
"papa!!!!"steven berteriak memanggil bastian
bastian yang masih berada di kamar nya berbegegas berlari keluar kamar
Bastian sangat terkejut melihat kondisi ernest "nak kamu kenapa?"tanya bastian panik
"hiks,kamu sebenarnya kenapa sayang?"clara menangis melihat ernest kesakitan
Rachel dan yang lainnya bingung melihat ernest tiba tiba keskitan
"arggghh!!!!"erang ernest saking sakitnya
"pa panggil om azka!"pinta ernest
"baiklah!"sahut steven
Steven sudah berlari keluar rumah"kemana aku harus mencarinya?"steven berdialog sendiri
steven kembali masuk kedalam rumah lagi"tapi dimana? Kemana aku harus mencarinya?"tanya nya
steven tahu kalau azka tidak akan terlihat pada saat siang hari
"arrrgghhh!!!"erang ernest lagi "ada apa dengan tubuhku? Kenapa rasanya sakit sekali?"tanya nya dalam hati
ernest mengulurkan tangannya kearah rachel rachel langsung meraih dan menggenggam tangannya
"semakin lama rasanya semakin sakit"ucap ernest
"nest mata kamu"kata haikal sambil menunjuk kearah mata ernest
Ernest terkejut mendengarnya"sial!"umpat nya dalam hati
Aku harus mengikatnya"gumam bastian"ambilkan tali!"bastian menyuruh seseorang mengambilkan tali
Steven dan dylan bergegas mencarikan tali
"jangan nangis,kasihan ernest,dia tambah tersiksa saat melihat kam menangis"kata violet kepada clara
clara hanya menjawab dengan anggukan kepala
"badan ku masih sakit semua,tapi kalau aku tidak bertindak bisa bisa mereka semua mati ditangan ernest "rutuk jack
Dengan berat hati jack mendekati ernest,ia langsung memegang dada ernest
"ini talinya"dylan membawakan tali rafia
jack mengambil tali itu lalu mengikat tangan dan kaki ernest sekencang mungkin
"makanya jangan kebanyakan"gerutu jack setelah mengikat kaki dan tangan ernest
Perkataan jack membuat rachel melongo"apa jack tau kalau kami abis melakukannya??"tanya rachel dalam hati
pipi rachel memerah mengingat adegan panas yang dilakukan nya bersama bersama ernest semalam
Setelah mengikat ernest jack langsung pergi karna sebelumnya dia mendapat pesan dari ketua klan nya agar segera menghadap
dylan dan steven memindahkan ernest ke atas kasur
"ernest kayak orang kerasukan"kata haikal
"sembarang saja kamu"marah delia
"ck,nggak percaya banget sih"gerutu haikal
tali rafia tidak dapat menahan kekuatan ernest,hanya sekali hentakan saja tali tali itu langsung terputus
Dari arah luar terdengar suara tembakan
Beberapa orang menggunakan penutup wajah masuk kedalam rumah
__ADS_1
ernest langsung keluar dari kamar
deg!
ernest terkejut melihat semua orang ditodongi senjata tajam dan senjata api oleh beberapa orang penjahat
"hahaha akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku!!"seru glen sambil berjalan masuk kedalam rumah
"aku sudah membunuh oma,sekarang giliran kalian semua yang akan mati"ucap glen
deg!
"Glen!"bastian tidak menyangka ternyata glen pelakunya
glen menatap bastian dengan sinis
"tangkap gadis itu!"glen menunjuk kearah rachel
ernest dengan cepat menghalangi mereka"jangan coba coba menyentuhnya kalau tidak mau mati"ancam ernest
"coba saja"tantang glen
"aku tau kamu frustasi karna ******** kamu terpotong,ups salah"ernest menunjukkan seringaian liciknya"tepatnya di potong"ernest melanjutkan perkataan nya
Glen mengepal tangannya..
"ini cuma terpotong,lagian hanya pucuknya saja,aku masih bisa melakukan hubungan ****!"jawab glen tidak mau kalah
ernest menahan tawa mendengarnya
"yakin?"tanya ernest
Glen semakin kesal melihat tatapan mengejek yang ditunjukkan oleh ernest
"bunuh mereka semua!!"glen memerintahkan anak buah membunuh semua orang termasuk ibunya sendiri
"glen kamu!"lyora tidak dapat melanjutkan perkataannya lagi saking terkejut dan kecewanya
"bunuh ernest lebih dahulu,aku ingin mereka melihat orang yang mereka sayangi mati di depan mata mereka"glen kembali memerintah anak buah nya untuk menghabisi ernest terlebih dahulu
dor!!
