(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 32 (S2)


__ADS_3

Haikal yang merasa tidak dianggap langsung duduk dan memainkan ponsel miliknya


"chel!"panggil ernest


ernest kembali mengingat yang di katakan oleh pamannya kalau rachel dan yang lainnya tidak akan mengingat kejadian kejadian aneh dan yang terpenting rachel juga melupakan rahasia besar ernest


"aku cukup lega karna kamu melupakan nya,dengan begitu om azka tidak akan memaksaku untuk menghabisi kamu"gumam ernest


"Assalamualaikum!"ucap seseorang


"waallaikum salam!"sahut haikal


Ernest mengeraskan rahangnya"kenapa dia datang kesini?"geram ernest


"apakah ernest nya ada?"tanya,ahmad


"ada didalam"jawab haikal


"silahkan masuk"kata haikal


ahmad langsung masuk kedalam


Ernest menujukkan ekspresi garang saat berhadapan dengan ahmad


"mau ngapain lo kesini?"tanya ernest dengan tatapan tak suka


rachel cepat cepat membenarkan hijabnya


"nih!"ahmad memberikan album foto kepada ernest


ernest tersenyum remeh saat melihat album itu


"apa maksud lo bawa buku ini kesini lagi?"tanya ernest,dirinya mulai kesal dan marah


"itu buku kenang kenangan kita bertiga,kamu jangan pernah membuangnya"jawab ahmad


"aku berhatap kamu akan kembali seperti dulu lagi,menjadi ernest yang ceria dan suka menolong sesama"kata ahmad


Ernest meraih album itu dan memeriksa isinya,ernest cukup tersentuh melihat foto foto itu


detik kemudian ernest langsung melempar almbum berisikan foto nya bersama dengan tiga sahabat nya tersebut..


Ahmad terkejut melihat tempramen ernest yang semakin memburuk


"nest kok kamu kasar banget sih!"marah haikal


"sudah lah"ahmad menyuruh haikal diam


Rachel memungut album yang dilempar oleh ernest


"aku tidak bisa marah dengannya"kata ahmad"dulu kami sudah seperti saudara kandung makan,minum,tidur dan saling membuat disaat salah satu dari kami terkena masalah"lanjut nya


"trus kenapa sekarang kalian terlihat seperti bermusuhan?"tanya rachel


"ernest mengira aku bekerja sama dengan glen untuk mencelakainya"jawab ahmad dengan raut wajah sedih


Tidak ada yang tahu bagaimana hati ahmad,hanya dia dan sang pencipta yang tahu soal itu


rahang ernest mengeras menahan amarah


"pergi!"tekan ernest


"baiklah aku akan pergi"ahmad beranjak dari duduknya


setelah ahmad pergi ernest langsung berbaring diatas matras


"kok kak delia sama naya belum pupang pulang juga sih"tanya rachel


"jack sama bang azmi juga belum pulang"sambung haikal


karna lama menunggu akhirnya haikal berbaring dilantai sedangkan rachel dia berbaring di samping ernest


Satu jam kemudian..


delia,naya,azmi dan jack terkejut melihat pemandangan didepannya..


"woy bangun!"jack menendang kaki haikal

__ADS_1


akibat nya haikal langsung bangun dan membuat kepalanya berdenyut


"aishh!!"umpat haikal sambil memijit kening nya


Rachel juga terbangun"em um kak delia udah pulang?"tanya rachel sambil mengucek ngucek matanya


"aw!"jerit rachel saat tangannya tidak sengaja menyentuh tangan ernest "panas banget!"ucap nya


haikal langsung menyentuh tangan ernest


"panas banget"kata haikal


haikal bergegas mencari alat untuk mengompres ernest


"bantuin!"pinta rachel


Jack dan azmi langsung membantu rachel membalikkan tubuh ernest karna tadi ernest berada dalam kondisi tertelungkup


"panas!"eluh ernest,tangan nya berusaha membuka bajunya sendiri


rachel langsung menarik tangan ernest


"nih kompresannya"haikal memberikan mangkuk berisi air dan handuk kecil


"makasih"ucap rachel


rachel langsung mengompres jidat ernest


ernest berbalik dan memeluk rachel yang sedang duduk disebelahnya


deg!


