(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 34 (S2)


__ADS_3

ernest sengaja membiarkan rachel tidur lebih lama,sedangkan dirinya lanjut membantu yang lain


"rachel mana sih?"tanya haikal kepada ernest


"tidur"jawab ernest tanpa menoleh kearah lawan bicaranya


saat pukul 9 malam tiba tiba inayah datang sambil membawa sebuah kotak kayu yang di pasang gembok


"ambil dan bukalah"inayah menyerahkan kotak kayu tersebut kepada ernest


Perasaan ernest mulai tudak enak saat melihat kotak kayu tersebut


ernest terpaksa menerima kotak itu meski dia tidak menginginkannya


Dengan sedikit gemetar ernest membuka kunci pada kotak kayu


deg!


ernest reflek memundurkan tubuhnya saat melihat isi dari kotak tersebut


"a apa itu mi?"tanya ernest dengan suara terbata


"itu alqur'an kuno milik abi,sekarang abi sudah meninggal dan alqur'an itu tidak punya pemilik lagi"jawab inayah


Deg!


ernest mulai panik"jangan bilang kalau umi mau ngasih alqur'an itu kepadaku??"tanya ernest dalam hati"ke kenapa tidak memberikannya kepada om fajri saja?,aku rasa dia yang paling pantas mendapatkannya"ernest sengaja mengusulkan kepada inayah agar inayah memberikan alqur'an itu kepada fajri


inayah tersenyum saat mendengar usulan ernest"sebelumnya abi sudah berpesan untuk memberikan alqur'an ini setelah kamu benar benar bersih"kata inayah


Ernest terdiam..


"sampai sekarang saya belum mengerti apa maksud abi mengatakan harus menunggu kamu bersih"kata inayah lagi


ernest sungguh tidak habis pikir kenapa harus dia yang dipilih oleh ustad faisal


"apakah ernest belum sunat?"tanya naya dengan polosnya


ernest menaikkan sebelah alisnya


semua orang langsung menatap ernest


"tidak,jangan berpikir yqng aneh aneh,aku sudah disunat saat masih kelas 4"jelas ernest


Azmi sengaja ingin memperkeruh keadaan"lantas apa maksud abi mengatakan harus menunggu kamu bersih baru umi boleh menyerahkan alqur'an itu?"tanya azmi sambil menatap penuh ejek kearah ernest


Hal itu membuat ernest mengepal tinjunya


"kalau lo menginginkan alqur'an itu silahkan lo ambil,gue nggak minat sama sekali sama barang itu!,jangan hanya karna lo menginginkan alqur'an itu elo dengan sengaja memperkeruh suasana supaya semua orang benci sama gue!"tekan ernest


Sudut bibir ernest tertarik keatas sambil mendekati telinga azmi kemudian membisikkan sesuatu"gue sangat haus darah,jangan sampai lo mati ditangan gue"setelah mengatakan itu ernest kembali ketempatnya lagi


azmi mengepal tangannya mendengar ancaman ernest "berani berani nya anak kecil seperti kamu mengancam ku!"geram azmi


"maaf mi kau tidak bisa menerimanya,berikan saja alqur'an itu sama orang lai"kata ernest kepada inayah


inayah menahan tangisnya lalu mengambil kotak kayu tersebut lalu pergi


"maaf"ucap ernest dengan suara pelan


"kenapa kamu tidak mau menerima nya nest?"tanya haikal tidka habis pikir

__ADS_1


"suatu saat lo pasti akan tahu apa alasan gue nghak bisa nerima alqur'an itu"jawab ernest


"sudah gue ngantuk,mau tidur"ernest bergegas pergi meninggalkan mereka


"kayaknya ernest punya rahasia deh"kata delia


"iya gue mikirnya juga gitu"sambung naya


"apa ya sebenarnya yang dirahasiain ernest?"tanya haikal


"lebih baik kalian tidak tahu apapun,karna kalau sekali kalian terlibat kalian tidak akan bisa melarikan diri lagi"kata jack


Semua yang berada disana langsung melihat kearah jack


"jangan mancing emosi ernest"kata jack kepada azmi


"assalamuallaikum!"seseorang datang


"lo lagi?"tanya jack


Jack melempar tatapan tajamnya kearah ahmad namun hanya dibalas dwngan senyuman oleh ahmad


