
Ernest hanya melihat azka sekilas kemudian kembali,menatap adelia
"umi tolongin kak delia!"rachel berteriak sambil menangis
"gu gue harus gimana?"rachel panik bukan main
tanpa berpikir panjang lagi rachel langsung menghampiri dan memeluk ernest dari belakang
ernest langsung terhenyak,cengkraman tangan nya pada leher adelia perlahan mengendur
Bruk!
Tubuh adelia jatuh kelantai
Naya langsung menghampiri adelia yang masih tergeletak dilantai
Mata ernest perlahan berubah menjadi normal,rachel melepas pelukan nya kemudian beralih menghadap ernest
"nest!"rachel mengibas tangan dihadapan ernest
Ernest tidak berkedip,kemudian mata nya terpejam perlahan kesadaran ernest hilang
tubuh ernest terhuyung kedepan,rachel langsung menangkap nya
haikal dan rayyan bergegas membantu rachel membawa ernest ke atas tempat tidur
azmi mengangkat adelia lalu membawanya menuju ruang tengah dan membaringkan nya diatas sofa
sementara itu ustad fajri memeriksa tubuh ernest,ustad fajri melotot saat memeriksa nadi ernest,sambil menggeleng kepala ustad fajri kembali memeriksa nadi ernest sambil melihat kearah jam dipergelangan tangan nya
Deg!
Wajah Ustad fajri memucat seketika
"denyut nadi nya bermasalah!"ucap ustad fajri,kemudian dia menempel telinga nya pada dada ernest
ustad fajri mengusap wajah nya setelah itu
"denyut jantung ernest tidak normal"ucap ustad fajri lagi
Rayyan merasa tidak percaya,dia sendiri memeriksa denyut nadi dan detak jantung ernest
jack berlari masuk kedalam..
"stop!!"jack berteriak kepada mereka"jangan sentuh lagi!"tekan jack
"minggir kalian semua!!"jack menyuruh mereka semua menjauh dari ernest
mereka semua menjauhi ernest
"nest!"jack menepuk pipi ernest,ernest bel juga bangun
"cepat bangun ada om azka!!"teriak jack
"apa?! Mana?!"ernest langsung bangun saat mendengar nama azka disebut
"ahh!"ernest menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut
"uhuk!
Ernest terbatuk
Huek!
Darah segar keluar dari mulutnya
steven datang bersama dokter dian untuk memeriksa kondisi ernest
"seperti nya aku harus kursus lagi"gumam dokter dian,kepala nya terasa sakit karna harus memeriksa ernest
dian memeriksa tubuh ernest dan mendapati ada luka lebam dibagian dada ernest
__ADS_1
"sejak kapan luka ini ada?!"dian bertanya kepada ernest
"satu atau dua minggu lalu,sekarang lebamnya agak mengecil"ernest menjawab dengan jujur
dokter dian menggaruk kepala
"apa yang kamu lakukan sehingga luka lebam di tubhh kamu bisa sembuh secara tiba tiba?"pertanyaan dokter dian membuat ernest tersenyum miring
"benarkah bang dian ingin mengetahui nya?"ernest bertanya sambil memajukan tubuhnya agar lebih dekat lagi
Tengkuk dian meremang seketika
"nest!"dian langsung memundurkan tubuhnya
"buakn kah kamu ingin tahu!?"ernest kembali memajukan tubuhnya
Steven langsung duduk diantara mereka berdua
"jawab saja pertanyaan dokter dian"ucap steven,dia,menyuruh ernest memberitahu dokter dian
"baiklah!"ernest malah mendekatkan mulutnya ke telinga steven
"aku mememinum darah manusia,oleh sebab itu lebam di dadaku perlahan mengecil"ernest berbisik ditelinga steven
Steven panik setelah mendengarnya
sudut bibir ernest terangkat melihat steven panik
"ikut saya!" steven menarik dokter dian agar ikut dengannya,lalu menceritakan apa yang dikatakan oleh ernest kepada nya tadi
Dian mengusap wajah nya dengan kasar
"baiklah,tolong jangan panik"ucap dokter dian
Setelah berdiskusi dan steven juga sudah meminta solusi kepada bastian dan clara karna bagaimanapun juga mereka berdua adalah orang tua ernest
keduanya kembali ke dalam kamar ernest
ernest menjengatkan alis mendengar nya
"mereka kira bisa mencegah ku melakukan nya?!"ernest tersenyum remeh melihat dokter dian dan steven
"bunuh!!!!!!
