(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 37(S2)


__ADS_3

"papa!!!!"steven berteriak memanggil bastian


bastian yang masih berada di kamar nya berbegegas berlari keluar kamar


Bastian sangat terkejut melihat kondisi ernest "nak kamu kenapa?"tanya bastian panik


"hiks,kamu sebenarnya kenapa sayang?"clara menangis melihat ernest kesakitan


Rachel dan yang lainnya bingung melihat ernest tiba tiba keskitan


"arggghh!!!!"erang ernest saking sakitnya


"pa panggil om azka!"pinta ernest


"baiklah!"sahut steven


Steven sudah berlari keluar rumah"kemana aku harus mencarinya?"steven berdialog sendiri


steven kembali masuk kedalam rumah lagi"tapi dimana? Kemana aku harus mencarinya?"tanya nya


steven tahu kalau azka tidak akan terlihat pada saat siang hari


"arrrgghhh!!!"erang ernest lagi "ada apa dengan tubuhku? Kenapa rasanya sakit sekali?"tanya nya dalam hati


ernest mengulurkan tangannya kearah rachel rachel langsung meraih dan menggenggam tangannya


"semakin lama rasanya semakin sakit"ucap ernest


"nest mata kamu"kata haikal sambil menunjuk kearah mata ernest


Ernest terkejut mendengarnya"sial!"umpat nya dalam hati


Aku harus mengikatnya"gumam bastian"ambilkan tali!"bastian menyuruh seseorang mengambilkan tali


Steven dan dylan bergegas mencarikan tali


"jangan nangis,kasihan ernest,dia tambah tersiksa saat melihat kam menangis"kata violet kepada clara


clara hanya menjawab dengan anggukan kepala


"badan ku masih sakit semua,tapi kalau aku tidak bertindak bisa bisa mereka semua mati ditangan ernest "rutuk jack


Dengan berat hati jack mendekati ernest,ia langsung memegang dada ernest


"ini talinya"dylan membawakan tali rafia


jack mengambil tali itu lalu mengikat tangan dan kaki ernest sekencang mungkin


"makanya jangan kebanyakan"gerutu jack setelah mengikat kaki dan tangan ernest


Perkataan jack membuat rachel melongo"apa jack tau kalau kami abis melakukannya??"tanya rachel dalam hati


pipi rachel memerah mengingat adegan panas yang dilakukan nya bersama bersama ernest semalam


Setelah mengikat ernest jack langsung pergi karna sebelumnya dia mendapat pesan dari ketua klan nya agar segera menghadap


dylan dan steven memindahkan ernest ke atas kasur


"ernest kayak orang kerasukan"kata haikal


"sembarang saja kamu"marah delia


"ck,nggak percaya banget sih"gerutu haikal


tali rafia tidak dapat menahan kekuatan ernest,hanya sekali hentakan saja tali tali itu langsung terputus


Dari arah luar terdengar suara tembakan


Beberapa orang menggunakan penutup wajah masuk kedalam rumah

__ADS_1


ernest langsung keluar dari kamar


deg!


ernest terkejut melihat semua orang ditodongi senjata tajam dan senjata api oleh beberapa orang penjahat


"hahaha akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku!!"seru glen sambil berjalan masuk kedalam rumah


"aku sudah membunuh oma,sekarang giliran kalian semua yang akan mati"ucap glen


deg!


"Glen!"bastian tidak menyangka ternyata glen pelakunya


glen menatap bastian dengan sinis


"tangkap gadis itu!"glen menunjuk kearah rachel


ernest dengan cepat menghalangi mereka"jangan coba coba menyentuhnya kalau tidak mau mati"ancam ernest


"coba saja"tantang glen


"aku tau kamu frustasi karna ******** kamu terpotong,ups salah"ernest menunjukkan seringaian liciknya"tepatnya di potong"ernest melanjutkan perkataan nya


Glen mengepal tangannya..


"ini cuma terpotong,lagian hanya pucuknya saja,aku masih bisa melakukan hubungan ****!"jawab glen tidak mau kalah


ernest menahan tawa mendengarnya


"yakin?"tanya ernest


Glen semakin kesal melihat tatapan mengejek yang ditunjukkan oleh ernest


"bunuh mereka semua!!"glen memerintahkan anak buah membunuh semua orang termasuk ibunya sendiri


"glen kamu!"lyora tidak dapat melanjutkan perkataannya lagi saking terkejut dan kecewanya


"bunuh ernest lebih dahulu,aku ingin mereka melihat orang yang mereka sayangi mati di depan mata mereka"glen kembali memerintah anak buah nya untuk menghabisi ernest terlebih dahulu


dor!!


