(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 61 (S2)


__ADS_3

"sangat di sayangkan wanita secantik dia harus mati secara sia sia"ernest melanjutkan ucapannya


rachel hanya bisa duduk bersimpuh sambil menangis


"kenapa kamu menangisi ****** ini?! "tanya ernest kepada rachel sambil menginjak tangan kiri delia dengan sepatunya


"sudah lama aku menyembunyikan masalah ini supaya kamu tidak membunuh siapapun,tapi sekarang..!!"rachel kembali terisak


"aku nggak mau kamu jadi pembunuh, aku nggak mau kamu haus darah!!"teriak rachel


perkataan rachel membuat ernest terkesiap


"sepertinya sejak awal kita memang tidak seharus nya bersama! "ucap rachel lagi


ucapan rachel bagai ribuan anak panah yang diolesi racun menusuk di hati ernest


emosi ernest meluap,yang semula hanya taring ernest yang keluar sekarang wujud ernest benar benar berubah menjadi vampire


azka berlari masuk ke area ponpes


buk!


Azka menghantam bagian jantung ernest dengan sangat kuat sehingga membuat ernest terpental cukup jauh


uhuk!


Ernest memuntahkan darah, bukan hanya darah yang diminum oleh nya keluar,darah dari tubuhnya juga ikut keluar karna organ dalam tubuhnya terluka akibat pukulan azka


sebisa mungkin ernest berdiri


"kenapa?! "tanya ernest sambil memegang dadanya yang terasa sakit, wujud ernest sudah berubah menjadi manusia lagi


"untung aku cepat bertindak,kalau tidak keberadaan klan vampire akan di ketahui oleh dunia"gumam azka


"bodoh!"umpat azka


setelah itu azka langsung pergi begitu saja saja meninggal kan ernest yang masih tersungkur di tanah


rachel berlari kearah ernest lalu membantu nya bangun


tiba tiba adelia yang sudah mati tiba tiba bergerak kemudian bangun


hal itu membuat semua orang lebih terkejut lagi


"awas!! "ernest mendorong rachel agar menjauh darinya


di lihat dari keadaan ernest saat ini sangat tidak mungkin baginya untuk melawan adelia yang baru saja berubah jadi vampire karna manusia yang yang baru saja berubah jadi vampire tidak ubahnya seperti harimau kelaparan


"ernest! kamu nggak akan bisa mengalahkannya!! "teriak rachel


"ada apa ini sebenarnya? kenapa adelia bisa jadi seperti ini? "tanya ustad fajri


"mungkin dia kerasukan pak! "jawab haikal


adelia mendekati rachel,dengan cepat ustad fajri dan yang lainnya menghalangi delia


melihat itu ernest langsung menarik dan melempar delia cukup jauh


rachel sudah sangat ketakutan


"tenang"ernest memeluk rachel


adelia bangun lalu berlari kearah ernest dan rachel

__ADS_1


"tunggu aku"ucap ernest


kemudian ernest melesat kearah adelia


lagi lagi ernest membuat semua orang tercengang


perkelahian berlangsung cukup lama,ernest sudah terluka sangat parah


inayah langsung memeluk rachel


akhirnya setelah cukup lama bertarung ernest bisa mengalahkan adelia


sambil tertatih tatih ernest berjalan menghampiri rachel


rachel bahagia melihat ernest dapat mengalahkan adelia


tanpa ernest sadari salah satu tangan rachel menggenggam pisau,tatapan rachel yang kosong membuatnya sedikit curiga namun dia tidak mau ambil pusing


rachel berlari kearah ernest sambil tersenyum,dengan senang hati ernest merentangkan tangan


detik kemudian senyum di wajah ernest berubah buram saat melihat bola mata rachel berubah warna


jleb!


tusukan pisau dari tangan rachel membuat ernest baru menyadari bahwa saat ini rachel sedang dikendalikan oleh sesuatu,namun semua sudah terlambat


"ka kamu!!"ernest memegang bagian dada nya yang terluka akibat tusukan pisau


semua orang berteriak histeris melihat itu apa yang di lakukan oleh rachel


"aahh!!


