
dari arah pintu gerbang steven berlari memasuki are pesantren
"ernest!!"teriak steven dengan panik
Ernest dan yang lainnya terkejut mendengar teriakan steven
"ernest !"panggil steven,kali ini steven sudah berada di depan pintu
ernest bergegas kelaur dari kamar untuk menemui steven
"oma!"ucap steven
"oma kenapa bang?"tanya ernest
Perasaan ernest mulai tidak enak saat melihat kedatangan steven yang tiba tiba
"o oma meninggal"jawab steven
Deg!
Ernest sangat terkejut sekaligus terpukul mendengarnya,tanpa dia sadari matanya memerah
"o oma meninggal karna di di bunuh"jelas steven
Deg!
Bruk!
kaki ernest seketika langsung lemas saat mendengar penyebab kematian sang oma
"si siapa yang berani melakukan itu"tanya ernest dengan suara tercekat karna menahan emosi
"nest!"panggil rachel
Rachel terbangun dari tidurnya karna teriakan steven
"hm"sahut ernest
melihat kesedihan diwajah ernest rasa nya ingin sekali delia memeluk nya,namun apalah daya itu hanyalah sebuah keinginan yang tidak akan bisa terwujud walau sampai kapanpun
"ayo kita pergi kerumah oma"ajak rachel
Ernest mengangguk tanda setuju
"kalian pergi saja,biar yang disini saya,mbak inayah dan para santri lainnya yang mengurus"kata fajri
"terimakasih om"ucap ernest
"sama sama"sahut fajri
ernest dan yang lainnya langsung pergi kekediaman alya
Di sepanjang perjalanan steven mencoba mengajak ernest berbincang agar ernest tidak melamun
setibanya di kediaman alya mereka langsung masuk kedalam
meski pun para polisi melarang mereka tetap memaksa ingin melihat kondisi mayat alya secara langsung
"oma,aku akan menemukan pembunuh nya"kata ernest sambil menahan air mata
semua penghuni rumah termasuk pembantu dan sopir dan pengawal yang bekerja dengan alya tewas dibantai
ernest memeriksa luka ditubuh alya dengan teliti"tidak ada bekas luka lain selain luka tikaman dibagian leher"gumam ernest
"sepertinya hanya manusia biasa yang melakukan pembunuhan ini,tapi disiapa?"tanya ernest dalam hati
"apa ada pentunjuk lain?"tanya ernest kepada polisi yang bertugas
"hanya ada sebila pisau dan ini yang berada di genggaman tangan kiri korban"polisi itu menunjukkan sebuah kotak kecil yang berlumuran darah kepada ernest
"berikan"pinta ernest
ernest membuka kotak tersebut..
__ADS_1
deg!
isi kotak tersebut adalah bersimbol klan vampire berbentuk kalung
Steven ikut melihat isi dari kotak tersebut
Ernest mengambil lalu memakai kalung tersebut.
"kalung ini milik oma,aku tidak bisa memberikannya kepada kalian"tapi kalian bisa memiliki kotaknya"ernest menyerahkan kotak itu kepada polisi
"bagaimana kamu tau kalau kalung itu milik oma?"tanya steven,karna dirinya tidak pernah melihat alya memakai kalung tersebut
Azka datang kekediaman alya dengan raut wajah sedih
"akhirnya dia datang juga"gumam ernest
diruangan lain..
"mereka benar benar cerdik,bisa bisa nya kau tertipu"kata azka
sebelumnya...
