(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 57 (S2)


__ADS_3

azka bingung bagaimana caranya membujuk naya


"nay!"azka meraih tangan naya,secepat mungkin naya menepisnya kemudian pergi keluar


dalam kebingungan nya azka mengikuti naya keluar dari kamar


naya menyeka airmata lalu tersenyum..


"chel!!"naya memanggil rachel


"akhirnya bangun juga lo! "sahut rachel


"ya maaf, tadi aku ketiduran"jawab naya sambil tersenyum paksa,dalam dada nya terasa amat sesak


Azka turun dengan wajah yang kusut


"kenapa saya bisa ada diatas?! "tanya azka kepada rachel


"tadi om menggigil,akhirnya naya sama haikal membawa om kelakar atas"jawab rachel jujur


"aneh, kan om bisa nanya ke naya, kenapa harus nanya sama gue? "tanya rachel dalam hati


"kapan pulang chel?! "tanya naya


"kapan om?! "rachel menanyai azka


"tunggu ernest bangun dulu, setelah itu kalau tidak ada kendala lain mungkin kita bisa langsung pulang"jawab azka


Azka masih terus mencoba mengingat kejadian beberapa jam lalu


raihan datang, dia terkejut mencium aroma sesuatu yang sangat familiar,aroma sangat manis dan harum


raihan mengikuti arah aroma,kemudian mata raihan melotot saat menyadari aroma khas itu datang dari tubuh siapa


"em ini! "raihan tampak berpikir


"bukankah hanya om azka yang terbangun di sini?! "tanya raihan dalam hati, kemudian menoleh kearah azka


"kenapa om?! "tama raihan karna azka terlihat seperti orang linglung


"seperti nya aku melewatkan sesuatu,aku tidak mengingat apapun yang terjadi beberapa jam yang lalu"azka menjawab dengan jujur


raihan tersenyum,lalu pergi menuju tempat dimana dia menyimpan darah segar,kemudian dia kembali menemui azka sambil membawa se gelas kecil darah segar"minum ini om"raihan memberikan darah itu kepada azka


Azka langsung mengambil dan meminum habis darah segar itu


Ingatan azka mulai kembali,rahangnya mengeras saat menyadari selahan fatal yang dia buat


akan memejamkan mata sambil bersandar didinding kastil,beberapa menit kemudian azka bangun kalau memeriksa kondisi tubuh ernest


"ah! tangan om menyakitiku!"ucap ernest pelan


"akhirnya bangun juga kamu! "ucap azka


azka berpegangan pada sisi ranjang karena tubuh nya masih terasa lemas karna terlalu banyak mengeluarkan sp*ma


"akhirnya bangun juga!! "pelo rachel sambil menghambur kepelukan ernest

__ADS_1


"pelan pelan chel!! "teriak haikal, dia merasa ngilu melihat ernest meringis menahan sakit


"nay kamu kenapa sejak tadi diam terus?!"tanya haikal


"aku tidak apa apa, aku hanya merindukan abang ibu dikampung"jawab naya,naya tidak sepenuhnya berbohong,dia benar benar merindukan ibunya


naya sesekali mengelus bagian bawah perutnya yang terasa sangat sakit


"kamu sakit ya nay?! "haikal kembali bertanya karna melihat wajah naya sangat pucat


naya menjawab dengan gelengan


sepulang nya dari kastil naya terus mengurung diri dikamarnya..


sementara itu rachel bersama ernest di bawa pulang kekediaman bastian oleh azka


esok hari nya naya berpamitan untuk pulang kampung karna ibu nya menyuruh dia pulang


rachel merawat ernest dengan penuh kasih sayang


"jangan terlalu banyak bergerak"kata rachel karna ernest berusaha bangun


tersenyum,lalu meraih tangan rachel


"terimakasih sudah mau kembali"ucap ernest


rachel tersenyum tipis,sebenarnya dirinya belum memikirkan akan kembali atau tidak, hatinya sudah terlanjur kecewa atas sikap ibunya


"sementara itu...


