
sebelum membaca bab ini silahkan kembali ke bab 19 karna ada penambahan teks di bab 19
*JANGAN BACA BAB INI SAAT SEDANG MAKAN YA para reader ku sekalian!!!!
saat rachel tertidur ernest diam diam keluar dari kamar..
dia menyelinap pergi dari pesantren..
lima menit kemudian rachel terbangun karna suara petir yang menggelegar di langit
deg!
"ernest!"rachel terkejut karna ernest sudah tidak ada ditempat tidurnya
"kemana dia?"tanya rachel dalam hati,rachel turun dari kasurnya lalu pergi keluar dari kamar untuk mencari ernest
"sekarang sudah jam dua pagi,kemana dia pergi?"tanya rachel sambil mencari ernest kesana kemari
saat rachel kembali dia kembali dikejutkan oleh sosok yang berbaring diatas kasur
"kapan dia masuk?"tanya rachel bingung
ernest pura pura tertidur untuk menghindari pertanyaan dari rachel
keesokan hatinya rachel terus menatap ernest karna masih penasaran dengan ernest
"kamu kenapa chel?"tanya naya
"nggak ada"jawab rachel
"oh iya nest,kok kami nggak pernah melohat kamu makan?"tanya haikal
"gue nggak bisa makan makanan sembarangan karna gue punya penyakit kronis"jawab ernest berbohong
"oh"mereka semua percaya begitu saja"jawab ernest
ernest langsung berubah sikap saat jack datang
ekspresi wajah ernest yang tiba tuba berubah membuat semua yang berada disana menjadi bingung
ernest dan jack saling melempar tatapan tajam sambil menunjukkan seringaian masing masing
"kenapa kalian kaya musuhan gitu?"tanya rachel
ernest tidak memalingkan tatapannnya
"ernest kamu pasti akan mati di tangan ku"ucapan itu keluar begitu saja dari mulut jack
semua orang terkejut mendengarnya
namun berbeda dengan mereka,ernest justru tergelak
"coba saja lakukan jack anderson"sahut ernest
"kau benar benar iblis ernest!"tekan jack
"kita berdua sama sama tau siapa kamu dan siapa aku,jangan membuat malu dirimu sendiri dengan mengatakan ku iblis"sahut ernest sambil menunjukkan seringaian jahatnya
ernest berdiri..
"mari kita lihat siapa yang akan mati duluan,kamu! atau aku"kata ernest sambil menunjuk kearah jack lalu menunjuk kearah dirinya sendiri
"ernest!"rachel marah mendengarnya
"kamu tidak akan marah setelah kamu tahu siapa dia dan apa yang pernah dia lakukan"kata ernest kepada rachel
"jangan semabrangan kamu ernest!,aku tudak pernah melakukan hal yang kamu tuduhkan! yang ada kamu yang sudah melakukan pembunuhan!"tuduh jack
"membunuh siapa? oh maksud kamu aku sudah membunuh binatang?!"tanya ernest dengan tatapan mengejek kearah jack
"apakah dengan membunuh seekor serigala aku sudah melakukan pembunuhan?"tanya ernest lagi
jack mengepal tangannya
"ah kamu bikin kita terkejut aja jack"kata fiqih
__ADS_1
"sudah seharus nya serigala itu dibunuh karna dia binatang buas yang siap menyerang siapapun yang ada dihadapannya"kata fiqih lagi
jack melempar tatapan tajam kearah fiqih,lalu jack pergi begitu saja
"hati hati lo fiqih"kata ernest
"lah kok?"tanya fiqih
"lo sudah ditandai"jawab ernest sambil menggeleng kepala
setelah mengatakan itu ernest juga pergi
tinggallah rachel,azmi,adelia,naya,haikal dan fiqih
"apa maksud ernest ?"tanya adelia
semuanya menggeleng kepala
fiqih tampak bingung dan sedikit takut
saat malam tiba..
tepatnya pukul sepuluh malam
fiqih berlari keluar asramanya sambil berteriak dengan tubuh berlumuran darah dan usus yang sudah berada diluar tubuhnya
semua orang berteriak histeris
haikal langsung menangkap tubuh fiqih yang limbung
"fiqih!!!"jerit haikal
semua orang menjerit ketakutan
inayah langsung pingsan saat melihat kondisi fiqih
ernest mendekat sambil menutup hidungnya
yang lainnya tidak berani mendekat kecuali haikal yang sedang memeluk tubuh fiqih
"baiklah,aku akan membalasnya"jawab ernest
satu jam berlalu..
