(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 19 (S2)


__ADS_3

steven terlihat sangat panik karna ernest tidak kunjung terbangun juga


"a apa aku terlalu kuat memukulnya? tapi om azka bilang aku harus memukulnya dengan sangat kuat agar dia pingsan"steven bertanya pada dirinya sendiri


"aaaa!!!"teriak steven frustasi


"sabar nak steven "ustad faisal menghampiri steven sambil tertatih tatih


rachel mendekat kemudian memegang tangan ernest


ustad faisal tidak bisa melakukan apapun karna kalau dia berdoa atau berzikir sama saja dengan mempercepat kematian ernest


"dek tolong cepat bangun!"pinta steven


steven tiba tiba memiliki ide gila


"a rachel,beri dia nafas buatan"suruh steven


deg!


rachel terkejut mendengar permintaan steven


"tapi"protes rachel


"cepatlah!"tekan steven


rachel melihat kearah abi,umi dan pamannya,mereka bertiga tidak bereaksi sedikitpun


"baiklah"rachel pasrah


para santri mulai saling tatap dan berbisik saru sama lain


rachel bersiap memberi nafas buatan untuk ernest


fokus rachel teralihkan oleh wajah ernest yang tampan dan seksi"dia ganteng banget"dalam hari rachel,rachel merasakan getaran aneh


rachel kembali fokus dengan bibir ernest ,saat bibir rachel hampir menyentuh bibir ernest tiba tiba ernest terbangun


rachel langsung mengangkat kepalanya


"alhamdulillah!!"semua orang mengucap syukur karna ernest sudah terbangun


ernest mengedipkan kedua matanya mencerna apa yang barusan dilihatnya


bibirnya dan rachel hanya berjarak 5 mm


"aahh!"ernest bangun sambil memegang tengkuk nya yang terasa sakit


"lher ku terasa sakit sekali? rasanya seperti habis dipukuli"ucap ernest


steven langsung melihat kearah lain


ernest menyipitkan matanya kearah steven


"bang!"panggil ernest


"em kenapa?"tanya steven seperti orang tidak berdosa


steven membantu ernest bangun..


"uhhh sakit banget"rutuk ernest


"sini abang cek"steven mengecek belakang leher ernest


steven melotot melihat lebam di belakang leher ernest


"o ya ampun!"jerit steven dalam hati


"kenapa bang?"tanya ernest


"tidak ada"jawab steven


"leher kamu baik baik saja"kata steven berbohong


"oh"sahut ernest


"aneh"gumam ernest


"kalian kenapa ada disini semua? dan bang steven kapan kesini?"tanya ernest


"kamu kerasukkan nest!"kata rayyan


"hah! kerasukan? perasaan gue setannya,kenapa gue bisa kerasukan?"tanya ernest


plak!


steven menepuk bahu ernest

__ADS_1


"jangan aneh aneh kalau ngomong,kerasukan beneran baru tau rasa kamu"ucap steven sebal dengan perkataan ernest


"maaf"sahut ernest


"oh iya lo!"ernest menunhuk kearah rachel


"apa?! gue kalau nggak abang elo yang nyuruh gue buat ngasih nafas buatan ke elo gue juga males deket deket sama lo, apalagi sampai ngasih nafas buatan!"cerocos rachel kesal


ernest terdiam..


"cepat amat ngomongnya"rutuk ernest


"minta maaf sama pak ustad dan yang lainnya,mereka semua hampir kehilangan nyawa karna kamu"kata steven kepada ernest


deg!


ernest terkejut mendengarnya


"pantas saja dari tadi aku mencium bau darah disekitaran sini"dalam hati ernest


ernest menutup hidung menggunakan tangannya


"dari pada hilang kendali lagi"dalam hati ernest


"kenapa nest?"tanya steven


ernest menjawab dengan gelengan kepala


"maaf atas semua perbuatan saya"ucap ernest


"udah di maafin!"sahut fiqih


"bang,bagaimana kalau ernest kita ruqiah saja?"tanya fajri


"enak aja main ruqiah ruqiah aja,saya ini sehat walafiat om!"protes ernest


"tidak perlu diruqiah"jawab ustad faisal


"untung aja ustad faisal nggak setuju,kalau dia setuju bisa bisa tubuh gue langsung berubah jadi abu"dalam hati ernest


