(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 90 (S2)


__ADS_3

dalam beberapa menit luka di kaki ernest mulai sembuh


"pergi dari sini!!!"ernest menyuruh rachel pergi dari sana karna akan ada bahaya yang mengancam nyawa rachel jika rachel tidak pergi


ernest mendengar suara langkah kaki seseorang mendekat ke pintu kamar


"aish!!"umpat ernest


ernest bangun dari tempat tidur lalu membuka pintu


"aroma serigala itu masih ada"dalam hati ars


"ternyata kamu sudah bangun?!"tanya ars


"i iya! "jawab ernest


ernest meletakkan tangan nya di belakang tubuhnya lalu memberi isyarat agar rachel segera pergi


"ayo! "vian menarik dan mengajak rachel pergi dari sana


setelah mereka pergi barulah ernest membuka pintu untuk ars


sudut bibir ars tertarik"mereka sudah pergi"dalam hatinya


setelah dua hari ernest diantar pulang kerumah orang tua earnest oleh ars,ernest tidak mungkin main pergi saja sedangkan yusman terus terusan mengkhawatirkan nya


saat ars mengantar ernest andri dan teman teman nya terbengong melihat ars dan ernest,terutama dua orang wanita yang ikut numpuk bersama andri dkk


"nak kenapa kamu baru pulang?! "tanya yusman,yusman sampai tidak bekerja karna terus mengkhawatirkan earnest,bahkan jika ernest tidak kembali hari ini dia akan menyusul ernest kek kota


"kamu tampak lebih bersih dan wajah kamu tampak segar dan cerah"ucap yusman sambil memperhatikan wajah ernest


"oh iya tadi ada orang mencari kamu nak"ujar yusman


"mana dia sekarang?!"tanya ernest


"itu! "tunjuk yusman kearah steven


"mau ngapain kamu kesini?!"bukan nya di sambut dengan senyuman steven justru mendapat kan kata kata kasar dari mulut ernest


ars mencari tempat duduk lalu duduk sambil melihat apa yang akan terjadi


"bagaimana kamu tahu tempat ini steven?! "tanya ars sambil duduk santai


steven melihat kearah ars


"aku tahu dari raihan"jawab steven


"raihan? bagaimana raihan bisa tahu? "tanya nya dalam hati"oh iya aku lupa, raihan dapat mendeteksi keberadaan seseorang hanya dari barang milik orang itu"gumam nya


"lalu apa tujuan kamu datang kesini?! "tanya ars lagi


"aku hanya ingin bertemu dengan nya"steven menunjuk ernest


"tunggu sebentar! "sela yusman


ars,steven,ernest dan yang lainnya langsung melihat kearah yusman


"coba lihat dia! dia lebih tua dari kalian berdua! tidak sepantasnya kalian memanggil nya dengan sebutan kamu kamu!"ucap yusman marah


"dia sebenarnya abang sepupu saya, karna ada sedikit konflik di antara kami jadi aku tidak akan mau berlalursopan lagi kepadanya"jelas ars

__ADS_1


"assalamualaikum!!"ucap aldi dan sofian


"wah kamu udah pulang nest! "aldi ingin berlari memeluk ernest mami nda tahan oleh sofian"kamu gila ya! "marahnya


"hehe aku lupa"ucap nya sambil cengengesan


"kapan kamu datang nest?! "tanya sofian


"barusan"jawab ernest


"ayah lupa ya kalau earnest itu terlahir bodoh! "ucap andri


"wah gawat! "ucap aldi


"nest tolong jangan emosi!! "aldi berlari kearah ernest


"tenanglah diri kamu! jangan terpancing sama perkataan yang keluar dari mulut sampau itu! "ucap aldi


"lepas atau aku benar benar emosi! "ancam ernest


"iya iya! "aldi langsung melepas pelukannya


steven mengeluarkan dua jenis kartu ATM lalu memberikan nya kepada ernest"gunakan ini,sandi nya bulan dan tahun lahir kamu"setelah mengatakan itu steven langsung pergi


ernest langsung memasukkan kedua ATM itu kedalam saku celananya


"andri teman nya earnest kok mirip banget sama earnest?!"tanya nisa, wanita yang di sukai oleh andri


