baru kita berkemas.
"Tenang saja Jhon kalau dokter tidak mengijinkan aku pulang maka aku akan kabur.Aku sudah tidak tahan.Berada disini hanya mengingatkanku kalau aku telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
"Kumohon jangan melakukan sesuatu yang akan merugikan dirimu sendiri sayang.
"Sudah tidak perlu menunggu dokter,aku mau pulang sekarang.
Dara sengaja ingin melawan semua yang Karl katakan untuk membuatnya kesal.
Karl mengambil nafas dalam-dalam,menekan segala emosinya.
"Jhon cepat bawa dokter itu kesini.Kalaupun dia sedang sibuk seret saja dia kemari.
__ADS_1