Yes I Want You

Yes I Want You
Pijat aku.


__ADS_3

Masih di kantor


"Jhon aku ingin pulang sekarang.


"Baik tuan saya bereskan dulu file-file ini.


"Tidak-tidak maksudku aku akan pulang sendiri,kau lanjutkan saja disini.Oh ya tidak perlu memberi tau Antonio.Biar semua orang tetap melakukan aktifitasnya seperti biasa.


"Baik tuan....


"Kau nanti pulang saja menggunakan mobil kantor.


"Baik tuan,tidak perlu menghawatirkan saya.


*Aku ingin tau,apa yang kelinciku ini lakukan kalau aku sedang bekerja.Karl


Setibanya di mansion


Karl membunyikan klakson memberikan tanda agar gerbang dibuka.Security yang sedang berjaga di posnya melihat ke arah CCTV melihat siapa yang datang.Terkejut dia melihat mobil Karl yang berada diluar gerbang.


*T**idak biasanya tuan pulang jam segini.Security


Buru-buru dia menekan tombol untuk membuka gerbang.Saat gerbang terbuka mobil mulai berjalan masuk,dengan gugup security itu menghampiri mobil Karl.Karena memang selama dia bekerja di mansion ini sejak 3 tahun yang lalu,belum pernah dia menemui Karl pulang saat siang hari seperti ini.Dia pikir mungkin ada masalah.


Melihat mobil berhenti si depan pos jaga membuat security ini semakin khawatir.Jendela dikursi kemudi terbuka,sebelum si security menyapanya Karl lebih dulu berkata.


"Tidak perlu menelepon kedalam,tidak perlu memberi tahu siapapun kalau aku datang.


"Baik tuan,dan selamat siang.


Melihat wajah Karl tersenyum (sesuatu yang tidak pernah dilihatnya sebelum siang ini)membuat si security merasa lega tapi bingung juga.Kemudian merasa aneh.


**A*pakah aku bermimpi.Security...


Segera dia mengambil handphonenya,menekan tombol tlp saat sudah menemukan nama ibunya...


"Halo ibu...apa kau baik-baik saja?


yang disebrang sana merasa bingung


"Iya aku baik,kenapa kau tiba-tiba menelpon dan menanyakan itu?


"Ayah..masih hidup kan?


tentu saja ibunya langsung marah mendengar pertanyaan bodoh itu.

__ADS_1


"Tentu saja ayahmu masih hidup dengan sehat dan sedang sama bingungnya denganku sekarang mendengar pertanyaan bodoh mu itu.(orang tua selalu menggunakan loud speaker saat melakukan tlp) tuuut....tuuuutttt....tuuuttt.Sambungan tlp mati.


Kembali pada Karl..


Memasuki mansion Karl berjalan dengan santai,Antonio yang memang sedang berada di beranda depan terkejut melihat tuannya datang.


*Kenapa tidak ada seorangpun yang memberi tahu kalau tuan akan pulang.Antonio


"Selamat siang tuan,kenapa anda pulang jam segini,apa ada masalah?


"Memangnya aku harus punya masalah dulu baru bisa pulang ke rumahku sendiri lebih awal?


Jawab Karl dengan nada santai.


"Oh ya dimana dia...


(tanpa menyebut nama pun Antonio sudah tau siapa yang dimaksud)


"Oh.. sebentar tuan biar saya panggilkan.


"Tidak perlu katakan saja dimana dia.


"Nona Dara sedang ada di dapur tuan,sedang membantu Ema memasak.


Raut wajah Karl seketika berubah.Bukan marah hanya sedikit terkejut karena Karl pikir selama ini Dara hanya bertugas melayani dirinya dan tidak melakukan hal lain.


"Tidak tuan dia sendiri yang meminta izin untuk bantu-bantu saat anda sendang tidak ada dirumah.


"Jadi setiap aku kerja dia selalu membantu didapur?


"Tidak hanya didapur tuan,dia mambantu semua orang bergantian.Semua bagian pernah dibantu oleh nona Dara.Dia bilang kalau hanya berdiam diri saja sambil menunggu anda dia merasa sangat bosan.Dia pekerja yang rajin tuan,dan membantu dengan baik.Tidak pernah mengacaukan apapun.


Karl lalu menyerahkan jas dan tas kerjanya pada Antonio.Kemudian melangkah menuju dapur,dan saat sudah dekat dia melihat Dara dan Ema sedang memasak sambil bercanda.Dara tertawa lepas,tak pernah Karl melihatnya tertawa dengan seceria ini.Jika didepannya Dara lebih menjaga sikap.Melihatnya Karl merasa bahagia.Karl juga melihat bagaimana Dara mengerjakan pekerjaan dapur,tak terlihat canggung sedikitpun.Karl membayangkan jika Yang ada disebelah Dara sekarang adalah dirinya bukan Ema.


