(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 24 (S 2)


__ADS_3

azka tidak dapat menahan serangan dari iblis iblis.


"a aku sangat lemah!"ucap azka


Berdiri pun dia tidak sanggup karna sebelumnya tenaganya sudah terkuras melawan kegelapan yang ingin menguasai jiwanya


untung saja ernest cepat sadar dari pingsannya..


Ernest kembali melawan iblis itu"kekuatan ku mungkin tidak seberapa"kata ernest


iblis terlihat senang mendengar itu


"tapi kalau soal kecerdasan! Aku lah juaranya"lanjutnya


tik!


Detik kemudian suara adzan berkumandang dimasjid masjid,itu menandakan hari hampir pagi


"aku akan datang lagi!!!"teriakan iblis itu menggema lalu dia menghilang begitu saja


ernest langsung menghampiri azka dan membantunya keluar dari area pesantren


setelah keluar dari pesantren azka langsung menghilang


Ernest berlari menghampiri jack yang masih terbaring di rerumputan


"jack! jack!"ernest mencoba membangunkan jack namun jack tidak merespon sedikitpun


ernest mempunyai ide gila..


"jangan salahin gue"kata ernest,kemudian..


plak!


Ernest menampar wajah jack hingga memerah


"aau!


Plak!


ernest menepuk mulut jack


"sialan lo!"umpatnya


"sialan apanya? apa Lo sengaja mau ngungkapin ke mereka kalau lo sebenarnya serigala?"tanya ernest kesal


sekarang baru ustad faisal mengizinkan mereka keluar dari rumah


Mereka semua berlari menuju ernest dan jack


"ada yang luka?"tanya rachel sambil memeriksa tubuh ernest


Ernest melarang rachel memeriksa tubuhnya"sudah sudah,gue nggak apa apa"jawab ernest


Bruk!


Tiba tiba ustad faisal pingsan..


"abi!!"pekik rachel


Dirumah sakit..


Para santri yang tinggal terpaksa harus ikut ke rumah sakit semua karna takut


ustad faisal belum sadar kan diri sehak pagi


"minum"fajri membelikan minuman ringan untuk mereka


Ernest memejamkan mata sambil memegang tenggorokannya saat mencium aroma darah dari pasien yang baru saja mengalami kecelakaan


"eh eh itu si ernest kenapa?"tanya naya


*plak!


"ah!" eluh ernest*


Jack memukul tengkuk ernest


Ernest langsung melempar tatapan tajam kearah jack


Jack pura pura tidak melihatnya


"nih"rachel memberikan jus buah naga kepada ernest


"setidaknya warna jus ini hampir mirip dengan darah"dalam hati rachel

__ADS_1


ernest langsung mengambil jus itu


rachel tersenyum karna ernest mengambil jus pemberiannya


"aku tidak bisa menahannya"dalam hati ernest


azmi merenung ditempat duduk yang sedikit jauh dari ernest dkk


"kenapa aku harus berhutang nyawa kepada nya?!!!"teriak azmi dalam hati


rachel keluar dari ruang rawat..


"abi udah sadar"kata rachel kepada yang lain yang sedang menunggu diluar


"alhamdulillah"ucap mereka serentak


"om! Abi mau ngomong sesuatu"kata rachel kepada fajri


fajri langsung masuk kedalam


Rachel ikut duduk diluar..


Tak lama kemudian fajri keluar


"sebaiknya kalian pulang kerumah orang tua kalian masing masing dulu, kami akan menghubungi kalian kalau proses belajar mengajar kembali dilakukan"kata fajri


Semua santri terkejut mendengarnya..


"kami tidak mau pak"tolak adelia


"aku tidak akan pergi kemanapun,aku akan tinggal dipesantren"kata azmi


Fajri jadi bingung..


"ah ernest kamu ajak rachel tinggal dirumah kamu"kata fajri kepada ernest


"aku harus mengatakan kebenarannya sebelum aku membawa rachel pulang"kata ernest


"pertarungan selalu terjadi dirumah itu,setiap hari pasti ada saja pertengkaran dan perdebatan yang terjadi disana"jelas ernest


"dengar rachel?"tanya fajri


"i iya om"jawab rachel


"masih mau lo ikut kerumah gue?"tanya ernest


"yaudah,ayo pulang"ajak ernest


Ernest menoleh kearah teman temannya


"aku jadi lupa tentang itu"rutuk ernest dalam hati


"om,bukankah lebih baik kalau kita berkumpul?"tanya ernest " iblis itu pasti akan datang tadi,mungkin saja dia akan menyakiti salah satu dari mereka"lanjutnya


fajri termenung..


