(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 94 (S2)


__ADS_3

tubuh geby gemetar melihat perubahan merek bertiga, melihat itu ars langsung menarik geby kedalam dekapannya


"tenang,jangan panik"ucap ars mencoba menenang kan geby dari rasa takutnya


geby ingin melihat kearah mereka bertiga tapi di larang oleh ars"jangan dilihat!"ars melarang geby untuk melihat nya


iwan datang dari arah belakang gilang,afan dan deri


"em,kenapa rasanya di dalam perutku ada sesuatu yang bergerak?!"tanya geby dengan suara pelan


bukannya menjawab ars justru malah tersenyum mendengar nya


"hahaha!! bukan hanya kamu yang memiliki tim! aku juga memilikinya!! "seru giorgino yang menguasai tubuh iwan


dengan santainya ara menanggapi giorgino"ya ya! tapi coba kamu lihat apakah mereka dengan sukarela menjadi pengikut kamu?! "tanya ars


"hiks,takut!"rengej geby


"tidak apa apa, jangan takut!"ars mencoba menenangkan geby


"gue juga takut! "stella langsung menangis sesenggukan


"ma makhluk apa itu?! "tanya andri dalam hati,dia bahkan sudah kencing di celana saking takutnya


nisa mulai merasa pusing..


bruk!


akhirnya nisa pingsan


"nis,kamu nggak boleh... ping.. san! "setelah mengatakan itu andri juga ikut pingsan


ars mengelus perut geby agar janin yang berada di dalam perutnya bisa merasa lebih tenang


"hati hati! "teriak ernest saat gilang,afan dan deri mulai menyerang secara mrmbabi buta


'jangan sampai terkena kuku mereka!! "seru ars


"aku takut! pokoknya mau pulang!!!"teriak geby sambil nangis kejer


"tenang dulu, aku nggak mungkin ninggalin, mereka"ujar ars


dari arah luar kabut axel,raihan azka dan para bawahannya datang untuk menyelamatkan ars dan yang lainnya


mereka mencoba menghilangkan kabut tebal itu menggunakan cara apapun


setelah cukup lama mencoba akhirnya mereka berhasil menghilangkan kabutnya


raihan terpaku melihat ars memeluk seorang gadis


"raihan awas!! "teriak azka karna raihan melamun


raihan langsung berlari menyerang gilang dan yang lainnya


perkelahian berlangsung sengit


azka mencoba menyerang giorgino yang menjadi puncak dari semua masalah

__ADS_1


raihan beberapa kalia terpental karna tidak kurang fokus


ars terus mencoba menenangkan geby yang sedang menangis hingga tidak dia sadari sadari ternyata giorgino sudah menargetkannya


"awas pa!! "teriak raihan


raihan langsung melesat dan menghadang giorgino sehingga membuat tangan giorgino menembus tubuh raihan


deg!!


"raihan!!! "teriak ars, ars melepaskan geby begitu saja sehingga membuat geby nyaris terjatuh untung saja stella menahan tubuh geby


karna marah ars langsung menyerang giorgino secara membabi buta sehingga membuat giorgino terpaksa keluar dari tubuh iwan karna cidera yang dia derita


"dasar pengecut!! "teriak ars marah karna giorgino melarikan diri


"pa! "panggil raihan


"raihan! "ars langsung menghampiri raihan


"kamu harus bertahan! "ars mrncoba mengobati raihan tapi itu tidak berguna sama sekali karna racun dari kuku giorgino sudah mengenai jantung raihan


"aaaa!! "teriak ars marah


"pa ma maafin rai atas kesalahan rai di masa lalu,rai benar benar nggak sengaja"ucap raihan dengan suara lemah,raihan menyentuh wajah ars dengan tangan nya yang berlumuran darah


"pa? "tanya stella


"papa maksudnya?! "gumam geby


azka dan ernest melihat sejenak kemudian melanjutkan pertarungannya dengan gilang dan dua lainnya


