
nisa memperhatikan wajah geby yang sangat"dia pucat aja masih cantik,kalau aku di posisi dia sih udah kayak mayat idup"dalam hatinya
"coba lo bilang ke gue bagian mana yang sakit?!"tanya stella
geby menunjuk perutnya
"masih sakit?!"tanya ars
"sedikit"jawabnya
ars merasa legah mendengarnya
setelah melihat keadaan geby mereka semua di ajak ke ruang tamu oleh ernest
andri dan yang lainnya memperhatikan interior rumah itu
di dalam rumah itu terasa dingin dan sedikit lembab,di tambah lagi terkadang tercium bau anyir yang entah dari mana
"ngerasa nggak kamu kalau rumah ini agak aneh?! "tanya andri kepada nisa
"tapi bagus, rumahnya juga sangat besar,mewah dan berjelas"jawab nisa
dari arah belakang yusman masuk ke dalam rumah
"ada apa ramai ramai? "tanya nya sambil berjalan menuju ruang tamu
"andri! nisa! kenapa kalian ada disini?! "tanya yusman kepada mereka berdua
"ayah! "
"pak yusman! "
andri dan nisa juga terkejut karna yusman ada di rumah besar itu
"duduk!"suruh ernest
mereka semua langsung duduk
"ayah mau kemana?! "tanya ernest
yusman berbalik lagi"mau membuat kan minum sama membawa makanan ringan"jawab yusman
ernest langsung kesal mendengarnya "bik yuni mana?! "tanya nya
yusman langsung menunduk karna melihat ernest marah"yuni sedang ke pasar nak"jawab yusman
ernest melihat jam di tangannya"bukankah seharusnya dia sudah kembali?! "tanya nya
dari arah luar yuni tergopoh gopoh masuk kedalam rumah sambil membawa beberapa kantong kresek besar bahan makanan dll
"maaf den bibik tadi pergi ke periksa mata ke dokter karna hari ini jadwal bibik periksa mata"ucap yuni, keringat bercucuran membasahi bajunya
ernest langsung berdiri dari tempat duduk nya
azka dan axel malah tersenyum melihat itu
__ADS_1
"tolong jangan pecat saya"bik yuni langsung bersimpuh di lantai
"pergi sekarang atau aku akan benar benar memecat kamu!! "ucap ernest
yuni langsung menyeret barang belanjaan nya pergi ke dapur
"ayah duduk disini! "suruh ernest
"baiklah!"yusman langsung duduk di sofa
"sebenarnya nya ini rumah siapa?! "akhirnya andri bertanya
"ini rumah saudara kamu"jawab yusman
"apa!!! "pekik andri dan yang lainnya
axel dan azka mendekati ernest"untuk sementara waktu kamu harus menampung ars dan teman teman kamu, aku sudah menyuruh para bawahan ku untuk berjaga disini"ujar axel
"aku juga sudah menyewa para bodyguard pilihan untuk perjaga di sini"azka tidak mau kalah dari axel
mereka berdua slaing melempar tatapan tajam
ernest merasa ngeri melihat situasi itu
"baik lah aku akan menerima mereka semua!!"ucap ernest
"bagus!"ujar azka
mereka berdua langsung pergi
"mulai sekarang kamu harus menjalani perusahaan karna raihan sudah tidak ada"kata ernest
"tidak juga"sahut ars"aku masih punya yang alinnya,axel dan papa azka"lanjutnya
"ck!"decak ernest karna dirinya masih kalah jauh dari ars
andri menarik yusman ke sisi lain rumah itu"kenapa ayah nggak ngajak kami tinggal disini? dan ayah juga cuma ngirim uang dia ratus per minggu! ayah uang itu nggak cukup sama sekali! dan tempat tinggal kami,tempat tinggal kami nggak bahkan nggak selebar dapur rumah ini!! "ucap andri,perasaan marah,kesal dan sedih menjadi satu
"nak,ayah di sini tidak kerja !"sudah bagus saudara kamu masih mau memberikan uang dan tempat tinggal gratis untuk kamu dan ibuk! "jelas yusman,yusman tidak mengerti dengan jalan pikiran andri