polisi sudah berkeliaran mencari bukti kejahatan untuk menemukan siapa pelaku pembunuhan fiqih
ernest,rachel dan yang lainnya duduk diteras kediaman ustad faisal
"apa yang dikatakan fiqih sama kamu tadi?"tanya ustad faisal
"dia menyuruh ku untuk membalaskan dendamnya"jawab ernest dengan suara pelan
deg!
semua yang mendengarnya terkejut kecuali haikal karna dia sudah mendengarnya dari mulut fiqih langsung
"dendam? dendam kepada siapa?"kali ini fajri yang bertanya
"orang yang sudah membunuhnya"jawab ernest
ernest menjawab mereka tanpa melihat lawan bicaranya
"nak ernest!"ustad faisal langsung memegang tangan ernest
"tolong jangan lakukan apapun,biarlah polisi yang melakukannya,jika kamu mengetahui sesuatu lebih baik kamu memberitahu polisi"nasihat ustad faisal
"ya"jawab ernest
ustad faisal menatap sedih kearah ernest
"aku mohon demi rachel,tolong jangan melakukan apapun"pinta ustad faisal
"saya sudah berjanji kepada paman kamu yang bernama azka untuk menjaga keselamatan kamu,jika sampai terjadi sesuatu terhadap kamu maka saya juga akan kehilangan nyawa saya"ustad faisal memelas dihadapan ernest dan itu membuat yang lainnya bertanya tanya apa sebenarnya maksud ustad faisal melakukan itu
ernest terkejut mendengarnya..
__ADS_1
"apakah om azka mengatakan sesuatu?"tanya ernest
"ti tidak"jawab ustad faisal
ernest begitu kesal dengan ustad faisal
"bukan kah abi seorang ustad? kenapa abi begitu takut dengan om azka?"tanya ernest dengan raut wajah kesal
"bukan kah kamu tahu siapa dia nak ernest!?"tanya ustad faisal balik
"justru karna aku tahu siapa dia,aku tidak habis pikir bisa bisa nya seorang ustad besar seperti api takut dengannya"jawab ernest
ustad faisal terdiam..
"ada obrolan apa?"tiba tiba yang dibicarakan datang
"om!"seru ernest
"hem"sahut azka
"kenapa om kesini?"tanya ernest
"ingin menjenguk keponakan ku tersayang"jawab azka
ernest memutar matanya mendengar jawaban ernest
"ada apa ini? kenapa sangat banyak polisi disini?"tanya azka pura pura tidak tahu
"teman ku dibunuh"jawab ernest
"dan dia menyuruh kamu membalas dendam atas kematiannya?"tebak azka
"ya"jawab ernest sedikit cemberut karna diirinya mengira azka akan melarangnya
"lakukanlah,aku ingin tahu cara apa yang akan kamu lakukan untuk membalas mereka"kata azka
deg!
ustad faisal begitu terkejut mendengarnya
"kalian juga boleh membantu ernest"kata azka kepada teman teman azka
"tenang saja,polisi tidak akan menangkap kalian,ernest itu anak kesayangan bastian,mana berani polisi menyentuhnya"kata azka lagi
rachel,haikal dan naya sangat senang mendengarnya
"bagaimana polisi bisa menangkap orang yang membunuh binatang pembunuh"gumam azka
"rachel!"ustad faisal menggeleng kepala kearah rachel namun rachel tidak menurutinya
"om!"ernest membelalak melihat kearah belakang azka
"apa?"tanya azka
"tu dibelakang om"jawab jawab ernest sambil memajukan bibirnya
azka berbalik.
deg!
ernest langsung memegang dadanya yang terasa bergetar
"ah sial!"umpat ernest sambil memegang dadanya
"perasaan apa ini?"tanya ernest
"alya!"ucap azka
alya menatap azka penuh kecewa
"kenapa?"tanya alya dengan mata berkaca kaca
"tolong jangan menangis"pinta azka
"bukan oma yang nangis! tapi gue!!!"teriak ernest kesal,karna air mata keluar dan membasahi pipinya
__ADS_1