
Dimalam berikutnya.Ema mengetuk pintu ruang kerja Karl.
Tokkk...tokkk...tokkk....
"Masuklah
"Selamat malam tuan...
"Ada apa Ema?
"Tuan boleh saya pergi menemui Dara.Saya sangat khawatir,sudah sejak kemarin dia menolak untuk makan.Makanan terakhir yang saya kirim ke kamar tetap sama seperti yang sebelumnya kembali tanpa disentuh sama sekali.
"Saya akan berusaha membujuknya agar mau makan tuan.
"Iya kurasa itu ide yang bagus.Kau boleh pergi kesana, temui dia.Mungkin saja suasana hatinya akan jadi lebih baik setelahnya.
"Terimakasih tuan saya akan segera kesana.
Ema pergi menemui Dara sambil membawa makanan untuknya.
Dara yang sedang duduk di ranjang tidak menoleh sedikitpun saat mendengar seorang datang.Dia pikir itu pelayan lain yang datang membawa makanan.
"Dara...
Mendengar suara Ema dia langsung menoleh,turun dari ranjang dan berlari memeluk Ema.
Mereka menangis bersama untuk beberapa saat,tidak ada percakapan namun Dara hanya ingin menumpahkan segala sesak di dadanya dalam pelukan Ema.Sedangkan Ema dia merasa sangat sedih melihat kondisi Dara sekarang.
Setelah tangis mereka berdua reda Dara melepaskan pelukannya mengatupkan kedua tangannya didepan Ema meminta tolong.
"Ema tolong bawa aku pergi dari sini aku sudah tidak tahan.
"Maafkan aku Dara aku tidak bisa...
"Bantu aku untuk melarikan diri Ema, kumohon...
Tangis Dara pecah lagi,tapi Ema sudah jadi lebih tenang.Ema memeluk Dara sekali lagi.
__ADS_1
"Kau sudah mencobanya kan.Kau tau itu akan berakhir dengan tidak baik.Lagi pula sekarang mereka menjagamu dengan lebih ketat.
"Kumohon Ema,Carikan aku cara agar aku bisa pergi.
"Dara,selain itu sangat berbahaya aku juga tidak bisa menghianati keluarga ini.Keluargaku berhutang banyak pada mereka.
"Apa maksudmu Ema,aku tidak mengerti.
"Sekarang akan aku ceritakan padamu masa lalu keluargaku dan kebaikan keluarga Covas.
Dulu keluargaku sangat miskin Dara,ayahku bekerja disebuah pabrik pengolahan susu kecil,dia bekerja sebagai supir mobil box pengantaran.Kami tidak punya rumah,awalnya kami mengontrak sebuah rumah kecil didekat pabrik yang jauh dari kata layak. Tapi kemudian si pemilik pabrik menawari kami untuk tinggal menempati sebuah gudang kecil dibagian belakang pabrik.Dan sebagai gantinya ibuku akan bekerja membantu sebagai tukang bersih-bersih tapi tanpa digaji.
Suatu ketika saat ayahku bekerja dia mengalami sebuah kecelakaan,karena kondisi mobil box yang sudah tua,jadi mobil itu sering tiba-tiba mengalami masalah dijalan.Ayah menyerempet sebuah mobil mewah yang ternyata dikendarai oleh tuan Alexander.Dan untuk menghindari tabrakan yang lebih parah ayah membanting setir yang mengakibatkan mobil box itu terguling.Dan menyebabkan semua susu yang dibawa tumpah dan botol-botolnya pecah.
Ayahku terluka dikakinya,dan kau tau yang menolong ayahku adalah tuan Alexander sendiri.Dia membawa ayah ke rumah sakit.Saat mendengar ayah mengalami kecelakaan si pemilik pabrik mendatangi ayahku dirumah sakit,tapi alih-alih mendapat kompensasi kecelakaan dia malah memecat ayahku karena ayahku dianggap lalai sehingga dia mengalami banyak kerugian.
Dia juga mengatakan akan mengusir kami dari gudang saat itu juga,padahal saat itu kondisi kakakku sedang sakit-sakitan.Dia juga bilang tidak akan membayar gaji ayah bulan itu,anggap saja sebagai ganti rugi kata dia.
Tuan Alexander yang kebetulan masih berada dirumah sakit langsung marah melihat ada orang yang memperlakukan orang lain dengan semena-mena seperti itu.Dia melemparkan uang tepat di wajah si pemilik pabrik yang menurut ayah itu jumlahnya pasti lebih dari kerugian yang dia derita.Tapi si pemilik pabrik dengan tidak tau malunya mungut semua uang itu lalu pergi begitu saja.
Kemudian tuan Alexander menjemput kami dari gudang, memberikan ayah dan ibuku pekerjaan,mengijinkan kami untuk tinggal dirumahnya,kemudian membantu pengobatan kakakku.
"Heh itu tuan Alexander Ema,aku tau dia memang pria yang baik.Tapi itu bukan Karl.
Karl tidak sama dengan ayahnya.
"Kau salah Dara,tuan muda sama baiknya.Bahkan aku berhutang nyawa padanya.