*Pasti sangat menyenangkan bisa membuat dia tertawa lepas seperti itu.Karl


Karl berjalan maju mendekati mereka,namun saat melihat Karl tawa Dara langsung memudar, berganti dengan tatapan canggung karena terkejut, Dara takut Karl marah,dia tidak tau Karl datang sehingga dia tidak menyambutnya tadi.


*Ah tuan Antonio menghianati ku,dia bilang akan selalu membantuku tapi lihat sekarang kenapa tuan datang dia tidak memberitahuku.Dara


Karl memang selalu bersikap tegas dihadapan Dara.Dia ingin menjaga wibawanya dihadapan Dara.Karl ingin Dara melihatnya sebagai orang yang berwibawa dan mempesona.Itu sebabnya Karl lebih memperhatikan penampilannya belakangan ini.


Melihat ekspresi Dara, Karl jadi merasa kalau Dara hanya takut padanya,dia berfikir sikap baik Dara padanya mungkin hanya rasa takut kalau Dara tidak bersikap baik maka dirinya akan marah.Karl tidak senang,egonya muncul dengan angkuh dia berbicara pada Dara.


"Sedang apa kau disini,cepat siapkan air mandi ku,aku lelah.

__ADS_1


"Baik tuan,maaf saya tidak tau anda datang tadi.


Dara bergegas meninggalkan dapur menuju ke kamar Karl.


Ema yang sebenarnya juga tau kalau tuannya ini menyukai Dara hanya bisa bergumam dalam hati.


"Hah...kenapa anda bersikap bodoh seperti ini tuan,mana bisa membuat seorang gadis terkesan kalau memperlakukannya seperti itu.


semoga anda sudah bisa memaafkan diri anda sendiri atas kematian nona Kiara.Ema


Dikamar Karl


Saat Dara sudah selesai menyiapkan air mandi untuk Karl,dia segera keluar dari kamar mandi,dan hal pertama yang dia lihat adalah Karl yang sedang menunggu didepan pintu dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


Dara segera menunduk wajahnya memerah, Dara bisa merasakan kalau pipinya terasa lebih panas sekarang.Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Dara melihat Karl begitu,tapi tetap saja selalu terasa canggung.


"Tuan air mandi anda sudah siap.


"Aku berubah pikiran,aku tidak mau mandi sekarang.Pijat punggungku aku sangat lelah.


Tanpa berkata apa-apa lagi Karl segera berbaring tengkurap diatas ranjang.


Dara merasa canggung saat akan memijat Karl,dia merasa sangat malu.Ragu-ragu dia saat akan menyentuh tubuh Karl.Tapi Karl yang sudah tidak sabar menghardiknya.


"Cepat.....


"Iya...iya.. tuan..


segera Dara mulai memijat,dia mulai dengan punggung bagian atas.


saat tangan Dara bersentuhan dengan kulitnya Karl merasa seperti sesuatu menyengat hatinya, dadanya berdetak lebih kencang,membuat nafasnya jadi sedikit tidak beraturan.


Sedangkan Dara juga merasa seperti hatinya bergetar...


*Kenapa begini rasanya,aku berdebar-debar tapi jelas ini bukan karena aku ketakutan,kenapa aku tiba-tiba ingin tersenyum kegirangan.Ahhh kendalikan dirimu wanita... Dara


"kenapa kau hanya memijat di satu tempat.Pindahkan tanganmu,pijat bagian punggung yg lain juga.


Tangan Dara mulai memijat ke seluruh punggung Karl,namun saat tiba di area pinggang tiba-tiba saja Karl merasa ada yang mendesak dibagian bawah tubuhnya.Apalagi posisinya sekarang sedang tengkurap, sangat tidak nyaman baginya.


Sekuat tenaga Karl mencoba menahannya,namun lama-kelamaan Karl tak tahan lagi.


*Gawat kalau diteruskan bisa-bisa aku lepas kendali.Karl


"Sudah-sudah hentikan kau sama sekali tidak bisa memijat.

__ADS_1


Karl bergegas bangun dan menuju ke kamar mandi meninggalkan Dara yang masih terduduk ditepi ranjang.Sebagai wanita yang sudah dewasa sebenarnya Dara mengerti dengan konsep yang begini-begini meskipun belum pernah melakukannya.Dara masih virgin,berciuman saja dia belum pernah,dulu saat punya pacar hanya pernah cium pipi,dan berpegangan tangan.Itupun Dara sudah merasa sangat bersalah dengan dirinya sendiri.


__ADS_2