(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 84(S2)


__ADS_3

saat ini para perawat di klinik sedang membersihkan darah di kepala ernest


tiba tiba ernest membuka mata dan itu membuat para perawat terkejut


dengan santainya ernest melepas selang oksigen dari hidungnya lalu turun dari ranjang


"maaf seperti nya luka ku tidak terlalu serius,aku akan membersihkan nya sendiri"ujar ernest


para perawat itu saling tatap lalu salah satu dari mereka maju"oh jadi begitu"sahut nya"syukurlah kami tidak perlu kehilangan satu nyawa lagi,tadi nya kami sudah sangat panik karna denyut nadi kamu sangat lemah"lanjut perawat itu


ernest hanya menanggapi mereka dengan senyum ramah


"aku permisi dulu"ernest ingin pergi tapi di tahan salah satu perawat


dari arah luar ars datang menghampiri ernest"sudah aku duga kamu akan berada disini"kata ars sambil berjalan kearah ernest


ernest menanggapi nya dengan senyuman


para perawat melongo melihat wajah keduanya yang sangat mirip"wajah kalian sangat mirip,bedanya dia sedikit kurus dan agak"perawat itu menghentikan perkataannya


"agak dekil"lanjut ars tanap merasa berdosa sedikitpunpara perawat itu menahan tawa mendengarnya


ernest melempar tatapan tajam nya kearah ars


"apakah bisa pakai ini membayar biaya teman saya?! "tanya ars kepada perawat itu sambil menyodorkan gold card miliknya


"tidak dek,tempat ini sangat terpencil,jadi kami hanya menerima uang tunai atau kartu kesehatan lain nya untuk bertransaksi"ujar sang perawat


"oh! "sahut ars


ars memeriksa dompetnya"apakah selama ini aku tidak memiliki uang tunai?!"tanya nya sambil memeriksa isi dompetnya


setelah mengeluarkan semua isi dompetnya ars mendapatkan setidak nya empat lembar uang pecahan seratus ribu rupiah dan dua lembar uang pecahan 50.000 ribu won"apakah ini cukup?! "tanya nya sambil menyodorkan empat lembar pecahan seratus ribu rupiah


"segini sudah cukup! "perawat itu hanya mengambil satu lembar


"oh! "ars ber oh ria


"earnest!!!"seorang laki laki paruh baya datang tergesa gesa


"siapa dia? apa dia bokapnya anak itu?! "tanya ernest dalam hati


"earnest!"laki laki paruh baya itu langsung memeluk ernest"syukurlah kamu baik baik saja nak! "ucapnya


"ka kamu?! "laki laki paruh baya itu baru melihat ars


"saya ars, teman anak bapak!"jawab ars


ponsel ars sudah berkali kali berdering namun tidak di pedulikan oleh ars


"angkat! jangan membuat orang khawatir! "suruh ernest


"baiklah!"ars langsung mengangkat nya dan mengaktifkan pengeras suara


"ada apa?! "tanya ars

__ADS_1


"noah gawat! geby tiba tiba kabur dari rumah stella karna mendengar kabar orang tua nya sudah kembali keluar kota! "lapor afan


ars mencoba terlihat seolah olah tidak panik"sudah mencari kerumah belum? Kenapa siapa tau geby pulang kerumahnya"tanya nya


"udah,tapi geby nggak ada di rumahnya"jawab afan


"geby hilang lagi?!"tanya ernest


"anak itu sangat keras kepala,dia selalu saja mencoba melarikan diri padahal jelas jelas aku sudah mengatakan kalau aku akan akan bertanggung jawab atas perbuatan ku"curhat ars


ponsel ars berdering lagi...


"naya"gumam ars"ya ada apa ma?! "tanya nya


"ars geby di rumah, katanya mau bertemu kamu! lagian kamu dimana sih?! Kenapa kenapa sampai sekarang belum pulang juga!! "naya memarahi ars


"em,aku sedang di rumah teman"jawab ars ragu ragu


"abizar noahernest arsenio abdillah!! berhenti membohongi mama!! mama ini mama kandung kamu!! "teriak naya di ujung telfon


suara teriakan niah membuat ars menjauh kan ponselnya dari telinga


"ma aku serius,sekarang lagi di rumah teman!! "ars ngotot


"cepat pulang!!! "teriak naya


"tapi ma! "baru saja ars akan protes tapi naya sudah mematikan panggilannya


"nest, aku pulang dulu! "ucap ars


ernest langsung mencekal tangan ars


"aku akan kembali lagi"jawab ars melalui isyarat juga


ernest melepas tangannya,ars langsung pergi pulang


"ayo kita pulang nak, ibuk mu sudah masak banyak"yusman mengajak ernest pulang bersama


mau tidak mau ernest harus ikut pulang bersama dengan yusman


di depan pintu wina menyambut kedatangan ernest seolah dia sangat menyayanginya


melihat itu membuat ernest sekali membunuhnya di saat itu juga


wina sedikit heran melihat tatapan tajam yang di tunjukkan oleh anak yang biasanya akan menunduk takut saat berhadapan dengan dirinya


