(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 54 (S2)


__ADS_3

"gue nggak perlu ngasih tau siapapun apa yang telah lo lakukan karna gue nggak memerlukan orang lain buat ngehukum lo"ujar rachel


"seseorang akan melakukan penghukuman jauh lebih adil dari pada hukuman yang diberikan oleh polisi!"rachel melanjutkan perkataan nya


deg!


ucapan rachel membuat adelia ketakutan,dia Tahu siapa yang dimaksud oleh rachel


"katakan apa yang dia lakukan!"tanya ustad fajri kepada rachel


"dia yang mendorong ku ke tengah jalan sehingga aku tertabrak dan kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagiku"setela mengatakan itu rachel langsung pergi


inayah membeku ditempat nya,adelia adalah anak dari saudara jauh nya bagaimana caranya dia memberitahu merka twntang kejahatan yang dilakukan oleh adelia.karna itu rachel tidak bersikeras menghukum nya,rachel menyerahkan nasib adelia kepada ernest


di kediaman bastian...


Ernest masuk kedalam rumah dengan ekspresi yang sulit terbaca opeh siapa pun


"ernest!!"clara menghambur kearah ernest


ernest memaksa senyum nya


bastian mengacak rambut lalu duduk diatas sofa,steven masuk kedalam rumah sambil menghela nafas,sementara azka dan raihan ekspresi mereka sama seperti ernest


"kenapa nangis si ma? anal mama ini baik baik saja kok"ucap ernest sambil berusaha pura pura bahagia


ernest melepas pelukan"nest mau iatirahat dulu ma"ucap ernest,kemudian ernest bergegas pergi kekamarnya


clara melihat punggung ernest perlahan menjauh lalu menghilang di balik pintu kamar,clara langsung menghampiri bastian


"kenapa ernest jadi murung seperti itu pa?!"clara bertanya kepada bastian


bastian menjawab dengan gelengan,clara melihat kearah steven


Steven hanya mengedikkan bahu nya


ernest bersedih sepanjang hari,begitu pula dengan rachel,di kamar masing masing mereka berdua bersedih meratapi nasib rumah tangga nya


sementara delia menangis menyesali perbuatan nya,andai dia tidak mendorong rachel saat itu, mungkin sekarang mereka sedang tertawa bahagia,bukan seperti sekarang


"aku tidak bisa berharap kepada umi, lihatlah! memarahi dia saja umi nggak bisa,rachel merasa miris pada dirinya sendiri


Rachel memilih mengemas pakaian nya lalu pergi setelah lewat waktu tengah malam agar tidak ada yang mencegah nya pergi


disini rachel sekarang,dia menggunakan uang sejumlah sepuluh juta yang pernah diberikan oleh ustad faisal kepada semasa dia masih hidup"aku akan pergi jauh dari kota ini"gumam nya


"nest maaf aku belum bisa menerima kamu lagi"gumam rachel sambil menyela air mata


Rachel pergi menaiki taksi antar kota


pagi nya semua orang di ponpes dihebohkan karna menghilang nya rachel


fajri bertanya kepada bastian,dia sangat berharap rachel ada disana,namun harapan hanyalah sebuah harapan.nyatanya rachel tidak ada disana

__ADS_1


bastian tidak tega memberitahu ernest


akhirnya dia memutuskan untuk tidak memberitahu siapapun terutama ernest


ernest bersiap siap untuk pergi bersekolah,dia sudah memakai seragam sekolah lengkap dengan dasi nya


"ma! pa! bunda! aku berngkat dulu! "ucap ernest,kemudian pergi


"ya hati hati dijalan!"sahut clara


"kenapa ernest tidak, pernah sarapan? "tanya anna


"dia tidak mau"jawab clara singkat,lalu lanjut memakan sarapan dipiring nya


ernest masuk kedalam area sekolah,didepan kelas rayyan dan cleo sudah menunggu nya


Ernest melewati mereka begitu saja


tatapan ernest bertemu dengan kwdua teman shin


"lo berdua,kami sudah tahu apa yang kalian dan almarhum shin lakukan saat camping"ucapan cleo membuat rega dan darwin sangat terkejut


