(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 28 (S2)


__ADS_3

Baca ulang bab sebelumnya biar nyambung ceritanya..🙏


Ernest dan azka memasuki mansion yang sudah lama ditinggalkan


azka mengeluarkan sihirnya dan memagar sekitar sekeliling mansion agar ernest tidak bisa keluar dari mansion


"kamu bisa keluar dari sini hanya jika aku mengizinkannya"kata azka


Ernest bersimpuh dilantai


"aku harap bang steven bisa melindungi rachel"dalam hati nya


azka menyuruh ernest beristirahat dikamar milik soni dan aqilla( kakek dan nenek kandung ernest)


Ernest masuk kedalam kamar milik mendiang kakek dan neneknya"ternyata kakek ganteng juga"ucapnya,ernest memegang foto soni


deg!


Prang!


Ernest tidak sengaja menjatuhkan foto soni,dia melihat mata di dalam foto itu bergerak seolah olah foto itu hidup,oleh karna hal itu ernest jadi terkejut dan menjatuhkannya


Meskipun sedikit takut ernest tetap mengambil foto yang tergeletak di lantai lalu memajangnya kembali Setelah itu ernest buru buru pergi dari sana


dikediaman bastian..


Karna sangat ribut akhirnya rachel keluar dari kamar nya.


rachel menjadi bingung saat melihat clara menangis


steven sedang mengurut bahu bastian"tahan pa,jangan nangis nanti harga diri papa hancur dimata anak anak papa"bisik steven


bastian mencoba tegar..


"kenapa kalian berkumoul di sini!"teriak bastian"bubar bubar!"ucap bastian


Kemudian bastian melenggang pergi seolah olah tidak pernah terjadi apa apa


melihat orang orang bubar rachel juga ikut pergi dari sana


dikamar..


"oh iya,ernest mana ya? Kok tadi nggak kelihatan?"tanya rachel


ke esokan harinya..


"ernest belum pulang juga"gumam rachel


Rachel bergegas mandi lalu berganti pakaian kemudian Baru pergi ke bawah.


"eh rachel sudah bangun"sapa violet


"em i iya"sahut rachel,rachel bingung harus memanggil violet apa


violet seolah tahu apa yang membuat rachel gugup


"panggil saja bunda"kata violet


"rachel!"sapa clara


"ma"sapa rachel balik


di tempat kos jack dkk


jack tidak sepenuh nya tidur karna dia selalu mengawasi sekitarnya


Satu jam kemudian..


Mereka semua sudah selesai mandi


*tok!


Tok!


Tok*!


ceklek!


delia membuka pintu


"kak!"sapa rachel sambil menunjukkan senyum nya

__ADS_1


"masuk!"suruh delia


rachel masuk kedalam kamar kos


"nih aku bawain makanan"rachel memberikan nya kepada naya


Naya langsung membuka dan memakan makanan yang dibawa oleh rachel


"em ernest ada datang kesini nggak?"tanya rachel ragu ragu


"nggak ada"jawab naya dengan mulut yang penuh dengan makanan


"wah wah parah banget kalian! Ada makanan nggak manggil manggil"haikal datang datang ngomel


"nih"naya memberikan yang lainnya kepada haikal


"nah gitu dong"ucap haikal


"oh iya ernest mana chel?"tanya haikal


rachel menggeleng kepala


"Kalian kan tinggal serumah,kok bisa bisanya kamu nggak tau dia kemana"haikal merasa aneh


rachel hanya bisa diam..


malam harinya rachel tetap menunggu ernest


tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya


"siapa?"tanya rachel karna dirinya takut glen yang datang


"saya steven"sahut steven


Rachel mengelus dadanya"alhamdulillah"ucapnya seraya membukakan pintu


"mana nomor kontak kamu?"tanya steven


Rachel memberikan nomor kontaknya


steven langsung menelfonnya..


"ingat kalau ada apa apa kamu harus menelfon nomor saya"kata steven


"ya sudah saya pergi dulu"kata steven lagi


Setelah steven pergi rachel langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu lagi


Rachel mengira itu steven


Ceklek!


Deg!


