
semua orang terperangah mendengar perkataan ars, dengan mudahnya ars menyetujui usulan gila gilang
ars mempererat cekikannya
iwan mencoba memutar balik keadaan namun ars bukanlah tandingannya,saat iwan mencoba memberontak tubuh ars sedikitpun tidak bergerak
ars menyeringai melihat ekspresi kesakitan yang di tunjukkan oleh iwan
ars melempar tubuh ars kearah lain
buk!!
tubuh iwan membentur dinding
iwan mencoba bangun dan melawan,kali ini iwan sepertinya sangat yakin akan menang dari ars, dia melesat kearah ars tapi gerakannya sangat mudah terdeteksi oleh ars sehingga dengan mudah ars dapat menghindar
hilang menghela nafas melihat itu
mario dan mia mencoba membangunkan geby tapi tidak berhasil
"sebenarnya teman kamu itu kenapa nak?! "tanya lastri kepada gilang
"kerasukan ma! dia teman sekolah kami tapi akhir kahir ini dia sering dikendalikan oleh sesuatu"jelas gilang kepada sang bunda"bahkan sebenarnya aku juga pernah kerasukan, saat itu aku hampir membuat geby meninggal karna pendarahan"gialng meneruskan ceritanya
"hah! pendarahan!! "tanya mereka serentak
"bagaimana aku tidak taju soal itu?! "tanha mia
"jadi geby benar benar hamil?! "tanya lastri
gilang mengangguk
"tapi sayang dia bukan hamil anak ku tapi hamil anak dia!"ujar gilang
kedua orang tua geny dan gilang langsung kearah ars
"dia?! "tanya mereka
lagi lagi gilang mengangguk
iwan terbang dan menempel di langit langit ruangan itu
brak!!
dengan mudahnya iwan merusak plafon rumah itu dan masuk kedalam nya.
melihat itu ars langsung mundur lalu masuk kekamar geby
"hati hati! "ars memperingatkan semua otang agar waspada
"kemana perginya?! "tanya gilang
"atas!!"jawab ars
ars memejamkan mata untuk mendeteksi arah pergerakan iwan
"geby gue mohon lo harus bertahan! gue nghak akan maksa lo lagi kok! "pinta gilang dalam hati
"dapat!! "seru ars
ars melompat keatas sehingga membuat plagon di kamar geby jebol
srek!!
bruk!!
iwan tersungkur di lantai,namu ndengan cepat iwan bangun dan melawan ars
kuku kuku iwan mulai memanjang,taring iblis nya mulai keluar,telinga iwan mulai memanjang
ars mengerutkan dahi melihatnya
"setan!! "seru semua orang
"setan?!"tanya ars
"hahaha! kali ini aku akan menang!!"seru iwan,taring panjang nya membuat iwan sulit berbicara, bahkan ait liur mulai menetes membasahi baju nya
dengan percaya diri iwan melesat dan mencoba menyerang ars
__ADS_1
bles!!!
iwan terdiam seketika
perlahan dia melihat kebawah
ternyata tangan ars sudah menembus dadanya
"bagaimana? "tanya ars sambil tersenyum licik
bruk!
saat ars menarik tangannya iwan langsung tersungkur di lantai
dug!
*dug!
dug*!
jantung di tangan ars masih berdetak dengan baik
mata iwan terbelalak saat menyadari jantungnya sudah berada di tangan ars
ars berbalik
"aaa!!!!!
teriak semua orang
"bukan kah irama detakannya sangat indah? ini baru yang dinamakan seni hidup!"ujar ars,seringaian ars membuat gilang merinding.dengan spontan gilang menutupi dadanya
"tiga!!! dua!!!! satu!!!! "ars menghitung waktu kematian iwan
tubuh iwan tergeletak bersimbah darah
"bukannya dia udah jadi iblis? kenapa mudah banget sih mati nya?! "tanya gilang dalam hati
jantung yang berada di tanhan ars memompa sanagt baik,hal itu membuat ars sedikit curiga
tiba tiba iwan membuka mata dan melakukan serangan terakhir dengan cara menyerang bagian dada ars
"bruk!
