(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 68 (S2)


__ADS_3

aksi steven membuat ustad ridwan langsung menghentikan kegiatan nya


"ada apa ini?! "tanya ustad ridwan kepada steven


"terimakasih sudah berbaik hati! "ucap steven kemudian dia langsung menghampiri ars


"ayo keluar!"steven menarik tangan noah


"tunggu sebentar! "ustad ridwan langsung mencekal lengan noah


ars merasakan sakit yang luar biasa di dadanya,dia hanya bisa menindik kepala sambil menahan rasa sakit yang semakin lama semakin menjadi


"ada apa pak ustad?! "tanya steven


"sepertinya dia terkena sihir"jawab ustad ridwan


Steven melihat kearah ars"benarkah?! "tanya nya.


ars hanya bisa mengangguk kepala


saat mereka sedang lengah tiba tiba iwan melesat kan serangan kearah steven


"awas! "ars langsung menghalangi serangan menggunakan tubuhnya


"akh! "


ars terpental membentur tembok


steven terbengong melihat apa yang terjadi tadi


"noah! "deri dan afan langsung menghampiri noah


beberapa detik kemudian steven baru teringat dengan noah"noah!!!"teriaknya


"a aku tidak apa apa"ucpa noah,kali ini dia benar benar noah,bukan ars


"kenapa aku bisa sampai kesini?!"tanya nya dengan raut wajah bingung


"dasar pengecut! "umpat giorgino


di alam lain ars kembali terkurung di tempatnya"kenapa?!"teriaknya marah karna dirinya belum berhasil menghabisi giorgino


noah mencoba untuk bangun namun rasa sakit di dadanya membuat nya tidak mampu untuk berdiri dengan lurus


"arrrgghhh!! sakit banget!! "noah sampai meremas dadanya saking sakitnya


wajahnya perlahan memucat saking tidak tahan menahan rasa sakit yang sangat luar biasa


noah membuka kancing bajunya dan melihat dadanya yang menghitam karna serangan giorgino tadi


"ahhh seesstth!


Noah berdesis menahan sakit


"pa panggil papa!! "punyanya sambil menahan sakit


"a aku tidak bisa melakukan itu,kalau om azka sampai tahu sesuatu terjadi kepadamu maka dia akan membunuh ku"ucap steven panik


uhuk!


byur!


noah memuntahkan darah sangat banyak dari mulutnya


"ernest! Ernest!"seru steven


Steven memegang wajah noah"aku mohon ernest datang lah!! "teriak steven di depan wajah noah


Noah kembali memuntahkan darah,kali ini dia muntah mengenai tubuh steven


mata noah perlahan terpejam


"tidak! jangan lakukan itu atau om azka akan membunuhku!!"teriak steven frustasi,berkali kali steven menepuk nepuk pipi noah berharap noah akan merespon


"aaaaaaa!!! "teriak steven,steven sangat putus asa melihat keadaan noah


"mau berapa lama lagi abang memegang pipi ku?! "tanya ernest

__ADS_1


"ka kamu ernest ?!"tanya steven


"ck"ernest berdecak kemudian bangun"minggir!"ernest menyuruh steven menyingkir dari hadapan nya lalu ernest berjalan kearah iwan


noah yang tiba tiba bangun membuat semua yang berada di sana tergerak heran


"dia memiliki kepribadian ganda"ucap steven


"oh"deri dan afan langsung percaya begitu saja dengan ucapan steven


Ernest langsung mencekal leher iwan


"ernest abang mohon jangan bunuh dia,abang tidak sanggup untuk membayar orang untuk membereskan kekacauan yang kamu buat karna harga saham sedang menurun"pinta steven


"kenapa kamu sangat perhitungan steven!"ernest meninggikan suaranya


steven terkesiap mendengar suara bentakan ernest


"kematian rachel berhubungan sangat erat dengan kemunculan julia dan pengkhianatan yang kamu lakukan!"ujar ernest


Steven terdiam..


"aku tahu kamu sangat menyukai rachel,setidaknya kamu memikirkan ku sebagai adik kandung mu! tapi tidak!"ernest terkekeh"kamu malah bekerja sama dengan julia untuk menyingkirkan ku"lanjutnya


Steven membeku di tempatnya..


"sekarang di saat kamu sudah tidak berdaya kamu baru meminta bantuan ku untuk menyingkir nya,aku tidak akan sudi melakukannya!!"ernest mengeraskan rahang saking emosi nya


"apakah ini waktu yang tepat untuk reuni?! "tanya giorgino


"diam! "ernest mencengkram leher iwan lebih kuat lagi


"hahaha! "giorgino tertawa


"seperti belum puas menyakiti aku dan rachel,kamu juga memanfaatkan kelemahan cleo untuk membuat nya terpaksa mengandung!"ernest mulai tidak bisa mengendalikan amarahnya


"ernest! saya dan cleo saling mencintai! "steven mencoba memberitahu ernest


amarah ernest kian menjadi..