"assalamualaikum buk! "ucap naya di depan pintu rumah yang terlihat sangat sederhana itu,ruamh itu terbuat dari kayu dan beberapa atap genteng yang terlihat sudah sedikit rapuh


"buk! Apa kak naya sudah pulang!! "teriak A fei,adik perempuan naya, gadis kecil itu lebih muda dua tahun dari naya


bukan nya tersenyum,naya malah menangis sambil menghambur ke dalam pelukan sang ibu


"loh! kenapa malah nangis?! "tanya bu nur


"cuma kangen"jawab naya sambil terisak


"naya sudah pulang?! "seseorang dari luar rumah masuk tanpa memberi salam dahulu


nur langsung cemas


"kenapa mbak terlihat sangat tidak menyukai ku?! "tanya rahul,adik dari almarhum ayah naya dan A fei


nur melengos sambil mengepal tangannya


"naya,ayah kamu punya perjanjian pernikahan dengan anak pak yudi,juragan tanah yang rumah nya dukung jalan sana"rahul langsung pergi to the poin


naya terdiam, dia bingung harus bagaimana


setelah rahul pergi nur langsung bersujud sambil menangis dihadpaan naya


"ibuk!! "naya berteriak marah


naya memaksa sang ibu untuk bangun

__ADS_1


"maaf kan ibu yang tidak berguna ini nak"ucap nur sambil menangis sedih,dia benar benar tidak berdaya menghadapi rahul dan yudi


"semuanya terjadi karna bapak kamu meninggal kan hutang yang sangat banyak"ucap nur


dibalik pintu A fei iya mendengar semuanya"kasian kak naya, bagai mana pun cara aku harus membantu kak naya"A fei bertekad membantu naya keluar dari masalah nya meskipun dia tidak tahu bagaimana caranya


karna keluarga nya yang sangat miskin,naya dan ibunya sering mendapat kan hinaan dan cacian dari paman, bibi dan sepupu sepupunya yang kaya


saat ini naya sedang merenung dibelakang dapur sambil sesekali menyeka air matanya yang jatuh di pipi nya


"kak! "A fei duduk disamping naya


"em, kenapa adek kakak yang paling cantik?"tanya naya sambil tersenyum


"kakak benar benar pintar nyembunyiin kesedihan kakak"dalam hati A fei


"kapan kakak akan pernah kembali ke kota?! "tanya A fei


"kakak nggak akan kembali ke kota lagi"jawab naya sambil menahan tangis


dikota...


Ernest sudah bisa bangun dan berjalan,tapi azka masih belum memperbolehkan ernest untuk berkendara


satu bulan berlalu..


sekarang hubungan antara ernest dan rachel mulai membaik


derrt!!


ponsel rachel berdering...


"akhirnya lo nelfon gue juga nay!!! "pekik rachel


"kampung ku nggak ada sinyal chel,ini aja aku ditemani adikku naik keatas perbukitan baru ada sinyal nya"jawba naya dari ujung telfon


"apa kabar lo? Apa kapan balik ke ponpes?"tanya rachel lagi


"aku ingin memberitahu kamu kalau tiga hari lagi aku mau nikah"ucap naya


"wah selamat ya nay! pokok nya gue mau datang kenikahan lo! besok gue otw!"rachel sangat antusias mendengar kabar sahabat baiknya akan menikah


naya tersenyum miris


"baiklah aku tunggu! "ucap naya


tut


naya mematikan panggilan telfon karna sudah tidak bisa menahan tangis nya


lo kok dimatiin?! "tanya rachel"pasti karna sinyal nya nih"gumamnya


"ernest!!"pekik rachel sambil berlari menghampiri ernest yang sedang berbincang bersama keluarga besar


"ada apa?"tanya ernest


"tiga hari lagi.naya mau nikah!! "jawab rachel penuh bahagia

__ADS_1


jder!!


perkataan rachel membuat azka terkejut, begitu juga dengan raihan,dia tahu apa yang telah terjadi antara azka dan naya satu bulan yang lalu dikastil


__ADS_2