(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 33 (S2)


__ADS_3

Ernest melempar tatapan kearah steven


"apa?"tanya steven bingung


"yah! kamu kira saya yang menakut nakuti rachel?"tanya steven tak habis pikir


"parah parah"gerutu steven


"gue bukannya takut sama bang steven,tapi gue takut sama abang tertua lo yang super duper mesum itu!"kata rachel,menyebut namanya saja rachel tidak sudi lagi


ernest menggaruk tengkuknya..


"em yaudah,lo ikut bang steven pulang,glen nggak akan mengganggu lo pagi"suruh ernest


Rachel menghentak hentak kakinya kelantai,hal itu membuat ernest bingung dan mengerutkan dahi


"gue pergi"kata rachel sambil cemberut


"hati hati chel!"ucap naya


"ya ya!" sahut rachel tanpa menoleh


Ernest menggeleng kepala melihat tingkah rachel yang masih sangat kekanak kanakan


setelah rachel pergi ernest langsung bergegas pergi juga menuju mansion


Ditempat lain..


Lyora murka saat mengetahui alat vital anak nya terpotong


Dia menuntut pihak rumah sakit atas kejadian itu


di rumah sakit lainnya...


"mi,tolong suruh ernest sama rachel datang kesini"pinta ustad faisal


"iya bi,tunggu sebentar,fajri sedang mencoba menghubungi mereka"jawab inayah


saat sampai dirumah steven dan rachel terkejut karna semua orang terlihat sedih


"ck ck nggak nyangka deh bang glen berakhir menjadi kasim"celetuk dylan


"kasim maksudnya?"tanya rachel


"alat vital terpotong"jawab dylan


Senyum diwajah rachel terbit saat mendengar nya"rasain"gumamnya


"oh iya nak rachel,tadi ustad fajri nelfon katannya abi kamu mau bertemu kamu"kata bastian kepada rachel


Deg!


hati rachel merasa tidak enak


"ayo saya antar"tawar steven


"baiklah"jawab rachel


"suruh ernest datang kerumah sakit juga"kata clara


"ernest sudah papa telfon"kata bastian


"oh"sahut clara


rachel bergegas pergi kekamarnya untuk berganti pakaian


Diruang tengah..


"pa rachel mana?"tanya ernest


Bastian,clara dan steven dibuat terkejut oleh kemunculan ernest yang tiba tiba


"lain kali lakukan lagi,biar saya terkena serangan jantungan sekalian"sungut bastian saking jengkelnya


"hehe maaf"ucap ernest sambil menggaruk tengkuknya


"cepat ganti pakaian kamu!"suruh bastian

__ADS_1


"baiklah"jawab ernest


Ernest bergegas pergi kekamarnya


disana dia melihat rachel yang sedang sibuk memakai hijabnya


"tungguin gue"kata ernest lalu dia pergi kekamar mandi


rachel hanya menoleh sebentar sambil menaikkan alisnya kemudian kembali fokus dengan hijabnya


tak lama kemudian ernest keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar dipinggangnya


"lah kok ben...."


Deg!


rachel membulatkan matanya saat melihat kearah ernest ,mulutnya langsung bungkam


"tubuh nya bagus banget!!!"jerit rachel dalam hati


"lap tu iler!"ejek ernest karna rachel tidak mengedipkan matanya sekalipun


rachel reflek mengelap sudut bibirnya menggunakan jari tangan


"hahaha!"tawa ernest pecah melihat tingkah konyol rachel


Rachel yang mengetahui kalau dirinya sedang dikerjai langsung ngambek dan pergi keluar kamar


Setelah berganti pakaian ernest bergegas kelar kamar


"bang stev mana pa?"tanya ernest


"sudah menunggu dimobil""jawab bastian


"oh,kalau begitu aku pergi dulu ya pa,kasih tau mama juga"kata ernest kepada bastian


"iya,hati hati dijalan!"sahut bastian


saat ernest masuk kedalam mobil rachel masih saja merajuk


disepanjang perjalanan keduanya tidak saling menyapa sekalipun,hanya steven yang sibuk mengajak keduanya berbicara


"kenapa rachel belum datang juga mi?"tanya ustad faisal dengan suara yang sangat pelan


