(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 16 (S 2 )


__ADS_3

rachel langsung menghampiri ernest yang sedang termenung bersandar disudut ruangan


"kenapa serigala itu datang kesini?"tanya ernest dalam hati


tatapan tajam yang ditunjukkan oleh ernest membuat jack menghentikan langkahnya yang ingin masuk kedalam kamar itu


"pergi!!"ernest mengusir jack melalui telepati


jack langsung buru buru pergi karna dirinya tidak ingin orang lain melihat wujud aslinya karna ketika dirinya marah wujudnya akan berubah menjadi serigala


"ke kenapa ini?"rachel panik melihat baju yang dipakai ernest penuh dengan darah


ernest berusaha bangun,rachel langsung membantu dan menuntunnya ke kasur


"sakit sekali! ini sangat menyiksaku"dalam hati ernest


ernest duduk diatas tempat tidur dan rachel membantu membuka kemeja yang dipakai oleh ernest


azmi mengepal tangannya,begitu juga dengan delia,dia sangat cemburu melihat adegan romantis itu


rachel begitu telaten mengurus ernest ,dia membersih kan sisa darah di dada ernest menggunakan kain basah


uhuk!!


ernest terbatuk lagi dan kembali memuntahkan darah


"aaaa!!"rachel menjerit karna terkejut


tap!


ernest memegang lengan rachel,"tidak apa apa,aku belum mati"kata ernest tatapan tanpa ekspresi


"sial!, yang aku makan dan minum semua nya keluar lagi"gerutu ernest dalam hati


"plak!


rachel memukul lengan ernest


"ucapan adalah do'a,lain kali berucaplah yang baik"marah rachel


"hem"sahut ernest


"berbaring!"rachel menyuruh ernest berbaring


rachel tampak bingung"duh,gimana ni? masa gue yang buka tu celana?"tanya rachel dalam hati karna celana ernest juga berlumuran darah


ernest pura pura memejamkan mata


"kenapa chel?"tanya azmi


rachel menjawab dengan gelengan kepala


"makasih udah nemenin chel"rachel berniat menyuruh mereka pergi dari kamar itu


mereka langsung langsung mengerti dengan ucapan rachel lalu mereka pergi..


"bye rachel!"ucap naya


"bye naya!"sahut,rachel


rachel langsung mengunci pintu kamar kemudian rachel mengambil celana pendek dan baju kaos dari lemari


"cepat ganti celana lo!"rachel memberikan celana dan baju kepada ernest,setelah itu rachel langsung kekamar mandi untuk buang air kecil dan mencuci wajahnya


ernest bergegas mengganti baju dan celananya


"sepertinya dia tidak marah lagi"dalam hati ernest


saat sore hari..


rachel membantu ernest berjalan keluar kamar


sudut bibir ernest tertarik sedikit..


dia sebenarnya tidak apa apa,hanya saja wajah nya lebih pucat dari biasanya karna kekurangan asupan darah


"silahkan makan nak"tawar ustad faisal


ernest merasa mual melihat makanan yang dihidangkan

__ADS_1


nanti saja bi,tadi aku habis dari rumah papa,abis makan disana" ernest lagi lagi berbohong


"saat orang orang sedang sholat magrib ernest justru malah berkeliaran mengelilingi pesantren dengan cara melesat


langkah ernest terhenti saat jack tiba tiba muncul dan menghalangi jalannya


tanpa bicara sepatah kata pun keduanya langsung saling menyerang..


dengan kukunya yang tajam ernest mengoyak punggung jack yang sudah berwujud serigala


karna ernest begitu lemah jack juga berhasil melukai leher ernest dengan kuku serigalanya yang mengandung racun


keduanya berhenti berkelali kala para santri mulai berkeliaran disekitar asrama


"ernest !"panggil ustad faisal


"iya bi"sahut ernest sambil mencoba menutupi luka bekas cakaran di lehernya


"untung saja aku memakai baju berwarna hitam"gumam ernest


"kenapa kamu tidak ikut sholat?"tanya ustad faisal


"nest!"sapa haikal


racun terus menjalar melalui pembulu darah


"ma maaf,aku harus ke toilet"ernest langsung berlari menuju kediaman ustad faisal


