
Mereka segara menuju ke rumah keluarga Dara,karena memang lokasinya tidak jauh dalam beberapa menit saja mereka sudah sampai.Suasana sore hari yang ramai orang,kemudian penampilan mereka yang sangat mencolok bagi orang-orang dikampung Dara,sangat sukses membuat mereka jadi pusat perhatian.Bahkan saat mereka berjalan menuju rumah Dara ada seorang ibu-ibu yang berusaha mencubit pipi Karl.Untungnya Dara dengan sigap segera menangkap tangan ibu itu.
"Eits...boleh lihat gak boleh pegang dong.....
Kata Dara dengan nada bercanda.
*Huh...untung aja gak kena ,coba Sampek itu tadi kena bisa-bisa ditembak itu ibu sama Jhon.Dara
"Haduh... adegan berbahaya.
Gumam Dara.
Saat sudah sampai didepan rumah,Dara sudah tidak tahan lagi.Dia langsung berlari masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan ketiga pria yang mengikutinya tadi.
"Bapak....Ibu.... Dara pulang.
"Ibu yang memang sedang berada diruang tamu langsung menghambur memeluk Dara.
"Ya ampun,anakku....pulang.Bapak.....Dara pulang pak.
Ibu berteriak kegirangan sambil air matanya berlinang.Bapak segera keluar dari kamar mendengar teriakan Ibu.
"Dara....kamu pulang nak...
Kok gak ngabarin kalau mau pulang ....
Mereka berpelukan bertiga,sambil menangis.
"Iya pak,Dara juga gak tau tadi.Baru setelah di pesawat tadi Dara tau kalau mau di ajak ke Indonesia.
Karl yang menyaksikan keadaan ini bukannya merasa terharu,dia malah merasa sedikit geli dan ingin tertawa.
"Jhon...kau yakin kalau istriku hanya baru beberapa bulan saja meninggalkan rumah?Sebelumnya dia tidak Kabur dari rumah kan?
"Iya tuan,saya yakin.
__ADS_1
"Tapi lihatlah kenapa tingkah mereka seperti sudah puluhan tahun tidak bertemu.
*hehehehe iya juga,aku jadi Ingin tertawa.Jhon
"Mereka keluarga yang unik tuan.
*Untung saja kedua adik nona tidak ikut berpelukan sambil menangis disitu,kalau tidak akan jadi lebih seru kan.Jhon
Setelah puas berpelukan dan menangis Dara baru ingat kalau dia tadi datang bersama Karl.
"Oh iya,bapak....ibu....ini suami Dara bu..
Dara kemudian menggandeng Karl mendekat pada orang tuanya.
*Akhirnya ingat juga dia kalau membawa suaminya.Karl
Karl menjabat tangan bapak dan ibu,sambil tersenyum canggung.
*Kenapa tiba-tiba aku jadi gugup ya.Aku harus bersikap bagaimana sekarang.Kenapa terasa lebih gugup dari pada saat akan bertemu ketua mafia kelompok lain.Karl
Ibu sangat takjub melihat Karl yang berperawakan
tampan,tinggi,bersih,rapih,wangi.Sudah seperti baju laundry yang baru jadi.
"Eh...tapi bukannya ini orang yang kapan hari kesini ya,yang mau kasih rumah itu.
Kata bapak sambil bersalaman dengan Nathan.
"Tapi kemarin kesini nya sama orang Indonesia juga,buat terjemahin.Dia gak bisa bahasa Indonesia kayanya.Dara kenal sama orang ini?
Tanya ibu.
"Iya bu... pak...ini Nathan,ini Jhon mereka berdua asistennya suami Dara.Dan emang bener juga rumah besar yang ada dipinggir jalan itu sudah dibeli,sekarang rumah itu jadi punya kita.
Ibu menangis lagi mendengar perkataan Dara,ya tuhan terimakasih beruntungnya aku,punya anak yang baik,punya menantu yang perhatian.
__ADS_1
*Hmm...menangis lagi,kenapa mereka melankolis sekali.Jhon
"Nak memangnya suamimu ini kerja apa kok sampek bisa beliin kita rumah besar gitu.
Tanya bapak penasaran.
"Dia punya perusahaan properti pak.Karl ini bosnya Dara disana.Dara kerja dirumah Karl sebelumnya.
"Lho.... bukannya kamu kerja di restoran nak?
"Iya pak maaf Dara gak cerita,tapi Dara memang pindah kerja.Ya mungkin memang ini udah takdirnya pak,makanya Dara sampai bisa nikah sama Karl.Kami memang jadi dekat saat Dara kerja di rumah Karl.
Setelah berbincang-bincang Beberapa lama, mereka akhirnya memutuskan untuk melihat rumah dan toko keesokan harinya.Mereka ingin melihat bersama dengan adik-adik Dara yang kebetulan belum pulang dari ekstrakurikuler disekolah nya.
"Sayang aku sedikit lelah,bisa kita ke hotel sekarang.Aku ingin beristirahat.
""Hmmm... boleh aku menginap disini?Aku masih kangen dengan mereka.Kau boleh pergi ke hotel tapi biar aku disini ya.
Setelah melalui perdebatan yang cukup alot, akhirnya Dara yang keluar sebagai pemenangnya.Dan Karl,karena tidak mau berpisah dari Dara akhirnya memutuskan untuk ikut menginap disitu.
Menurut Karl kalau camping di hutan saja dia bisa,pasti menginap di rumah Dara bukanlah suatu masalah.
Karl menyuruh Jhon dan Nathan untuk kembali ke hotel,hanya meninggalkan 2 orang pengawal untuk berjaga diluar rumah Dara.Bapak yang merasa tidak enak dengan kedua orang pengawal itupun jadi serba salah,mau diajak ngobrol tapi gak bisa bahasanya,mau dibiarkan saja kasihan.Akhirnya ibu memberi mereka kopi tubruk,gorengan dan selimut untuk menemani mereka berjaga.
"Bu..emangnya kalau bule makan gorengan juga ya?
Tanya Wildan,salah satu adik Dara.
"Ya kali aja doyan.
Jawab ibu.
"Iya nih ibu... menunya kayak orang di pos ronda.
Sahut Waldan,adik Dara yang satunya lagi.
__ADS_1