
"tolong!!"teriak rachel sambil menangis
Rachel berlari disepanjang jalan ber aspal dan aneh nya tidak ada satu orang pun yang terlihat
"kamu harus mati!!"kata seseorang yang mengejarnya
Wajah orang itu tidak terlihat karna dia memakai penutup wajah
"apa salahku? "tanya rachel,rachel terus berjalan mundur
Tiba tiba orang itu sudah berada dihadapannya
"aku seperti mengenalimu"ucap rachel setelah melihat wajah orang itu
"tentu saja kamu mengenaliku"jawab orang itu sambil menunjkkan seringaian yang memperlihatkan taringnya yang sangat tajam
dengan gerakan cepat orang itu langsung menggigit leher rachel
"tolong tolong!!!"teriak rachel
Rachel terbangun dari pingsannya
"ternyata cu cuma mimpi"ucapnya gugup,keringat bercucuran membasahi wajah dan baju nya
"makhluk apa itu tadi? Kenapa wajah orang itu tadi sangat familiar sekali? Tapi aku tidak ingat siapa dia"rachel berdialog dalam hati
"nak!"panggil inayah
"umi!"pekik rachel
"hiks akhirnya kamu ingat juga sama umi nak!"tangis inayah pecah
"umi peluk!"rachel merentangakn tangannya
Inayah langsung memeluk anak semata wayangnya
sepuluh menit kemudian..
"mi sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada dirumah sakit?"tanya rachel
"kamu jadi korban tabrak lari"jawab inayah sambil menahan tangis
"oh"rachel ber oh ria
"lantas kenapa bagian intim ku terasa sakit?"tanya rachel lagi
"itu mungkin karna kamu terlalu lama berbaring diatas ranjang"jawab inayah"maafkan umi anakku,umi terpaksa berbohong"dalam hati nayah
"berapa lama aku tidak sandarkan diri mi?"tanya rachel lagi
"kurang lebih tiga bulan"jawab inayah
"apa!!"pekik rachel
"syutt!!
"jangan teriak teriak"ucap inayah
"ups!"rachel menutup mulutnya
seperti yang dikatakan azka,setelah melakukan serangkaian pemeriksaan rachel akhirnya di perbolehkan pulang
dipesantren..
Keesokan harinya.
Kondisi pesantren sudah tidak seperti biasanya ..
Remaja putra dan putri bebas berbaur tapi masih tetap dapat pengawasan dari pihak ponpes
"mi,kok dari aku yidak melihat abi?"rachel akhirnya menanyakan keberadaan ustad faisal
"apa kamu juga melupakannya nak?"kali ini ustad fajri yang bertanya
rachel menggeleng kepala
"abi kamu sudah meninggal empat bulan yang lalu"jelas ustad fajri
__ADS_1
Jderr!!
Rachel langsung terdiam
"nggak nggak om pasti bohong kan?"rachel tidak ingin mempercayainya
"apa yang dikatakan om fajri benar nak,abi sudah meninggal"kata inayah
rachel langsung lari masuk kedalam kamar dan membanting tubuhnya keatas kasur
"hiks! abi!!!"tangis rachel pecah
Setelah puas menangis rachel baru teringat dengan ponselnya"ponsel ku mana?"rachel mencari keberadaan ponselnya
"ini dia"rachel mengecek kalender di ponselnya
"waw!"mata rachel terbelalak melihat tanggal dan tahun di ponselnya
"mereka bilang aku kecelakaan tiga bulan yang lalu tapi seingat ku waktu itu masih bulan maret,sekarang sudah bulan oktober, kalau dihitung hitung sudah tujuh bulan berlalu bukan tiga bulan seperti yang dikatakan umi"tanya rachel pada dirinya sendiri
"mandi dulu ah"rachel bergegas pergi kekamar mandi
Di dapur..
