(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 52 (S2)


__ADS_3

Ernest hanya melihat azka sekilas kemudian kembali,menatap adelia


"umi tolongin kak delia!"rachel berteriak sambil menangis


"gu gue harus gimana?"rachel panik bukan main


tanpa berpikir panjang lagi rachel langsung menghampiri dan memeluk ernest dari belakang


ernest langsung terhenyak,cengkraman tangan nya pada leher adelia perlahan mengendur


Bruk!


Tubuh adelia jatuh kelantai


Naya langsung menghampiri adelia yang masih tergeletak dilantai


Mata ernest perlahan berubah menjadi normal,rachel melepas pelukan nya kemudian beralih menghadap ernest


"nest!"rachel mengibas tangan dihadapan ernest


Ernest tidak berkedip,kemudian mata nya terpejam perlahan kesadaran ernest hilang


tubuh ernest terhuyung kedepan,rachel langsung menangkap nya


haikal dan rayyan bergegas membantu rachel membawa ernest ke atas tempat tidur


azmi mengangkat adelia lalu membawanya menuju ruang tengah dan membaringkan nya diatas sofa


sementara itu ustad fajri memeriksa tubuh ernest,ustad fajri melotot saat memeriksa nadi ernest,sambil menggeleng kepala ustad fajri kembali memeriksa nadi ernest sambil melihat kearah jam dipergelangan tangan nya


Deg!


Wajah Ustad fajri memucat seketika


"denyut nadi nya bermasalah!"ucap ustad fajri,kemudian dia menempel telinga nya pada dada ernest


ustad fajri mengusap wajah nya setelah itu


"denyut jantung ernest tidak normal"ucap ustad fajri lagi


Rayyan merasa tidak percaya,dia sendiri memeriksa denyut nadi dan detak jantung ernest


jack berlari masuk kedalam..


"stop!!"jack berteriak kepada mereka"jangan sentuh lagi!"tekan jack


"minggir kalian semua!!"jack menyuruh mereka semua menjauh dari ernest


mereka semua menjauhi ernest


"nest!"jack menepuk pipi ernest,ernest bel juga bangun


"cepat bangun ada om azka!!"teriak jack


"apa?! Mana?!"ernest langsung bangun saat mendengar nama azka disebut


"ahh!"ernest menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut


"uhuk!


Ernest terbatuk


Huek!


Darah segar keluar dari mulutnya


steven datang bersama dokter dian untuk memeriksa kondisi ernest


"seperti nya aku harus kursus lagi"gumam dokter dian,kepala nya terasa sakit karna harus memeriksa ernest


dian memeriksa tubuh ernest dan mendapati ada luka lebam dibagian dada ernest

__ADS_1


"sejak kapan luka ini ada?!"dian bertanya kepada ernest


"satu atau dua minggu lalu,sekarang lebamnya agak mengecil"ernest menjawab dengan jujur


dokter dian menggaruk kepala


"apa yang kamu lakukan sehingga luka lebam di tubhh kamu bisa sembuh secara tiba tiba?"pertanyaan dokter dian membuat ernest tersenyum miring


"benarkah bang dian ingin mengetahui nya?"ernest bertanya sambil memajukan tubuhnya agar lebih dekat lagi


Tengkuk dian meremang seketika


"nest!"dian langsung memundurkan tubuhnya


"buakn kah kamu ingin tahu!?"ernest kembali memajukan tubuhnya


Steven langsung duduk diantara mereka berdua


"jawab saja pertanyaan dokter dian"ucap steven,dia,menyuruh ernest memberitahu dokter dian


"baiklah!"ernest malah mendekatkan mulutnya ke telinga steven


"aku mememinum darah manusia,oleh sebab itu lebam di dadaku perlahan mengecil"ernest berbisik ditelinga steven


Steven panik setelah mendengarnya


sudut bibir ernest terangkat melihat steven panik


"ikut saya!" steven menarik dokter dian agar ikut dengannya,lalu menceritakan apa yang dikatakan oleh ernest kepada nya tadi