"tunggu sebentar lagi bi,rachel pasti datang"jawab inayah


"assalamualaikum!"ucap rachel dari balik pintu


"alhamdulillah"ucap fajri"khirnya kamu datang juga"kata fajri kepada rachel


Ernest dan steven ikut masuk dan berdiri dibelakang rachel


"bi chel udah datang"kata rachel sambil menggenggam tangan ustad faisal


ustad faisal lmelambaikan tangan nya kearah ernest


Ernest yang merasa dipanggilpun langsung mendekat


ustad faisal meraih tangan ernest dan meletakkan tangan nya diatas tangan rachel


"tolong jaga putri saya dan bimbinglah dia,saya yakin kamu bisa melakukannya"pinta ustad faisal


deg!


Ernest sangat terkejut


"ta tapi"protes ernest


ustad faisal langaung memotong nya


"saya yakin kamu bisa mengendalikan diri kamu"kata ustad faisal lagi sembari tersenyum


tatapan ustad faisal beralih kearah sang istri"mi,abi titip anak dan pesantren"pinta nya kepada sang istri,kemudian mengucapkan istighfar lalu ustad faisal perlahan memejamkan matanya


"hiks abi!!!"jerit rachel


Ernest bingung harus bereaksi seperti apa"apakah aku harus menangis juga?"tanya nya dalam hati karna yang lain nya menangis bahkan steven juga ikut menangis

__ADS_1


ernest hanya bisa menunjukkan ekspresi wajah nya yang datar dihadapan mereka


"sudahlah,abi tidak ingin melihat lo bersedih kaya gini"kata ernest kepada rachel"lagian wajah lo pas lagi nangis itu jelek banget"lanjut ernest


Rachel langsung melayangkan tatapan tajamnya kearah ernest


yang lain juga menatap ernest dengan ekspresi yang sulit dijelaskan


"perasaan perkataan ku nggak ada yang salah"gumam ernest


steven menutup wajahnya saking malunya


suster melihat kearah steven...


"dia bukan adik ku"kata steven


Seketika ernest tidak diakui adik oleh steven


suster itu hany menunjukkan senyum aneh kearah steven"perasaan aku tidak bertanya apa apa deh"dalam hatinya


singkat cerita pemakaman pun sudah dilakukan dan dilanjutkan dengan tahlilan yang akan dilakukan malam harinya di pesantren


ernest kembali kekamar dan melihat rachel sedang menangis


"huh!"ernest menghela nafas


"chel!"ernest menyentuh bahu rachel


rachel tidak menggubrisnya,dia terus menangis meratapi kepergian abinya


merasakan kesal karna dirinya diabaikan begitu saja ernest langsung menarik tangan rachel dan memeluknya


"hiks abi!!"iska tangis rachel semakin kencang kala dirinya berada didekapan sang suami


"udah jangan nangis lagi"ernest mengelus punggung dan rambut rachel dengan lembut


"tiduran aja yok,gue udah capek berdiri terus dari tadi"ajak ernest


Rachel menyetujui katna dirinya juga merasa lelah


ernest kembali mendekap rachel


rachel akhirnya tertidur didalam dekapan ernest


perlahan ernest menarik tangannya dan menggantikannya dengan bantal"matanya sampai sembab karna nangis terus"gumam ernest sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah rachel


Diluar kamar orang orang sibuk dengan tugas mereka masing masing


"nak azmi rachel mana?"tanya inayah


"saya tidak melihat rachel mi"jawab azmi jujur karna dirinya belum bertemu dengan rachel lagi semejak pulang dari kuburan tadi


"oh,yaudah umi mau nyari rachel dulu"kata inayah


"iya mi"sahut azmi


inayah pergi kekamar rachel


*Tok


Tok


Tok*


"rachel! Apakah kamu didalam nak?"tanya inayah


Ceklek!


Ernest membuka pintu..


"nak ernest!"inayah sedikit terkejut


"rachelnya baru saja tidur mi"kata ernest


Inayah masuk kedalam kamar..


"tolong jaga rachel ya nak,bujuk dia agar dia mau makan,karna sejak tadi dia tidak memakan apapun,umi khawatir dia jatuh sakit"pinta inayah

__ADS_1


"iya mi,nanti akan ku bujuk"jawab ernest


Maaf baru up lagi,kemarin kemarin author lagi sakit,🙏🙏🙏


__ADS_2