"aku pulang dulu"kata ars kepada ernest


setelah ars pergi ernest langsung masuk ke kamar sambil membawa beberapa baju yang dia beli di perjalanan pulang tadi,setelah berganti baju ernest keluar dari kamar lagi


"nest kamu tambah keren pakai setelan itu! "sofian ikut ikutan memuji ernest


"dariaman kamu dapat uang untuk membeli semua itu nest?! "tanya yusman kepada ernest


"dari bos"jawab ernest asal


"pak mereka itu orang kaya semua,rumah yang kami datangi kemarin aja jauh lebih besar dari rumah kades kita"ujar aldi


"apa!!"andri dkk ikut terkejut mendengarnya karna menurut mereka kepala desa mereka saja sudah sangat kaya


yusman terdiam mendengarnya...


"apakah ada yang ingin ayah katakan?"tanya ernest kepada yusman


"tidak ada"jawab yusman, yusman langsung pergi kekamarnya


"nest kita jalan yuk! "ajak aldi


ernest melihat keluar rumah"nanti saja, tunggu sedikit mendung baru kita pergi"ucap nya


"oke! "sahut aldi


ernest dkk numpuk di sisi kanan dan andri dkk numpuk disisi kiri dalam rumah


"gimana keadaan kaki kamu?! "tanya sofian


"udah agak mendingan"jawab ernest"dia kembali lagi dan mengobati luka ku"lanjut Ernest


"apa!! dia kembali lagi!!! "tanya sofian dan aldi serentak

__ADS_1


tentu saja suara mereka terdengar sangat keras sehingga membuat andri menggerutu


ponsel ernest langsung berdering...


"siapa yang menelfon? Kenapa bukankah hanya ars yang mengetahui nomor ponsel?! "tanya ernest sambil mengeluarkan ponsel dari saku nya


"beneran dia"gumamnya"hm! ada apa?! "tanya ernest


"bensin motor habis,kamu ambil saja motor ini di jalan yang tidak jauh dari rumah kamu aku akan langsung pulang!"jawab ars


ars langsung mematikan panggilan telfon


ars tersenyum sambil melirik motor kemudian langsung melesat pergi dari sana


"dasar! "gerutu ernest


"ayo pergi! "ernest langsung langsung pergi


"ayah aku pergi sebentar!"ucap ernest dari ambang pintu


lima belas menit kemudian mereka kembali lagi sambil membawa motor


"cuma abis minyak doang malah main di tinggal aja motornya"sofian tidak habis pikir dengan kelakuan ars


"aku tahu ars sengaja meninggal kan motor itu untukku"dalam hati ernest


mereka masuk kedalam rumah membawa beberapa bungkus camilan dan minuman bersoda


andri dkk hanya makan kuaci dan minuman cup


"nest kamu nggak minum?! "tanya aldi,sepertinya dia lupa kalau ernest vampire


ernest menggeleng"habiskan saja"jawab nya


"nest aku juga mau jadi kaya kamu! "ucapan sopian yang tiba tiba membuat ernest sangat terkejut


mata ernest langsung memerah mendengarnya"jangan gila! "ucap ernest marah


"kamu sih! "aldi menyikut lengan sofian


"ya maaf"ucap sofian


ernest mencoba mengontrol emosinya"lain kali jangan berkata seperti itu lagi! "ucap ernest sambil mengepal tangannya


"bisa bisa nya dia berkata seperti itu! aku saja jika di suruh memilih aku nggak akan mau jadi seperti ini!!! menjadi vampire bukan lah hal baik! tapi sebuah kutukan yang sangat menyakitkan! "geram ernest dalam hati


tanpa ernest sadari kuku tangannya memanjang


deg!!


plak!


sofian memukul bahu ernest untuk menyadar kan nya


deg!


ernest juga terkejut melihat kuku nya yang memanjang


"ah sial!! "umpatnya dalam hati


"ernest memejamkan mata untuk menetralkan emosinya agar kuku kuku masuk kembali

__ADS_1


__ADS_2