"nggak! raihan!!! maafin papa karna cuek selama ini raihan papa mohon kembali!! tolong kembali raihan!!! "teriak ars sambil menangis


ars bersujud di atas abu raihan"raihan!!!! "teriak nya


semua orang yang berada di sana tidak bisa berbuat apa apa untuk membantu ars


"kenapa? kenapa aku harus merasakan hal ini lagi?! kenapa?!!! "teriak ars di sela tangis nya


"karna itu sudah jadi takdir kita! kita harus kuat demi kelangsungan hidup klan kita!! "seru axel


akhirnya azka dan ernest berhasil menumbangkan gilang dan afan


serangan yang di layangakan oleh redi melesat mengarah kearah geby


"awaaass! "teriak axel, axel menangkap tubuh geby dan membawanya berguling di tanah


"maaf!"ucap axel


"nggak apa apa! "jawab geby


saat akan berjalan tiba tiba mengalir darah segar di antar dua paha geby


geby masih diam saja,dia tidak ingin membuat panik semua orang orang


nisa dan andri akhirnya sadar dari pingsan mereka

__ADS_1


wajah geby memucat menahan sakit dibagian bawah perutnya


"geby lo baik baik aja kan?! "tanya stella


"ya! "jawab geby sambil memaksa tersenyum


"auwh! sakit banget!"geby memegang perutnya yang terasa sangat sakit"sebenarnya gue kenapa sih?! kenapa tiba tiba keluar darah? apa datang bulan? # tapi biasanya gue datang bulan nggak kayak gini deh!"geby bingung sendiri dengan keadaannya


"ada sebenarnya? kenapa teman earnest nangis?! "tanya andri kepada nisa


nisa nyengir menghadap andri"tanya sama mereka jangan nanya kek aku,kita kan sama sama pingsan! "jawab nya kesal


"geb!!! "pekik stella saat melihat darah mengalir dari pangkal paha geby


"kayaknya gue datang bulan deh! "jawab geby


"datang bulan pala lo!! coab lihat wajah lo udah pucat banget!! "ucap stella marah


ars menoleh kearah geby


deg!!


hati ars serasa di timpa oleh ribuan batu saat melihat darah segar mengalir deras dari pangkal paha geby


"geby!!! "teriak ars"ars langsung menghampiri geby dan mengangkatnya


"siapkan mobil! "teriak nya


para bawahan axel langsung berlarian mengambil mobil


" kayak orang pendarahan,apa dia sedang hamil? tapi nggak mungkin deh,kan dia masih sekolah"dalam hati nisa


semua orang ikut menyusul ars menggunakan kendaraan mereka masing masing


sementara itu ars membawa geby untuk di obati di kediaman ernest,karna tidak mungkin dia membawanya pulang,akan membuat heboh satu rumah jika dia sampai melakukan itu


ars, ernest azka dan axel bersatu untuk mengobati dan mempertahankan janin yang berada di dalam rahim geby


setelah satu jam akhirnya berhasil juga,geby sudah tidak pendarahan lagi dan janinnya sudah dalam kondisi baik


ars langsung bersujud di lantai"aku mengira akan kehilangan anak yang lainnya juga, tapi ternyata tidak, dia masih memberikan kesempatan untuk ku menebus kesalahan"ucapnya


"ernest,axel dan azka hanya diam..


tak lama kemudian geby sadar dari pingsannya"dimana aku?! "tanya nya


axel dan azka keluar dari kamar tamu


"teman kalian sudah bangun! "kata axel kepada mereka


stella dan yang lainnya langsung bergegas masuk ke kamar tamu rumah itu


"geb lo nggak apa apa?! "tanya stella


geby membalasnya dengan senyum


kemudian tatapan geby beralih ke ars"sebenarnya gue kenapa?! "tanya nya kepada ars

__ADS_1


ars mencoba tersenyum"kamu nggak apa apa kok"jawabnya,ars menggenggam tangan geby dengan sangat erat,terlihat jelas dari raut wajahnya ars sangat sedih dan terpukul atas kepergian raihan


__ADS_2