"lah kenapa lagi tu anak?"tanya fiqih


haikal mengedikkan bahu tanda dia tidak tahu


ustad faisal menggeleng kepala melihat itu"seperti nya aku harus lebih bersabar dalam mendidik menantuku"dalam hati ustad faisal sambil mengurut dada


bruk!


ernest tidak sengaja menubruk rachel"maaf"ucapnya lalu bergegas masuk kedalam kamar kemudian masuk ke kamar mandi


"aarrghh!!!"erang ernest,untung saja ernest sudah menyumpal mulut nya menggunakan baju,sehingga tidak ada yang dapat mendengar erangannya


di sebuah kamar..


jack merintih kesakitan karna cakaran ernest menembus tulangnya


"oh iya qih,jack kok nggak kelihatan sejak tadi?"tanya haikal


"ayo kita cek kekamarnya,takutnya dia kenapa napa"ajak fiqih


"ayo"sahut haikal


mereka berdua pergi kekamar jack


tok tok tok


"jack!!!!!"teriak haikal dan fiqih dari luar kamar


jack panik bukan main,dia langsung membereskan perban dan obat merah yang digunakan untuk mengobati lukanya


ceklek.


jack membuka pintu dan menunjukkan senyum palsu kearah dua anak manusia didepannya


"kirain kenapa napa tadi"kata fiqih


di kamar ernest.


sudah beberapa kali rachel mengetuk pintu kamar namun ernest tidak membukanya


"ada apa ini nak?"tanya inayah


"ini mi,abi nyuruh manggil ernest tapi orangnya nggak mau bukain pintu"jawab rachel


inayah tersenyum


"oh"sahut inayah


"coba tunggu sebentar,siapa tau dia sedang di kamar kecil"kata inayah dengan suara nya yang lembut


"oh iya,lain kali jangan menyebut nama suami kamu secara langsung,itu dosa"kata inayah lagi,setelah itu inayah pergi kedapur

__ADS_1


"ah umi,trus aku harus manggil dia siapa dong?"gerutu rachel


rachel kembali mengetuk pintu kamar


tok tok tok


"buka pintu nya!!"rachel setengah berteriak


karna kesal ernest tidak kunjung membuka pintu,rachel pergi kekamar orang tuanya untuk mengambil kunci cadangan


didalam kamar..


ernest menggigil karna racun terus menjalar disepanjang pembuluh darahnya


ceklek!


rachel membuka pintu kamar


deg!


rachel terkejut melihat lantai kamar dipenuhi tetesan darah


rachel buru buru mengunci pintu agar tidak ada yang melihat


"ernest!"rachel mencari keberadaan ernest


deg!


rachel kembali di buat terkejut dengan pemandangan yang dilihat olehnya


"ernest!!"pekik rachel


tangan rachel gemetar sambil berusaha menyentuh nadi ernest


deg!


rachel terduduk dilantai


"a apa ini?"tanya rachel


rachel berusaha bangkit untuk mencari pertolongan


"jangan pergi!"pinta ernest dengan suara yang sangat pelan


deg!


"e elo masih hidup?"tanya rachel


"eh bukan gitu maksud gue"rachel jadi merasa bersalah


"ambilkan ko koper diatas lemari"suruh ernest ,dia sudah tidak peduli rachel akan tahu identitas aslinya,yang penting sekarang dirinya harus meminum darah segar agar tubuh nya sedikit bertenaga


rachel bergegas mengambil koper diatas lemari


"bu buka!"suruh ernest


rachel pun membuka koper itu


ernest meraih satu kantong darah kemudian meminumnya hingga habis


rachel termenung melihat itu.


"jangan ada yang masuk kekamar ini"kata ernest kepada rachel


"ya,tapi sekarang abi nyuruh lo ke masjid"kata rachel


ernest langsung memejamkan matanya


"baiklah"ernest bergegas berganti baju


"itu luka dileher lo?"tanya rachel


"oh ini tadi gue nangkap kucing liar"jawab ernest


"trus lo kena cakar?"tanya rachel


ernest mengangguk


"gede amat kucing liarnya?"tanya rachel dalam hati

__ADS_1


maaf kalau ceritanya sedikit membosankan.๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


authornya nggak tamat SD soalnya๐Ÿคญ๐Ÿคญ


__ADS_2