"nantang banget ni bocah!"geram jack


ernest yang merasakan kehadiran ahmad langsung mendatanginnya


"mau apa lagi?"tanya ernest dengan tatapan tidak suka


"nest,aku mau meluruskan kesalahpahaman yang terjadi diantara kita"jawab ahmad


"mari kita bicara diluar"ajak ahmad


"oh iya,gue melupakan sesuatu"kata ernest


"lo cucu yang sangat berbakti terhadap kakek lo,tentu saja lo akan melakuakn apapun untuk membalaskan dendam untuk nya,bukan kah begitu cucu julio?"tanya ernest sambil menunjukkan deretan giginya kearah ahmad


Deg!


Ahmad sangat terkejut mendengarnya


"a apa maksud kamu nest!? Kita tidak punya dendam apapun,dan aku tidak kenal sama orang yang bernama julio!"ahmad mencoba menyangkalnya


Ernest menatap jengah kearah ahmad


"gue sudah mengetahui semuanya dari oma,dia sudah menceritakan semuanya tentang seluk beluk keluarga lo"kata ernest


Ahmad mengepal tangannya"kurang ajar! Harus nya aku membunuh alya terlebih dahulu!"dalam hati nya


"aki tidak akan membiarkan kamu menyakiti keluarga ku lagi"gumam ernest


"ada apa ini?"tanyq inayah


"ada tamu tidak diundang mi"jawab jack


"hah!"inayah terkejut mendengarnya


"siapa dia nak?"tanya inayah kepada ernest


"bukan siapa siapa"jawab ernest


Inayah tambah dibuat bingung

__ADS_1


"ayo kita bicara ditempat lain!"ahmad berusaha menarik ernest agar keluar dari rumah


jack dengan cepat menarik ernest masuk kedalam rumah


"aku tidak menyangka ternyata kalian berdua bisa menjadi teman baik yang slaing melindungi"kata ahmad


Jack sangat kesal mendengarnya


"pergi dari sini,kami masih dalam masa berkabung,kalau lo ingin menyelesiakan masalah sama ernest lebih baik lo datang lagi besok,karna waktu yang tepat untuk bertamu itu adalah pada siang hari"tekan jack


ahmad sangat tidak senang namun dirinya harus menahan diri agar nama nya tetap baik di mata orang orang


"maaf aku memang salah,aku akan datang besok"kata ahmad


"assalamuallaikum"ucap ahmad,kemudian dia pergi


"bisa bisa nya dia berakting sesempurna itu,aku sempat terkecoh saat pertama kali bertemu dengannya"ujar jack


"ternyata mereka benar benar masih hidup,ini akan menjadi sangat seru"dalam hati jack


"apakah julio juga masih hidup?"pertanyaan itu terus melekat dibenak ernest sejak sejak lama


"kalau dia benar benar masih hidup aku akan membunuhnya untuk membalaskan dendam kakek buyutku"dalam hati ernest


"abiiii!!!!!!!"pekik rachel dari kamar


Deg!


"Rachel!"ucap ernest


Ernest bergegas kembali kekamar


Naya delia dan inayah ikut pergi untuk melihat


"kenapa kenapa?"tanya ernest panik karna rachel menangis


"abi mana??"tanya rachel disela tangisnya


Deg!


"sayang tolong jangan seperti ini,umi tidak kuat melihat kamu seperti ini"kata inayah


"hiks abi!!!"tangis rachel bertambah kencang


"cup cup jangan nangis"ernest mencoba menenangkan rachel


"hiks peluk!!"pinta rachel


"hah!"ernest cukup terkejut mendengar permintaan rachel yang menurutnya sedikit ambigu


namun ernest tetap menurutinya


Delia matian matian menahan cemburu melihat adegan mesra didepan matanya


"ayo kita pergi"ajak inayah


delia dan naya langsung mengikuti inayah keluar


rachel tertidur kembali didalam dekapan ernest


Makasih buat yang masih setia nunggu update tan novel ini lagiπŸ™πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™†β€β™€πŸ™†β€β™€

__ADS_1


__ADS_2