"ya allah hamba harus bagaimana lagi ini?"dalam hati fajri


fajri kembali masuk masuk keruang rawat ustad faisal


tak lama kemudian dia keluar lagi..


"keputusan ustad faisal tetap sama,kalian harus pulang kerumah kalian masing masing!"kata fajri


mereka terlihat kecewa dengan keputusan yang ustad faisal berikan


"maaf"ucap fajri dalam hati


Sebenarnya ustad faisal kembali tidak sadarkan diri,fajri tidak bisa mengambil keputusan agar mereka tetap tinggal


mereka semua kembali ke asrama untuk mengemas pakaian mereka


Rachel juga mengrmas pakaian milik nya


di kediaman bastian..


"saya baru saja mendapat kabar dari ustad fajri bahwa ernest dan rachel akan pulang kesini hari ini"kata bastian,terlihat jelas bahwa dirinya sangat senang ernest akan pulang


clara tersenyum bahagia..


"i ini beneran rumah lo?"tanya rachel


"iya"jawab ernest


"bagus banget!!!"jerit rachel dalam hati

__ADS_1


"assalamuallaikum"ucap rachel


"wa allaikum sallam!"sahut clara dari dalam rumah


Clara bergegas menuju pintu.


"ernest !!"pekik clara


Clara langsung memeluk ernest


Rachel hanya diam saja.


"oh iya"clara beralih ke rachel


Melihat rachel membuat clara teringat dirinya di masa lalu


"kamu masih sangat kecik"clara membelai tangan rachel


"sama aja kali ma,nest juga masih kecil"ernest cemburu melihat clara lebih perhatian kepada rachel


rachel bingung melihat sikap yang ditunjukkan ernest


"kenapa dia?"tanya rachel dalam hati


"ernest cepat bantu istri kamu membawa koper kekamar!"suruh clara


"baik ma!"sahut ernest malas


Ernest mengambil alih koper dari tangan rachel lalu membawanya menaiki tangga menuju kekamar


rachel berjalan di blakang ernest"buset! Panjang amat tangganya"gumam rachel


dipertengahan tangga rachel bertemu dengan shesil dan valia


"kak"sapa rachel


Shesil berlalu begitu saja


"kamu rachel kan?"tanya valia sambil tersenyum lebar


"iya kak"jawab rachel


"adek ipar ku ternyata cantik juga"ucap valia


rachel menanggapinya dengan senyum


"rachel cepat!"panggil ernest dari pintu kamar


"kak,aku keatas dulu"pamit rachel


"silahkan!"sahut valia


Rachel langsung berlari menaiki anak tangga


"ck,nggak sabaran banget sih"gerutu rachel kesal


ernest memutar matanya saat mendengar gerutuan rachel


"lo belum tau aja kalau orang orang dirumah ini ngfak ada yang bisa di percaya"kata ernest kepada rachel


"kakak itu tadi baik kok"kata rachel


"gue sudah tinggal sama mereka selama belasan tahun,jadi gue tau persis bagaimana sifat mereka"ernest mulai kesal menghadapi rachel


rachel terdiam..


"rapihin barang barang lo di lemari itu"tunjuk ernest kearah lemari yang ukurannya lebih kecil dari lemari yang satu nya


rachel tidak menjawab ernest ,dia langsung menyeret koper miliknya ke lemari yang di tunjuk oleh ernest tadi


ernest langsung keluar dari kamar untuk menemui steven


"bunda! Bang steven mana ya?"tanya ernest kepada violet


"abang kamu sedang dikantor nak"jawab violet


"oh"sahut ernest


"paling sebentar lagi dia pulang"kata violet


"kalau gitu nest mau pergi keluar bentar bun,nanti kalau mama nanya bilang aja kalau bunda nyuruh nest beli sesuatu"kata ernest


violet menyipitkan sebelah matanya kearah ernest"oh oh,kamu mau kemana?"tanya nya


"cuma ke minimarket kok bun"jawab ernest

__ADS_1


"mini market? Apa yang kira kira yang tidak ada dirumah ini sampai sampai kamu mau membelinya di minimarket?"tanya violet


"ada deh!,daaaaaa!!! Nest pergi dulu"ernest bergegas pergi sebelum violet berteriak


__ADS_2