Rachel bingung harus bersikap seperti apa


"lepasin!"rachel memelankan suaranya


rachel memejamkan matanya saat wajah ernest menempel diperutnya


delia,azmi dan jack langsung pergi keluar..


"kenapa mereka pergi?"tanya tanya naya kepada haikal


"tungguin!"naya berlari keluar


Didalam kos..


tangan ernest menyusup kedalam baju rachel


"nest!"pekik rachel karna terkejut


"ah! Nest udh lepasin!"pinta rachel


rasa cemburu membuat delia dan azmi tidak bisa tersenyum


"assalamualaikum!"ucap seseorang


"waalaikum salam!"sahut mereka


ternyata steven yang datang berkunjung..


Karna mendengar suara steven ernest langsung menarik tangannya dari dalam baju rachel


steven masuk kedalam tempat kos"ernest kenapa?"steven sangat terkejut melihat ernest di kompres


"dia demam"jawab azmi


steven menempelkan tangannya di kening ernest"panas banget!"kata steven"aku harus segera membaritahu papa"gumam nya


"steven mengirim pesan perihal keadaan ernest kepada bastian


"dek!"steven mencoba memanggil ernest


ernest masih belum sadar juga padahal sudah enam sore


"nest!"steven berkali kali mencoba membangunkan ernest namun tidak berhasil


"ambilkan bawang putih!"suruh steven

__ADS_1


setelah mendapatkan bawang putih steven membuka kulit bawang dan memotongnya menjadi dua lalu menaruhnya didekat hidung ernest


ernest langsung terbangun karna aroma bawang putih yang sangat kuat


"aaaa!!!"pekik ernest


Di mansion..


"kenapa dia belum datang juga?"tanya azka


Dirinya sangat khawatir dengan keadaan ernest dan nasib orang yang bersamanya


"semoga saja kamu bisa mengendalikan diri"ucap azka


disis lain..


"hahaha dia pasti tidak akan bisa mengendalikan diri ,jika dia menahannya dia akan mati dalam beberapa hari"giorgino sangat senang


"terus awasi,jangan sampai dia pergi dari tempat itu!"kata giorgino kepada anak buahnya


Giorgino ingin membuat ernest membunuh istri dan orang terdekatnya,dengan begitu ernest akan dibenci bahkan akan diburu oleh pihak pemerintah


"jam berapa sekarang?"ernest bertanya kepada steven


"jam Enam lewat 12 menit"jawab steven


Deg!


"apa!"pekik ernest karna terkejut


"sial!"umpatnya kemudian dia tegak lalu pergi keluar


"gue pulang dulu"setelah mengatakan itu ernest langsung ingin pergi tapi tiba tiba seorang menghadang nya


mata ernest memerah saat dia menyadari orang orang didepannya bukan lah manusia,mereka hanya menyamar seperti manusia


jack ingin membantu tapi tiba tiba dirinya mendengar suara suara valentine


"jangan berani berani kamu membantunya"ancam valentine


Jack mengepalkam tangannya


"siapa mereka?"tanya naya


Saat rachel keluar Tatapan para iblis beralih kepadanya


ernest menarik rachel agar berdiri dibelakangnya


diatas atap dengan santainya azka menonton mereka


"dasar iblis!"gerutu ernest,karna dia menyadari kehadiran azka


"turun!!!"teriak ernest


Azka memutar matanya saking jengahnya


Azka langsung melompat dari atas atap


"aaa!!"pekik rachel,naya dan delia,mereka terkejut karna azka tiba tiba muncul


melihat kehadiran azka para iblis itu langsung lari satu persatu


kali ini azka menatap kearah ernest


"hay!"azka malah menyapa rachel yang berada tepat dibelakang ernest


rachel membalasnya dengan senyuman


"ayo pulang"azka menunjukkan tatapan mengerikan kearah ernest


"baiklah"sahut ernest


Ernest memutar tubuhnya agar menghadap kearah rachel


Gue pergi dulu,lo pulang bareng bang steven aja"kata ernest kepada rachel


"tapi..."protes rachel

__ADS_1


"nggak ada tapi tapian"potong ernest


"gue takut sama abang lo!!"kata rachel stengah berteriak


__ADS_2