(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 09 (S 2)


__ADS_3

azka bangun dari duduknya..


"apakah kamu masih belum tahu siapa kamu setelah semua yang kamu alami?"tanya azka


ernest menggeleng kepala tanda dirinya benar benar tidak tahu dan tidak mengerti


"kamu itu vampire"kata azka pada akhirnya


deg!!


hahaha!"


bukan nya merasa terkejut ernest justru malah tertawa


"jangan ngada ngada deh"kata ernest di sela tawa nya


"siapa yang mengada ngada,lihat saja apa yang terjadi kepada mu,kulit terasa terbakar saat terkena sinaran matahari,kamu juga sangat haus darah,dan apa kamu tidak sadar kalau saat dihutan beberapa hari yang lalu kamu berubah wujud?"tanya azka


"tidak"jawab ernest


" kamu berubah menjadi vampire ernest"kata azka sedikit kesal,karna ernest sangat lambat mengerti


"jadi aku benar benar vampire? makhluk yang hanya ada di mitos itu ternyata aku sendiri?"tanya ernest dalam hati


"aku tidak mau mengerti!!"ucap ernest lalu ernest menutupi kepalanya dengan selimut


di tempat lain...


tepatnya disebuah pesantren..


"abi umi!"sapa rachel,gadis cantik berhijab yang memiliki mata yang sangat cantik serta senyum yang menawan membuat semua murid laki laki dipesantren itu menyukainya


"rachel,cobalah bersikap feminim sedikit"marah ustad faisal,ayah nya rachel


terkadang ustad faisal harus menahan malu karna ulah putri semata wayangnya yang tomboy dan suka membangkang


"abi tenanglah,jangan marah marah terus"kata aisyah menyabarkan suaminya


"iya mi"sahut ustad faisal


rachel malah menunjukkan tersenyum manis nya sambil mengedipkan mata indah nya kearah ustad faisal,hal itu membuat ustad faisal ingin sekali memukul jidat rachel


"seperti nya aku harus segera menjodohkannya,aku tidak mau nama baik pesantren ini rusak karna ulah nya"dalam hati ustad faisal


faisal kembali kekamarnya untuk mengambil ponselnya,lalu menghubungi seseorang..


"assalamuallaikum"ucap nya


"wa allaikum sallam"sahut yang diseberang telfon


"saya ingin datang kerumah kamu hari ini,apakah boleh?"tanya ustad faisal lagi


"boleh pak ustad"jawab nya lagi


disisi lain...


"rachel! apa yang kamu lakukan!?"tanya azmi


rachel melihat kearah yang menegurnya"ck,dia lagi dia lagi


"rachel,azmi!"ikut saya sekarang!"suruh ustad faisal


rachel dan azmi langsung ikut dengan ustad faisal


sementara haikal malah sangat kesal melihat itu,haikal anak pesantren disana,dia sudah lama menaruh perasaan terhadap rachel


dikediaman orang tua azmi,ternyata ustad faisal melamar azmi untuk anak nya rachel


hal itu membuat rachel marah


meskipun demikian perjodohan tetaplah terjadi


diam diam azka tersenyum senang,karna sejujurnya azmi menyukai rachel


sejak saat itu rachel tidal pernah tersenyum lagi,dia lebih banyak murung dan mengurung diri dikamar

__ADS_1


di kediaman bastian..


"kita akan bersedekah ke pesantren al azhar seperti biasanya"kata bastian


(maaf jika ada kesamaan dengan nama pesantren di kota kalian๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™saya sungguh tidak bermaksud untuk merusak atau sebagainya )


ernest tidak pernah ikut berkunjung ke pesantren karna ada saja alasan yang dibuatnya


berbeda dengan ernest yang selalu acuh tak acuh,steven malah sebaliknya,dirinya sangat antusias karna ada ssorang gadis yang sangat dia sukai disana


"ernest,kali ini kamu harus ikut!"perintah bastian


"tidka pa,aku masih ada tugas sekolah"ernest ingin pergi kekamarnya


grep!


steven dan dylan memegang kedua tangan ernest


mereka berdua terssnyum kearah ernest,dan itu membuat ernest tidak bisa,berbuat apa apa


di dalam mobil..


