Yes I Want You

Yes I Want You
Kiara Morgan/flash back


__ADS_3

Sesampainya dikamar


"Tuan boleh saya mengganti pakaian saya?Rasanya akan tidak nyaman kalau saya tidur mengenakan gaun seperti ini.


"Iya...


Saat Dara memasuki ruang ganti,Karl merapikan bantal,dan Selimut di ranjangnya.Dia pikir Dara akan tidur disebelahnya.


Tapi sangat jauh dari apa yang Karl bayangkan, Dara keluar mengenakan baby doll nya lagi.Dengan membawa sebuah selimut kemudian langsung menuju ke sofa yang terletak disebrang ranjang Karl.Membaringkan tubuhnya disana,menggunakan bantal sofa sebagai pengganti bantal tidur dan menggunakan selimut.Dengan posisi membelakangi Karl.


"Apa yang kau harapkan Karl,gadis ini tidak akan keluar dari kamar ganti menggunakan baju tidur sexy dan datang menggodamu.Gadis bodoh seperti dia mana paham tak tik menggoda konglomerat.Karl


"Baiklah,kubiarkan kau pakai bajumu yang itu,malam ini saja.Kupastikan besok sudah ada baju tidur yang normal Untukmu.


Dara yang sudah menutupi dirinya dari ujung kaki sampai ujung rambut terpaksa membuka selimutnya sedikit,mengeluarkan kepalanya dan menjawab


"Oh.... iya.....


Karl tidak bisa tidur,dia sangat kesal pada Dara yang sama sekali tidak bersikap genit padanya.


Sedangkan Dara sudah tertidur lelap sekali


" Apa aku kurang menarik?


Karl segera turun dari ranjang,mendekati sebuah cermin panjang seukuran badan yang terletak disisi nakas.Sambil melihat lebih dekat pada wajahnya,kemudian melihat tubuhnya,memerhatikan otot tangannya,dan juga perutnya yang six pack.


"Kurasa aku cukup tampan,badanku juga bagus.

__ADS_1


Ini artinya dia saja yang bodoh...


Karl kemudian mendekati Dara, selimut yang tadi menutupi seluruh tubuh Dara sudah sedikit turun. Sekarang selimut itu ujungnya hanya sampai pinggang sehingga Karl melihat lagi gambar panda yang ada di baju Dara tadi.


"Ah..... kenapa baju yang dia pakai jelek sekali sih.Apa mungkin baju ini di desain khusus untuk merusak gairah pria pada wanita yang mengenakannya.


Namun saat Karl memperhatikan wajah Dara yang tertidur pulas.Wajah yang sangat damai,tenang.


"Kau tidur seperti seorang bayi,wajahmu tenang sekali.Sebahagia itukah hidupmu,kau selalu tampak cantik dan ceria,apakah tidak ada yang kau khawatirkan?


"Bisakah kau tetap setenang ini nanti kalau kau bersama ku?Bisakah aku membahagiakanmu seperti yang kau lakukan tanpa bantuan siapapun.


Setelah beberapa saat memperhatikan Dara,Karl kembali ke ranjangnya.Terbawa suasana hatinya sendiri yang menghawatirkan kebahagiaan Dara,diam-diam Karl teringat pada satu sosok yang telah lama hilang,satu sosok yang tak mungkin kembali.


Kiara Morgan


Flash back on


Suara pintu dibuka,kemudian seorang wanita muda cantik memasuki kamar Karl.


"Halo....sayang selamat pagi, ayo bangun pemalas.Kita punya janji pagi ini,kau tidak lupa kan?


"Hai cantikku,tentu tidak sayang.Tapi bukankah ini masih terlalu pagi?


"Yah.... entahlah aku sangat bersemangat hari ini,meskipun aku belum tau kau mau membawaku kemana.Dan aku juga sangat merindukanmu.


"Kau yang sangat sibuk belakangan ini,kadang aku jadi sangat cemburu pada kamera mu itu.Aku tidak tau kenapa seorang fotografer sepertimu bisa jadi lebih sibuk dari seorang CEO sepertiku.

__ADS_1


"Kau tenang saja aku janji setelah ini kau tidak akan lagi komplain tentang kesibukanku.


"Benarkah...


"Iya sayang aku seperti merasa aku sudah cukup dengan pekerjaanku ini.Aku mencintai pekerjaanku,tapi ini sangat menyita waktuku.Aku berencana ingin melakukan sesuatu yang lain.Tapi aku masih belum tau apa.


"Sebenarnya kau tidak harus bekerja Kiara sayang.Kau bisa mengandalkan aku.


"Tidak Karl,selama aku masih belum menikah aku tidak akan mengandalkan siapapun untuk hidupku.


"Aku mencintaimu sayang..kau wanita hebat


"Aku juga mencintaimu Karl.Aku tidak akan mencintai orang lain lagi setelah mu.


"Baiklah aku akan segera bersiap


"Oke kutunggu kau diluar


Setelah Kiara meninggalkan kamar,Karl bangun membuka laci samping ranjangnya,mengambil sebuah kotak kecil berwarna hitam,berisi sebuah cincin emas dengan batu permata putih yang mengkilap.


"Aku akan melamar mu Kiara,akan ku jadikan kau istriku..segera.


Dengan mengendarai motor besar kesayangannya.Karl membawa Kiara menuju arah pinggiran kota.Karl ingin membawa Kiara ke bukit indah diatas kota.Tempat dirinya akan melamar Kiara nanti.


Setelah beberapa saat berkendara melewati jalan menanjak dan berliku,Karl merasa ada yang aneh dengan motornya,tapi karena jalan yang dilewati menanjak jadi tidak terlalu terasa kalau rem pada motor ini sudah tidak berfungsi.Namun saat berada ditikungan tajam dan jalan yang sempit ada sebuah truk besar dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan sedang.Menurut perkiraan Karl mereka akan aman jika dia sedikit mengerem motornya,tapi rem motor blong,untuk menghindari tabrakan Karl membuang setir ke arah kiri.Namun karena jalan yang terlalu sempit mereka malah masuk ke jurang.


Motor berguling-guling jatuh semakin dalam kejurang.Kiara terguling dan kemudian terlempar,tubuhnya membentur sebuah batu besar,kemudian jatuh ketanah.

__ADS_1


Tubuhnya penuh luka,namun luka yang paling parah ada pada kepalanya.Kiara menoleh ke arah Karl,tak lagi bisa mengatakan apapun dia hanya mampu mengulurkan tangannya seperti ingin menyentuh Karl.Kemudian matanya mulai tertutup,tangan yang tadi terulur jatuh ketanah,saat itu juga jiwanya terpisah dari raganya.


Sedangkan Karl yang terjatuh beberapa meter dari Kiara,panik dia ingin bangun dan berlari menolong Kiara,namun tubuhnya sangat lemah,dia juga mengalami banyak luka,Karl berusaha sekuat tenaga,dia merangkak berusaha mendekat.Saat sudah bisa meraih Kiara,Karl berusaha membangunkannya.Menggoyang-goyangkan tubuh Kiara,memanggil-manggil nama kiara.Setelah beberapa saat Karl mulai bisa menerima kalau Kiara sudah tiada.


__ADS_2