
"pa anak kita pulang!!!"teriak violet
satpam buru buru membuka pintu gerbang
mereka berdua langsung berpelukan
Bastian dan anggota keluarga lainnya langsung keluar rumah
"ada apa ini?"tanya bastian
bastian membelalakkan matanya saat melihat keberadaan ernest dan steven
"ternyata mereka benar benar anak orang kaya"dalam hati sapri
Jack dan steven membawa ernest masuk kedalam rumah
Bastian mengajak sapri untuk singgah terlebih dahulu
Ernest,strven dan jack langsung mandi dan berganti pakaian,jack memakai pakaian milik steven
setelah rapi mereka bertiga langsung menemui sapri diruang tamu
"terimaksih sudah mengantar anak saya pak"ucap bastian
"sama sama pak"sahut sapri
Sapri terkesiap saat melihat prnampilan asli ernest,steven dan jack
"sangat berbeda sama yang tadi"ucap sapri dengan polosnya
"tadi mereka mirip banget sama gelandangan kan pak?"tanya dylan sambil menahan tawa
Sapri tersenyum malu
"bukan seperti itu maksud saya dik"jawab sapri
"saya baru menyadari ternyata mereka berdua sangat aneh dan berbeda,yang satu tatapannya sangat tajam dan yang satu sangat pucat dan sangar"dalam hati sapri
"tangan kamu kenapa nak?"tanya anna kepada ernest karna tangan ernest memerah
"nggak tau bun,tadi kayaknya cuma kena sinar matahari deh"jawab ernest jujur
bastian langsung melotot kearah steven
"nest nest!"steven mencoba menghentikan ernest
"kenapa bang?"tanya ernest
"duduk!"steven menarik ernest agar duduk disebelahnya
Tak lama kemudian dokter dian datang untuk memeriksa kondisi mereka bertiga
"ernest sepertinya hilang ingatan"kata steven kepada dian
"hah!"dian terkejut mendengarnya
"sini coba saya periksa"dian langsung memeriksa ernest
"ah sial,aku bahkan tidak bisa mendiagnosa penyakitnya"geruti dian dalam hati
"detak jantung ernest semakin lemah,aku yidak bisa membawanya kerumah sakit"dalam hati dian
"coba katakan bagian tubuh yang mana yang terasa sakit?"tanya dian kepada ernest
Ernest terdiam sejenak
"belakang leher"jawab ernest
Jack langsung melihat kearah lain"jangan jangan dia hilang ingatan gara gara gue mukul nya terlalu kenceng?"tanya jack falam hati
"bagian lain?"tanya dian lagi
ernest menggeleng kepala
"apa saja yang kamu ingat sebelum nya?"tanya dian
Ernest tampak kebingungan dengan pertanyaan dokter dian
dian menghela nafas..
__ADS_1
"maksud saya hal apa yang terakhir kali kamu ingat?"tanya dian lagi
"em"ernest tampak berfikir
"camping dihutan"jawab ernest
"apa saja yang kamu ingat?"tanya dian lagi
"hanya sebatas menemani rayyan kekamar kecil,setelah itu"ernest berusaha mengingat kelanjutannya namun gagal
"hanya itu"lanjut ernest
dian menghela nafas
*Krucuk
Krucuk*
Tiba tiba perut ernest mengeluarkan suara
Steven langsung merinding
"em, nest cepat ikut gue"ajak jack
Ernest langsung mengikuti jack,tidak hanya ernest ,steven dan dian juga ikut serta
"nih minum!"suruh jack
"apaan ini?"tanya ernest
"jus buah naga"jawab jack asal
"oh"ernest ber oh ria lalu meminum pemberian jack
"tapi kok rasanya nggak kayak jus buah naga ya?"tanya ernest " Aneh,tapi enak"ucap nya lagi
"apa itu tadi?"tanya dian
"nih coba cium,siapa tau bang dian tau ini apa"ernest menyuruh dian mencium aromanya
Deg!
Tatapan dian beralih ke steven dan jack
Diruangan lain..