"jika ada kasus pembunuhan kenapa tidak langsung melapor kepolisi?!"tanya nya


ernest memutar mata mendengarnya


"assalamualaikum!"ucap seseorang dari depan pintu


steven tersenyum samar,dia sudah merencanakan semuanya


"bunda! "ucap ernest


Ernest langsung melepas kan cengkraman tangan nya pada leher iwan


"kenapa kamu manggil saya kesini?!"tanya violet kepada steven,tatapan violet sudah tidak seperti dulu lagi


jika dulu violet akan menatap steven penuh cinta sekarang dia sudah tidak melakukannya lagi, hanya ada tatapan kebencian yang tersisa di mata violet untuk steven


tatapan violet beralih ernest


"kenapa bunda ke sini?! "tanya ernest


violet terkejut mendengarnya "bu bunda?! "tanya nya


violet tidak mempercayai pendengarannya


ernest tersenyum..


"iya, bunda"jawab ernest


violet menghampiri ketiga ernest"a apakah itu kamu ernest?!"tanya nya sambil mengangkat tangan kemudian mengelus kedua pipi ernest


"benar benar sangat mirip! "ucap violet,tangis violet langsung pecah


"shuutt!! bunda jangan nangis lagi"pinta ernest,ernest menghapus air mata yang mengalir di pipi violet


"ayo kita pulang,biarkan ustad yang yang mengobati teman kamu"violet menggenggam tangan ernest mengajak nya pulang


ernest menggangguk kepala

__ADS_1


tangan violet yang mulai keriput di genggam erat oleh ernest


"apakah aku akan kehilangan mereka juga?! "tanya ernest dalam hati


violet megenggam tangan ernest seperti yang pernah dia lakukan di saat ernest masih kecil dulu


steven langsung mengikuti mereka keluar dari rumah iwan


di sepanjang jalan pulang violet tidak henti hentinya menangis


setelah sampai di rumah violet terus menggenggam tangan ernest tanpa mau melepaskan sedetik pun


"ada apa ini vi?"tanya clara


ernest melepaskan genggaman tangannya


"kenapa mama menjadi sangat kurus?! "tanya ernest dalam hati


perlahan ernest berjalan kearah clara


violet menarik steven ke sisi lain"jaga dia menggunakan nyawa kamu,jika sampai terjadi sesuatu kepada nya maka sudah di pastikan hari itu adalah hari terakhir aku hidup di dunia ini"ancam violet


setelah mengatakan itu violet langsung pergi


Steven langsung tertunduk lesu


Violet tahu semua apa yang di perbuat steven di masa lalu,sejak saat itu dia mulai membenci steven


mata ernest memerah saat bertemu dengan julia, sudut bibir nya tertarik dia berjalan mendekati julia


"sudah lama sekali! "ucap nya,ernest sengaja menyentuh dagu julia seolah olah dirinya menggoda julia padahal ernest sangat ingin membunuh nya


ernest mengelus leher julia dengan lembut


perlakuan ernest yang sangat berbeda dari noah membuat yang lainnya teheran heran


detik kemudian..


elusan tangan ernest berubah menjadi cengkraman


"uhuk!


julia terbatuk batuk..


"noah apa yang kamu lakukan?!"pekik clara


sudut bibir ernest tertarik


"ta tante!"julia memanggil clara


yang mereka ketahui julia adalah anak steven diluar nikah


"lepaskan! "teriak clara, clara menarik tangan ernest agar melepas cengkraman nya pada leher julia


Ernest pun melepaskannya..


"maaf, aku terlalu bersemangat"ucap ernest pura pura menyesali perbuatannya


"bagaimana naya bisa mendidik anak sekasar ini! "clara tidak habis pikir kelakuan noah sangat lah kurang ajar dan utak urakan


"kamu juga! seseorang mencekik anak kamu tapi kamu hanya diam saja! "clara memarahi steven


"em itu! "steven bingung harus bereaksi seperti apa


"dia wanita yang kuat kok tante,buktinya dia masih hidup setelah saya cekik"setelah mengatakan itu ernest langsung duduk di sofa yang berada di dekat nya


"ambilkan minum! "ernest menyuruh steven untuk mengambil kan air minum


"baiklah"menjawab dengan cepat kemudian berlari ke dapur


semua anggota keluarga yang berada di sana tercengang dibuatnya


"mulai sekarang aku akan mengajari julia bagaimana cara nya menjadi pribadi yang lebih baik"ujar ernest,kemudian ernest berdiri"karna selain akting nya yang bagus tidak hal bagus lainnya yang dia miliki"lanjut ernest


"bukan kah begitu keponakan ku tersayang?! "tanya ernest kepada julia


julia hanya bisa meng iyakan nya"awas kamu ernest!!"geram nya

__ADS_1


__ADS_2