tinju andri terkepal
"bukan ayah yang memberi kalian nafkah! tapi orang earnest! dia memberikan tempat tinggal dan uang untuk kalian! tapi kalian masih juga merasa tidak puas!kalian benar benar tidak punya malu!! "setelah mengatakan itu yusman langsung pergi meninggalkan andri yang masih mematung di tempatnya
saat makan malam semua orang berkumpul di meja makan termasuk geby
makan malam kali hanya ada beberapa menu steak daging, nasi goreng seafood, cake dan ditambah jus buah naga sebagai penutup
sopian, aldi,deri dan nisa melongo melihat menu makan malam mereka
"ayo makan! "ajak ernest,ernest memotong steak miliknya lalu memakannya dengan lahap
yuni membuat steak dengan tingkat kematangan yamg berbeda beda
setelah makan malam mereka berkumpul di ruang tamu
__ADS_1
steven datang membawa beberapa kemasan yang berisi darah pemberian azka untuk ernest dan ars
"em, stel, kok kita nggak pernah liat mereka minum darah ya? padahal dari ciri ciri nya mereka itu vampire"tanya geby kepada stella
stella menggaruk kepalanya karna dia tidak tahu apapun tentang vampire
mereka semua berbincang sambil makan buah buahan
"ah! "stella tidak sengaja menggores tangannya saat mengupas apel
tes!
pupil mata geby pangsung melebar melihat darah segar itu
tanpa dia sadari geby mulai mendekati tangan stella
"geb lo mau ngapain?! "tanya stella
pertanyaan stella tidak di gubris oleh geby, mata geby fokus melihat darah yang masih sangat segar itu
"ars! "panghil ernest
ars langsung menoleh kearah ernest"apa?!"tanya nya
"tu! "tunjuk ernest kearah geby
deg!
ars terkejut melihat geby
"geby! "ars langsung menarik tangan geby
"ih apaan sih! "gerutu geby kesal
"kamu kenapa segitunya melihat tangan stella?! "tanya ars balik
geby baru teringat dengan apa yang dia lakukan tadi"astaga! kenapa aku jadi pengen minum darah sih!! "jerit nya dalam hati
ars terkejut mendengar kata hati geby
ars mengambil darah yang sudah di kemas oleh azka lalu memberikannya kepada geby"cobain ini siapa tau kamu suka"ucapnya
"minuman apa ini?! "tanya geby karna baru kali itu dia melihatnya,geby langsung meminumnya menggunakan sedotan.
mata geby langsung melotot saat merasakan minuman itu"wah! enak banget!!"ucap nya,geby langsung menghabiskan darah itu dalam hitungan detik saja
ars senang melihat geby tersenyum sumringah seperti itu"terus lah tersenyum sampai akhir"gumamnya
ars diam diam pergi ke luar rumah"raihan maafkan papa,selama ini papa tidak peduli dengan perasaan kamu, yang papa lihat hanyalah kesalahan yang kamu perbuat"ucapnya
ars sangat menyesal sudah menyia nyiakan kesempatan untuk bersama dengan raihan"harusnya aku memperlakukan kamu dengan baik! "ars terisak mengingat bagaimana tatapan penuh harap yang di tunjukkan oleh raihan
"sudahlah! nasi sudah menjadi bubur,lebih baik sekarang kita melindungi mereka yang masih bisa kuta lindungi"ujar ernest"tugas kita masih banyak, kita harus menghabisi semua musuh kita agar para keturunan kita kelak dapat hidup dengan aman dan damai"lanjut ernest
ars menghapus sisa airmata nya"meskipun harus mengorbankan nyawa! aku akan tetap memburu dan menghabisi mereka semua!"ucapnya,tangan ars terkepal kuat
__ADS_1