"itu yang membuat ernest bisa bertahan hidup sampai sekarang"jelas steven
"bagaimana mungkin!? Itu darah stev,mana mungkin manusia bertahan hidup hanya dengan meminum darah!?"tanya dian,dia tidak bisa mempercayainya
"ernest itu hanya setengah manusia,selama berada dihutan gue makan daging mentah,sementara ernest minum darah dan memakan jantung,hati dan organ dalam lainya yang ada pada rusa yang berhasil gue buru"jelas jack
deg!
"kamu makan daging mentah?"tanya dian
"ya"jawab jack singkat
Dian mengalihkan tatapannya kearah steven
steven hanya mengedikkan bahunya
"gue cabut dulu,ada urusan yang mau gue selesaikan"kata jack
"ya,terimakasih untuk beberapa bulan lalu"ucap steven
"mau ngapain kamu kesana?"tanya steven
"pulang"jawab jack.
"pulang itu lewat pintu utama,bukannya melalui jendela"gerutu steven
"lagian kalau kamu keluar lewat jendela bagaimana saya menjelaskannya sama orang rumah nanti?!"tanya steven
Jack tidak menjawab steven
Dia memutar tubuh menuju ruang tengah
Steven menggeleng kepala saking gregetnya
__ADS_1
"sebenarnya dia siapa?"tanya dian
"Dia salah satu santri di ponpes milik ustad faisal"jawab steven
"oh"sahut dian
di sisi lain...
bastian memberikan sejumlah uang kepada sapri tapi sapri menolaknya,akhirnya bastian memberikan kartu namanya kepada sapri siapa tahu suatu saat sapri memerlukan bantuan dia bisa menghubungi nomor telfon yang ada di kartu nama itu
Setelah sapri pergi bastian langsung menghubungi fajri
"assalamualaikum"ucap bastian
"waalaikum salam"sahut fajri diujung telfon
"ustad fajri saya ingin memberitahu bahwa ernest,steven dan jack sudah kembali dengan selamat"kata bastian
"alhamdulillah ya allah,sungguh besar mukzizat mu"ucap fajri
"saya akan secepatnya mengirim ernest kesana hanya saja"ucapan bastian terhenti
"hanya saja apa?"tanya fajri
"ernest sepertinya tidak mengingat kalian semua"jawab bastian
"apa!!"pekik fajri
"ya sudah saya hanya ingin menyampaikan itu,hal lain nya sebaiknya kita membahas nya secara langsung"kata bastian
di ponpes...
Setelah mematikan panggilan telfon fajri bergegas menemui inayah
"mbak ada kabar baik"ucap fajri
"kabar baik apa dek?"tanya inayah"melihat dari ekspresi kamu mbak yakin itu kabar yang sangat membahagiakan"lanjutnya
"ernest,steven dan jack ternyata masih hidup"fajri sengaja memelankan suaranya
"benarkah?"tanya inayah dengan mata berkaca kaca menahan haru
"iya,tadi pak bastian memberitahu saya"jawab fajri
"tolong jangan beritahu anak anak dulu,biar menjadi kejutan buat mereka"kata fajri
"oh iya,seperti nya ernest juga hilang ingatan"kata fajri lagi
"apa??"inayah sangat terkejut mendengarnya
"mereka berdua sama sama hilang ingatan"ucap inayah,dirinya sangat sedih
"om!"sapa rachel
"chel tunggu!"fajri memanggil rachel
"ada apa om?"tanya rachel
"beberapa hari lagi keponakan istri om mau datang kesini,om harap kamu mau berbagi kamar dengannya"kata fajri
"ya nggak apa apa,chel senang bisa punya teman tidur"jawab rachel
"tapi dia"
"Chel tolong ambilkan hp umi dkamar"inayah sengaja memotong perkataan fajri
"bentar om"rachel pergi kekamar inayah
"kenapa mbak?"tanya fajri
"jangan beritahu rachel hal lainnya"jawab inayah
"baiklah"sahut fajri
Beberapa hari kemudian...
clara menangis memohon kepada bastian agar tidak cepat cepat mengirim ernest je ponpes,namun permintaan clara tidak disetujui oleh bastian
bastian tetap mengirim ernest ke ponpes sesuai dengan janjinya kepada fajri tempo hari
__ADS_1