(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 103 (S2)


__ADS_3

ernest masih terus menangisi kepergian clara


"ma aku belum bisa membahagiakan mama kenapa mama pergi secepat ini?!! "tanya ernest sambil memeluk tubuh clara


sekuat apapun seorang anak dia akan tetap meneteskan airmata di saat ditinggalkan oleh seseorang yang mereka panggil, mama, bunda,umi,ibu dan emak


ernest memainkan tangannya sehingga pisau yang menancap di perut clara langsung tercabut dan melesat kearah lyora


jleb!!


pisau itu langsung menancap di tenggorokan lyora


"akh!! "lyora terbelalak menahan sakit, darah segar langsung menyembur dari tenggorokannya


"bukankah kamu mau mati bersama mamaku? aku sudah mewujudkannya! "ujar ernest


nisa langsung pingsan melihat itu,sementara yang lain nya langsung terduduk lemas


"salahnya kenapa memprovokasi ernest,naluri membunuh klan vampire sangatlah kuat"ujar axel


azka, ars dan axel hanya menyaksikan saat saat terakhir yang sangat menyakitkan bagi lyora


geby gemetar melihat itu"hiks aku mau pulang!! "teriak nya sambil nangis kejer


ars langsung memeluk geby"tenang tenang, jangan nangis! anggap saja yang kamu lihat tadi itu hanya sekedar mimpi"ucap ars


plak!!


geby memukul ars"mimpi gimana? itu nyata! nggak akan bisa jadi mimpi!! "ucap nya marah


ars menyentuh kepala geby hingga beberapa detik kemudian geby langsung tertidur,kemudian ars mengangkat dan membaringkannya diatas sofa


"maaf sudah membuat kamu ketakutan"ucap ars sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajah geby


lyora meregang nyawa dengan kondisi mata terbelalak dan mulut menganga


"karna dia cukup berpengaruh buatlah seolah olah dia bunuh diri atau kecelakaan! "kata axel kepada bawahan nya


"baik tuan!"sahut mereka


mayat lyora langsung di bawa pergi oleh bawahan axel


"bagaimana dengan clara? "tanya ars


lama axel tertegun


"bagaimana menurut kamu nest?! clara cukup berpengaruh di kota ini karna dia juga istri dari orang paling Kaya di kota ini,kalau tiba tiba Menghilang akan membuat orang orang curiga,tapi kalau kita memberitahu clara meninggal pasti para ibu ibu komplek sini ingin melihat dan ikut memandikan jenazahnya dan akan ketahuan kalau ada bekas senjata tajam di tubuhnya!"axel meminta pendapat ernest karna ernest adalah anak kandung clara


ernest menyeka aur matanya"apa tidak ada cara untuk menyamarkan luka bekas senjata tajam di tubuh mama?! "tanya nya


axel menoleh kearah azka

__ADS_1


azka menggeleng"luka akan tetap terlihat saat melihat jenazah di mandikan"jawabnya


ernest tertunduk lemas"lakukan apa tang menurut kalian pantas"ucapnya pasrah


" buat seolah olah dia pergi keluar negeri dan menetap di luar negeri, nyatanya kita harus mengubur nya secara diam diam"ujar azka


meskipun tidak terima ernest tetap harus menurut


"naya,viola geby dan clara bertugas memandikan jenazah,agar tidak ketahuan kita akan menguburnya di halaman belakang rumah ini"lanjut azka


"maafkan nest ma"dalam hati ernest


"sa! nisa!! "andri menepuk nepuk pipi nisa


"nisa! "panggil aldi


"sa! "sopian ikut menepuk nepuk pipi nisa


"em, udah udah!! "nisa mengibas tangannya agar mereka menyingkir


saat terbangun nisa tidak melihat mayat lyora ataupun clara,dia juga tidak melihat wanita lainnya


"kemana yang lain? kenapa cuma aku perempuan disini?"tanya nya dalam hati


axel mendekati nisa dan andri"kunci keselamatan kalian adalah lisan kalian sendiri,jika kalian bisam menjaga lisan kalian maka umur akan panjang"ucapnya,setelah mengatakan itu axel langsung pergi


"jangan cerura ke siapapun tentang apa yang kalian lihat atau kalian akan mati! "ujar sofian


deg!!