Inayah sedang memasak bersama para santri wati
"umi ini kok ada daleman cowok?"tanya rachel sambil membawa cd milik ernest
"oh itu itu"inayah gugup
"itu ****** ***** punya ku!"ucap haikal
"kenapa bisa nya ada di kamar ku?"tanya rachel
"selama kamu koma aku tidur disini sambil jaga rumah"bohong haikal
"oh"ucap rachel
"ambil nih!"rachel melemparnta kearah haikal
"bagus kalau kamu melupakan nya,aku jadi punya kesempatan untuk mendapatkan mu"gumam azmi
sore harinya rachel sedang duduk duduk diteras rumah bersama adelia dan naya
"chel ini buat kamu"azmi memberikan ice cream kepada rachel
"wah! Makasih bang!"ucap rachel,dengan senang hati rachel memakan ice cream tersebut
adeliamengepal tangannya"bisa bisanya kamu bahagia sementara ernest kehilangan nyawanya,sudah bagus aku mendorong kamu ketengah jalan waktu itu,susah banget membuat kamu mati"dalam hati delia
"mau kak?"rachel menawarkan ice cream kepada adelia
"nggak,makan kami saja"tolak adelia
"nay!"rachel menawarkan kepada naya juga
"makan aja chel"tolak naya"aku udah sering makan ice cream,kamu kan udah lama nggak makan ice cream"kata naya
"ya juga"rachel membenarkan perkataan naya
Ditempat lain..
Ernest tiba tiba pingsan..
Sudah tiga jam ernest belum juga sadar,hal itu membuat jack dan steven panik bukan main
"gue mau pulang!!"teriak ernest
"ernest!"pekik steven"akhirnya kamu bangun juga dek"steven sangat senang
"lo pulang kemana?"tanya jack
"apa lo ingat sama keluarga lo?"tanya jack lagi
Ernest terdiam..
"iya,bokap gue bastian!"jawab ernest
__ADS_1
Jack tersenyum mendengarnya
"aku siapa?"tanya steven
"bang steven!"jawab ernest
"gue?"kali ini jack yang bertanya
ernest menggeleng kepala
Jack menaikkan alisnya sebelah
"lo nggak ingat sama gue?"tanya jack dengan nada kecewa
lagi lagi ernest menggeleng kepala
"kenapa lagi ni bocah?"tanya jack kepada steven
"hilang ingatan mungkin"jawab steven
"tapi kok dia ingat sama keluarga nya"jack merasa heran"jangan jangan dia cuma ngerjain gue?"tanya jack dalam hati
steven langsung membuka ikatan pada tubuh ernest
"yok pulang bang"ajak ernest
"baiklah"sahut steven
"ayo jack"steven mengajak jack
mereka berjalan selama enam jam untuk mencapai jalan raya
"kita harus memeriksakannya kedokter,siapa tau ada sarafnya yang terputus"kata jack kepada steven
"pasti"sahut steven"sampai dirumah nanti aku akan langsung memanggil dokter"lanjutnya
pakaian yang dipakai oleh mereka bertiga sudah tidak berbentuk dan warna nya sudah sangat lusuh dan kotor
Berkali kali mereka menghadang mobil untuk meminta tumpangan tetapi tidak ada yang mau memberikan tumpangan
dari kejauhan mereka melihat mobil bak terbuka membawa rongsokan
"hadang nggak?"tanya steven
"ngahk usah,nggak ada yang mau ngasih tumpangan ke kita,lebih baik kita jalan saja"jawab jack
Tanpa mereka duga mobil itu berhenti di depan mereka meskipun mereka tidak menghadangnya
"mau kemana dek?"tanya seorang laki laki tua berumur enam puluh tahun
"kami mau kekota C pak "jawab steven
"kebetulan sekali sayq mau pergi kesana,baik saja"suruh sopir mobil tersebut
"terimakasih pak"ucap steven
"sama sama dek,sesama manusia sudah seharusnya kita saling tolong menolong"sahut sopir mobil bernama sapri
butuh waktu sekitar dua belas jam untuk sampai kekota karna mobil bergerak sangat lambat,selama perjalanan steven terus memeluk ernest agar ernest tidak kedinginan
sapri menghentikan mobilnya dipinggir jalan lalu dia turun
"alamatnya dimana dek? Biar bapak antar sekalian,kasihan adeknya kalau kelamaan nunggu ojek"kata sapri
steven memberitahu sapri alamat rumahnya
Meskipun sedikit ragu sapri tetap mengantarkan mereka kesana
Sesampainya di depan pintu gerbang sapri membantu ernest turun karna kondisi ernest semakin lemah
violet yang sedang berada diteras langsung menghampiri mereka dari balik pintu gerbang violet menanyai mereka"ada perlu apa ya?"tanya nya
Steven berbalik.
"bunda"ucap steven
violet membelalakkan matanya'steven!!"pekik violet
__ADS_1