"sebelumnya shin!,nggak lama lagi akan tiba giliran kalian! "cleo melanjutkan ucapannya


deg!


keduanya memucat


raut wajah ernest bertambah muram


ernest terus memikirkan bagaimana nasib rumah tangganya bersama rachel


sementara ditempat lain rachel sedang membersihkan kontrakan yang baru saja dia sewa"besok aku akan mencari pekerjaan untuk melanjutkan hidup"ucap rachel


tetangga sebelah kontrakan rachel ternyata hanya beberapa yang sudah berkeluarga,lain nya masih bujang gadis


"kakak! "anak kecil umur tiga tahun menyapa rachel dari depan pekarangan nya


"hai! "rachel menyapa anak kecil itu juga


rachel mencabut kartu sim diponselnya lalu membuang nya dan menggantikan nya dengan yang Baru agar tidak ada yang bisa menghubungi diri nya


ternyata mereka semua pegawai pabrik?! "rachel bergumam di dalam hati


"aku mau coba ngelamar nanti, siapa tau diterima"gumam rachel


dia mengandalkan ijazah smp nya untuk melamar pekerjaan dipabrik besar itu


setelah bersiap siap rachel pun pergi kepabrik awalnya dia ditolak,tapi entah kenapa akhirnya dia diterima


tidak tahu apakah ada konspirasi dibalik diterimanya rachel bekerja disana


ditempatl lain karna tidak ada petunjuk lain akhirnya ustad fajri menghubungi ernest untuk dimintai tolong

__ADS_1


saat jam istirahat ernest tidak keluar dari kelas,rayyan dan cleo tidak memaksa nya untuk pergi kekantin lagi, karna keduanya tahu makanan ernest tidak sama dengan mereka


"lo takut nggak sama ernest ?!"rayyan bertanya kepada cleo


cleo menggeleng kepala


"bagi gue dia tetap ernest yang sama kaya ernest yang gue kenal dulu"jawab cleo jujur


rayyan tersenyum mendengar nya"bagus deh! "gumam nya


diruang kelas..


derrttt!!! ponsel di saku ernest bergetar


Ernest merogoh dan mengambil ponsel dari kantong celana nya


"om fajri?! "ernest cukup terkejut melihat nomor siapa yang menelfon


"assalam mualaikum! "ucap ernest


"waalaikum salam nak ernest!"sahut ustad fajri


"nak ernest tolong bantu om nyari rachel "pinta ustad fajri


deg!


"bukanlah rachel ada di ponpes? "tanya ernest balik


"rachel pergi saat kami semua sedang tidur, mungkin rachel kecewa karna mbak inayah tidak melakukan apa apa kepada delia walalupun mbak inayah tau adelia sudah mencelakai nya"ustad fajri menjelaskan semua nya kepada ernest


tangan ernest terkepal "baiklah aku akan mencari nya "jawab ernest


Ernest langsung mematikan panggilan telfon


" kenapa umi bersikap seperti itu kepada anak kandungnya sendiri?! "ernest sungguh tidak habis pikir dengan pola pikir inayah


setelah reldon dimatikan ustad fajri duduk di sofa sambil memijit keningnya


semua orang membisu ditempat mereka masing masing


"sikap umi membuat kami semua kecewa"ucap naya, aku akan mencari rachel sendiri


naya pergi meninggalkan ruangan itu


"tidak seharus nya umi bersikap tidak adil terhadap anak kandung umi sendiri! "azmi marah kepada inayah


inayah hanya bisa menangis menyesali semuanya


"lo jangan senang dulu delia!"ucap jack sambil menahan emosi karna barusan dia melihat senyum diwajah delia


"lo nggak tau siapa ernest sebenarnya,gue,lo juga nggak tau siapa gue! "tekan jack


Jack mendekat"lo pasti akan sangat menderita karna sudah membuat rachel hancur! "ucap jack sambil menoyor noyor kepala adelia

__ADS_1


hal itu membuat adelia sangat marah,namun dia hanya bisa memendam kemarahannya


__ADS_2