"boleh Aja asal kamu mau berjanji nghk akan ngasih tau orang lain"sahut aldi


"kamu! "sofian menunjuk kearah andri"kalau kamu madih sayang sama ibuk kamu maka angan beritahu dia, kamu ngasih tau dia sama aja dengan kamu membunuhnya"sofian memperingatkan andri agar tidak memberitahu siapapun termasuk ibunya sendiri


"ya! "jawab andri"aku nggak mungkin ngebiarin ibuk mati"lanjutnya


"bagus! "ucap sofian


dua jam kemudian mereka sudah selesai memandikan dan mengubur jenazah clara dengan baik dan benar


ernest melamun di sudut ruangan"maafin nest ma! "ucapnya


rachel langsung menghampiri ernest"sabar nest! "gumam nya


ernest langsung tidak menanggapi nya


rachel langsung menarik ernest ernest ke dalam pelukannya"sabar"ucapnya


ernest hanya mengangguk,lidah nya masih terasa keluh untuk berbicara


nisa sejak tadi memperhatikan ernest"meskipun tahu kalau dia bukan manusia aku masih saja nggak bisa melupakannya, apa aku benar benar jatuh cinta sama dia?! "tanya nya dalam hati

__ADS_1


mata nisa berair melihat kemesraan di antara ernest dan rachel


sementara itu ars terus berada di samping geby,dia harus memastikan bahwa geby tetap terlelap


"musuh belum di atasi tapi kekuatanku sudah mulai melemah! sangat tidak mungkin bagiku mengorbankan ernest! aku tidak akan melakukan itu walaupun aku mau"gumamnya


"dada ku terasa semakin sakit"ars menyentuh dadanya yang terluka


naya mendekati ars"meskipun kamu bukan anak ku noah tapi tubuh ini tetap saya yang melahirkannya! saya akan tetap menganggap kamu noah"ujar nya


ars menoleh"panggil apapun yang kamu suka"jawab nya sambil tersenyum tipis


namun senyum ars malah membuat naya was was dan takut


"di dia pangeran vampire, berani beraninya aku memprovokasinya"rutuk naya dalam hati


ars menarik naya agar duduk di sebelahnya


"bersikaplah seperti biasa,aku tidak akan menyakiti kalian karna aku sudah menganggap kalian seperti keluarga ku sendiri"jelas ars


ars benar benar sudah menganggap mereka seperti keluarga nya sendiri


"makasih"ucap naya


sementara itu para bawahan axel membuat seolah olah lyora kecelakaan mobil,mereka meletakkan mayat lyora di dalam mobil tang biasa di gunakan oleh lyora lalu mendorong mobil hingga jatuh ke jurang lalu membakarnya hingga membuat mayat sulit di kenali


axel sangat puas dengan kinerja para bawahannya


"jangan! jangan! "teriak geby,geby terbangun dari tidurnya


deg!


"kok aku malah ada dirumah? perasaan tadi masih di rumah ars?! "tanya nya sambil memegang kepalanya yang terasa pusing


"sudah bangun?! "tanya ars


geby terkejut kemudian menoleh"a ars! "ucap nya gugup


ars tersenyum"apa kamu takut dengan ku?! "tanya nya


geby menggeleng..


"mana mungkin nggak takut"dalam hati nya


ars menghela nafas saat mendengar kata hati geby"aku harus lebih bersabar"gumamnya


tatapan geby mengarah kearah gelas berisi darah di depan ars"i itu apa?! "tanya nya


ars mengambil gelas berisi darah itu"darah"jawab nya, ars menyeruput darah itu


"iii!! "seru geby, dia merasa jijik melihat nya

__ADS_1


dalam sekejap ars sudah berada di sebelahnya


cup!!. ars mencuri ciuman di pipi geby


__ADS_2