"ayo masuk"wina memegang tangan ernest,wina menggenggam tangan ernest sangat erat seolah olah dia ingin memberitahu bahwa earnest tidak boleh memberitahu yusman tentang apa yang terjadi


saat sedang menghadap meja makan tiba tiba seorang anak laki laki memakai seragam sekolah SMA datang


"nest kenapa kamu nggak sekolah? tadi bu guru nanya kamu! "tanya andri seolah olah dia tidak tahu apa yang terjadi setelah yusman pergi bekerja tadi pagi


sudut bibir ernest tertarik"mau bersandiwara dengan ku? ayo aja"gumam nya


sementara itu ars baru saja sampai di rumahnya..

__ADS_1


"geby!! "panggil ars sambil berlari masuk ke dalam rumah


geby menoleh kearah ars


"kenapa kamu ada disini?!"tanya ars sedikit panik


"aku cuma mampir aja"geby lansgung pergi meninggal kan ars begitu saja


"hah?! "ars di buat bingung oleh tingkah geby


geby hanya sekedar menguji ars,apakah ars benar benar akan panik atau justru sebaliknya, dia akan senang geby datang ke rumahnya


"rumah ini semakin tidak terkendali setelah kematian tuan besar,siapapun menjadi bebas untuk datang dan pergi! "ujar lyora


perkataan lyora membuat naya merasa tersinggung, naya hanya tertunduk tanpa bernai berkata apa apa


"menurut anda siapa yang sudah membuat ****** yang dibawa oleh steven kerumah ini pergi?! "tanya ars, meskipun naya bukan ibu kandung nya ars tetap tidak terima jika ada yang membuat nya bersedih


perkataan ars membuat lyora meradang..


"kamu anak kecil berani berani nya berkata kasar kepada yang lebih tua! dasar anak kurang ajar! saya sudah menduga kalau kalian mau mendominasi rumah ini dan perusahaan setelah tahu bastian meninggal dunia dasar orang miskin!! "lyora meninggikan suara karna merasa di remehkan oleh ars


ars menahan amarah saat melihat mata naya berkaca kaca"ma,kita pindah saja dari sini,aku akan membeli rumah untuk mama"kata ars


"raihan tarik semua saham kita dari perusahaan mereka! "perintah ars


raihan langsung melempar tatapan kearah azka,azka mengangguk


"baiklah! "jawab raihan


melihat situasi yang semakin tidak terkendali steven langsung berlutut di hadapan ars


"aku mohon jangan lakukan itu! "pinta steven


"steven!"clara langsung menghampiri steven dan membantu nya bangun


azka akhirnya maju"saya akan memberitahu kamu asal muasal semua harga keluarga kita! "ujar azka


"papa soni bukanlah ayah kandung saya,dia adalah adik sepupu dari papa saya, setelah papa dan mama saya meninggal dia imanatkan untuk menjaga saya dan mengelola perusahaan peninggalan papa dan kakek saya, setelah saya besar dia menyerahkan semua kembali ke pada saya"azka berjalan ke sebelah lyora


"coba tebak apa yang di miliki oleh dia setelah itu?! "tanya azka


lyora memucat seketika...


bastian hanya memiliki tiga puluh persen saham di perusahaan besar itu, sisa nya adalah milikku dan ars,empat puluh persen milikku dan lima puluh persen milik ars! oh iya anda tidak kenal siapa ars, tapi anda kenal raihan?!"tanya azka,azka sangat puas ketika


melihat wajah pucat padi lyora


lyora terpaksa mengangguk..


"dia anak dari ars,pemegang saham terbesar"ucap azka


lyora sangat gugup setelah mengetahui ternyata keluarga nya bukan lah apa apa di hadapan azka dan raihan"ka kalian menindas ornag tua!"ucapnya


"tunggu apa lagi! "ars menatap raihan dengan tatapan tajam

__ADS_1


"ba baiklah! "sahut raihan gugup


"tunggu dulu! atas dasar apa kamu mengikuti perintah anak itu?!! "tanya lyora marah


__ADS_2