"untung saja aku sudah memakai cincin ini"dalam hati ernest sambil memperhatikan cincin ber warna ungun amethyst di jari manis nya


setelah menmpuh perjalanan selama kutang lebih satu jam akhirnya mereka sampai ke tujuan


dengan sangat malas ernest turun dari mobil


tapi baru saja ingin mmemasuki pintu pesantren tiba tiba ernest merasakan sakit dibagian dadanya


uhuk!


ernest terbatuk


byurr!!


darah segar menyembur dari mulutnya


semuanya langsung panik termasuk ustad faisal yang baru saja pulang dari undangan


"ini air kompres nya"delia,salah satu murid senior dipesantren itu memberikan semangkuk air hangat beserta ganduk kecil kepada steven


"te terimakasih"steven menjadi gugup saat bertemu delia


ustad faisal ingin memeriksa denyut nadi ernest


"jangan,biar saya saja"steven langsung memegang tangan ernest


"hampir saja"dalam hati steven l,jantung steven dag dig dug


"denyut nadi nya normal"kata steven,sedikit berkeringat dingin


"syukurlah"ucap ustad faisal sambil menengadahkan tangan


azka mondar mandir diluar pesantren


"kenapa aku harus jadi iblis sih!"gerutu nya,karna pasalnya dirinya tidak bisa masuk ke area pesantren


uhuk uhuk!


ernest kembali terbangun..


"di mana aku?"tanya ernest sambil memegang dadanya yang terasa sakit


"di dalam pesantren"jawab steven


"ah!"ernest memegang dadanya yang terasa semakin menyesak


"kenapa dek?"tanya steven khawatir karna hanya dia yang tahu keadaan ernest yang sebenarnya


"kok rame banget ya?"tanya rachel


rachel bergegas masuk kedalam kamar itu


ernest berteriak kesakitan

__ADS_1


"sakiitt!!"ernest terus memukul mukul dadanya


melihat itu rachel yang yang memang suka bar bar langsung mendekatinya


tap!


rachel menyentuh bahu ernest"kebanyakan setan nya nih tubuh"celetuk rachel


perkataan rachel membuat semua yang berada diruangan itu terkejut


"rachel!"ustad faisal meninggikan suaranya


"sialan nih cewek"gerutu ernest dalam hati


ernest langsung bangun"pa aku pulang duluan!"ernest berjalan sempoyong hingga tanpa sadar ernest menabrak delia


"ernest!"pekik steven,steven langsung menahan tubuh ernest


"kamu nggak apa apa?"tanya steven kepada delia


delia tersenyum lalu mengangguk


"baguslah"steven merasa lega


"dek! dek!"panggil steven karna ernest pingsan lagi


"hiks apa sebenarnya yang terjadi? bukan kah tadi dia baik baik saja?"tanya clara disela tangisnya


ustad faisal mengernyitkan alisnya


"semejak masuk kesini dia jadi seperti ini?"tanya nya dalam hati


tanpa pikir panjang lagi steven langsung membuka baju yang dipakai oleh ernest hingga membuat dada ernest terpampang dengan sangat jelas


ernest kemabli sadar


deg!


ernest terkejut saat mengetahui baju nya terbuka


"apa yang kamu lakukan bang!"tanya ernest setengah berteriak


ernest kembali duduk,sekuat tenaga ernest menahan diri,sampai sampai keringat dingin membasahi seluruh baju


"apakah kamu sudah baikan?"ustad faisal ingin menyentuh tangan ernest,namun dengan cepat ernest menarik nya


"iya,saya sudah baikan"jawab ernest


"ada apa dengan bocah ini?"tanya haikal dalam hati


azmi menahan amarah melihat itu"anak ini sangat kurang ajar"gerutunya dalam hati


"ck,nggak punya tatakrama banget ni orang"gerutu rachel


ernest kembali memakai baju nya"ayo pulang pa"ajak ernest


"sebentar nest,papa belum berbincang denahn ustad faisal"sahut bastian


ernest sangat kesal mendengarnya


"yaudah,aku mau tiduran disini aja"ernest kembali berbaring"sangat menyebalkan"umpatnya dalam hati


"apa lo liat liat!?!"tanya ernest jutek


"ck,yang liatin elo itu siapa? jangan kegeeran deh jadi orang"rachel lebih nyolot lagi


"bang,dirumah abang jadi anak baik,kenapa pas diluar abang bertingkah kayak berandalan?"tanya dylan


"krna tempat ini sumpek,pengap dan membuat pikiran ku tertutup,aku sangat membenci tempat seperti ini"jawab ernest sambil menahan sakit didalam dadanya


byur!!


ernest kembali memuntahkan darah


"sial! sarapan pagi ku sudah keluar semua"gerutu ernest

__ADS_1


__ADS_2