azka merasakan bahaya di sekitar bastian
dia bergegas datang kekediaman bastian untuk memastikan keamanan bastian dan anggota keluarga lainnya
tidak disangka ternyata itu hanyalah taktik dari musuh,mereka sengaja mengirim penyusup kekediaman bastian sedangkan yang diincar oleh mereka adalah alya,setelah azka berada dikediaman bastian barulah musuh melancarkan aksi mereka
Saat mengetahui alya sudah meninggal azka tidak langsung datang kekediaman alya,dia justru malah melarikan diri ke dalam hutan untuk melampiaskan amarahnya
Setelah amarahnya sedikit reda barulah azka datang kekediaman alya
"semua ini terjadi karna kebodohan ku!"ujar azka
ernest menyentuh bahu azka "semua sudah takdirnya,jangan menyalahkan diri sendiri"kata ernest
"harusnya aku yang melindungi oma"ucap steven
"kita tidur disini malam ini"kata ernest kepada yang lainnya
"apakah polisi akan memperbolehkannya?"tanya haikal
"tentu saja boleh,TKP nya berada ditaman belakang bukan didalam rumah ini"jawab ernest
"ta tapi nest"protes haikal
"kenapa? Takut?"tanya naya
Haikal yang awalnya takut langsung berpura pura berani
"siapa juga yang takut"jawab haikal
"sebenarnya aku benar benar takut berada disini,ernest ada ada aja sih ngajak tidur disini"geruru haikal dalam hati
ernest menggeleng kepala melihat tingkah haikal
"kok ernest nggak nangis ya? Padahal kan omanya yang meninggal"tanya naya kepada delia
delia tidak menghiraukan pertanyaan naya,dia sibuk menatap ernest, pujaan hati
naya mengikuti arah tatapan delia"jangan jangan kak delia suka sama ernest ? Tapi kan umur ernest lebih muda darinya"gumam naya
ernest beranjak dari sana kemudian pergi pergi kekamar alya
"chel susul ernest !"suruh steven
"baiklah"sahut rachel
Rachel bergegas menyusul ernest
"aku harap dengan kehadiran rachel bisa membuat kamu lebih tenang"gumam steven
"aku tidak akan membiar kan azmi dan delia mengganggu hubungan kalian"gumam steven lagi
__ADS_1
steven yang awalnya menyukai delia malah berubah benci karna delia menyukai ernest dan mencoba merebut ernest dari rachel
delia dan azmi sangat takut ernest dan rachel melakukan hubungan suami istri
Sekarang keduanya seperti cacing kepanasan mondar mandir menunggu ernest dan rachel keluar dari kamarnya
Jack meskipun dia sangat menyukai rachel tapi dia tidak terlalu menunjukkannya,meskipun hati nya sakit jack tetap berpura pura baik baik saja,berbeda dengan azmi dan delia, sangat terlihat ketika mereka sedang cemburu
di dalam kamar...
"kenapa lo nyusul kesini?"tanya ernest
"gue disuruh bang steven"jawab rachel jujur
Ernest mengerlingkan matanya
"terlalu jujur"ernest menggerutu dalam hati
ernest duduk disisi tempat tidur yang digunakan alya untuk tidur
rachel ikut duduk disamping ernest
"gue mau menenangkan pikiran sebentar"kata ernest,lalu dia berbaring di atas kasur
rachel lagi lagi mengikuti ernest,dia juga ikut berbaring disamping ernest
Ernest memiringkan tubuhnya menghadap kearah rachel
"jangan mancing"ucap ernest
rachel mengerutkan dahinya"mancing apaan sih,orang gue cuma tiduran"jawab nya
"benarkah?"tanya ernest
Ernest memajukan tubuhnya kearah rachel
*dug
Dug
dug*
Rachel merasakan jantungnya berdetak dengan cepat saat ernest mendekatinya
semakin lama ernest semakin mendekatkan tubuhnya sehingga tubuh mereka menempel satu sama lain
rachel mencoba memundurkan tubuhnya namun ditahan oleh ernest
"mau kemana?"tanya ernest
"gu gue mau keluar"jawab rachel sambil mencoba melepaskan diri dari ernest
"nggak akan gue izinin"ucap ernest
Dengan gerakan cepat ernest sudah berada diatas tubuh rachel
Deg!
Rachel sangat bingung dengan situasi itu,ingin bertanya tetapi bibirnya seolah terkunci
ernest mendekatkan bibirnya kearah leher rachel
dengan perlahan ernest mencium leher rachel
"aahh!"
lenguhan rachel membuat ernest menghentikan aksinya
"enak?"ledek nya
rachel memalingkan tatapannya,pipinya yang memerah membuat ernest menahan tawa
ernest membaringkan tubuhnya disebelah rachel"Mana mungkin aku melakukan nya disaat sedang berduka seperti ini"dalam hati nya
__ADS_1