
ernest sengaja membiarkan rachel tidur lebih lama,sedangkan dirinya lanjut membantu yang lain
"rachel mana sih?"tanya haikal kepada ernest
"tidur"jawab ernest tanpa menoleh kearah lawan bicaranya
saat pukul 9 malam tiba tiba inayah datang sambil membawa sebuah kotak kayu yang di pasang gembok
"ambil dan bukalah"inayah menyerahkan kotak kayu tersebut kepada ernest
Perasaan ernest mulai tudak enak saat melihat kotak kayu tersebut
ernest terpaksa menerima kotak itu meski dia tidak menginginkannya
Dengan sedikit gemetar ernest membuka kunci pada kotak kayu
deg!
ernest reflek memundurkan tubuhnya saat melihat isi dari kotak tersebut
"a apa itu mi?"tanya ernest dengan suara terbata
"itu alqur'an kuno milik abi,sekarang abi sudah meninggal dan alqur'an itu tidak punya pemilik lagi"jawab inayah
Deg!
ernest mulai panik"jangan bilang kalau umi mau ngasih alqur'an itu kepadaku??"tanya ernest dalam hati"ke kenapa tidak memberikannya kepada om fajri saja?,aku rasa dia yang paling pantas mendapatkannya"ernest sengaja mengusulkan kepada inayah agar inayah memberikan alqur'an itu kepada fajri
inayah tersenyum saat mendengar usulan ernest"sebelumnya abi sudah berpesan untuk memberikan alqur'an ini setelah kamu benar benar bersih"kata inayah
Ernest terdiam..
"sampai sekarang saya belum mengerti apa maksud abi mengatakan harus menunggu kamu bersih"kata inayah lagi
ernest sungguh tidak habis pikir kenapa harus dia yang dipilih oleh ustad faisal
"apakah ernest belum sunat?"tanya naya dengan polosnya
ernest menaikkan sebelah alisnya
semua orang langsung menatap ernest
"tidak,jangan berpikir yqng aneh aneh,aku sudah disunat saat masih kelas 4"jelas ernest
Azmi sengaja ingin memperkeruh keadaan"lantas apa maksud abi mengatakan harus menunggu kamu bersih baru umi boleh menyerahkan alqur'an itu?"tanya azmi sambil menatap penuh ejek kearah ernest
Hal itu membuat ernest mengepal tinjunya
"kalau lo menginginkan alqur'an itu silahkan lo ambil,gue nggak minat sama sekali sama barang itu!,jangan hanya karna lo menginginkan alqur'an itu elo dengan sengaja memperkeruh suasana supaya semua orang benci sama gue!"tekan ernest
Sudut bibir ernest tertarik keatas sambil mendekati telinga azmi kemudian membisikkan sesuatu"gue sangat haus darah,jangan sampai lo mati ditangan gue"setelah mengatakan itu ernest kembali ketempatnya lagi
azmi mengepal tangannya mendengar ancaman ernest "berani berani nya anak kecil seperti kamu mengancam ku!"geram azmi
"maaf mi kau tidak bisa menerimanya,berikan saja alqur'an itu sama orang lai"kata ernest kepada inayah
inayah menahan tangisnya lalu mengambil kotak kayu tersebut lalu pergi
"maaf"ucap ernest dengan suara pelan
"kenapa kamu tidak mau menerima nya nest?"tanya haikal tidka habis pikir
__ADS_1
"suatu saat lo pasti akan tahu apa alasan gue nghak bisa nerima alqur'an itu"jawab ernest
"sudah gue ngantuk,mau tidur"ernest bergegas pergi meninggalkan mereka
"kayaknya ernest punya rahasia deh"kata delia
"iya gue mikirnya juga gitu"sambung naya
"apa ya sebenarnya yang dirahasiain ernest?"tanya haikal
"lebih baik kalian tidak tahu apapun,karna kalau sekali kalian terlibat kalian tidak akan bisa melarikan diri lagi"kata jack
Semua yang berada disana langsung melihat kearah jack
"jangan mancing emosi ernest"kata jack kepada azmi
"assalamuallaikum!"seseorang datang
"lo lagi?"tanya jack
Jack melempar tatapan tajamnya kearah ahmad namun hanya dibalas dwngan senyuman oleh ahmad
"nantang banget ni bocah!"geram jack
ernest yang merasakan kehadiran ahmad langsung mendatanginnya
"mau apa lagi?"tanya ernest dengan tatapan tidak suka
"nest,aku mau meluruskan kesalahpahaman yang terjadi diantara kita"jawab ahmad
"mari kita bicara diluar"ajak ahmad
"oh iya,gue melupakan sesuatu"kata ernest
"lo cucu yang sangat berbakti terhadap kakek lo,tentu saja lo akan melakuakn apapun untuk membalaskan dendam untuk nya,bukan kah begitu cucu julio?"tanya ernest sambil menunjukkan deretan giginya kearah ahmad
Deg!
