(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 35 (S2)


__ADS_3

dari arah pintu gerbang steven berlari memasuki are pesantren


"ernest!!"teriak steven dengan panik


Ernest dan yang lainnya terkejut mendengar teriakan steven


"ernest !"panggil steven,kali ini steven sudah berada di depan pintu


ernest bergegas kelaur dari kamar untuk menemui steven


"oma!"ucap steven


"oma kenapa bang?"tanya ernest


Perasaan ernest mulai tidak enak saat melihat kedatangan steven yang tiba tiba


"o oma meninggal"jawab steven


Deg!


Ernest sangat terkejut sekaligus terpukul mendengarnya,tanpa dia sadari matanya memerah


"o oma meninggal karna di di bunuh"jelas steven


Deg!


Bruk!


kaki ernest seketika langsung lemas saat mendengar penyebab kematian sang oma


"si siapa yang berani melakukan itu"tanya ernest dengan suara tercekat karna menahan emosi


"nest!"panggil rachel


Rachel terbangun dari tidurnya karna teriakan steven


"hm"sahut ernest


melihat kesedihan diwajah ernest rasa nya ingin sekali delia memeluk nya,namun apalah daya itu hanyalah sebuah keinginan yang tidak akan bisa terwujud walau sampai kapanpun


"ayo kita pergi kerumah oma"ajak rachel


Ernest mengangguk tanda setuju


"kalian pergi saja,biar yang disini saya,mbak inayah dan para santri lainnya yang mengurus"kata fajri


"terimakasih om"ucap ernest


"sama sama"sahut fajri


ernest dan yang lainnya langsung pergi kekediaman alya


Di sepanjang perjalanan steven mencoba mengajak ernest berbincang agar ernest tidak melamun


setibanya di kediaman alya mereka langsung masuk kedalam


meski pun para polisi melarang mereka tetap memaksa ingin melihat kondisi mayat alya secara langsung


"oma,aku akan menemukan pembunuh nya"kata ernest sambil menahan air mata


semua penghuni rumah termasuk pembantu dan sopir dan pengawal yang bekerja dengan alya tewas dibantai


ernest memeriksa luka ditubuh alya dengan teliti"tidak ada bekas luka lain selain luka tikaman dibagian leher"gumam ernest


"sepertinya hanya manusia biasa yang melakukan pembunuhan ini,tapi disiapa?"tanya ernest dalam hati


"apa ada pentunjuk lain?"tanya ernest kepada polisi yang bertugas


"hanya ada sebila pisau dan ini yang berada di genggaman tangan kiri korban"polisi itu menunjukkan sebuah kotak kecil yang berlumuran darah kepada ernest


"berikan"pinta ernest


ernest membuka kotak tersebut..

__ADS_1


deg!


isi kotak tersebut adalah bersimbol klan vampire berbentuk kalung


Steven ikut melihat isi dari kotak tersebut


Ernest mengambil lalu memakai kalung tersebut.


"kalung ini milik oma,aku tidak bisa memberikannya kepada kalian"tapi kalian bisa memiliki kotaknya"ernest menyerahkan kotak itu kepada polisi


"bagaimana kamu tau kalau kalung itu milik oma?"tanya steven,karna dirinya tidak pernah melihat alya memakai kalung tersebut


Azka datang kekediaman alya dengan raut wajah sedih


"akhirnya dia datang juga"gumam ernest


diruangan lain..


"mereka benar benar cerdik,bisa bisa nya kau tertipu"kata azka


sebelumnya...


azka merasakan bahaya di sekitar bastian


dia bergegas datang kekediaman bastian untuk memastikan keamanan bastian dan anggota keluarga lainnya


tidak disangka ternyata itu hanyalah taktik dari musuh,mereka sengaja mengirim penyusup kekediaman bastian sedangkan yang diincar oleh mereka adalah alya,setelah azka berada dikediaman bastian barulah musuh melancarkan aksi mereka


Saat mengetahui alya sudah meninggal azka tidak langsung datang kekediaman alya,dia justru malah melarikan diri ke dalam hutan untuk melampiaskan amarahnya