Tuan muda,Jhon,kakakku dan aku.Kami tumbuh bersama di mansion keluarga Covas.Kami sudah selayaknya saudara.Mereka bertiga menjagaku selayaknya aku adik perempuan mereka.
Saat aku berusia 20 tahun,aku punya seorang kekasih,dia teman kampusku.Aku sangat mencintai dia,aku bahkan rela melakukan apapun untuk dia.Bahkan saat dia meminta kegadisanku aku pun memberikannya.Sampai suatu ketika aku menyadari kalau aku sudah tidak mendapatkan menstruasi ku selama 2 bulan.Aku membeli tes kehamilan dan benar saja hasilnya positif.
Aku pergi menemui pacarku dan memberi tahukan tentang itu kepadanya.tapi kau tau apa? Dia menolak bertanggung jawab,dia malah menuduhku jangan-jangan dia bukan satu-satunya pria yang tidur denganku.Aku sangat hancur,aku tidak menyangka dia akan bersikap seperti itu.Aku tidak bisa menerima kenyataan lalu aku berusaha menggugurkan sendiri janinku.
Aku melakukannya sendirian didekat kandang kuda dibelakang mansion,tuan muda secara tidak sengaja mendengar teriakan ku saat dia akan berlatih berkuda.Dia mencari sumber suara yang dia dengar lalu menemukanku sedang tergeletak lemah dengan janin yang sudah berada diluar dan darah yang tidak berhenti keluar dari alat vital ku.
Tanpa bertanya apapun dia langsung membawaku ke rumah sakit,aku mengalami pendarahan hebat,aku kehilangan banyak darah.Karena golongan darahku tergolong langka,jadi saat itu dirumah sakit tidak memiliki persediaannya.Padahal aku harus segera mendapatkan transfusi darah.Lalu tuan muda yang memang sudah tau benar kalau golongan darah kami sama menyumbangkan darahnya untukku,dia meminta dokter mengambil sebanyak apapun yang mereka butuhkan untuk menolongku.
__ADS_1
Setelah aku pulih ,tuan muda memintaku menceritakan apa yang sebenarnya terjadi,setelah mendengar ceritaku dia menjadi sangat marah lalu mencari pacarku dan menghajarnya dengan tangannya sendiri sampai pacarku hampir mati.Aku sampai memohon dan mencium kaki tuan muda agar tuan tidak membunuhnya.Aku bilang dia bisa menghukumnya apa saja asal jangan membunuhnya.Bagaimanapun juga aku tidak ingin tuan muda mengotori tangannya dengan membunuh bajingan tengik seperti dia.Akhirnya tuan mengirim dia pindah ke sebuah negara terpencil dan melarangnya kembali kesini sampai kapanpun.
Tuan muda juga meminta maaf padaku karena dia merasa gagal tidak bisa menjagaku dengan baik.
"Darahnya mengalir dalam diriku,lalu bagaimana aku bisa menghianati dia Dara.
Ema sampai terisak menceritakan hal itu.
*Ya Tuhan ternyata bukan aku saja yang pernah mengalami kejadian tragis.Dara
"Kalau dia memang sebaik itu,kenapa dia melakukan ini padaku Ema?
"Sadarlah Dara,tuan muda mencintaimu.
"Entahlah Ema,aku tak yakin tentang itu.
"Dara dengarkan aku,
Meskipun menurutku tuan muda mencintaimu tapi aku juga tidak bisa memaksamu memiliki perasaan yang sama.Kabur memang tidak akan mungkin,tapi kalau kau memang ingin melawan kau harus menjadi kuat,tunjukkan kalau kau bisa bertahan walau tuan menyakitimu.Kau tidak boleh menyerah dengan hidupmu seperti ini Dara.Lawanlah...
*Kurasa Ema benar,aku harus bangkit dan melawan.
"Kau harus makan,kau harus sehat,jangan lemah.Aku akan menyuapi mu.
Ema kemudian mengambil makanan yang dia bawa tadi dan mulai menyuapi Dara.Dara tak lagi menolak,Ema dengan telaten menyuapi Dara sampai makanan yang dia bawa habis.
"Kau tau Ema kupikir hanya aku yang mengalami hal tragis,aku tidak pernah menyangka kalau kau juga punya cerita tragis mu sendiri.
"Hah... malunya aku,setelah menangis tersedu-sedu sekarang aku menghabiskan satu piring penuh makanan.
"Iya..untuk melawan seorang mafia kau harus punya banyak tenaga.
Ema menimpali candaan Dara,lalu mereka berdua tertawa setelah itu.
Karl yang sedari tadi menyaksikan interaksi mereka melalui cctv merasa lega karena Dara sudah mau makan.
*Heh...Ema, berpura-pura menyuruh Dara melawanku,konyol tapi cara itu ternyata berhasil juga.Karl
__ADS_1
Ema yang sudah yakin 100% kalau Karl sedang mengawasi mereka lalu mengacungkan jempolnya ke arah cctv tanpa sepengetahuan Dara.
*Hahahaha dasar Ema.Terimakasih kau yang terbaik.Karl