Ahmad sangat terkejut mendengarnya
"a apa maksud kamu nest!? Kita tidak punya dendam apapun,dan aku tidak kenal sama orang yang bernama julio!"ahmad mencoba menyangkalnya
Ernest menatap jengah kearah ahmad
"gue sudah mengetahui semuanya dari oma,dia sudah menceritakan semuanya tentang seluk beluk keluarga lo"kata ernest
Ahmad mengepal tangannya"kurang ajar! Harus nya aku membunuh alya terlebih dahulu!"dalam hati nya
"aki tidak akan membiarkan kamu menyakiti keluarga ku lagi"gumam ernest
"ada apa ini?"tanyq inayah
"ada tamu tidak diundang mi"jawab jack
"hah!"inayah terkejut mendengarnya
"siapa dia nak?"tanya inayah kepada ernest
"bukan siapa siapa"jawab ernest
Inayah tambah dibuat bingung
__ADS_1
"ayo kita bicara ditempat lain!"ahmad berusaha menarik ernest agar keluar dari rumah
jack dengan cepat menarik ernest masuk kedalam rumah
"aku tidak menyangka ternyata kalian berdua bisa menjadi teman baik yang slaing melindungi"kata ahmad
Jack sangat kesal mendengarnya
"pergi dari sini,kami masih dalam masa berkabung,kalau lo ingin menyelesiakan masalah sama ernest lebih baik lo datang lagi besok,karna waktu yang tepat untuk bertamu itu adalah pada siang hari"tekan jack
ahmad sangat tidak senang namun dirinya harus menahan diri agar nama nya tetap baik di mata orang orang
"maaf aku memang salah,aku akan datang besok"kata ahmad
"assalamuallaikum"ucap ahmad,kemudian dia pergi
"bisa bisa nya dia berakting sesempurna itu,aku sempat terkecoh saat pertama kali bertemu dengannya"ujar jack
"ternyata mereka benar benar masih hidup,ini akan menjadi sangat seru"dalam hati jack
"apakah julio juga masih hidup?"pertanyaan itu terus melekat dibenak ernest sejak sejak lama
"kalau dia benar benar masih hidup aku akan membunuhnya untuk membalaskan dendam kakek buyutku"dalam hati ernest
"abiiii!!!!!!!"pekik rachel dari kamar
Deg!
"Rachel!"ucap ernest
Ernest bergegas kembali kekamar
Naya delia dan inayah ikut pergi untuk melihat
"kenapa kenapa?"tanya ernest panik karna rachel menangis
"abi mana??"tanya rachel disela tangisnya
Deg!
"sayang tolong jangan seperti ini,umi tidak kuat melihat kamu seperti ini"kata inayah
"hiks abi!!!"tangis rachel bertambah kencang
"cup cup jangan nangis"ernest mencoba menenangkan rachel
"hiks peluk!!"pinta rachel
"hah!"ernest cukup terkejut mendengar permintaan rachel yang menurutnya sedikit ambigu
namun ernest tetap menurutinya
Delia matian matian menahan cemburu melihat adegan mesra didepan matanya
"ayo kita pergi"ajak inayah
delia dan naya langsung mengikuti inayah keluar
rachel tertidur kembali didalam dekapan ernest
Makasih buat yang masih setia nunggu update tan novel ini lagiπππππππββπββ
__ADS_1