orang suruhan glen langsung melesatkan tembakan kearah ernest
Melihat itu Rachel langsung mendorong ernest agar terhindar dari peluru namun ernest dengan cepat menarik rachel kesisi lain sehingga yang terkena peluru adalah dirinya bukan nya rachel
ernest manahan rasa sakit akibat peluru bersarang tepat didada kirinya
"ernest!!!"teriak semua orang
"tidak apa apa"jawab ernest"aku tidak boleh terlihat lemah,siapa lagi yang akan melindungi mereka selain aku"gumam nya,ernest mencoba untuk terlihat baik baik saja
"ma tolong jaga rachel"ernest mendorong tubuh rachel kearah clara
"baiklah"sahut clara" hati hati "clara menyuruh ernest agar berhati hati
ernest berlari menyerang salah satu dari mereka dan merebut pistol dari tangannya"berlindung!!"teriaknya menyuruh mereka mencari tempat berlindung agar tidak terkena tembakan,Ernest mulai menembaki mereka menggunakan pistol yang dirampasnya
"tangkap!"ernest melempar pistol pistol yang berhasil dia ambil dari penjahat yang sudah mati kearah steven dan yang lainnya
"aarrgghh!!!"jerit azmi karna satu tembakan mengenai lengannya
haikal bergegas membawa azmi ketempat yang aman kemudian dia kembali membantu ernest dan steven
kelucuan sempat terjadi karna haikal pipis dicelana saking takutnya
melihat situasi yang mulai berbalik membuat glen ketakuan dan melarikan diri bersama beberapa orang lainnya
"nest e elo nggak apa apa?"tanya rachel dengan suara bergetar menahan tangis
__ADS_1
"gue baik baik aja"jawab ernest ,namun wajah nya lebih pucat dari biasanya karna darah terus keluar dari luka bekas tembak di bagian dada
Azmi mengepal tangannya menahan sakit hati karna rachel tidak mempedulikannya dirinya padahal dia juga terluka
"aneh,kok ernest baik baik aja padahal dia juga kena tembak"ucap haikal heran
"nggak usah banyak bacot,mending lo pergi kekamar mandi,bau lo pesing banget tau nggak!"gerutu naya jengkel
Pipi haikal memerah,haikal bergegas pergi kekamar mandi
"sini biar abang periksa"kata steven
"nggak usah"tolak ernest
beberapa menit kemudian ernest merasakan sakit yang luar biasa didadanya"aku pergi kekamar dulu"kata ernest
Saat ernest ingin berdiri
uhuk!!!
tiba tiba dia memuntahkan darah
"ngeyel!!"bentak steven
Steven mendorong ernest agar duduk di sofa,kemudian steven membuka kancing kemeja yang dipakai oleh ernest
"ini kamu bilang nggak apa apa??!"tanya steven dengan mata memerah menahan amarah
ernest hanya terdiam
"cepat keluarkan pelurunya!"ernest menyuruh steven mengeluar peluru yang bersarang di dadanya
"kamu gila ya nest! Peluru di lengan azmi bisa dikeluarin itu karna pelurunya cuma bersarang dibagian kulitnya,kalau kamu ya harus dokter yang ngeluarin!"marah valia
"aish kelamaan!!"ernest merebut pisau dari tangan steven lalu mencongkel peluru dari dadanya sendiri
dengan brutalnya ernest menusuk dadanya lalu mengeluarkan pelurunya
"perban!"seru ernest
rachel,delia dan naya hanya bisa menangis melihat nya
Dengan cepat steven membersihkan dan memasang perban pada luka ernest
"benarkan dia manusia? Sepertinya dia tidak takut mati"dalam hati azmi
bastian pergi untuk mengambil darah yang disimpan oleh alya di ruang rahasia
"minum ini!"bastian memberikan satu gelas besar darah
"bukankah itu darah pa?"tanya violet
"itu bukan darah,itu hanya beberapa ramuan obat yang sengaja diberi pewarna agar terlihat lebih menarik"jawab bastian asal
"oh"violet percaya begitu saja
"tapi itu sangat mirip dengan darah"ucap anna
"ya,sangat mirip"sambung gladies
Ernest meneguk habis darah itu
setelah meminum darah itu ernest merasa lebih bertenaga
"apa yang terjadi?"tanya jack,dia baru saja datang
semua nya terdiam..
"bereskan mayat mayat itu,jangan sampai meninggalkan bukti"kata ernest kepada jack
__ADS_1
"lo kira gue babu lo apa?! main suruh suruh aja"gerutu jack,namun tetap saja dia melakukannya