orang suruhan glen langsung melesatkan tembakan kearah ernest


Melihat itu Rachel langsung mendorong ernest agar terhindar dari peluru namun ernest dengan cepat menarik rachel kesisi lain sehingga yang terkena peluru adalah dirinya bukan nya rachel


ernest manahan rasa sakit akibat peluru bersarang tepat didada kirinya


"ernest!!!"teriak semua orang


"tidak apa apa"jawab ernest"aku tidak boleh terlihat lemah,siapa lagi yang akan melindungi mereka selain aku"gumam nya,ernest mencoba untuk terlihat baik baik saja


"ma tolong jaga rachel"ernest mendorong tubuh rachel kearah clara


"baiklah"sahut clara" hati hati "clara menyuruh ernest agar berhati hati


ernest berlari menyerang salah satu dari mereka dan merebut pistol dari tangannya"berlindung!!"teriaknya menyuruh mereka mencari tempat berlindung agar tidak terkena tembakan,Ernest mulai menembaki mereka menggunakan pistol yang dirampasnya


"tangkap!"ernest melempar pistol pistol yang berhasil dia ambil dari penjahat yang sudah mati kearah steven dan yang lainnya


"aarrgghh!!!"jerit azmi karna satu tembakan mengenai lengannya


haikal bergegas membawa azmi ketempat yang aman kemudian dia kembali membantu ernest dan steven


kelucuan sempat terjadi karna haikal pipis dicelana saking takutnya


melihat situasi yang mulai berbalik membuat glen ketakuan dan melarikan diri bersama beberapa orang lainnya


"nest e elo nggak apa apa?"tanya rachel dengan suara bergetar menahan tangis

__ADS_1


"gue baik baik aja"jawab ernest ,namun wajah nya lebih pucat dari biasanya karna darah terus keluar dari luka bekas tembak di bagian dada


Azmi mengepal tangannya menahan sakit hati karna rachel tidak mempedulikannya dirinya padahal dia juga terluka


"aneh,kok ernest baik baik aja padahal dia juga kena tembak"ucap haikal heran


"nggak usah banyak bacot,mending lo pergi kekamar mandi,bau lo pesing banget tau nggak!"gerutu naya jengkel


Pipi haikal memerah,haikal bergegas pergi kekamar mandi


"sini biar abang periksa"kata steven


"nggak usah"tolak ernest


beberapa menit kemudian ernest merasakan sakit yang luar biasa didadanya"aku pergi kekamar dulu"kata ernest


Saat ernest ingin berdiri


uhuk!!!


tiba tiba dia memuntahkan darah


"ngeyel!!"bentak steven


Steven mendorong ernest agar duduk di sofa,kemudian steven membuka kancing kemeja yang dipakai oleh ernest


"ini kamu bilang nggak apa apa??!"tanya steven dengan mata memerah menahan amarah


ernest hanya terdiam


"cepat keluarkan pelurunya!"ernest menyuruh steven mengeluar peluru yang bersarang di dadanya


"kamu gila ya nest! Peluru di lengan azmi bisa dikeluarin itu karna pelurunya cuma bersarang dibagian kulitnya,kalau kamu ya harus dokter yang ngeluarin!"marah valia


"aish kelamaan!!"ernest merebut pisau dari tangan steven lalu mencongkel peluru dari dadanya sendiri


dengan brutalnya ernest menusuk dadanya lalu mengeluarkan pelurunya


"perban!"seru ernest


rachel,delia dan naya hanya bisa menangis melihat nya


Dengan cepat steven membersihkan dan memasang perban pada luka ernest


"benarkan dia manusia? Sepertinya dia tidak takut mati"dalam hati azmi


bastian pergi untuk mengambil darah yang disimpan oleh alya di ruang rahasia


"minum ini!"bastian memberikan satu gelas besar darah


"bukankah itu darah pa?"tanya violet


"itu bukan darah,itu hanya beberapa ramuan obat yang sengaja diberi pewarna agar terlihat lebih menarik"jawab bastian asal


"oh"violet percaya begitu saja


"tapi itu sangat mirip dengan darah"ucap anna


"ya,sangat mirip"sambung gladies


Ernest meneguk habis darah itu


setelah meminum darah itu ernest merasa lebih bertenaga


"apa yang terjadi?"tanya jack,dia baru saja datang


semua nya terdiam..


"bereskan mayat mayat itu,jangan sampai meninggalkan bukti"kata ernest kepada jack

__ADS_1


"lo kira gue babu lo apa?! main suruh suruh aja"gerutu jack,namun tetap saja dia melakukannya


__ADS_2