Dian mengusap wajah nya dengan kasar


"baiklah,tolong jangan panik"ucap dokter dian


Setelah berdiskusi dan steven juga sudah meminta solusi kepada bastian dan clara karna bagaimanapun juga mereka berdua adalah orang tua ernest


keduanya kembali ke dalam kamar ernest


ernest menjengatkan alis mendengar nya


"mereka kira bisa mencegah ku melakukan nya?!"ernest tersenyum remeh melihat dokter dian dan steven


"bunuh!!!!!!


ernest terkejut suara yang sebelumnya pernah dia dengar kembali terdengar lagi oleh nya


semakin lama suara itu semakin sering tersengar oleh ernest


"bang! Tolong!"ernest mengulur tangan nya kearah steven


"jangan!"jack menepis tangan steven


"lo mau bunuh diri apa!"ucap jack marah


"bang!!"ernest memelas kepada steven


bunuh!!!!!


Suara misterius itu terus memerintahkan ernest untuk membunuh


"tidak!!"ernest berteriak sambil menutup kedua telinga nya"berhenti menyuruh ku untuk membunuh siapa pu lagi!!"ernest mencoba melawan suara misterius yang selalu menyuruhnya untuk membunuh


Deg!!


semua orang yang mendengar perkataan ernest dibuat terkejut bukan main


steven steven memanas"siapa yang berani mengganggu adik ku!! keluar kalia!!"teriak steven penuh amarah


steven langsung memeluk tubuh ernest


azka dan raihan baru saja datang lagi kesana

__ADS_1


mereka berdua mendekati ernest


"pergi!"menyuruh steven menjauh


Dia langsung melepas pelukan nya


azka kemudian menyentuh kepala ernest"ahmad!"ucap azka


"siapa dia?"tanya raihan


"kalau cucu ata cicit julio"azka menjawab raihan


"julio!!"raihan tampak berpikir"seperti nya aku pernah mendengar nama ini,tapi kapan dan dimana aku sudah lupa"gumam raihan


"raihan,sekarang saya berikan tugas ini untuk mu"azka menyuruh raihan mencari dan menghabisi ahmad saat itu juga


"apa!"raihan membualtkan matanya saat mendengar perintah sanga kakak


azka melayangkan tatapan tajam kearah raihan


"em,maksud nya,aku tidak tahu wajah orang bernama ahmad itu,jmbagaimana aku bisa menemukan nya,wajahnya saja aku tidak kenal"ucap raihan


"ajak dia!"ujar azka


"dia?"tanya raihan sambil menunjuk jack


azka mengangguk kepala


"rayyan ayo!"jack malah mengajak rayyan


"ayo!"tanpa tahu apa yang akan dia,hadapi rayyan langsung mengiyakan ajakan jack


mereka bertiga pergi mencari keberadaan ahmad


"bagaimana bisa ahmad yang membuat ernest jadi seperti ini?!"cleo tidak bisa percaya


" di negara kita masih banyak yang melakukan trik boneka hantu,dia melakukan itu kepada ernest,dia sengaja membuat ernest menjadi pembunuh agar dia bisa balas dendam"azka menjelaskan sesuatu yang mudah dimengerti oleh para manusia itu


"menakutkan juga menjadi anak orang kaya,orang tua nya banyak banget musuh"ucap naya


"ya sudah resiko"sahut haikal


"opa!!!"tiba tiba ernest berteriak memanggil soni,hal itu membuat azka sangat emosional


"opa!!"ernest menunjuk kesalah satu sudut ruangan disana


"tidak ada,papa sudah meninggal! Itu hanya halusinasi!!"ucap azka


azka berusaha menyadarkan ernest


"bagaimana bisa dengan mudahnya dia mengendalikan ernest?!"azka merasa heran


"bunuh!!!!!


Mata ernest kembali memerah..


ditempat lain...


Jack,raihan dan rayyan mencari tempat persembunyian ahmad


"ahmad pasti punya barang pribadi punya ernest "ucap rayyan


"bjsa jadi,karna tidak mungkin dia bisa mengendalikan ernest semudah itu"jack setuju dengan ucapan rayyan


"disana!"raihan berlari menuju rumah yang tidak jauh dari ponpes


"cepat!"ucap jack


Mereka berdua berlari mengejar raihan


Saat sampai mereka hanya menemukan satu mangkuk darah segar dan beberapa jenis bunga

__ADS_1


🌺harap maklum saja,authornya lagi eror🙏🤧🤭😁)


__ADS_2