Setelah amarahnya sedikit reda barulah azka datang kekediaman alya


"semua ini terjadi karna kebodohan ku!"ujar azka


ernest menyentuh bahu azka "semua sudah takdirnya,jangan menyalahkan diri sendiri"kata ernest


"harusnya aku yang melindungi oma"ucap steven


"kita tidur disini malam ini"kata ernest kepada yang lainnya


"apakah polisi akan memperbolehkannya?"tanya haikal


"tentu saja boleh,TKP nya berada ditaman belakang bukan didalam rumah ini"jawab ernest


"ta tapi nest"protes haikal


"kenapa? Takut?"tanya naya


Haikal yang awalnya takut langsung berpura pura berani


"siapa juga yang takut"jawab haikal


"sebenarnya aku benar benar takut berada disini,ernest ada ada aja sih ngajak tidur disini"geruru haikal dalam hati


ernest menggeleng kepala melihat tingkah haikal


"kok ernest nggak nangis ya? Padahal kan omanya yang meninggal"tanya naya kepada delia


delia tidak menghiraukan pertanyaan naya,dia sibuk menatap ernest, pujaan hati


naya mengikuti arah tatapan delia"jangan jangan kak delia suka sama ernest ? Tapi kan umur ernest lebih muda darinya"gumam naya


ernest beranjak dari sana kemudian pergi pergi kekamar alya


"chel susul ernest !"suruh steven


"baiklah"sahut rachel


Rachel bergegas menyusul ernest


"aku harap dengan kehadiran rachel bisa membuat kamu lebih tenang"gumam steven


"aku tidak akan membiar kan azmi dan delia mengganggu hubungan kalian"gumam steven lagi

__ADS_1


steven yang awalnya menyukai delia malah berubah benci karna delia menyukai ernest dan mencoba merebut ernest dari rachel


delia dan azmi sangat takut ernest dan rachel melakukan hubungan suami istri


Sekarang keduanya seperti cacing kepanasan mondar mandir menunggu ernest dan rachel keluar dari kamarnya


Jack meskipun dia sangat menyukai rachel tapi dia tidak terlalu menunjukkannya,meskipun hati nya sakit jack tetap berpura pura baik baik saja,berbeda dengan azmi dan delia, sangat terlihat ketika mereka sedang cemburu


di dalam kamar...


"kenapa lo nyusul kesini?"tanya ernest


"gue disuruh bang steven"jawab rachel jujur


Ernest mengerlingkan matanya


"terlalu jujur"ernest menggerutu dalam hati


ernest duduk disisi tempat tidur yang digunakan alya untuk tidur


rachel ikut duduk disamping ernest


"gue mau menenangkan pikiran sebentar"kata ernest,lalu dia berbaring di atas kasur


rachel lagi lagi mengikuti ernest,dia juga ikut berbaring disamping ernest


Ernest memiringkan tubuhnya menghadap kearah rachel


"jangan mancing"ucap ernest


rachel mengerutkan dahinya"mancing apaan sih,orang gue cuma tiduran"jawab nya


"benarkah?"tanya ernest


Ernest memajukan tubuhnya kearah rachel


*dug


Dug


dug*


Rachel merasakan jantungnya berdetak dengan cepat saat ernest mendekatinya


semakin lama ernest semakin mendekatkan tubuhnya sehingga tubuh mereka menempel satu sama lain


rachel mencoba memundurkan tubuhnya namun ditahan oleh ernest


"mau kemana?"tanya ernest


"gu gue mau keluar"jawab rachel sambil mencoba melepaskan diri dari ernest


"nggak akan gue izinin"ucap ernest


Dengan gerakan cepat ernest sudah berada diatas tubuh rachel


Deg!


Rachel sangat bingung dengan situasi itu,ingin bertanya tetapi bibirnya seolah terkunci


ernest mendekatkan bibirnya kearah leher rachel


dengan perlahan ernest mencium leher rachel


"aahh!"


lenguhan rachel membuat ernest menghentikan aksinya


"enak?"ledek nya


rachel memalingkan tatapannya,pipinya yang memerah membuat ernest menahan tawa


ernest membaringkan tubuhnya disebelah rachel"Mana mungkin aku melakukan nya disaat sedang berduka seperti ini"dalam hati nya

__ADS_1


__ADS_2