ernest terkejut suara yang sebelumnya pernah dia dengar kembali terdengar lagi oleh nya
semakin lama suara itu semakin sering tersengar oleh ernest
"bang! Tolong!"ernest mengulur tangan nya kearah steven
"jangan!"jack menepis tangan steven
"lo mau bunuh diri apa!"ucap jack marah
"bang!!"ernest memelas kepada steven
bunuh!!!!!
Suara misterius itu terus memerintahkan ernest untuk membunuh
"tidak!!"ernest berteriak sambil menutup kedua telinga nya"berhenti menyuruh ku untuk membunuh siapa pu lagi!!"ernest mencoba melawan suara misterius yang selalu menyuruhnya untuk membunuh
Deg!!
semua orang yang mendengar perkataan ernest dibuat terkejut bukan main
steven steven memanas"siapa yang berani mengganggu adik ku!! keluar kalia!!"teriak steven penuh amarah
steven langsung memeluk tubuh ernest
azka dan raihan baru saja datang lagi kesana
__ADS_1
mereka berdua mendekati ernest
"pergi!"menyuruh steven menjauh
Dia langsung melepas pelukan nya
azka kemudian menyentuh kepala ernest"ahmad!"ucap azka
"siapa dia?"tanya raihan
"kalau cucu ata cicit julio"azka menjawab raihan
"julio!!"raihan tampak berpikir"seperti nya aku pernah mendengar nama ini,tapi kapan dan dimana aku sudah lupa"gumam raihan
"raihan,sekarang saya berikan tugas ini untuk mu"azka menyuruh raihan mencari dan menghabisi ahmad saat itu juga
"apa!"raihan membualtkan matanya saat mendengar perintah sanga kakak
azka melayangkan tatapan tajam kearah raihan
"em,maksud nya,aku tidak tahu wajah orang bernama ahmad itu,jmbagaimana aku bisa menemukan nya,wajahnya saja aku tidak kenal"ucap raihan
"ajak dia!"ujar azka
"dia?"tanya raihan sambil menunjuk jack
azka mengangguk kepala
"rayyan ayo!"jack malah mengajak rayyan
"ayo!"tanpa tahu apa yang akan dia,hadapi rayyan langsung mengiyakan ajakan jack
mereka bertiga pergi mencari keberadaan ahmad
"bagaimana bisa ahmad yang membuat ernest jadi seperti ini?!"cleo tidak bisa percaya
" di negara kita masih banyak yang melakukan trik boneka hantu,dia melakukan itu kepada ernest,dia sengaja membuat ernest menjadi pembunuh agar dia bisa balas dendam"azka menjelaskan sesuatu yang mudah dimengerti oleh para manusia itu
"menakutkan juga menjadi anak orang kaya,orang tua nya banyak banget musuh"ucap naya
"ya sudah resiko"sahut haikal
"opa!!!"tiba tiba ernest berteriak memanggil soni,hal itu membuat azka sangat emosional
"opa!!"ernest menunjuk kesalah satu sudut ruangan disana
"tidak ada,papa sudah meninggal! Itu hanya halusinasi!!"ucap azka
azka berusaha menyadarkan ernest
"bagaimana bisa dengan mudahnya dia mengendalikan ernest?!"azka merasa heran
"bunuh!!!!!
Mata ernest kembali memerah..
ditempat lain...
Jack,raihan dan rayyan mencari tempat persembunyian ahmad
"ahmad pasti punya barang pribadi punya ernest "ucap rayyan
"bjsa jadi,karna tidak mungkin dia bisa mengendalikan ernest semudah itu"jack setuju dengan ucapan rayyan
"disana!"raihan berlari menuju rumah yang tidak jauh dari ponpes
"cepat!"ucap jack
Mereka berdua berlari mengejar raihan
Saat sampai mereka hanya menemukan satu mangkuk darah segar dan beberapa jenis bunga
__ADS_1
🌺harap maklum saja,authornya lagi eror🙏🤧🤭😁)