Rachel memucat karna yang diluar pintu bukan lah steven tetapi glen


"kenapa kamu menghindari ku manis?"tanya glen sambil mencolek dagu rachel


"ma mau apa?!"tanya rachel karna glen memaksa masuk


rachel menekan ponselnya dan melakukan panggilan entah ke nomor siapa dan men loudspeaker nya


"hallo! Chel ada apa?"tanya seseorang diujung telpon


"pergi atau aku akan meneriakan nama kamu!"ancam rachel


Glen tergelak mendengar ancaman rachel


Ditempat lain..


ernest beberapa kali memaksa keluar dari mansion karna dia merasakan rachel sedang berada dalam bahaya


"om tolong izinkan aku keluar!"teriak ernest,namu teriakkan ernest tidak dihiraukan oleh azka


"aaaa!!!!!"teriak ernest,semua barang yang berada didekat nya dihancurkan olehnya


Di kediaman bastian..


*tap!

__ADS_1


Tap!


Tap*!


Suara langkah kaki seseorang..


"ngapain kamu disini?!"steven tampak kesal melihat glen berada di kamar rachel


"tidak ada,aku hanya menjenguk adik ipar"jawab glen


Steven melihat rachel yang hampir menangis


"sekali lagi kamu datang kesini aku akan melaporkan hal ini ke papa,setelah itu mari kita lihat apakah papa masih mempertahankan nama kamu di dalam daftar ahli waris"ancam steven


"jika saja kamu bukan abang ku sudah lama aku bunuh kamu!"saking kesalnya steven sampai mengeluarkan kata kata kasarnya


Glen tersenyum remeh


"coba saja bunuh aku!"glen malah menantang steven


rachel melihat ponselnya,ternyata nomor steven yang dia telfon tadi


"kita akan bertemu lagi"kata glen kepada rachel,setelah itu glen langsung pergi dari sana


Rachel semakin ketakutan


"tenang saja,abang akan selalu melindungi kamu"kata steven"lain kali kalau ada yang mengetuk pintu kamu harus bertanya dulu siapa yang datang, jika kamu tidak mendengar suara saya jangan pernah kamu membukakan pintu"pesan steven


rachel langsung mengangguk


"ya sudah tidur lah"steven keluar dari kamar rachel


"kunci pintunya!"suruh steven


"iya bang'sahut rachel ,rachel langsung mengunci pintu kamar


"hiks!


"bunda! chel takut tinggal disini,ernest menghilang entah kemana,tidak ada yang memberitahu chel kemana dia pergi"rachel menangis sejadi jadinya


sama seperti rachel,ernest juga tampak murung terus di mansion


Tempat yang sepi dan gelap itu membuat ernest tidak betah,namun dirinya tidak bisa melakukan apa apa karna sekeliling tempat itu sudah di beri pagar sihir oleh azka


keesokan harinya..


rachel datang ke tempat kos dengan kondisi mata yang sembab akibat menangis terus,rachel datang ke tempat kos ditemani oleh steven


teman teman rachel sangat terkejut melihat mata rachel yang sembab


"kamu kenapa dek?"tanya delia


"nggak kenapa napa kok"jawab rachel


Steven merasa bersalah kepada rachel


"kamu disini dulu sebelum,nanti setelah abang pulang abang jemput kamu lagi"kata steven


"iya bang,maaf udah ngerepotin"kata rachel


"tudak sama sekali"sahut steven


"pergi ya"ucap steven


Setelah steven pergi teman teman rachel langsung mengerumuni nya


"jujur saja chel,lo kenapa?"tanya jack


"apa ernest nyakitin lo?"tanya jack lagi


"bukan dia"jawab rachel


"trus siapa? "kali ini naya yang bertanya


"glen,abangnya ernest yang paling tua"jawab rachel


Rachel kembali terisak mengingat kejadian semalam


"untung saja ada bang steven yang selalu membantu ku"lanjut rachel


"dia mengusir kamu atau apa?"tanya naya

__ADS_1


"dia menyentuh daguku dan bilang kalau aku manis"jawab rachel dengan polosnya


Deg!


__ADS_2