Ernest menundukkan tubuhnya


"aku sengaja meminjam raga orang yang sangat kamu cintai untuk membunuh kamu agar kamu lebih menderita lagi ernest!! setelah kamu musnah aku tidak perlu repot repot memusnahkan klan vampire yang tersisa! karna setelah pangeran mereka musnah maka para pengikutnya akan musnah dengan sendiri nya!!!


ernest memegang dadanya yang terasa semakin sakit


kesadaran rachel sudah kembali


mata rachel terbelalak saat melihat pisau berlumuran darah berada di tangan nya


"vampire???


semua orang bertanya tanya


"ernest!!"pekik rachel, pisau di tangannya langsung terlempar,kemudian rachel menghampiri ernest


"a apa aku yang?"tanya rachel


"shut!!"ernest menempel jari telunjuk nya di bibir rachel


"kamu nggak sengaja"jawab ernest sambil mencoba tersenyum di hadapan rachel


rachel menangis sejadi jadi nya


"rachel vampire itu makhluk apa?! "tanya ustad fajri


"vampire adalah makhluk abadi yang bertahan hidup dengan cara menghisap darah"jawab ernest


"ernest kenapa kamu memberitahu mereka!!"teriak rachel marah


"nggak apa apa,wak tu ku si sudah tidak lama lagi"jawab ernest

__ADS_1


lagi lagi dia masih bisa tersenyum


"ka kamu mau ninggalin aku?!"tanya rachel sambil ber urai air mata


menggeleng kepala


"aku nggak akan bisa ninggalin kamu"jawab ernest


"aku akan kembali! "ucap ernest


tubuh ernest perlahan menghilang di hadapan rachel


"ernest!!!"rachel berteriak histeris


"hahaha akhirnya dendam ku terbalaskan!! "suara misterius kembali menggema


"nggak! aku nggak bisa hidup tanpa kamu!!!'teriak rachel di sela tangisnya


saat azka datang semua sudah terlambat


Azka menyihir semua yang berada di sana agar melupakan yang terjadi hari ini


"jadi ini alasannya kami tidka ikut lenyap?!"sama hati azka,dia mengambil batu mulia yang tergeletak di tanah


satu bulan kemudian...


meskipun azka sudah menghilangkan ingatan semua orang tapi itu hanya berlaku selama beberapa hari pada rachel


setiap hari rachel hanya mengurung diri di kamar meratapi kepergian suami yang sudah dia bunuh dengan tangan nya sendiri


pada suatu malam rachel ditemukan meninggal karna tidak makan, minum atau pun tidur selama hampir lima hari


satu tahun kemudian..


kediaman naya sekarang sudah sangat megah karna azka membangunnya menjadi mansion yang sangat besar


raihan juga ikut tinggal disana bersama azka dan keluarga naya


Azka memutuskan untuk tidak membunuh manusia lagi meskipun dia ingin


veka meskipun sudah di jodoh kan dia masih saja terus berusaha merebut azka dari naya,usahanya sudah di pastikan tidak akan pernah berhasil


tujuh bulan kemudian..


"kak liat tu om om nyebelin ganggu A fei terus!! "teriak A fei sambil menangis


"raihan! A fei baru berumur empat belas tahun bisakah kamu mengalah meskipun hanya sekali!!! "teriak azka marah karna tiap hari ada aja kelakuan raihan yang membuat A fei mengadu


meskipun umur raihan jauh lebih tua dari A fei namun itu tidak membuat raihan mengalah, mereka berdua terus saja berseteru


"aduh! "naya memegang perut buncitnya


"jangan jangan kak naya mau melahirkan?!"pekik A fei


mereka semua langsung kalang kabut melihat naya meraung kesakitan


raihan pergi menjemput bidan


sementara itu A fei pergi memanggil ibunya yang sedang kondangan di rumah salah satu warga


"sakiiitt!!! "jerit naya


azka berkali kali mengusap wajahnya

__ADS_1


saat saat seperti ini yang membuat azka sanagt takut karna jika naya tidak kuat menahan maka dia akan meninggal dunia


__ADS_2