"bawa ernest kekamarnya"suru ustad faisal


fajri sedikit heran dengan sikap yang di tunjukkan oleh ustad faisal


"kenapa abang tidak menyetujui usulan ku?"tanya fajri


"saya pamit dulu"ucap steven


setelah pamit steven langsung pergi dar sana


"rachel bawa ernest kekamar"suruh ustad faisal


"iya bi"sahut rachel


"ayo"rachel menarik tangan ernest agar ikut dengannya


"ray,cleo gue istirahat dulu"ucap ernest


"ya"sahut rayyan


di kediamam sustad faisal


rachel menuntun ernest kekamarnya


disisi lain...


jack mengamuk karna rencana nya gagal


"kenapa ernest tidak berubah wujud?kenapa?!!"geram jack


jack mengacak ngacak isi kamarnya..


jack bertambah kesal setelah fiqih memberitahu dirinya kalau rachel hampir saja mencium bibir ernest


da sangat menyukai rachel,tapi rachel malah dinikahkan dengan ernest begitu saja


jack adalah serigala yang sama dengan serigala yang pernah masuk kekamar rachel beberapa tahun lalu


"mau kemana?'tanya ernest kepada rachel


"ambil air minum"jawab rachel


"oh"sahut ernest


rachel langsung pergi kedapur


"sial! badan gue sakit semua'gerutu ernest

__ADS_1


"mau rachel? silahkan ambil kalau bisa"ernest berdialog sendiri


saat malam tiba azka datang ke kediaman alya


"alya nya ada?"tanya azka kepada pembantu dirumah itu


"ada"jawab pembantu itu sedikit bingung karna azka menyebut nama alya secara langsung


pembantu itu masui kedalam untuk memberitahu alya


"bu ada yang nyari"katanya kepada alya


"siapa bi?"tanya alya


"tidak tau bu,dilihat dari penampilan nya sepertinya dia sepantaran dengan tuan muda glen"jawab pembantu bernama nina tersebut


mendengar itu senyum di bibir alya langsung mengembang..


"suruh dia masuk bi!"suruh alya


nina langsung pergi keluar untuk menemui azka


"silahkan masuk"suruh nina


"terimakasih"sahut azka


azka segera masuk kedalam rumah


"jangan jangan bu alya suka sama berondong itu?"tanya nina dalam hati


"al!"sapa azka


"hay azka"sapa alya balik


mereka berdua saling sapa seperti baru berkenalan saja


"lagi ngapain tu?"tanya azka


"em,nggak ada,cuma lagi beresin alat makeup aja"jawab alya,dia sedikit gugup


"duh kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini?"tanya alya dalam hati


sudut bibir azka tertarik..


"sayang sekali kami berdua tidak bisa bersentuhan"azka merasa sedih


ditempat lain...


glen menyuruh bawahannya untuk menyusun rencana agar hanya dirinya yang mendapatkan semua harta dari bastian


"hanya ada satu solusinya"kata baron,anak buah glen


"apa itu?"tanya glen antusias.


baron sedikit ragu untuk mengayakannya


"katakan saja,jangan ragu"pinta glen


"baiklah"sahut baron


"jalan satu satunya adalah kita harus menyingkirkan yang lainnya"kata baron


"maksud kamu?'tasnya glen


"kita harus membun*h mereka"jawab baron


deg!


glen terkejut mendengarnya..


"aku bisa saja membun*h ernest dan dylan"glen mengusap wajahnya"tapi yang lainnya? aku sungguh tidak bisa melakukannya"gumam glen sambil berjalan mondar mandir seperti setrikaan


"kamu pergi saja dulu,nanti saya akan memberitahu keputusan saya melalui ponsel"glen menyuruh baron pergi,duatakut nanti bastian atau steven tiba tiba datang kekantor


"baiklah"baron langsung pergi dari sana


di pesantren..


rachel mencoba untuk tidur namun tidak bisa


"kenapa?"tanya ernest


"susah tidur"jawab rachel


"susah tidur?"tatapan ernest mulai berubah,dan itu menakuti rachel


"gue mau tidur!"jawab rachel cepat.

__ADS_1


rachel langsung menutupi tubuhnya menggunakan selimut


__ADS_2