ars tersungkur dilantai"sial!! "umpatnya
kuku kuku ars memanjang, dalam hitunhan menit jantung yang berada di tangannya langsung hancur.kemudian ars meraih tubuh iwan dan melemparnya kesembarang arah lalu menyeretnya keluar dari kamar itu
"nak gi gilang! apa kamu melihat kuku nya memanjang tadi?! "tamya mia
gilang langsung menggeleng
di ruangan lain ars mengoyak ngoyak lalu membakar tubuh tanpa jantung itu
aroma daging terbakar tercium hingga ke kamar geby, tak lama kemudian ars muncul
"sangat melelahkan! "ucap ars"bagaimana keadaan geby?! "tanya nya kepada gilang
"masih seperti tadi"jawab gilang jujur
tiba tiba ars merasa mual
huek!
byur!!
ars memuntahkan darah dari mulutnya,dadanya juga terasa sangat sakit
"ars!! a apa yang harus aku lakukan?! "tanya gilang
"diam! "seru ars sambil menahan sakit
di sisi lain ernest juga merasakan sakit yang dirasakan oleh ars
saat ini ernest dan axel sedang bertarung dengan jack dan anak buahnya
"gawat! semua nya sudah tumbang! kalau aku meneruskan pertarungan ini sama saja aku bunuh diri dong?! "gumamnya"mending aku pergi dulu! "jack langsung melarikan diri
axel ingin mengejar nya
__ADS_1
"akh!!!
ernest terduduk menahan sakit
"ernest!"seru axel, axel langsung menghampiri ernest "apa yang terjadi?! kenapa tiba tiba sakit?!"tanya axel
"seperti nya ars sedang terluka!"jawab ernest sambil jujur
"apa! kalau begitu lebih baik kita kembali saja!"ajak axel
"jangan! kita harus terus mencari geby!"ujar ernest
axel jadi bimbang harus meneruskan pencarian atau kembali
"coba saya periksa! "lastri menawarkan diri untuk memeriksa ars
"jangan ma! "gilang menggeleng kepala kearah lastri, gilang takut ars hilang kendali dan menyakiti lastri
"ars!! "panggil azka,azka berlari masuk kedalam rumah geby
deg!
"siapa yang mati?! "tanya azka saat melihat darah berserakan di lantai
"iwan! om! "jawab gilang
azka menggeleng kepala mendengarnya
"cepat masuk dan bereskan semua kekacauan di sini!! "azka memanggil anak buah nya yang berada di luar rumah
mereka langsung masuk kedalam rumah dan membersihkan apa yang di perintahkan oleh azka
yang lain hanya bisa mematung melihat orang orang itu membersihkan bekas darah tanpa meninggalkan setetes darah pun di lantai maupun dinding
"ars kamu baik bai saja?!"tanya azka
ars hanya bisa mengangguk kepala
wajah ars semakin pucat saja karna menahan sakit
azka langsung menarik ars dan menyuruhnya berbaring di samping geby
"sreet!!
kemudian azka langsung mengoyak baju tang di pakai oleh azka
deg!
azka terkejut melihat luka di dada ars bertambah parah
yang lain langsung menutup mulut melihat nya
"sakit?! "tanya azka
ars tidak menjawab,tubuhnya menegang menahan sakit
"biar saya memeriksa nya! profesi saya dokter jadi sedikit banyak saya tahu tentang penyakit yang tertentu! "ujar lastri
"jangan ma! "gilang melarang lastri
"apa apaan kamu gilang! "lastri malah memarahi gilang
"jangan!! "gilang mencekal tangan lastri
azka menoleh kearah gilang"jangan berisik!! "ucapnya
ars menarik tangan azka sehingga membuat azka terjerembab kearah nya
ternyata sejak tadi ars mengincar leher azka
"aaargghh!! "erang azka saat ars menggigit lehernya
deg!!
semua yang disana lagi lagi di buat terkejut
sekuat tenaga azka menahan rasa sakit itu
mata ars membulat saat menyadari apa yang sedang dia lakukan,dengan cepat ars melepaskan nya
__ADS_1
"aahh!! "azka langsung tegak sambil memegang lehernya,darah masih terus mengalir dari lukanya